Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 28


__ADS_3

Aira tidak sadar membawa minuman itu dengan wajah kesal, Bahkan Arga bersikap seolah olah tidak mengenalnya.


Dasar pria jahat, sudah mengambil ciuman pertamaku, kau malah datang ke rumahku sebagai kekasih Riska


Aira menghampas minuman yang dia berikan untuk Arga, sampai minuman itu tertumpah sedikit di lantai, Aira refleks melakukan itu.


"Aira! apa yang kau lakukan, dasar tidak becus! kau sengaja ya membuat kami malu!" Ucap Mila, Ia marah dengan sikap Aira, sudah lama membawakan minum sekarang malah membuat minuman itu tumpah.


"Ma maaf, saya tidak sengaja." Ucap Aira gugup. Sungguh ia malu diperlakukan seperti ini di depan Arga.


"Gak tau tuh anak kenapa, dari tadi ngeselin mah." Ucap Riska.


Mila menarik tangan Aira dan mendorongnya keras.


"Aw...".Aira meringis kesakitan, karena nampan kaca yang ia pegang pecah dan ptongan kaca itu mengenai tangannya.


"Cepat ambil lap, dan bersihkan semua ini!" Ucap Mila dengan kasarnya. Tanpa mem


Arga tidak tahan lagi melihat Aira terluka, dan diperlakukan kasar seperti ini. Arga langsung berdiri mendekati Aira.


"Apa ini sangat sakit?" Ucap Arga lembut, dengan wajah khawatir bercampur marah. Ia mengambil tangan Aira yang terluka.


Aira langsung menepis tangan Arga, Ia tidak sudi jika Arga menyentuhnya lagi.


Arga mengambil tangan itu lagi. Kali ini ia memegangnya sedikit kuat.


"Apa ini sakit!" Ucap Arga dengan mata merah menahan marah.


Aira tidak menjawab sekarang yang ada ia ingin menangis, karena takut melihat wajah marah Arga yang sangat dekat dengannya, apa lagi Arga memegang tangannya kuat.


sekarang kau mau apa, apa kau juga akan ikut menghinaku, aku benci kau, aku benci kau dengan seluruh hidupku. (Batin Aira.)


"Apa ini sakit!" Arga berteriak, mengulangi lagi pertanyaannya, Hatinya terasa pedih melihat kesedihan Aira.


Tanpa sadar Aira mengangguk kan kepalanya. Arga langsung menatap Mila dan Riska dengan tatapan mematikan.


"Sa..sayang, ada apa denganmu?" Erika gugup melihat sikap Arga, yang khawatir dengan pembantu itu. Erika menghampiri Arga, ya Erika mengira Aira adalah pembantu.

__ADS_1


Arga tidak menjawab pertanyaan Erika, ia langsung menggendong Aira, dan manaruh Aira di sofa dengan hati hati. Aira menangis, ia sangat ketakutan melihat Arga.


"Kau sudah aku ingat kan, jangan pernah bersikap kasar kepada Aira!" Ucap Arga geram, dengan mata memerah.


"Ma.. maaf tuan saya minta ma.. maaf." Ucap Mila, ia sangat ketakutan bahkan jantungnya serasa mau copot.


"Dan kau! aku tidak tertarik dengan perempuan yang seperti kau!" Ucap Arga lagi. Ia melihat Riska dengan marah dan tatapan jijik.


"Ga, apa yang kau katakan." Ucap Riska, ia tidak mengerti kenapa Arga bisa marah seperti ini, apa lagi melihat Arga yang menggendong Aira.


"Tuan Arga! panggil aku tuan Arga." Ucap Arga. Ia membentak Riska dengan kuat.


Arya yang baru datang dari lembur dikantor langsung dengan cepat menghampiri mereka. Sementara Erika, bi Ina, dan kang asep, diam mematung dan merasa takut dengan kemarahan Arga, dan Rey menatap Mila dan Riska dengan marah, Ia sama marahnya dengan Arga, mungkin jika Mila dan Riska laki laki, sudah pasti Rey memukul mereka sampai mati.


"Ada apa ini? Aira kenapa dengan tangan mu?" Arya bingung melihat keadaan yang didepan matanya, apalagi melihat Arga, Rey dan Erika yang ada dirumahnya.


Aira yang tadi menangis berusaha menghapus air matanya, ia tidak mau jika kejadian ini semakin ribut.


Arga langsung melihat Arya dengan sinis.


"Kau tau, ini semua perbuatan istri dan anak mu." Ucap Arga geram


"Kalian semua mau mati!" Teriak Arga dengan nafas yang menggebu gebu.


Ada apa ini kenapa Arga membela pembantu itu? (Batin Erika.)


Arya merasa sangat takut, bahkan lelah nya sepulang kantor menjadi hilang, Arya diam menunduk ia takut melihat Arga.


Dengan kaki dan tangan yang gemetar Aira bangkit dan langsung bersimpuh di kaki Arga.


"Maaf tuan maaf, tolong jangan seperti ini." Ucap Aira dengan suara yang bergetar."


Rey langsung mengakat Aira, Agar tidak bersimpuh seperti itu, Aira malah memegang kuat kaki Arga dan terus memohon. Bahkan celana Arga terkena darah Aira.


"Tuan tolong jangan seperti ini." Aira menangis dengan suara yang bergetar. Aira takut om nya ikut kena dengan kemarahan Arga, apa lagi Arga mengancam ingin membunuh mereka. Aira tidak mau kalau itu sampai terjadi.


"Berdiri!" Pintah Arga.

__ADS_1


Aira langsung berdiri, ia tidak mau Arga meneriakinya seperti tadi.


Aira menunduk ia takut melihat wajah Arga. Arga langsung merasa bersalah, melihat ketakutan di wajah Aira.


"Maaf kan aku sudah membuat mu takut." Ucap Arga sambil memeluk Aira.


Arga langsung menggendong Aira, dan meninggalkan semua orang yang ada dirumah ini.


Arga langsung menuju mobilnya. Dia akan membawa Aira kerumah sakit untuk memeriksa luka Aira.


Siapa perempuan itu, apa hubungannya? kenapa Arga begitu peduli dan sangat khawatir dengannya? (Batin Erika.)


"Kalian berdua jangan pernah berani mengganggu nona Aira, saya tidak akan tinggal diam, saya akan memperlakukan yang lebih dari kalian dua lakukan kepada nona Aira." Ucap Rey di depan Mila dan Riska.


"Maaf tuan, saja janji akan memperlakukan Aira sebaik mungkin." Ucap Mila dengan suara yang bergetar. Ia malu diperlakukan seperti ini oleh Arga di depan Erika. Padahal Mila sudah sangat terbuai dengan ucapan Erika. Tapi semua sirna karena Aira.


Sementara Riska hanya diam, ia tidak terimah diperlakukan seperti ini. Riska semakin membenci Aira.


Arya langsung datang mendekat Riska dan Mila. Ia tau semua ini pasti ulah istri dan anaknya.


"Papah sudah bilang, perlakukan Aira dengan baik, kenapa kalian tidak mengerti!" Ucap Aira marah.


"Kenapa papah selalu membela Aira, sebenarnya anak papah siapa Riska Atau Aira!" Ucap Riska, ia tidak terima semua orang membela Aira.


"Kamu tau Aira sudah menyelamatkan perusahaan papah, Aira mau menjadi jaminan untuk perusahaan papah, berkat Aira tuan Arga mau meminjam kan papah uang." Ucap Arya panjang lebar, Ia ingin istri dan anaknya ini mengerti, Arya juga bingung kenapa istri dan anaknya tidak menyukai Aira, padahal Aira adalah gadis yang baik dan penurut.


Mila langsung menatap Arya, Ia di buat pusing dengan kejadian ini dan perkataan Arya. Sementara Riska ia langsung pergi meninggal kan ruangan itu, dan pergi kekamarnya.


Jaminan, dasar wanita murahan, pasti dia hanya mengincar harta kami saja. Aku tidak bisa biarkan Arga bersama dengan wanita itu. ( Batin Erika.)


Erika salah tanggap dengan ucapan Arya, Ia mengira Aira adalah gadis murahan yang mengincar harta.


"Perhatikan sikap istri dan anak anda." Ucap Rey singkat, ia langsung pergi dari ruangan itu, Erika langsung mengikuti langkah Rey, keluar dari rumah itu.


Rey segera menelpon supir untuk menjemput mereka. Tidak ada yang bicara Erika dan Rey saling diam, sampai mobil datang. Erika duduk dibelakang sementara Rey duduk di kursi depan. Ia menghindar dari Erika, ia belum bisa menjawab jika tiba tiba Erika menanyakan tentang Aira. Sementara Erika juga diam, Ia sedikit takut melihat wajah Rey kalau lagi marah sepeti ini. Sungguh Arga dan Rey mempunyai banyak sekali kemiripan.


Sementara Arya langsung menanyakan kepada bi Ina kejadian yang tadi. Karena Mila dan Riska enggan menjelaskan. Bi ina pun menjelaskan kejadian yang menimpah Aira tadi.

__ADS_1


Arya sangat kecewa dengan sikap istri dan anaknya,.Ia langsung teringat Aira yang tadi di bawa pergi oleh Arga, ia tidak bisa apa apa selain, berdoa semoga Aira baim baik saja.


__ADS_2