Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 77


__ADS_3

Arga langsung berpamitan kekantor. Aira menhantar Arga sampai pintu utama.


"Pulangnya jangan malam ya yang." Ucap Aira lagi. Ia sangat tajut jika ada wanita lain yang lebih cantik dan lebih seksi dari nya menggoda Arga. Karena Aira sudah melihat sendiri karyawan kantor Arga cantik cantik. Makanya Aira khawatir.


"Iya ai, nanti aku pulang nya cepat. Nanti makan siang juga dirumah." Ucap Arga. Ia tau Aira lagi cemburu. Makanya ia menyakinkan Aira dengan perkataannya dan sikap perhatiannya. Arga tidak pernah keberatan jika Aira cemburu padanya. Malah dia merasa lucu, mengingat dulu Aira yang begiti cuek dengannya. Sekarang malah ditinggal lama saja sedih.


Setelah mobil Arga sudah tidak terlihat Aira kembali masuk. Erika langsung memanggilnya.


"Ra sini, ada yang mau mami bicarakan." Ucap Erika ramah.


"I..iya mi." Ucap Aira gugup. Ia sedikit gugup, takut kalau Erika membentak dan memarahinya lagi.


"Coba lihat kamu mau dekorasi seperti apa, ni banyak contoh yang sudah dikirim, kalau kamu mau model lain yang sesuai keinginan kamu juga bisa." Ucap Erika ramah.


"Terserah mami aja, Aira ngikut mau mami aja." Ucap Aira, ia sedikit lega ternyata Erika bukan mau memarahinya.


"Hmmm itu kan anak kamu. Coba kamu lihat lihat dulu mana yang bagus." Ucap Erika lagi.


Aira pun melihat foto foto dekorasi yang ada di hp Erika. "Ini aja kali ya mi, kan anak anak Aira cowo." Ucap Aira.


"Oh iya, bagus juga. Kamu mau buat cara dimnana di gedung atau dirumah saja." Ucap Erika lagi.


"Dirumah aja mi, jadi gak perlu keluar uang lagi untuk sewa gedung." Ucap Aira. Meski sudah menjadi istri orang kaya, Aira tetap tidak mau boros. Karena dia sudah terbiasa hemat.


Erika tersenyum senang mendengar perkataan Aira. Ia jadi merasa bersalah dulu sempat menuduh Aira matre.


"Oke, mami setuju kita buat acaranya dirumah saja. Oh ya temanin mami kebutik ya. Buat kamu dan Arga. Mami ingin kamu berdua menggunakan baju caople." Ucap Erika semangat. Ia begitu menghargai semua keputusan Aira tanpa protes, ternyata selera Aira bagus juga. Pikir Erika.


"Sekarang mi?" Ucap Aira.


"Iya, bentar ya mami ambil tas dulu" Ucap Erika.


Ia langsung bergegas kekamar mengambil tas.

__ADS_1


Begitu juga dengan Aira. Ia menyuruh intan untuk kekamarnya mengambil tasnya. Karena ia memang suka ngos ngosan kalau harus ceoat cepat menaiki tangga.


"Ayo ra." Ucap Erika semangat.


"Bentar mi, masih nunggi intan ambilkan Aira tas." Ucap Aira, tak bitih waktu lama Intan datang membawa tas Aira.


"Oh ya, intan nanti kamu dan bi ijah bersikahkan kamar yang disebelah saya yah. Untuk Aira dan Arga. Pulang saya jalan kamar itu harus bersih." Ucap Erika tegas.


"Iya nyonya." Ucap Intan sopan. Intan ikut senang melihat Erika yang sudah bisa menerima Aira dan bersikap baik dengan Aira.


"Bentar ya mi, Aira ijin dulu sama Arga." Ucap Aira. Sebelum masuk kedalam mobil.


"Gak usah ijin, kan jalannya sama mami." Ucap Erika, karena ia yakin Arga gak mungkin marah.


"Maaf mi, Aira harus tetap ijin. Ini perintah dari Arga." Ucap Aira sopan.


"Hmmm oke lah." Ucap Erika setuju.


Aira pun langsung menelpon Arga. Dengan cepat Arga mengangkat telpon Aira.


"Gak papa sayang, aku cuma mau minta ijin, mau kebutik sama mami." Ucap Arga.


"Berdua sama mami?" Ucap Arga. Ia kurang yakin.


"Iya yang, boleh ya." Ucap Aira.


"Hmm boleh, tapi Ana harus ikut." Ucap Arga lagi, ia masih belum yakin dengan Erika yang bisa berubah begitu cepat, ia takut jika Erika punya rencana lain, mengingat omongan Erika yang begitu sadis dengan Aira.


"Tapi kan Ana gak ada yang, nunggu Ana lama lagi, aku gak papa kok, kan jalannya sama mami, lagian di antar pak supir." Ucap Aira, ia sedikit jengkel. Karena Arga tidak mempercayai Erika.


"Sini biar mami yang bicara." Ucap Erika. Aira langaung memberikan hp kepada Erika


"Mami cuma bawa Aira kebutik, gak kemana mana, ngaoain harus bawa Ana. Lagian mami cuma ingi. mengambil ukuran baju Aira. Mami ingin kamu dan Aira menggunakan baju couple untuk acara tujuh bulan nanti. Kok kamu jadi ribet gini." Ucap Erika oanjang lebar. Ia sedikit jengkel di buat Arga.

__ADS_1


"Mami janji ya jangan ngapa ngapain Aira." Ucap Arga serius.


"Astaga Arga! kamu kira mami ini penjahat!" Ucap Erika kesal. Erika langsing memberikan hp itu kepada Aira.


"Huh dasar anak durhaka bisa bisa nya ia berpikir seperti itu." Ucap Erika kesal.


"Hehe maafkan Arga ya mi." Ucap Aira, ia merasa tidak enak terhadap Erika.


"Yang, kok kamu ngomongnya gitu sih." Ucap Aira. meski ia tidak tau apa yang Arga ucap kan.


"Gak ai, aku cuma takut kau kenapa kenapa. Pergi lah nanti Ana akan menyusul mu." Ucap Arga. Ia tetap akan menyuruh Ana menjaga Aira.


"Hmm ya sudah. Aku pergi dulu ya." Ucap Aira lembut. Setelah itu ia pun mengakhiri panggilan itu.


"Ayo mi. Arga cuma takut kita kenapa kenapa dijalan makanya Arga meminta Ana untuk menjaga kita. Maaf kan Arga ya mi, kalau perkataannya membuat mami kesal." Ucap Aira lembut.


Arga bukan takut kita kenapa kenapa dijalan, dia takut mamk akan berbuat jahat padamu. Dasar anak durhaka bisa bisa nya di berpikir seperti itu. (Batin Erika.)


Erika tidak meyangka bahwa Arga begitu sayang sama Aira. Bahkan sama dia saja Arga tidak yakin. Tapi ia bisa memaklumi Aira pantas disayang sikapnya lembu, baik dan penuh perhatian..Ia menyesal dulu pernah jahat sama Aira.


Akhirnya mereka pun pergi kebutik, ini pertama kalinya Aira di ajak kebutik bersama dengan Erika. Aira sedikit cangung. Ia sangat banyak diam. Aira akan bicara jika Erika yang memulai obrolan.


Mereka pun sampai dibutik Erika kaget melihat Ana yang sudah berdiri di depan butik menunggu mereka. Erika terlihat kesal. Karena Arga betul betul tidak mempercayainya.


Aira langsung tersenyum saat Erika menatap nya. "Maaf kan Aira ya mi, Karena Aira lahi hamil makanya Arga seperti itu." Ucap Aira tersenyum.


"Kamu gak perlu minta maaf, mami gak marah. Cuma kesal aja sama Arga. Ayo masuk." Ucap Erika. Mereka duapun turun dari mobil. Dan masuk kebutik itu.


Ana langsung datang menghampiri Aira dan Erika, iaemberi salam hormat dan sopan kepada mereka. Setelah itu Ana langsung berdiri di belakang Aira. Seperti biasa menjaga Aira.


.


.

__ADS_1


Bersambung😀😀😀


__ADS_2