Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 41


__ADS_3

Arga dan Aira berada di dalam mobil mereka duduk berdampingan, Mereka pergi di antar oleh supir.


Aira masih kesal, karena Arga tidak membawanya belanja membeli oleh oleh untuk keluarganya dan juga tetangga dekatnya. Aira merasa malu pulang dengan tangan kosong.


Tiba tiba saja Arga bersandar di bahu Aira. Sontak membuat Aira kaget dan mendorongnya kuat. Sehingga kepala Arga terbentur di kaca. Tidak terjadi luka parah hanya saja kepalanya sedikit nyeri.


"Hey. kenapa kau mendorong ku." Ucap Arga kesal. Padahal ia ingin bersandar sebentar. Ia merasa sedikit lelah karena perjalannan yang cukup memakan waktu panjang.


"Maaf tuan." Ucap Aira. Bahkan ia bersikap datar saat melihat keadaan Arga baik baik saja. Sedikit gugup Aira dengan perbuatannya. Tapi rasa kesalnya kepada Arga lebih besar.


Sementara pak sopir menggeleng tak percaya dengan apa yang dia lihat dari kaca spionnya. ia tak menyangka gadis kecil yang baru ia lihat ini berani berbuat kasar kepada Arga. Bahkan ia minta maaf dengan wajah datarnya. Tapi yang lebih aneh lagi. Arga tidak marah dengan gadis itu. Ini sungguh sesuatu yang aneh dan langkah.


"Kenapa dengan wajahmu. Apa kau lelah! dari tadi kau hanya diam. Apa sebaiknya kita kembali saja." Ucap Arga dengan kesal juga.


"Tuan ini sudah dekat. Saya malu tuan pulang dengan tangan kosong! Padahalkan saya sudah punya banyak uang." Ucap Aira marah.


"Siapa bilang kau pulang dengan tangan kosong. Kau membawa pria tampan seperti aku. Aku yakin ibu mu pasti senang." Ucap Arga narsis. Ia sekarang paham apa yang membuat Aira kesal. Makanya ia menggoda Aira lagi.


Aira tidak menghiraukan ucapan Arga sekarang ia malah semakin kesal. Karena kenarsisan Arga.


Idih pede amat dia. Awas aja lu bikin ulah di rumah gue. (Batin Aira.)


"Pak simpang kiri, rumah yang warna hijau." Ucap Aira. Saat melihat jalan rumahnya yang semakin dekat.


Tak butuh waktu lama mobil mereka sudah berada di depan rumah Aira. Ibu dan adiknya sudah menunggunya di luar rumah.


Bersama dengan ibu siti tetangga sekalian teman baik Hesti.


Aira keluar bersama dengan Arga. Semua mata langsung tertuju dengan Arga. Mereka langsung mengangumi Arga melihat ketampanan Arga.


"Waduh.. siapa itu yang bersama Aira ganteng banget." Ucap salah satu tetangga Aira. Yang kebetulan lewat. Ia langsung ikut ngumpul diumah Aira.


"Iya bu gantengan banget. Calon mantunya ya." Ucap ibu siti tetangga Aira sambil menyenggol lengan bu hesti.


Sementara ibu hesti hanya senyum. Ia juga tidak mengenal Arga. Karena selama ini Aira tidak perna menceritakan apa apa tentang Arga.


Bima adik laki laki Aira langsung menghampiri Aira dan memelukanya.


Sontak membuat Arga kaget dan berusaha melepaskan pekukan Bima kepada Aira.


"Tuan ini adik saya!" Ucap Aira kesal.


" Tetap saja aku tidak suka, dia seorang laki laki." Jawab Arga datar.

__ADS_1


Bima langsung kaget melihat sikap Arga yang menyebalkan. Tapi ia tidak mau banyak tanya karena Aira pasti lelah. Ia tidak mau ribut hanya karena laki laki yang di bawa kakaknya ini.


Aira langsung menyalami ibu nya. Ia memeluk dan mencium kedua pipi ibunya.


"Kamu sama siapa ra?" Ucap Hesti saat melihat Arga. Yang berdiri di belakang Aira. Yang tampak risih karena tetanggan Aira begiti dekat dengannya.


Arga langsung mengambil tangan ibu hesti. Ia menyalami ibu hesti dengan sopan.


"Saya Arga bu. Calon suami Aira." Ucap Arga sopan dan tegas. Membuat semua orang kaget mendengarnya.


"Apa calon suami!" Ucap bu siti kaget dwngan suara yang nyaring. Ibu siti ini memang heboh orangnya. Tapi dia tetangga Aira yang sangat baik. Yang selalu menolong bu hesti dikala susah.


"Calon suami?" Ucap Hesti sedikit kaget. Ia melirik ke arah Aira. Yang tampak gugup.


"Masuk dulu nak Arga." Ucap hesti dengan tenang.


"Maaf tuan. Apa semua barang ini saya turunkan disini." Ucap seorang laki laki. Yang tiba tiba datang. Sebelum Arga masuk kerumah Aira.


"Ya." Jawab Arga singkat.


Aira pun melihat lima terak. Yang berada di di depan rumahnya. Aira sangat shock. Ia tidak menyangka ternyata Arga membelikannya barang yang begitu banyak.


Hesti kembli keluar karena melihat beberapa orang menurunkan barang di depan rumahnya.


"Asataga ada apa ini. Kenapa banyak sekali." Ucap Hesti heran.


" Apa! oleh oleh, sebanyak ini!" Ucap Bima kaget. Ia sempat kesal kepada Arga. Tapi setelah megetahui Arga adalah calon suami kakaknya. Dan membawaoleh oleh sebanyak ini. Hilang rasa kesal Bima. Ia menjadi sangat senang.


Arga hanya menganggukkan kepalanya. Ia tersenyum bangga.


"Tuan kenapa gak bilang. Kenapa harus sebanyak ini." Ucap Aira pelan. Ia menarik tangan Arga agar masuk kedalam rumahnya. Karena para tetangga sudah mulai datang membantu menurunkan barang yang ada di dalam trak itu.


Aira langsung kedapur membuat kan Arga sirup ia yakin Arga pasti sangat haus.


"Apa ini?" Ucap Arga saat melihat minuman berwarna merah dengan es batu di dalam nya.


"Itu minuman tuan. Tuan pasti haus kan. Itu aman. Saya tidak mungkin meracuni tuan." Jawab Aira ketus.


Arga tersenyum mendengar celoteh Aira. Ia langsung menghabiskan minuman itu. Ia dia memang sangat haus. Ditambah lagi cuaca yang masih terik seperti ini.


Ibu Hesti menjadi pusing melihat barang yang sebanyak ini. Bukan hanya makanan saja yang datang berdos dos. Tapi Ada kulkas, tv, lemari, kasur, ac, kipas angin, mesin cuci. dan semua itu lebih dari satu.


Belum lagi baju, sepatu, tas dan sandal.

__ADS_1


Bahkan Arga juga membeli motor yang sangat keren untuk Bima.


"Aduh nak Arga, ibu jadi pusing. Ini kamu mau buka toko disini?" Ucap Hesti ngos ngosan. ia masuk untuk beristirahat sejenak.


"Ini semua untuk ibu. Karena sudah melahirkan anak yang cantik dan baik seperti Aira." Dengan bangganya Arga menuji Aira didepan Hesti.


Sungguh itu membuat Aira tersipu malu. Ia tidak menyangka Arga akan berkata seperti itu. Belum pernah ia mendengar Arga memujinya.


Apa cantik? dia bilang aku cantik? ada apa dengannya. Apa dia kesambar gledek sehingga dia menjadi baik begini? (Batin Aira.)


Hesti tersenyum mendengar perkataan Arga. Ia tidak menyangka Aira akan di perlakukan baik seperti ini. Ia merasa sangat senang karena Aira bertemu dengan laki laki baik seperti Arga. Tidak seperti dirinya yang bertahan dengan pernikahannya yang menyakitkan.


"Kamu istirahat dulu nak Arga. Kamu pasti capekkan. Kamu tidur aja di kamar Aira. Nanti Aira biar tidur bersama ibu." Ucap hesti lembut. Arga sangat senang melihat bawaan ibu Aira yang tenang.


"Aira antar nak Arga ke kamar. Ibu mau lihat lihat dulu keadaan diluar." Ucap Hesti. Ia kembali keluar untuk menanta barang dan membagikannya kepada tetangga nya yang sudah ikut membantu. Karena tidak mungkin ia menyimpan semua barang ini. Karena rumahnya yang begitu sangat kecil.


Saat Arga dan Aira berada di dalam kamar Aira dengan cepat Arga menagmbil kesempatan untuk mencium Aira. Karena ia dari tadi memang sangat gemas melihat bibir Aira yang dari tadi cemberut. Entah karena apa.


"Tuan! bagaiman kalau sampai ada yang melihat kita." Ucap pelan. Dengan raut wajah yang marah.


"Itu hukuman, karena kau semakin berani memarahiku dan mengabaikanku." Ucap Arga, Dengan Aira yang masih berada dalam dekappannya.


"Tuan lepas!" Ucap Aira pelan penuh penekanan.


"Mereka sedang sibuk. Sekali lagi ya." Ucap Arga. Entah kenapa ia semakin candu dengan bibir Aira.


Ia langsung kembali mencium Aira. Padahal Aira belum menyetujiunya. Aira pun mau tidak mau menerimanya. Lagi lagi ia ikut terbuai dengan ciuman yang Arga berika.


"Makasih." Ucap Arga. Ia mengecup kepala Aira dan mengelusnya.


" Sebaiknya tuan istirahat. Saya mau melihat ibu diluar." Ucap Aira dengan gugup.


Arga pun membiarkan Aira keluar, ia juga langsung beritirahat karena ia memang merasa sangat lelah.


.


.


.


selamat menjalankan puasa semua☺☺😚


Semangat ya puasanya πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ

__ADS_1


jangan lupa like, komen, dan vote hehehe


makasih😘😘😘😘


__ADS_2