
Mereka berada di dalam mobil, Rey mengemudi dengan tenang sambil memikirkan cara untuk Arga dan Aira bersatu. Rey sudah yakin kalau Arga menyukai Aira. Tapi Rey belum tau perasaan Aira. Karena Aira tampak biasa saat sedang bersama Arga.
Tepat jam setengah lima mereka sudah sampai Di perusahaan, Rey mengantar Arga dan Aira keruangan mereka. Ruangan Arga dan sekarang juga menjadi ruangan Aira. Rey hanya mengantar mereka sampai di depan pintu. Ia tidak ikut masuk, ia kembali keruangan nya sendiri.
Seperti biasa Arga duduk di bangku kebesarannya. Dan Aira duduk di sofa yang menjadi tempat favorit nya. Sofa itu sangat empuk dan juga nyaman untuk tempat bersandar.
Arga membuka laptonya ia memeriksa emak email yang masuk di perusahaannya. Arga tampak sibuk ia terlihat sangat serius.
Sementara Aira ia memperhatikan Arga, sebenarnya hatinya tidak karuan berdebar tidak menentu saat melihat wajah Arga yang tampak serius itu.
Andai suami gue seperti tuan Arga, tampan dan kaya, hahahaha apaan si gue, mana mau tuan Arga sama gue, gue kismin jelek lagi. Gak gak gue gak bisa sama pria aneh seperti ini, gak pernah senyum, sikapnya dingin, perintahnya gak jelas, bisu lagi hahaha, pantas aja gak ada wanita yang dekat sama dia. Tapi tuan Arga punya pacar gak sih?
"Apa yang kau lihat." Ucap Arga yang membuyar lamunan Aira. Arga Sebenar nya salah tingkah jika Aira melihatnya.
"Tidak ada tuan, Ada yang bisa saya bantu?"
Benarkan apa kata gue pria jahat seperti ini mana ada yang mau.
__ADS_1
Arga tidak lagi menjawab perkataan Aira, Ia kembali fokus dengan laptop nya. Ia sedang mengecek email yang masuk keperusahaannya.
Aira merasa sangat ngantuk, Selain tidak ada aktifitas yang ia buat, Ia juga merasa sangat kenyang. Apa lagi duduk di sofa empuk seperti ini. Aira tidak kuat lagi menahan rasa ngantuk nya, Ia pun tertidur di sofa itu.
Sementara Rey sedang sibuk, Ia sedang berada di cabang perusahaan Arga yang lain, Ia sedang mengadakan meeting , dan Rey yang sedang memimpin rapat itu, Arga selalu mempercayai Rey dalam hal apapun. Rey dan almarhum ayah Rey lah yang dari awal menemaninya perusahaan jk group sampai bisa sebesar ini. Dulu ayahnya Rey juga bekerja sebagai orang kepercayaan papinya Arga. Tapi malang nasib mereka, mereka mengalami kecelakaan dan tidak ada yang selamat, mereka berdua meninggal di tempat. Arga dan Rey memang akrab dari kecil, mereka selalu bersama, Rey lebih tua dua tahun dari Arga, Rey selalu menganggap Arga adalah adiknya, Karena ia tidak punya siapa siapa lagi selain Arga dan mami Arga. Ibunya Rey meninggal sejak ia masih duduk di bangku smp. Ia sempat sangat terpuruk karena kematian ayahnya. Tetapi mami Arga dan Arga selalu memberinya semangat dan selalu memberi perhatian kepadanya, semenjak itu Rey berjanji akan selalu berada di samping Arga dan membantunya dalam hal apapun. itu juga pesan ayah nya, sebelum meninggal, ayah Rey sering memberi pesan kepada Rey untuk membantu Arga, seperti dirinya yang selalu berada disamping papi Arga.
Kemal wilson Rahandirta (almarhum papi Arga)
Setiawan Hamzah (Almarhum ayah Rey)
Mereka berdua adalah sahabat sejati.
"Astaga udah jam sembilan malam!" Teriak Aira Saat melihat jam dinding yang di hadapannya.
Arga hanya menampakkan ekspresi kaget. Tidak seperti Aira langsung panik.
"Astaga saya lupa kamu masih disisni.'
__ADS_1
"Maaf tuan maaf, saya ketiduran saya izin pulang tuan, orang rumah pasti mencari saya." Ucap Aira dengan panik nya. Ia bangkit dari duduknya, memberi hormat dan langsung menuju lift khusus yang ada diruangan Arga. Aira ingin segera cepat pulang Apalagi di lihat nya hpnya lowbat.
Duh om Arya pasti nyariin gue ni, duh apa gue bilang, tante mila pasti marah karena gue pulang malam. Kenapa bisa gue seceroboh ini.
Aira langsung berlari menuju parkiran tempat ia menaruh motornya. Sementara Arga kembali lagi fokus ke laptop nya, walau kejadian tadi sempat membuat sedikit bingung. Arga memang sering menghabiskan waktu dikantor, makanya desain ruangannya sangat bagus, Ia ingin senyaman mungkin saat berada di dalam ruangannya ini, Di ruangan ini juga sebenarnya ada ruang lain, seperti kamar ia terkadang beristirahat sejenak diruangan khususnya itu, Tapi itu sangat jarang. Besok ia berencana akan menyuruh Aira untuk di ruangan itu, Biar Aira bisa beristirahat dengan nyaman. Entahlah kenapa Arga mempekerjakan Aira hanya untuk istirahat saja. Lama lama pikirannya mulai terganggu saat memikirkan Aira. Ia takut Aira kenapa kenapa karena ini sudah malam. Ia pun gelisah,apalagi ia mengingat laporan Rey yang memberitahu Aira datang menggunakan motor, Arga berdiri dan langsung meninggalkan kantornya, Ia ingin menuntun Aira sampai rumah.
Sampai di parkiran ternyata sudah tidak ada lagi kendaraan yang terparkir, Selain kendaraan petugas keamanan kantor, mungkin sudah sepuluh menit lalu Aira meninggalkan kantor ini. Arga pun langsung tancap gas dan mencari Aira dijalan. Ia tahu jalan rumah Aira, Ia pun menyelusuri jalan yang menuju kerumah Aira.
Benar saja kekhawatiran Arga terjadi, di ujung jalan yang memang sudah sepi Arga melihat dua orang pria yang sedang menganggu Aira, Arga melihat Dua pria itu menyentuh Aira, Satu pria memegang kedua tangan Aira dari belakang, Pria it sedang berusaha mengikat tangan Aira, dan satu pria lagi berusaha ingin mencium Aira. Tapi Aira berusaha menghindarinya ia hanya mampu menggelengkan kepalanya untuk menghindari perbuatan pria itu, sementara kaki nya sudah lemas tidak berdaya.
Melihat kejadian itu membuat otak Arga mendidih kepanasan. Dengan cepat ia membuka pintu mobilnya dan berlari menuju kedua pria itu. Kedua pria itu sempat melihat Arga, Tapi dengan cepat Arga sudah memberi tendangan yang sangat kuat kepada pria yang mencoba menyentuh Aira. Pria itu tersungkur, Sementara yang sedang mengikat tangan Aira langsung dengan cepat Arga memukul wajah pria itu tepat dimatanya dengan sangat kuat. Kedua pria itu bangkit dan langsung berlari menuju mobilnya, Ya kedua pria itu menggunakan mobil. Mereka langsung tancap gas dan pergi dari lokasi itu. Arga ingin mengejarnya tapi melihat keadaan Aira yang lemah terduduk di lantai sambil menangis membuat Arga membiarkan kedua pria itu kabur begitu saja.
Arga langsung menendang kuat motor Aira, motor itu terhempas kuat. Sehingga membuat motor itu sedikit rusak, Arga masih sangat marah, karena pria itu kabur begitu saja, Ia belum puas memberikan pelajaran kepada kedua pria itu. Arga juga marah karena menaiki motor ini Aira mendapatkan kejadian seperti ini, coba saja Aira menaiki mobil ini tidak mungkin terjadi.
Aira bertambah sedih suara tangisnya semakin terdengar di telinga Arga, Arga langsung memeluk Aira dan mengececup lembut kepala Aira. Berulang kali ia mengecup lembut kepala Aira, Ia tidak sadar dengan tindakannya. Ia merasa sangat khawatir dan merasa bersalah. Karena dirinyanya Aira sampai pulang malam seperti ini.
"Maaf kan aku." Ucap Arga sambil memeluk Aira. Ia frustasi melihat tangis Aira seperti ini. Ia pun membawa Aira ke mobilnya, Ia menggendong Aira, karena Aira memang tampak lemas, mungkin shok dengan kejadian yang ia alami.
__ADS_1
Ia menaruh Aira dengan hari hati memasangkan Aira sabuk pengaman. Tak lupa ia juga mencium kembali kepala Aira dengan lembut sebelum ia menutup pintu mobil itu, seketika wangi rambut Aira membuatnya candu. Arga pun langsung masuk mobilnya dan mengendarainya dengan pelan. Sesekali ia memegang tangan Aira untuk memastikan bahwa gadis yang di sampingnya ini baik baik saja.
Sebenar nya bukan hanya karena dihadang oleh kedua pria itu Aira merasa lemah. Tindakan Arga lah yang membuat Aira semakin lemah, Ia merasa shok mendapat kecupan dan pelukan hangat dari seorang tuan Arga, Aira tidak menyangka bahwa Arga akan memeluknya dan bersikap manis seperti ini. Jujur Arga lah yang pertama mencium Aira walau itu hanya kecupan dikepala saja.