
Erika mendatangkan tukang make up yang sangat terkenal di kota ini. Ia ingin mereka semua tampil sempurna di hadapan para tamu.
"Bu Erika saya ngak usah di make up ya. Saya malu." Ucap Hesti, karena ia memang tidak pernah bermake up.
"Duh bu Hesti, sekali kali dong. Kita harus tampil sempurna di depan para tamu. Kita ini keluarga besar loh. Saya ngak mau nanti ada yang gosipin saya dan bilang saya tidak perduli dengan keluarga nya Aira. Nanti pakai baju ini yah, kita samaan." Ucap Erika.
"Buat saya ngak ada bu." Ucap ibu Siti.
"Maaf ya bu, saya buat nya cuma dua saja. Ini pun mendadak." Ucap Erika jujur.
"Bentar ya bu, saya ambil kan baju yang lain yang warnanya samaan." Ucap Erika. Ia punya banyak sekali koleksi baju yang masih bercap.
"Eh eh.. gak usah bu, saya cuma bercanda kok." Ucap ibu siti basa basi. Padahal dalam hatinya dia sangat senang.
"Gak papah bu. Tunggu bentar ya." Ucap Erika. Ia langsung pergi keluar.
Arumi yang berada ssruang dengan mereka merasa jengkel dengan sikap baik Erika kepada keluarga Aira.
"Ya begitu memang orang miskin, selalu berharap di beri dan dapat gratisan." Ucap Arumi. Ia yang dari tadi menahan perkataannya karena masih ada Erika bersama dengannya.
Arumi juga kesal setelah melihat baju Erika dan Hesti couplean, padahal kemarin dia sempatengajak Erika samaan, tapi Erika menolaknya dan membuat baju cauple bersma Hesti.
"Eh emang kamu ini siapa? haaa." Ucap ibu Siti geram.
"Saya sahabat sekalian calon besan Erika. Ya Arga bertahan sama Aira itu karena Aira lagi hamil. Nanti kalau sudah lahiran dan anaknya sudah cukup besar. Arga bakal kembali sama anak saya Bella." Ucap Arumi berbohong. Ia berharap Hesti percaya dan termakan omongannya.
"Duhhhh jangan menghayal deh kamu. Kamu ngak lihat apa Arga itu sayang banget sama Aira...
"Sudah sit ngak usah di ladenin." Ucap Hesti, sebenarnya ia kesal. Cuma ia tidak mau ribut di rumah ini. Apa lagi disini masih ada empat Karyawan tukang make up yang seruang dengan mereka.
Para karyawan itu hanya diam dan ngak berani berkomentar. Karena mereka sudah dapat pesan. Jika datang kerumah ini, tidak boleh ikilut campur apalagi menceritakan kejadian yang ada dirumah ini sama orang luar.
Sementara di kamar Aira dia juga berdandan yang langsung ditangani oleh pemilik salon.
Arga juga berada dikmarnya sambil memperhatikan wajah cantik Aira yang terpoles make up.
"Ai, kau sangat cantik." Puji Arga. Arga begitu terpesona melihat wajah cantik Aira yang sangat jarang berdandan itu.
"Makasih sayang." Ucap Aira senang. Ia senang sekali mendapat pujian dari Arga.
__ADS_1
Nyonya sarah pemilik salon terkenal itu, hanya tersenyum mendengar Arga dan Aira yang sangat romantis itu.
Diruang lain Fita, Mita, Bella dan Ana juga sedang ber make up.
Bella tidak bisa berkutik karena ia takut jika dua wanita yang pernah menamparnya itu kembali kasat denagnnya.
Kalau tau gini gue diruangan mamah aja tadi. Ngak ada yang penting juga dari obrolan mereka. (Batin Bella.)
"An apa kau dan Rey mempunyai hubungan khusus." Ucap Fita.
"Ngak." Jawab Ana singkat.
"Kenapa? bukanya kalian selalu bersama." Ucap Fita lagi.
"Saya tidak tertarik." Ucap Ana lagi.
"Ya, padahal Rey ganteng loh An." Ucap Fita lagi.
"Iya ni ka An. Kenapa ngak mau. Kalian dua itu serasi loh." Timpal Mita.
"Saya sudah punya kekasih."Ucap Ana yang membuat mereka kaget begitu juga dengan Bella.
"Hmm" Jawab Ana singkat.
"Kapan kak Ana pacarannya?" Tanya Mita, karena setaunya yang perna ia lihat Ana selalu menjaga Aira sepanjang waktu.
"Ada deh." Ucap Ana singkat dan sedikit bergurau. Perkataannya juga membuat Mita, Fita, dan Bella penasaran.
Dreeeet. Suara getran hp Ana. Ana langsung keluar menghindar dari Fita dan Mita.
Bella yang duduk sidekat Ana, sempat melihat nama Erik dan foto Erik disana sangat tidak percaya. Jika Bella ditelpon oleh Erik.
Apa! apa dia dan Erik pacaran! bagaimana mungkin, haaa kenapa pria kaya selalu suka dengan wanita kampungan seperti mereka. (Batin Bella)
Bella begitu kagaet karena Erik termasuk pria kaya raya yang sukses, dan sekarang malah lagi menjalin hubungan dengan seorang pelayan.
Mereka tidak mungkin punya hubungan. Mana mungkin si Erik mau dengan pelayan judes seperti dia. Lagian kalau pun ia masa si Erik tetap biarkan si Ana menjadi pelayan Aira. (Batin Bella.)
Bella tak henti henti nya bertanya tanya tentang Erik dan Ana di dalam pikirannya.
__ADS_1
**
Erika tidak terlalu memperhatikan baju yang Arumi kenakan. Ia bari sadar beberapa saat kemudian.
"Jeng ini kan baju yang ada di butik saya." Ucap Erika heran. Ia begitu kenal dengan baju yang Eeika gunakan. Karena itu baju termasuk yang sangat mahal.
"Iya Ika, saya lupa kasi tau. Kemarin saya ambil nya. Maaf ya saya lupa bilang." Ucap Arumi santai.
"Bukannya kemarin saya sudah bayarkan kamu dan Bella baju couplean pilihan kamu." Ucap Erika. Ia tak habis pikir dengan kelakuan Arumi.
"Duh maaf ya jeng Ika. Soalnya saya kurang suka lihat modelnya. Eh pas kebutik lihay baju ini langsung teetarik." Ucap Arumi. Tanpa rasa malu
"Aduuh bu Arumi, sudah dubelikan baju malah ambil baju lagi, gak bilang bilang lagi. Itu kan namanya maling." Ucap Ibu Siti. Ia membalas perkataan Arumi yang mengatakannya tukang minta minta.
"Jaga ya omongan kamu!" Ucap Arumi marah.
"Sudah! cukup, saya tidak mau ada keributan di hari acara tujuh bulanan cucu saya. Sebwntar lagi para tamu akan datang. Saya harap tidak ada pertengkaran selama acara berjalan. Dan kamu jeng Arumi. Lain kalin tolong di konfirmasi ke saya kalau mengambil sesuatu di butik."Ucap Erika kesal.
"Dengar tu!" Jawab ibu Siti lagi. ia begitu puas melihat wajah marah Arumi.
"Duh Sit. Ayo kita keluar saja." Ucap Ibu Hesti. Ia menarik tangan Siti keluar sari ruangan Make up itu.
Setelah Hesti dan Sit keluar, ibu Arumi mulai lagi membujuk Erika.
"Jeng Ika saya minta maaf ya jeng. Sudah lancang mengambil baju di butik kamu. Saya hanya ingin tampil cantik juga di depan para tamu. Saya malu jeng jika ada yang menghina saya lagi. Kamu tau kan para teman sosialita kita. Semuanya sudah menjahui saya. Apa kamu juga akan seperti itu." Ucap Arumi. Ia memasang wajah sesedih mungkin. Untuk mendapatkan simpati Erika kembali.
"Sudah jangan dibahas. Saya tulus berteman sama kamu. Tapi saya minta tolong dikonfirmasi kesaya jika mengambil sesuatu di butik. Itu usaha saya." Ucap Erika masih dengan wajah tegasnya. Ia masih tidak terima dengan sikap Arumi. Karena selama ini ia sudah sering memberikan yang Arumi mau.
Erika langsung pergi meninggalkan Arumi. Ia ingin mengecek hasil make up Aira.
Lihat saja nanti aku akan membalas semua sikap buruk kalian. Terutama kamu Aira, semua gara gara kamu. (Batin Arumi.)
Arumi juga tidak terima dengan sikap Erika kepadanya. Karena biasaya Erika selalu membelanya. Ini malah menegurnya didepan orang. Sungguh ia marah. Apa lagi dengan perkataan ibu Siti tadi.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung😀😀😀