Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 57


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi, Arga dan Aira belum bangun mereka masih tertidur dengan lelap. Mereka berdua baru saja tertidur dua jam yang lalu. Aira begitu sangat nyaman berada dalam pelukkan Arga, begitu juga dengan Arga.


Sementara di meja makan Erika dan Bella menunggu kedatangan mereka brrdua.


"Tante, kok Aira belum bangun sih. Kalau Bella yang jadi istri Arga. Bella pasti sudah bangun menyiapkan sarapan untuk Arga." Ucap Bella. Ia mencari kesalahan Aira.


"Iya, kamu benar, pasti ia mau bermalas malasan saja dirumah ini. Dan mau memeras Arga. Tante tidak akan biarkan dia jadi ratu di rumah ini." Ucap Erika geram. Ia langsung berdiri dan langsung menuju kamar Arga.


Bella tersenyum puas, karena ia berhasil menghasut Erika. "Mampus lo, jangan harap lo bisa hidup tenang dan enak dirumah ini." Gumam Bella.


Tok..


Tok..


"Aira bagun! kamu gak lihat apa ini sudah jam berapa!" Teriak Erika. Tapi tidak mendapatkan respon apapun.


Erika terus saja mengendor pintu dan meneriaki Aira.


"Si Arga juga tumben banget bangun siang gini. Kenapa dia jadi ikutan malas!" Gumam Erika. Ia begitu sangat jengkel karena pintu tak kunjung dibuka. Tapi ia tidak berhenti, id terus saja mengetuk pintu dengan keras.


Aira terbangun karena mendengar suara gendoran pintu dan teriakan Erika. Aira langsung kaget saat ada tangan kekar yang memeluk tubuh nya dengan erat. Aira juga kaget karena ia tidak menggunakan pakaian sama sekali.


"Astaga lagi lagi gue pasrah. Tapi itu bukan masalah kan kami kan sudah suami istri." Gumam Aira pelan.


Tiba tiba saja Aira mersa sangat malu sangat mengingat kejadian tadi subuh. Apalagi ia mengingat saat ******* nya yang keluar akibat ulah Arga. "Ahhhh." Ucap Aira ia merasa sangat prutasi.


"Kenapa aku harus nikah secepat ini." Ucap Aira. Ia segera ingin bangkit karena Erika tak berhenti meneriaki suaranya.


"Ai, mau kemana." Ucap Arga, ia mengeratkan pelukannya dan berbicara dengan mata yang masih tertutup.


Sungguh Arga sangat mengantuk dan juga lelah. Karena ia semalan terjaga karena memikirkan Aira.


"Itu.. tante dari tadi panggil." Ucap Aira. Ia merasa sangat malu jika Arga bangun dan melihat ia dalam keadaan tanpa busana seperti ini.


"Biar kan saja!" Ucap Arga.


"Ta.. tapi aku mau mandi." Ucap Aira gugup.


Bukan nya melepaskan pelukkan Aira. Arga malah bangun dan menindih Aira.

__ADS_1


Ia mencium bibir Aira lembut dan dengan nakal tangannya meremas payudara Aira. Membuat Aira tidak berdaya karena mendapat kan serangan dadakan.


"Ahhh." Ucap Aira, saat Agra dengan kuat mengisap ***********.


Arga kembali mencium bibir Aira dalam dan memberi kan tanda merah di leher jenjang Aira.


"Makasih Ai." Ucap Arga tersenyum. Setelah ia melepaskan tubuh Aira. Dengan cepat Aira pun belari ketoilet, dengan rasa malu dan juga gugup.


"Apa itu. Apa dia akan begitu setiap harinya. Ahh kenpa bisa aku menikah dengan pria mesum seperti dia." Gumam Aira.


Arga pun bangkit deengan celana pendek nya, tak lupa ia juga kembali menggunkan kaos putih polos nya.


Arga membuka pintu, dan melihat wajah kesal yang Erikan berikan.


"Kenapa baru dibuka!" Ucap Erika marah.


"Arga baru bangun mi." Ucap Arga tersenyum bahagia.


"Belum mandi lagi! kenapa kamu jadi malas begini. Kamu jangan terpengaruh dengan hal buruk yang gadis itu bawa. Sekarang dimana gadis itu. Apa dia hanya mau santai santai saja dirumah ini." Ucap Erika dengan wajah yang masih marah. Dia mau masuk tapi Arga menahannya.


"Mami gimana sih, kami kan baru melaksanan malam pertama kami. Wajar dong kalau sekarang kami lelah. Mami gak usah marah marah seperti itu. Tu kerutan di wajah mami mulai muncul tu."Ucap Arga tersenyum. Dan menjaili Erika.


Arga sedikit merasa khawatir dengan sikap Erika. Arga takut Aira tidak sanggup dan meninggalkan dirinya.


"Sepertinya aku harus pindah rumah." Gumam Arga. Saat melihat kepergian Erika. Setelah itu ia menutup lagi pintunya.


Arga tersenyum melihat Aira yang baru kekuar dari toilet dengan menggunakan kimono dan haduk di kepalanya. Arga mendekat dengan senyum yang membuat Aira menjadi gugup.


Mau apa lagi dia. Apa setiap waktu dia akan mencium ku! (Batin Aira.)


Arga langsung memeluk dan mencium pipi kiri dan kanan Aira. "Kau harum sekali ai." Ucap Arga. Arga juga mencum kepala Aira. Ia sangat senang dengan aroma rambut Aira.


"Sa.. sayang sebaiknya mandi dulu ya." Ucap Aira gugup. Ia begitu sangat syok dengan kelakuan Arga yang baru ia tau. Yang sedikit dikit peluk dan cium. Meski Aira suka tapi ia masih malu jika Arga bersikap seperti itu.


"Hem." Ucap Arga. Ia mengecup dahi Aira, setelah itu ia langsung ke toilet .


Sementara Erika datang kemeja makan dengan wajah yang kesal. Bella pun langsung menghampirinya.


"Tente kenapa? Apa Arga melawan dan membela Aira. Bella prihatin lihat tante, Arga menjadi tidak perduli dengan tante semenjak bersama Aira." Ucap Bella prihatin. Ia tak henti henti nya membuat hati Erika panas.

__ADS_1


"Ya kamu benar. Gadis itu pasti punya niat jahat. Tante nyesal karena membiarkan mereka menikah. Tente gak rela Arga hidup bersamanya." Ucap Erika sedih. Ia takut kalau kasih sayang Arga akan hilang terhadapnya.


"Sudah tante jangan sedih ya. Kan ada Bella. Kita sama tante Aira sudah merebut orang yang kita sayang." Ucap Bella. Ia mengelus pungung Erika dan menuntunnya kemeja makan.


"Sekarang tante makan ya. Gak usah mikirin Aira. Bella gak mau nanti tante jadi sakit akibat ulah Aira." Ucap Bella lembut. Tapi menjatuh kan Aira. Entah kenapa setiap omongannya merasuk Erika dan membuat Erika semakin membenci Aira.


"Makasih sayang, untung ada kamu disini, kalau gak tante pasti akan setres gara gara gadis itu." Ucap Erika. Ia merasa bersukur karena Bella begitu sangat menyayanginya.


Seharusnya Arga sadar, Bella baik dan sangat perhatian. Aku harus pisahkan mereka. (Batin Erika.)


Sementara di kamar Arga dan Aira sedang bercumbu, Arga sangat tergila gila dengan apa yang ada pada Aira. Bibir dan wangi tubuh Aira begitu membuatnya candu.


"Sa..yang aku lapar." Ucap Aira. ia berusaha memberhentikan Aksi Arga. Aira masih merasa sangat nyeri, bahkan sebenarnya ia susah untuk melangkah. Tapi ia berusaha agar terlihat biasa. Ia malu jika Arga mengetahuinya.


"Ya sudah, ayo sarapan. Tapi habis sarapan lanjut lagi ya." Ucap Arga tanpa beban dan tersenyum lebar.


"Apa! lagi! apa tadi subuh dia tidak puas. Bahkan rasa nyeri ini masih terasa." (Batin Aira.)


Arga pun menarik tangan Aira. Ia mengandeng tangan Aira turun dari tangga dengan wajah yang berseri.


Erika dan Bella melihat wajah berseri Arga dan wajah cangung Aira. Sungguh Bella sudah tau apa yang terjadi pada mereka.


Dasar brengsek. Beraninya kau merebut posisi ku. (Batin Bella.)


Sementara Erika menatap Aira tidak suka. Erika labgsung meninggalkan meja makan. Tanpa menyapa Aira dan Arga. Karena ia juga memang sudah selesai makan.


"Pagi Aira. Aku tinggal ya. Soalnya aku sudah selesai sarapannya." Ucap Bella ramah. Ia berpura pura bersikap baik. Tapi sebenar nya ia tidak tahan melihat kemesraan Arga dan Aira. Ingin rasanya ia mencekik Aira sampai mati. Tapi itu tidak mungkin. Yang ada Arga yang akan mencekiknya sampai mati.


.


.


.


Haiii semuaaa makasih yaaaa buat para readers dan para Author yang sudah mampir.


Makasih banyak 😁😁🤗🤗


Jangan lupa vote nya ya hehehehehehe

__ADS_1


__ADS_2