
"Iya tan , ada apa?" Ucap Bella seperti tidak terjadi apa apa.
"Kamu dimana? sekarang juga tante mau kamu kesini. Ada hal penting yang harus kita bicarakan." Ucap Erika dengan nada tegas.
"Oke tan, Bella pulang sekarang ya." Ucap Bella seriang mungkin.
Erika langsungematikan panggilan itu.
"Duh mah gimana nih. Semua gara gara mamah. Sekarang kalau sampai tante Erika juga ikutan marah sama Bella. Kita dapat uang dari mana mah!" Ucap Bella denagn marah.
"Duh kamu ini. Tante Erika kan sayang sama kamu. Ngak mungkin dia marah sama kamu. Lagian kamu kan ngak salah apa apa. Sidah sana kamu kembali bujuk tante Erika. Biar mau maafin mamah." Ucap Arumi. Ia menanggapinya dengan santai.
Bella pun langsung pergi meninggalkan Arumi dengan rasa kesal.
**
Arga dan Aira berada di kamar. Karena Arga sudah tidak mau jika Bella masih berada dirumah ini. Ia takut keselamatan Aira terancam.
Hesti dan Siti juga berdiam dikamar, karena mereka juga bingung harus apa, Sementara Fita dia ikut bersama Devan kerumah sakit. Devan takut Fita dimarah karena suasana hati Arga masih tegang.
Bella pun sampai, keadaan rumah sepi. Hanya terdapat para pelayan yang lalu lalang."Kemana semua orang, bukannya keluarga Aira masih ada disini."Gumam Bella.
Erika pun datang menghampiri Bella. "Tante kemana semua orang. Dimana mamah Bella?" Ucap Bella berpura pura.
__ADS_1
"Ikut tante, ada yang mau tante omongin." Ucap Erika tanpa menjawab pertanyaan Bella. Ia membawa Bella kebalkon samping rumah mereka.
"Bel, tante kan sudah memberika kamu rumah. Tante ingin mulai sekarang kamu tinggal dirumah kamu saja." Ucap Erika langsung tanpa basa basi.
"Tante marah sama Bella? kalau Bella ada salah tolong maafain Bella. Bella sudah nyaman tinggal bersama tante. Bella lebih nyaman bersma tante ketimbang mamah Bella sendiri. Tante tau kan mamah Bella itu sangat egois." Ucap Bella. Ia berusaha menyakinkan Erika. Agar Erika tidak mengusirnya.
"Tante minta maaf Bella. Mamah kamu sudah dengan sengaja mendorong Aira. Dan itu membuat Arga sangat marah. Dan Arga juga meminta kamu agar tidak tinggal disini lagi." Ucap Erika apa ada nya.
"Apa! mama mendorong Aira. Terus bagaimana dengan keadaan Aira. Apa dia baik baik saja!" Ucap Bella berlagak sok panik.
"Aira baik baik saja. Tapi perbuatan mamah mu sungguh keterlaluan. Tante harap Arumi tidak mengulanginya lagi. Kali ini Arga mungkin membiarkannya. Tapi kalau sampai mamah kamu berani mengulangi nya lagi. Arga mungkin akan mencebliskannya kepenjara. Dan tante tidak akan bisa lagi menahanya." Ucap Erika panjanh lebar.
"Bagus lah kalau Aira baik baik saja. Tapi tan inikan bukan salah Bella. Bella ngak pernah punya niat untuk mencelakai Aira. Bella disini juga untuk menjaga tante. Bella khawatir jika Arga terlalu memperhatikan Aira dan mengabaikan tante. Bella sayang sama tante." Ucap Bella, ia berusaha menyakinkan Erika.
"Tante kenal Bella kan. Bella ngak mungkin mencelakai Aira. Selama Bella disini Bella ngak pernah kan membahayakan Bella. Apa sekatang tante meragukan Bella. Apa tante sudah ngak sayang lagi sama Bella." Ucap Bella dengan wajah sedih. Berusaha menyakinkan Bella. Mana mungkin Bella melepaskan Erika, hanya Erika yang bisa memenuhi kebutuhannya.
"Tante sayang sama kamu. Kamu sudah tante anggap sebagai anak sendiri. Kamu tau Arga kan dia tidak mungkin merubah keputusan yang sudah dia buat. Lagian ini juga untuk kebaikkan nama kamu. Tante ngak mau jika orang orang pada bilang kamu pelakor." Ucap Erika lagi. Walau pun dia senag Bella dorumah ini. Tapi dia juga tidak bisa membiarkan Bella tinggal lama disini.
"Ya sudah Bella ngerti kok. Tapi kita masih bisa jalan bareng lagi kan tan."Ucap Bella dengan lesu.
"Iya bisa. Tante ngak marah sama kamu." Ucap Erika tersenym.
"Bella minta maaf ya tan, atas perbuatan mamah." Ucap Bella.
__ADS_1
"Bella pergi dulu ya tan." Ucap Bella lagi. Karena Erika tidak menjawab saat ia meminta maaf atas mamahnya.
. I
"Iya kamu hati hati ya. Sebentar tante panggil bi ijah dulu."
"Bi ijah." Ucap Erika cukup keras.
"Iya nyonya." Ucap bi Ijah. Ia datang secepat mungkin.
"Apa semua sudah siap." Ucap Erika.
"Iya sudah nyonya. Barang non Bella sudah bibi taru di luar." Ucap Bi Ijah.
Apa sialan! Apa tante Erika memang berniat mengusir ku. Bahkan aku tidak dibiarkan masuk kekamarku! (Batin Bella.)
Bella sangat tersinggung dengan perbuatan Erika. Bella marah. Tapi Bella tidak bisa mengungakap kan kekesalannya. Ia takut jika Erika memutuskan hubungan dengannya. Bella akan kembali lagi berusaha menyakin kan Erika bahwa Aira bukan lah perempuan yang baik untuk Arga.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung