Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 52


__ADS_3

mereka pun langsung menuju toko berlian. Semua karyawan itu langsung menyambut mereka.


"Hai bro, sudah lama tidak bertemu mu."Ucap Seorang pria dengan tubuh tinggi, kulit putih dan mata sipit.


"Hem." Ucap Arga cuek.


"Apa nona cantik ini calon istrimu?" Ucap pria itu, sambil mengulurkan tangannya.


Ana langsung menepis tangan pria itu.


"Aww. Siapa dia?" Ucap pria itu


"Maaf, Tuan tidak boleh menyentuh Nona Aira." Ucap Ana dengan wajah tegang yang serius.


"Hah siapa wanita kasar ini. Kenapa bisa kalian bersama dengan wanita seperti ini. Kau belum tau siapa aku!" Ucap Erik marah, Sebagai pemilik toko ia merasa terhina atas sikap Ana


"Saya tidak perlu mengetahui tuan siapa. Jika tuan berani mengusik ketengan Nona Aira, saya tidak akan segan segan memberi anda pelajaran." Ucap Ana serius.


Arga dan Rey merasa sangat puas dengan sikap Ana, sementara Aira merasa tidak enak. Karena sikap Ana yang berlebihan.


"An kau tidak perlu seperti itu, perkenalkan kan saya Aira." Ucap Aira sambil mengulurkan tangannya.


Arga langsung menepis tangan Aira. Ia marah karena Aira sendiri yang mau berjabat tangan dengan Erik.


Erik menatap Arga malas karena terlalu bersikap berlebih.


"Gue Erik. kamu harus hati dengan ketiga orang ini. Mereka ini bukan sepenuhnya manusia." Ucap Erik tertawa. Karena Arga, Rey, dan Ana memasang wajah serius.


Rey langsung melangkah mendekat ingin memberikan Erik pelajaran. Tapi dengan cepat Erik meralat perkataan nya.


"Gue cuma bercanda. Lu gak usah serius amat. Yuk masuk keruangan gue." Ucap Erik. Aira pun tersenyum kearah Erik.


Kenapa dia jadi seperti itu. Perasaan dulu sama si Bella gak gitu gitu amat (Batin Erik.)


****


Mereka pun duduk, Erik pun mencoba mencair kan suasana.


"Sini bro tangan lu, biar gue sendiri yang ukur. Asal lu tau ya, gue gak pernah melakukan ini. Biasanya anak buah gue yang selalu mengerjakan." Ucap Erik panjang lebar.


Arga hanya mengulurkan tangannya, tanpa memberi jawaban apa apa, moodnya sudah terlanjur rusak.


"Apa aku juga akan di ukur?"Ucap Aira tersenyum.

__ADS_1


"Iya, sekarang berikan tangan mu." Ucap Erika.


"Hey! kau sengaja mengambil kesempatan!" Ucap Arga kesal.


"Aduh bro jadi gue harus gimana menerawang gitu?" Ucap Erik, ia tak menyangka bahwa Arga akan seposesif itu.


"Sayang tidak apa, Erik kan temanmu berarti teman ku juga. " Ucap Aira lembut. Membuat Arga meleceh mendengarnya.


"Hem, kau tau ai, dia itu hanya modus. Panggil karyawanmu!" Ucap Arga lembut. Dan menyuruh Erik dengan ketus.


"Hmmm baik lah, meskipun tuduhan mu tidak benar, tapi aku memakluminya." Ucap Erik, ia pun segera memanggil karyawan cewe.


"Okke selesai, gue akan buatkan cincin yang oaling bagus dan tidak ada dua nya untuk kalian berdua."Ucap Erik senang. Ia begitu bersemangat setelah mengetahui Arga akan menikah. Karena Erik sempat melihay keterpurukkan Arga waktu di tinggalkan Bella.


"Ya memang harus seperti itu, Dan ini harus selesai sebelum minggi depan!" Ucap Arga.


"Minggu depan? secepat itu?"


"Ya, kenapa? kau tidak bisa?" Ucap Arga.


"Aku bisa, itu hal yang mudah, Aira kamu harus hati hati sebentar lagi kamu akan menjadi tawanan Arga, sepertinya dunia mu akan kelam, dan menghitam, aku harap kau bisa sabar dan menerima takdirmu." Ucap Erik dengan wajah sedih yang di buat buat. Ia hanya sekadar bercanda, tapi Rey marah dan menendang kakinya.


"Hey seketaris gila. Kenapa kau kasar, aku hanya ingin menasehati Aira. Hem kalian berdua cocok. Sebaiknya kau menikah saja dengan denagn dia (menunjuk Ana) Aku yakin kalian berdua sangat cocok, hahahahah." Ucap Erik sambil tertawa lebar.


"Hem ternyata kita dua sepemikiran." Ucap Erik.


Rey pun hanya diam dalam marah, ia tidak bisa berkutik jika Aira ikut bicara mengejeknya. Sementara Ana hanya diam tanpa ekspresi, meski ia risih, tapi ia berusaha tidak peduli.


Arga pun langsung mengajak Aira keluar, karena ia tidak ingin jika Aira lebih dekat lagi dengan Erik.


"Mau kemana? kita belum mengobrol."Ucap Erik bingung.


"Tidak ada yang perlu di obrolkan!" Ucap Arga ketus. Ia segera menarik tangan Aira keluar.


"Saya pergi dulu rik." Ucap Aira dan melambai sebelum ia keluar dari ruangan Erik.


Erik pun membalas lambaian tangan Aira. Dan menatap kepergian mereka dengan heran. Karena sikap Arga.


Sebelum Rey dan Ana pergi, Erik menyempatkan diri untuk berkenalan dengan Ana. Ya, Erik memang suka dengan tipe cewe seperti Ana, Judes, cantik dan body yang sedikit semok, Apa lagi Ana yang berbadan cukup tinggi. Membuat Erik sesikit mengaguminya.


"Saya Erik." Ucap Erik tersenyum. Sambil mengulurkan tangannya kepada Ana.


"Saya Ana, pengawal Nona Aira." Ucap Ana datar tanpa membalas jabatan tangan Erik.

__ADS_1


Erik pun menarik kembali tangannya, dwngan senyum kecut, karena Ana enggan berjabat tangan dengan nya.


Rey langsung keluar, membuat Ana dengan cepat mengikutinya, tanpa berpamitan dengan Erik.


****


Mereka sedang makan siang di sebuah restoran. Mereka makan dibruang privat, karena Aega memang tidak suka ada yabg mengganggu nya, Apa lagi pernikahannya yang akan digelar sudah mulai samar samar di dengar orang, entah siapa yang menyebar kan. Tapi itu hal yang biasa bagi Arga. Ia hanya perlu menghindar.


"Besok karyawan mami, akan datang ke apartemenmu." Isi chat Erika.


"Untuk apa mi?" Balas Arga. Ia bingung.


"Bukannya keluarga Aira ada di apartemen mu, mereka juga harus mengukur baju, dan memilih model baju nya. Mami ingin kita menggunakan seragam yang kompak." Isi chat Erika.


"Oke mi, makasih yah mi." Balas Arga. Arga sangat senang, ia tersenyum memandang HP nya.


Dan itu membuat tiga orang yang seruang dengannya penasaran.


"Chattan sama siapa?" Tanya Aira. Ia penasaran karena Arga tipe orang yang susah sekali tersenyum.


"Sama mami. Mami ingin membuat baju seragam untuk pernikahan kita. Dan besok karyawan mami akan datang keapartrmen untuk mengambil ukuran baju mami." Ucap Arga tersenyum.


"Benar kah?" Ucap Aira senang. Setidaknya keluarganya di anggap ada oleh Erika.


"Mami?" Ucap Rey. Ia tidak percaya kalau Erika akan ikut berpartisipasi.


"Iya Rey, aku yakin lama kelamaan mami pasti akan merestui kami." Ucap Arga tersenyum.


Rey pun mengaguk, ia juga mempunyai harapan yang sama dengan Arga.


Makanan pun datang, mereka pun memakan makanan mereka dengan tenang.


.


.


.


Hai hai hai... Makasih yah buat yang sudah mampir dan selalu dukungπŸ˜πŸ˜πŸ€—


Makasih sudah mau like dan komen 😁😁😁


Love banyak banyak buat kalian semua ❀❀

__ADS_1


Buat para author semangat ya... Mari kita saling mendukungπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ


__ADS_2