Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 44


__ADS_3

Arga dan Aira sudah kembali kejakarta, Arga langsung kembali kerumahnya setelah mengantar Aira ke apartemen nya.


"Apa ini!" Ucap Erika marah dengan menatap tajam Arga, ia melemparkan foto foto Arga saat bersama Aira di kampung Aira.


"Mami gak lihat itu foto Arga dan calon istri Arga."Ucap Arga sedikit santai, walau sebenarnya ia kaget, ternyata Erika memata matainya.


"Arga! cukup! jauhi gadis itu, atau mami akan membuat perhitungan dengan dia! Mami tidak sudi kamu menikah dengan dia!" Bentak Erika. Ia sangat marah karena Arga semakin dekat dengan Aira. Apalagi Erika melihat foto Arga yang berada di pasar dan foto Arga yang menaiki motor butut. Erika semakin jengkel dengan Aira, karena sudah memengaruhi Arga, sampai Arga mau melakukan semua itu.


"Jangan ganggu Aira mi! Arga mohon, jangan sentuh Aira." Ucap Arga dengan serius. Dengan sorot mata tajam.


Erika langsung terdiam. Baru kali ini Arga menatapnya dengan tajam.


Semua ini pasti karena gadis itu, dia sudah membawa pengaruh buruk untuk Arga. (Batin Erika.)


Erika langsung pergi dari hadapan Arga, Erika mendapat foto itu dari Bella, sementara Bella ia langung pergi entah kemana setelah memberikan foto itu, ia tidak mau jika Arga mengetahi nya jika ia menyuruh orang untuk mengikuti Arga. Bella mendapatkan informasi Arga yang datang kerumah Aira dari sopir yang mengantar Arga.


"Dari mana pak, bisa antar saya ke butik tante Erika?" Ucap Bella, karena dia ketiduran pas bangun sudah tidak melihat Erika, makanya ia ingin menyusul Erika kebutik, sekalian melihat produk baru Erika.


"Habis antar Tuan Arga non. Bisa non." Jawab supir "llitu sopan. Ia tidak tau kalau Arga menyembunyikan kepergiannya.


Bella pun langsung penasaran, ia langsung menanyakan secara detail lokasi Arga, sopir itu pun memberitahu, karena ia rasa tidak apa.


Arga langsung menelepon Rey agar menjemputnya, ia ingin kekantor, sekalian meminta Rey untuk lebih ketat lagi menjaga Aira. Bukan Arga tidak bisa, cuma ia takut kalau Erika akan melakukan hal jahat pada Aira.


Entah kenapa semakin Erika melarang Arga semakin ingin cepat Arga menikahi Aira.


***


Arga langsung melihatkan foto yang tadi Erika berikan, kepada Rey. Sontak membuat Rey kaget.


"Mami yang memberikannya." Ucap Arga sebelum Rey bertanya.


"Apa! Maaf tuan atas kelalaian saya." Ucap Rey, ia tidak menyangka akan kecolongan seperti ini, karena ia sudah memperhatikan gerak gerik Erika dan Bella dan tidak ada yang mencurigakan. Bahkan Erika sibuk di buruknya, karena ingin membuka cabang baru.

__ADS_1


"Kau tidak salah. Aku hanya ingin Aira baik baik saja, mami mengancam akan membuat perhitungan dengan Aira. Kau tau kan sekeras apa mami." Ucap Arga dengan wajah khawatir.


"Iya tuan, saya akan menjaga Aira, apa perlu saya memberikan Aira bodyguard." Tanya Rey. Ia rasa Aira akan lebih baik lagi jika ada bodyguard bersamanya.


"Bagus, tapi aku tidak ingin bodyguard laki laki, carilah bodyguard wanita. Yang profesional." Ucap Arga, ia menyetujui usul yang Rey berikan.


"Baik tuan." Ucap Rey ia juga langsung berpamitan pergi dari ruangan Arga. Ia ingin segera mencari bodyguard untuk Aira.


Arga langsung menelepon Aira, ia ingin lihat apa yang Aira lakukan, Entah kenapa berada jauh dari Aira membuat nya rindu.


Tut...


Tut..


"Iya tuan." Ucap Aira, dengan sedikit senyum nya, ia heran kenapa Arga meneleponnya, padahal belum terlalu lama Arga tadi mengantarnya ke apartemennya.


"Apa yang sedang kau lalukan?" Ucap Arga.


"Iya. Kau menonton tv atau tv yang menontonmu." Ucap Arga, karena ia sempat melihat Aira yangbmenyalakan tv tapi tidak menontonnya.


"Hehe kami saling menonton tuan. Soalnya saya juga bingung semua film sudah perna saya nonton." Ucap Aira sedikit malu.


"Nanti Rey akan membawakan film dekor yang terbaru untuk mu, tapi awas saja kalau kau sampai lebih mengidolakan aktor prianya ketimbang aku." Ucap Arga serius, dan memberi ancaman. Karena ia memang tidak suka jika Aira menyukai pria lain.


"Iya tuan, tidak ada yang bisa mengalahkan ketampanan mu, mana mungkin aku tertarik dengan pria lain." Ucap Aira kesal, ia langsung menutup mulutnya karena keceplosan memuji Arga.


Astaga kenapa mulut gue jadi gak bisa kekontrol seperti ini. Kenapa kau sering menghiantaiku, kau mau aku lakban! (Batin Aira.)


Aira menjadi malu karena Arga tersenyum lebar setelah mendengar ucpannya.


"Bagus Kalau kau sadar." Ucap Arga tersenyum bangga.


Tiba tiba saja pintu apartemen Aira terbuka, Bella masuk dengan wajah yang marah, begitu juga dengan Aira di kaget dan menaruh HP nya di atas meja dan menghampiri Bella.

__ADS_1


"Maaf anda siapa ya." Ucap Aira masih bersikap baik,


"Kamu yang siapa! ngapain kamu di apartemen calon suami ku, dasar pelakor!" Ucap Bella geram. Ia memperhatikan Aira dari atas sampai bawah, jelas kalau penampilan Aira bukan tandingannya.


"Apa maksud anda? saya tidak mengerti." Ucap Aira bingung.


Dengan tidak malunya Bella langsung duduk di soda tepat di meja Aira menaruh hpnya. Aira mengikutinya.


Bella melihat keluguan dan kepolosan dari Aira, ia pun memanfaatkan kan sikap baik Aira. Ia merubah cara nya dengan sedikit lembut.


"Kau pasti mengenal Arga." Ucap Bella dengan sedih yang di buat buat.


"I.. iya." Jawab Aira gugup. Ia bisa langsung menebak bahwa Arga lah yang dimaksud wanita didepannya ini sebagai calon suaminya.


"Dia calon suami ku, tapi entah kenapa akhir akhir ini dia menjauhi ku." Ucap Bella lirih, dan berusah payah mengeluarkan air mata nya.


"Tuan Arga." Ucap Aira, ia tidak menyangka ternyata selama ini dia sudah mengganggu hububgan orang. Aira menjadi sedih, apalagi mengingat obrolan Arga dan ibu nya, yang mengatakan serius dan akan menikahinya.


"Bahkan kami dua pernah tidur bersama, kau tau ini adalah apartemen ku bersama dengannya, makanya aku bisa masuk keapartemen ini, tapi aku tidak menyangka dia melarang ku ke apartemen ini ternyata dia sedang ada wanita lain." Ucap Bella sesedih mungkin. Bahkan ia sudah berhasil mengeluarkan air matanya, dan membuat Aira prihatin serta percaya kepadanya.


"Maaf kan aku, aku tidak tau, aku akan menjauhinya dan pergi dari tempat ini." Ucap Aira sedih. Ia tidak menyangka ternyata Arga adalah laki laki bejat.


Arga menjadi murka, karena ia mendengar semua obrolan mereka, Aira lupa mematikan panggilannya, karena ia langsung meletakkan hpnya di atas meja dalam keadaan terbalik. Aira juga tadi sempat menggunakan headset makanya ia tidak mendengar saat Arga mencoba untuk memanggilnya.


Arga langsung tancap gas ke apartemen Aira. Ia tidak lagi sempat mengajak Rey, ia menjadi panik dan takut jika Aira akan pergi meninggalkannya.


.


.


Yuhuuuu. Makasih yang sudah mampir. Dan memberikan dukungan nya.


Makasih banyak 🙂🙂🙂🤗

__ADS_1


__ADS_2