
Sampai di kantor Aira langsung pergi beristrirahat di ruang khusus Arga. Arga akan lembur karena Aira juga ikut dengannya, biasanya dia akan pulang mengerjakan pekerjaannya dirumah.
Diruang khusus Arga sudah tersedia beberapa baju untuknya dan Aira. Jadi mereka tidak perlu repot repot lagi bolak balik. Kalau untuk sarapan Arga akan memesankan makanan untuk mereka makan malam.
Kantor ini tidak pernah sepi karena di beberapa bagian sering sekali karyawan yan lain juga lembur menyelesaikan pekerjaan mereka. Dan penjaga kantor ini sangat banyak. Makanya Arga tidak perna merasa takut atau khawatir saat dia lembur.
Aira dan Arga pulang pukul sepuluh malam, Erika tadi menelpon Arga ia merasa khawatir dengan Arga dan Aira, karena sudah lama sekali Arga tidak pernah lembur kerja.
Aira dan Arga kaget karena Erika menunggu mereka diruang tamu.
"Mami? belum tidur?" Ucap Arga.
"Belum, mami belum ngantuk. kalian kok baru pulang, kamu itu lagi hamil ra, gak bagus jalan malam begini." Ucap Erika.
"Dari kantor mi, karena Aira ikut Arga aekaliam aja Arga lembur." Jawab Arga.
"Sudah makan?" Ucap Erika.
"Sudah mi." Jawab Arga dan Aira secara persamaan.
"Ni pakai ini, mami lihat baju kamu sudah ketat semua." Ucap Erika sambil menyodorkan paperbeg yang dari tadi ia pegang.
"Makasih ya mi." Ucap Aira tersenyum senang. Ini adalah pemberian pertama Erika. Aira tidak menyangka Erika akan memperhatikannya.
Arga juga ikut tersenyum senang karena Erika perduli dengam Aira.
"Hem sudah kalian tidur sana. Ibu hamil gak boleh bergadang." Ucap Erika. Setelah itu ia langsung meibggalkan Aira dan Arga. Ya Erika masih malu malu bersikap baik kepada Aira.
Aira dan Arga merasa sangat senang, mereka pun naik ke atas kekamar mereka.
Sampai dikamar Aira langsung melihat baju yanh Erika berikan. "Ih sayang coba lihat bajunya bagus, yang ini lucu." Ucap Aira dengan semangat nya.
Aira mendapatkan lima baju dres ibu hamil.
"Astaga yang, coba lihat, kenapa mami membeli baju semahal ini, kalau beli di pasar bisa dapat berlusin lusin ini." Ucap Aira kaget, ia melihat harga satu baju nya dua juta limaratus bahkan ada yang harganya empat juta.
Arga terkekeh melihat tingkah Aira padahal semua baju yang Aira gunakan memang segitu harganya. Tapi ia tidak menyadarinya. Karena Arga yang menyiapi semua keperluan nya.
__ADS_1
"Hmmm." Hanya iti respon yang Arga berikan. Mungkin jika Aira tau harga jas Arga gunakan Aira lebih kaget lagi.
Aira langsung membuka baju nya. Didepan Arga. Saat ia ingin memakasi baju yang dari Erika, Arga mencegahnya dengan cepat Arga langsung memeluknya dan mengecup ngecup tubuh Aira.
Besok aja pakai baju nya. Kita lanjut ya yang tadi pagi. " Ucap Arga dengan suara beratnya.
Aira pun mengikuti kemauan Arga. Mereka pun lagi lagi melakukan nya. Hampir tiap malam Arga melakukannya. Ia selalu tidak bisa menahan hasratnya saat di dekat Aira.
***
Pagi pun tiba seperti biasa Aira selalu bangun pagi untuk membangunkan Arga. Tapi kali ini Aira sudah mandi dan menggunakan baju yang Erika berikan. Ia begitu semangat ingin memakai baju itu.
"Suami ku sayang bangun." Ucap Aira sambil mengecup dahi Arga.
Arga langsung bangun karena dia bukan tioe orang yang sulit bangun.
"Tumben ai seudah mandi." Ucap Arga, karena sudah lama sekali Arga tidak pernah melihat Aira mandi pagi.
"Hmm kamu cepatan mandi sana." Ucap Aira.
Aira pun tersenyum senang. Setela Arga ketoilet, Aira langsung menyiapkan baju kerja untuk Arga.
Arga keluar dengan handuk yang melingkar dipingangnya. Ia terlihat sangat tampan dengan rambut basahnya. Aira terpukau melihat ketampanan suaminya. Ia mendekat dan langsung memeluk manja suaminya.
"Ayang nanti pulangnya jangan malam ya, ingat gak boleh lirik lirik cewe lain." Ucap Aira manja. Ia takut jika ada cewe lain yang menggoda suaminya.
"Hahahah iya ai, aku sudah sering katakan, tidak ada yang bisa menggantikan posisimu di hatiku." Ucap Arga. Entah kenapa ia merasa lucu setiap kali Aira memperingatinya.
Padahal semua staf perusahaan yang langsung berhubungan dekat dengan Arga adalah pria. Semenjak Aira melarangnya untuk dekat dengan cewe lain. Ia langsung mengganti setiap kepala bagian yang bekerja diperusahaannya menjadi pria.
Aira membantu Arga mengeringkan rambutnya. Setelah itu Arga memasang kemejanya. Aira langsung mencium bibir Arga. Sebelum mereka keluar sari kamar.
"Ingat ya, jangan macam macam di kantor." Ucap Aira.
"Iya sayang ku." Ucap Arga. Ia memcubit gemas dagu Aira. Setelah itu mereka turun bersama kemeja makan.
Lagi Arga melihat Erika sendiri, ia sedikit senang karena Bella tidak lagi ikut sarapan bersama mereka. Begitu juga Aira ia menjadi tambah semangat karena tidak ada Bella.
__ADS_1
Erika memyambut mereka dengan tersenyum.
"Pagi mi." Ucap Arga tersenyum
"Ya, ni buat kamu, kamu harus banyak makan buah, kamu juga jangan makan sembarang, ingat itu anak pertama kamu, cucu pertama mami, mami gak mau kalian kenapa kenapa." Ucap Erika. ia sedikit cerewet mengwatirkan bayi yang ada didalm perut Aira.
"Iya mi makasih ya." Ucap Aira tersenyum.
Arga sempat tajut Aira sedih karena Erika memberitahu dengan nada yang masih jutek. Tapi melihat respon Aira, Arga menjadi lega. Karena Aira tidak marah.
"Perut kamu gak sakit, naik tutun tangga seperti itu." Ucap Erika, ia khawatir.
"Gak mi, cuma terkadang Aira suka merasa capek." Ucap Aira jujur.
Arga langsung menatap lekat ke Aira, karena Arga tidak tau jika Aira sering merasa lelah saat naik turun tangga.
"Kok gak bilang ai, kita kan bisa pindah kamar untuk sementara waktu." Ucap Arga khawatir.
"Hehe gak papa yang, aku masih bisa tahan kok." Jawab Aira.
"Duh, Arga kamu gimana sih, keadaan istri aja kamu gak tau, pokoknya kalian harus pindah kamar. Mami gak mau cucu mami kenapa kenapa." Ucap Erika. Jika biasanya ia sering memarahi Aira. Kali ini ia menyalahkan Arga, karena tidak memperthatikan Aira.
"Iya mi, nanti suruh bi ijah bersikan kamar yang di bawah ya mi, lagian Aira juga tidak pernah mengelu sama Arga. Mana Arga tau." Ucap Arga membela diri. Karena selama ini ia sudah berusaha mungkin menjaga Aira.
"Aira kamu kalau merasakan sesuatu kasi tau, jangam diam diam aja." Ucap Erika.
"Iya mi." Ucap Aira. Ia merasa senang Erika sangat memperhatikannya. Suasana menjadi tentram saat Bella tidak ada dirumah ini.
Mereka pun melanjutkan sarapan mereke.
.
.
.
Makasih ya, buat yang sudah mampir dan memberi dukungan. Makasih banyak🤗🤗🤗🤗
__ADS_1