Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 93


__ADS_3

Karena hari ini hari terakhir Hesti berada di rumah Arga. Erika membawa Hesti dan Siti shoping. Ia mendandani mereka seperti gaya nya. Karena selain shoping Erika juga mau mengajak mereka kerestoran untuk sarapan.


"Ini baju untuk ibu Hesti dan ini untuk ibu siti." Ucap Erika. Ia masuk kekamar Hesti dan siti intuk memberikan baju yang harus mereka pakai.


"Ngak..


"Duh bu Hesti. Pakai saja saya ngak mau ada penolakkan!" Ucap Erika, ia tau Hesti mau menolaknya.


"Iya, makasih ya nyonya Erika. Baju ini sangat bagus." Ucap Ibu Siti ia begitu senang mendapat baju dari Erika.


"Ya sudah kalian siap siap ya nanti kita ketemu di bawah." Ucap Erika. Ia langsung pergi dari kamar Hesti dan Siti.


"Oh ya Sit, kemana Mita sama Bima kok dari tadi ngak ada kelihatan." Ucap Hesti.


"Joging jeng. Biasa mereka mau menikmati masa dikota besar ini. Makanya dari kemarin jalan terus. Biasa ada muda" Ucap Siti santai


****


"Sayang ngak kekantor?" Ucap Aira. Karena Arga dari tadi tidak ada tanda tanda mau bersiap.


"Ngak!" Jawab Arga singkat.


"Ya sudah, ayo sarapan!" Ajak Aira.


"Ngak! aku mau makan di kamar saja!" Ucap Arga sedikit jutek.


Kenapa lagi dia? (Batin Aira.)


"Ya sudah aku sarapan dulu ya, ngak enak sama Fita nanti harus sarapan sendiri. Soalnya Mami sama Ibu lagi keluar." Ucap Aira.


"Jadi kau lebih memintingkan temanmu dari pada suami mu!" Ucap Arga langsung dengan kesal.


Aira menarik nafasnya panjang dan perlahan menghembuskannya. "Apa dia kumat?" Batin Aira.


Aira selalu susah menebak saat Arga tiba tiba marah padanya. Ia susah sekali mengetahiu apa yang membuat Arga marah.


"Sayang apa kau marah karena Bella tidak ada lagi disini." Ucap Aira, ia sengaja mengejek Arga.


"Jangan sbarang bicara!" Ucap Arga, ia sangat kesal karena Aira berkata seperti itu.


"Hahahah jadi kenapa? kenapa sayang jadi kesal seperti ini?" Ucap Aira lagi.


Arga langsung melepar hp Aira di atas kasur. Ia ingin melihatkan Aira dengan status wa Feby.


"Apa itu, apa kau punya hungan khusus dengan Fadli, kenapa kau bisa sedekat itu!" Ucap Arga marah.


"Sayang itu kan foto lama, lagian aku sama fadli kan tamanan kami satu sekolah yang." Ucap Aira. Ia tidak menyangka kalau Arga akan mengecek hp nya.

__ADS_1


"Omong kosong! sekarang juga suruh Feby hapus foto itu! dan jangan pernah lagi ada foto kau bersamanya!" Ucap Arga kesal.


Dasar kumat lagi gilanya. Lagian aku kan tidak foto berdua( Batin Aira.)


"Kenapa diam! cepat hapus!" Ucap Arga kesal.


"Ngak! aku ngak mau! bukan aku yang pajang foto itu! lagian itu hak Feby kau tidak boleh mengaturnya!" Ucap Aira. Ia tidak mau megalah dengan Arga. Mungkin karena bawaan hamil makanya Aira berani melawan Arga.


"Hoo berarti kau punya rasa sama pria brengsek itu! apa selama ini kau sering memikirkannya!" Ucap Arga dengan menatap Aira tajam.


"Dia bukan pria brengsek, dia temanku! Aku tidak punya rasa apa apa sama dia! Kau jangan asal menuduh ku! kemarin saja Bella tinggal disini aku tidak pernah protes! kenapa sekarang kau marah hanya karna Feby memajang foto itu!" Ucap Aira panjang lebar, Ia juga menatap Arga dengan tajam.


Fita yang mendengar keributan Arga dan Aira dari luar, langsung segera menyuruh Feby untuk segera menghapus status wa itu. Karena kamar yang mereka tempati sekarang kamar biasa yang tidak kedap suara. Fita takut kalau Arga sampai marah juga sama Feby.


"Duh si Arga cuma foto gituan aja marah. Aira juga kok ngak mau ngalah. Gimana ni baru semua pada keluar lagi." Gumam Fita. Ia bingung harus bagaimana.


Para pelayan juga tidak memberi respon apa apa. Karena mereka di larang ikut campur urusan rumah. Membuat Fita semakin bingung di buatnya.


"Oh ya, gue panggil sarapan saja. Gue takut Aira kenapa kenapa" Gumam Fita lagi.


Fita pun nekat mengetuk pintu kamar Aira. Karena Arga dan Aira tak kunjung berhenti bertengkar. Entah kenapa Arga tidak bisa menahan rasa cemburunya. Mungkin kalau hal yang lain Arga akan mengalah. Tapi kalau soal Aira dekat dengan pria. Arga tidak akan maengalah. Dia tidak ingin jika Aira dekat dengan pria lain selain dirinya.


"Tok...


Tok..


"Ra sarapan, sudah bi Ijah siapin tuh." Ucap Fita dengan suara yang cukup keras.


Aira pun langsung berjalan kemeja makan, ia langsung duduk dengan wajah kesal. Fita tidak menanyakan apa apa karena Fita sudah tau penyebabnya.


Tiba tiba Arga juga keluar dan ikut duduk bersama mereka.


"Kenapa disini. Kan tadi mau makan di kamar!" Ucap Aira jutek.


"Terserah aku, ini rumah ku, mau makan dimana saja aku bisa." Ucap Arga, ia tidak sadar perkataannya malah makin membuat Aira marah dengannya.


"Oh gitu ya. Kalau gitu kau makan saja! aku tidak mau makan dirumah mu. Lebih baik aku makan dirumah ku saja!" Ucap Aira. Ia sangat kesal dengan perkataan Aira.


"Ra, rumah lu kan jauh!" Ucap Fita langsung. Ia mengingatkan Aira.


"Ngak ada yang boleh pergi!" Ucap Arga marah.


"Terserah gue. Ayo Fit sekalian gue pulang saja. Gue ngak mau disini!" Ucap Aira. Ia langsung bangkit dari duduknya.


Arga langsung panik, ia mengikuti langkah Aira kekamar mereka.


"Pusing gue lihat laki bini yang beginian. Ngak nyangka banget gue si Arga cemburuan banget.Di luar rumah sangat berwibawa. Tapi saat berhadapan sama Aira napa jadi gini." Gumam Fita. Ia pusing harus bagaimana menanggapinya. Mau mengikuti kemauan Aira. tapi takut kena amukan Arga.

__ADS_1


Arga masuk dan langsung mengunci pintu kamar itu.


"Minggir! aku mau pulang saja!" Ucap Aira marah.


"Ai, maaf kan aku, jangan kemana mana, ini rumah mu." Ucap Arga. Arga langsung memegang tangan Aira. Ia takut jika Aira akan benar benar tidak mau tinggal dirumah ini.


Aira menepis tangan Arga. Ia sangat kesal dengan perkataan Arga.


"Ngak! ini bukan rumah ku! ini rumah mu. Biarkan aku dan anak ku tinggal dirumah ku saja!" Ucap Aira lagi. Ia berusa keluar dan membuka pintu. Tapi tidak bisa karena Arga sudah memegang kunci kamar itu.


Arga merasa sedih dengan ucapan Aira.


"Ai, jangan seperti itu, ini rumah mu. Dan ini anak kita." Ucap Arga ia berlutut sambil mengelus perut Aira.


"Maaf kan papa yah sayang. Ai maaf kan aku ya. Jangan kemana mana ya." Ucap Arga dengan wajah sendu.


Aira pun diam ia tidak berkata apa apa lagi, melihat wajah Arga yang tampak sedih.


Makanya jangan suka asal nuduh orang! (Batin Aira.)


Arga pun kembali berdiri dan mengecup dahi Aira. "Jangan marah lagi ya ai, kasian anak kita, dia pasti sedih melihat papah dan mamahnya bertengkar." Ucap Arga lagi, berusaha membujuk Aira.


Yang mulai deluan kan kamu! ih dasar. (Batin Aira lagi.)


Arga pun menuntun Aira ke sofa. "Tunggu sini ya Ai, aku suruh bi Ijah dulu, bawakan kita sarapan." Ucap Arga lembut.


Meski sebenarnya Aira tidak ingin makan dikamar, tapi ia tetap mengikuti kemauan Arga yang mau makan di kamar. Ia sudah tidak lagi memebantah jika Arga bersikap baik denganya.


Arga membuka pintu dan melihat Fita yang ada di depan pintu mereka.


Arga menatap Fita heran.


"Eh itu.. anu" Ucap Fita dengan gugup.


"Fit tolong kasi tau bi Ijah bawakan makan kekamar ya. Kamu sarapan sendiri ngak papa kan." Ucap Arga santai, seakan akan tadi tidak terjadi apa apa.


"Eh. iya." Jawab Fita singkat. Ia masih gugup karena ketahuan nguping.


Arga pun kembali menutup pintu kamar nya.


*Apa mereka berdua sudah baikan? dasar aneh! tadi teriak teriak marah. Sekarang malah makan berduan di kamar, Huuuu dasar. (Batin Fita.)


.


.


.

__ADS_1


Bersambung*....


Makasih ya buat yang sudah mamapir dan memberikan dukungan nya. Makasih banyakπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜š


__ADS_2