
Arga sangat senang dengan kehamilan Aira, ia semakin memperhatikan Aira. Bahkan Arga sering kali hanya setengah hari saja di perusahaannya. Ia lebih sering mengerjakan pekerjaan kantornya dirumah. Membuat Bella tidak berkutik. Dan tidak bisa lagi memghasut Erika.
"Sayang aku rindu ibu." Ucap Aira manja.
"Iya besok kita akan kesana." Ucap Arga lembut. Ia langsung menuruti apapun kemauan Aira. Ia tidak mau membuat Aira sedih. Karena Aira persaan Aira sangat sensitif semenjak hamil.
"Makasih sayang." Ucap Aira, ia mengecup pipi Arga dan memeluknya Erat.
Arga merasa sedikit tersiksa dengan sikap manja Aira, karena ia harus menahan diri untuk tidak berhubungan.
"Bentar ya Ai, aku telpon Rey dulu." Ucap Arga ia berusaha menjauh dari Aira untuk menenagkan diri sebentar. Arga pun bergi ke balkon kamarnya.
"Hemm baik lah jangan lama ya." Ucap Aira manja.
"Iya." Ucap Arga. Ia mengecup dahi Aira dan meninggalkan Aira yang berbaring di tempat tidurnya.
Tut..
Tut..
"Ada apa bro." Ucap Devan riang.
"Jangan pura pura gak tau. Ini sudah dua bulan lebih, harus berapa lama lagi aku menunggu!" Ucap Arga dingin.
"Hahaha sabar bro, Kalau lo sudah tidak tahan. Lo tinggal saja datang ke clab. Pasti banyak yang rela lu tidurin secara gratis hahaha." Ucap Devan tertawa, ia merasa sangat senang membuat Arga tersisak.
"Dasar gila." Ucap Arga singkat, ia langsung mematikan panggilan itu. Arga sangat kesal dengan jawaban dan usulan yang Devan berikan.
Seetelah itu Arga menelpon Rey.
Tut..
Tut..
"Ya tuan."Ucap Rey.
"Besok aku akan kerumah Aira. Mungkin kami akan menginap selama tiga hari. Aku titip perusahaan." Ucap Arga.
"Baik tuan. Apa perlu saya antar tuan dan nona?" Jawab Rey.
"Tidak perlu, pak hasan yang akan mengantar ku." Jawab Arga.
"Baik tuan." Ucap Rey. Setelah itu Arga langsung mematikan panggilannya.
Arga kembali masuk kekamarnya. Ia merasa lega karena Aira sudah tertidur, karena kalau Aira masih bangun ia tidak henti henti nya menggoda Arga. bukan maksud Aira menggoda , tapi Arga saja yang merasa tergoda.
***
Jam lima pagi Aira bangun ia sangat bersemangat, Ia melihat Arg yang masih tertidur pulas.
__ADS_1
"Gateng banget suami ku." Gumam Aira. Ia mencium pipi kiri dan pipi kanan Arga.
"Ganteng! ganteng! ganteng!" Ucap Aira ceria sambil mentoel toel wajah Arga.
"Ai!" Ucap Arga. Ia jadi terbangun karena ulah Aira. Sunguh Arga harus tersiksa lagi dengan sikap manja Aira.
"Ya sayang, aku mandi dulu ya." Ucap Aira senang.
"Mandi? sepagi ini?" Ucap Arga heran, karena semenjak hamil Aira tidak mau mandi pagi.
"Iya sayang. Kita kan mau ketempat ibu." Ucap Aira semangat. Setelah itu ia langang kekamar mandi.
"Astaga kenapa istri ku semakin hari semakin seksi saja." (Batin Arga)
Arga melihat Aira berjalan kekamar mandi dengan daster yang hanya sebatas sepaha.
Semenjak hamil tubuh Aira semakin berisi ia semakin semok dan kulitnya semakin putih. Membuat Arga selalu tergoda saat di dekat nya.
Arga pun menyusul Aira ke kamar mandi, ia hanya ingin bercumbu saja dengan Aira.
Semoga saja aku tidak hilaf. (Batin Arga.)
Sampai nya di kamar mandi Arga melihat Aira yang tanpa busana berguyur dibawah shower. Pemandangan yang sangat indah bagi Arga.
Arga langsung memeluk Aira dengan mesrah, ia mengecup ngecup setiap bagian tubuh Aira.
Arga mengencium bibir Aira dengan mesarah. Aira juga membalasnya, membuat ciuman menjadi panas, Aira juga merindukan Arga, tapi ia takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di janin nya.
Arga mengendong Aira, Masuk kedalam bathup, membuat Aira dengan otomatis melingkarkan kaki nya di pinggang Arga.
Arga terus saja mengecup bibir dan leher Aira. Membuat Aira semkain ingin malakukan hal yang lebih. Tanpa sadar Aira yang memulai dan membuat mereka melakukan aktifatas yang sudah lama mereka tidak lakukan.
Mereka sangat menikatinya. Arga begitu sangat menikamti permainan yang Aira berikan.
"Ai,, ahh...." Ucap Arga mesrah.
Mereka melakukannya berkali kali melepas rindu yang sudah lama tidak tersalurkan. Entah kenapa Aira ingin melakukannya terus.
Sudah satu jam mereka berada di kamar mandi akhirnya mereka keluar beramasa setelah melakukan aktifitas panas mereka, dan man mandi bersama. Arga mengendong Aira keluar dari kamar mandi.
"Kau sangat hebat ai, makasih ya." Ucap Arga lembut, sambil mengecup bibir dan dahi Aira. Ia menurun kan Aira dengan pelan.
"Yang bagai mana dengan bayi kita, apa dia akan baik baik saja." Ucap Aira gugup. Ia langaung teringat dengan ucapan Devan yang melarang mereka untuk tidak berhubungan dulu, Aira mengelus perut nya dengan mata yang berkaca kaca.
Arga juga menjadi panik, mereka bersua melupakan larangan Devan. Dengan cepat Arga langsung menelpon Devan. Ia ingin meminta solusi.
Tut..
Tut..
__ADS_1
"Ya, ada apa! kalau kau menanyakan hal itu lagi. Aku sudah bilang jangan melakukannya dulu." Ucap devan sedikit jutek.
"Bukan pegitu, gue gak sengaja melakukannya." Ucap Arga. Suara nya terdengar sangat panik.
Hahaha enak ya ngerjain orang kaya seperti ini ( Batin Devan)
Moof Devan langsung berubah senang. Padahal tadi dia sedikit resah. Tapi karena membayangkan wajah panik Arga devan menjadi sangat senang.
"Hey, kenapa kau diam! apa kami perlu kesana untuk memeriksanya." Ucap Arga panik
"Tidak perlu! Kau boleh melakukannya tapi tidak boleh sering dan harus dengan pelan." Ucap Devan jujur. Ia tidak mau jika Arga datang. Karena ia tidak sanggup melihat kecerewetan dan kecemburuan Arga.
"Jadi selama ini kau menipu ku!" Ucap Arga. Ia curiga dengan Devan.
"Ti.. tidak, aku tidak menipu mu. Karena kehamilan Aira sudah memasuki tiga bulan, kau boleh melakukannya." Ucap Devan ia begitu gugup. Tapi ia tidak mungkin jujur.
Arga langsung mematikan panggilan itu. Ia begitu senang karena mulai sekarang ia tidak perlu lagi menahannya.
"Sayang jangan sedih gitu ya. Kata dokter kampret itu sudah gak papa, asal kan dengan pelan." Ucap Arga, ia menghupus Aira mata Aira yabg mulai terjatuh.
"Sayang, jangan nakal ya di dalam sana, jangan buat mamamu sakit atau sedih lagi. Papa akan menjewer mu kalau berani membuat mama sedih." Ucap Arga ia jongkok dan mengelus perut Aira lembut.
Membuat Aira tertawa mendengar nya.
"Sayang kalau papa berani menjewer mu, kasi tau mama ya, mama akan membalasnya." Ucap Aira. Ia membalas ucapan Arga. Mereka berdua saling bicara dengan bayi yang masih diperut Aira.
selesai berpakaian Arga dan Aira langsung pergi sarapan, sekalian mereka ingin berpamitan dengan Erika.
"Bi, tolong siapkan baju untuk tiga hari kedepan ya, saya dan Aira akan pergi ke rumah Aira." Ucap Arga saat melihat bi ijah.
"Baik tuan." Ucap bi ijah. Ia langsung kekamar Arga, menyiapkan baju mereka.
"Kapan jadwal cek kandungan kamu?" Ucap Erika. Ia mendengar perkataan Arga yang ingin pergi ke kampung Aira.
"Tanggal 21 tan." Ucap Aira lembut.
"Kamu harua rutin mengecek perkembangan bayi kamu. Saya tidak mau jika cucu saya kenapa kenapa." Ucap Erika. Ia tidak lagi pernah berkata kasar semenjak mengetahui kalau Aira hamil. Bahkan Erika sering mengingat kan Aira untuk makan. Walau masih dengan nada sedikit jutek.
Ini tidak bisa di biarkan! semakin hari tante Erika semakin perduli dengan Aira. Lama lama dia tidak akan lagi mendengar kan ku. (Batin Bella)
Bella merasa terancam dengan perubahan sikap Erika. Ia takut akan terusir dari rumah ini, dan tidak bisa lagi hidup mewah.
.
.
.
Bersambung 😁😁😁
__ADS_1