
Aira lamgsun memeluk bi Ina dengan erat saat melihat bi ina yang sibuk membersihkan dapur.
"Bi ina apa kabar, Aira kangen banget sama bi Ina." Ucap Aira, ia sangat senang bisa bertemu lagi dengan bi Ina.
"Ai hati hati, nanti perutmu bisa sakit." Ucap Arga. Ia takut perut Aira akan sakit karena terlalu memeluk erat bi Ina.
"Eh nona Aira buat bibi kaget aja, Wah non Aira lagi hamil ya, sudah berapa bulan non." Ucap bi Ina, ia juga sangat senang bertemu dengan Aira.
"Sudah mau masuk tujuh bulan bi." Ucap Aira tersenyum senang.
"Wahh bentar lagi lahiran dong. Non Aira makin cantik aja. Sepertinya dari bentuk perut non Aira anak nya pasti laki laki " Ucap Bi Ina. Sambil mengelus perut Aira.
"Hehehe makasih bi. Iya bi Ina benar, anak saya laki laki, bi Ina hebat lo bisa tau."Ucap Aira semangat. Ia semakim senang karena bi Ijah juga memuji nya, entah kenapa semenjak hamil Aira senang jika ada yang memujinya.
"Sayang sini, ini bi Ina yang selalu memberi semangat dan menghiburku saat disini." Ucap Aira.
"Makasih ya bi Ina, karena sudah baik dengan istri saya." Ucap Arga tersenyum.
"Iya tuan." Ucap bi Ina singkat, ia segan berbicara dengan Arga, apalagi saat mengingat Arga mengamuk dirumah saat Aira diperlakukan buruk dengan Mila dan Riska.
Mila pun pergi kedapur memberitahu bahwa Arya sudah datang.
"Aira om kamu sudah datang tu." Ucap Mila sopan.
"Oh iya tan."Ucap Aira.
"Bi, Aira ketemu om Arya dulu ya, nanti kita lanjut ngobrolnya." Ucap Aira sopan.
"Iya non, hati hati jalannya jangan buru buru." Ucap bi Ina. Ia khawatir jika Aira tersandung.
"Iya bi." Jawab Aira singkat.
"Mari bi." Ucap Arga sopan. Arga akan bersikap baik dengan orang yang berbuat baik kepada Aira.
"Iya tuan." Jawab Bi ina sopan.
__ADS_1
"Beruntung banget non Aira punya suami ganteng yang sangat pennyayang." Gumam bi Ina.
Sampai di meja makam Aira langsung menyalimi Arya, ia sangat kangen dengan om nya ini. Aira juga memeluk Arya. Arya membalas pelukkan hangat dari Aira. Ia juga sama merindukan Aira.
"Ai!" Ucap Arga memperingati Aira. Karena Arga tidak suka jika Aira bersentuhan dengan pria lain, walau pun itu om Aira sendiri.
Aira pun langsung melepaskan pelukkannya begitu juga dengan Arya, ia tau Arga tidak suka jika ia memeluk Aira.
Arya langsung berjabat tangan dengan Arga dan Rey. "Terimakasih sudah mau datang kerumah saya." Ucap Arya sopan. Yang hanya dibalas anggukkan oleh Arga dan Rey.
"Ayo makan, bagaimana ke adaan kamu apa kamu sehat sehat saja." Ucap Arya ramah.
"Iya om, Aira baik baik saja, cuma Aira hanya tidak suka cium bau ikan. Untung saja bi Ina gak ada masak ikan. Atau gak Aira bisa mabuk om." Ucap Aira panjang lebar. Ia begitu senang bercerita dengan Arya. Arya sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri.
"Bagus lah, om senang melihat kamu ceria seperti ini." Ucap Arya.
Mereka pun memakan hidangan yang sudah siap di atas meja. Mila tak henti henti nya menanyakan produk yang Aira gunakan melihat kulit putih mulus Aira.
"Nanti Aira kirim buat tante dan Riska sekalian buat bi Ina juga." Ucap Aira.
"Gak papa masih banyak dirumah. Nanti Aira kirimkan paket lengkapnya." Ucap Aira, ia senang jika membagikan sesuatu yang ia milikki, apalagi kalau yang dikasih begitu semangat. Aira memang tidak tau berapa harga produk perawatan yang ia gunakan. Karena semua itu memanga sudah ada tersedia.
Masih banyak dirumah, beruntung banget si Aira, produk mahal seperti itu saja bisa ia stok dirumah. Padahalkan itu produk langka. (Batin Mila.)
Produk yang Aira gunakkan memang sangat mahal dan langkah, satu paketnya bisa sampai seratus juta. Tapi dengan santai Aira mau membagikannya, makanya Mila dan Riska sangat kaget.
Mereka sudah selesai makan, Arga langsung membawa Aira kembali kekantor. Karena ia memang masih ada kerjaan yang harus ia urus. Sebelum pergi Aira datang menghampiri bi Ina.
"Sebentar ya yang, aku mau pamitan sama bi Ina dulu." Ucap Aira, ia berharap Arga tidak mengikutinya.
"Hm."Ucap Arga. Tapi ia mengikuti Aira.
Aira pun hanya menghela nafas melihat kelakuan Arga yang tidak mau membiarkannya sendiri.
Sampai di dapur Aira langsung berpamitan dengan bi Ina.
__ADS_1
"Bi Aira balik dulu ya, Bi ina jaga kesehatan ya, jangan terlalu capek."Ucap Aira penuh dengan perhatian
"Iya non, non Aira juga harus jaga kesehatan, jangan banyak pikiran." Ucap bi Ina.
Aira mengambil uang lima ratus ribu di dalam tas nya, karena memang hanya tinggal segitu yang ada di tasnya. Karena uang Aira semua ada di Atm. Ia jarang mengambil uang yang ada di Atm. Makanya Arga sekarang sering menyiapkan Aira uang case. Lima ratus juta uang case yang Arga siap kan. Untuk Aira. Tapi uang itu tidak juga habis habis sampai sekarang.
"Non untuk apa ni." Ucap bi Ina heran.
"Buat bibi."Ucap Aira tersenyum.
"Tapi non..
"Sudah gak papa. Ambil saja bi, kalau butuh apa apa bilang ya sama Aira jangan sungkan sungakn." Ucap Aira ramah.
"Makasih ya non." Ucap Bi Ina. Ia begitu senang mendapatkan perhatian dari Aira. Aira tidak berubah meski sudah menjadi istri orang kaya.
"Aira pamit dulu ya bi." Ucap Aira. Ia memeluk Bi ina.
"Iya non. Hati hati ya." Jawab bi Ina.
Arga juga berpamitan dengan bi Ina dengan sopan. Arga senang bi Ina begitu perhatian dengan Aira.
Setelah itu Aira juga berpamitan dengan Mila Riska dan Arya. Arga dan Rey juga ikut berpamitan. Rey dari tadi hanya diam, ia tidak terlalu suka berkumpul ramai seperti itu. Apa lagi sama orang yang pernah membuat Arga marah.
***
"Uang mu habis ai?" Ucap Arga, ia heran karena Aira hanya memberikam uang lima ratus ribu kepada bi Ina. Itu jumlah yang sangat sedikit bagi Arga.
"Gak yang, masih ada dirumah, maaf ya yang uang mu aku kasikan bi Ina." Ucap Aira, ia merasah bersalah menghamburkan uang Arga.
"Gak papa Ai, itu uang mu, bahkan semua yang aku milikki itu juga punya mu. Aku cuma heran kenapa kau hanya memberi bi Ina uang sedikit sekali." Ucap Arga.
"kira sayang marah, tadi uang yang ada ditas hanya tinggal segitu. Tapi sayang bisa lihat kan bi Ina senang. Bagi bi ina itu sudah banyak yang. Yang penting keiklasan saat kita memberi yang." Ucap Aira.
Arga tersenyum senang, karena sifat Aira yang baik hati dan tidak terlalu pusing dengan harta. Arga merasa sangat beruntung memiliki Aira.
__ADS_1
Bersambung...