Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
110. Usaha Andrew


__ADS_3

Setelah selama hampir 2 bulan membiarkan Karina sendirian di dalam pulau itu, Andro pun kemudian memutuskan untuk mencari istrinya. Karena bagaimanapun dia tidak bisa terus menggantung status pernikahan mereka berdua dalam ketidakpastian.


Dirinya yang telah meminta Karina untuk menjadi istrinya. Oleh karena itu dia tidak bisa membiarkan pernikahan mereka tanpa kejelasan sama sekali.


" Ingat Andrew! Tolong kau bicarakanlah semuanya baik-baik jangan menggunakan emosi!" ucap Edward ketika dia mengantarkan putranya ke bandara untuk mengunjungi Indonesia dalam rangka bertemu dengan Karina.


Hingga saat ini anak buah Edward masih mengawasi Karina dengan setia. hanya saja orang itu tidak mengawasi secara dekat sehingga berita yang dia berikan kepada Andrew dan Edwards terkesan simpang siur.


" Tenanglah Pah. Aku juga tidak akan mungkin mencari masalah dengan Karina, setelah jauh-jauh mendatanginya. Aku hanya ingin menegaskan tentang pernikahan kami!" ucap Amdrew terus sambil tersenyum kepada Edward.


" Baguslah anakku kalau kau paham dengan hal itu. Baiklah! Kau tenang saja. Masalah rumah sakit semua tugas-tugasmu akan Papa handle semuanya. Papa juga akan mencari rekanmu yang lain yang bisa membantu pekerjaanmu yang akan kau ditinggalkan!" ucap atmos mendukung apapun yang dilakukan oleh putranya terkasih.


Andrew hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan. Kemudian dia memeluk Edward dengan begitu erat. Meminta doa restu sang ayah agar urusannya dengan sang istri bisa diselesaikan dengan baik.


" Doakan aku Pah agar semuanya baik-baik saja!" ulang Andrew sambil memeluk ayahnya yang matanya sudah berkaca-kaca karena harus berpisah dengan putranya.


Tetapi Edward sadar bahwa memang itulah yang harus dilakukan oleh seorang laki-laki sejati Seperti Andrea yaitu memberikan ketegasan tentang hubungan pernikahan mereka berdua. Dia tidak suka kalau sampai anaknya menggantungkan tentang status seorang wanita yang sekarang berstatus sebagai istrinya.


Setelah berpamitan kepada ayahnya dengan penuh haru dan juga penuh emosional, Andrew langsung segera masuk ke pesawat yang akan membawanya menuju Indonesia untuk bertemu dengan Karina.


Berbagai perasaan bergemuruh di dalam hati Andrew saat ini. Tetapi dia sadar bahwa semua proses itu harus dia lalui dengan gentle sebagai seorang laki-laki.


Di dalam pesawat Andrew bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik bernama Madeline.



visualisasi Madeline


" Halo namaku Medeline. Siapa namamu?" tanya Gadis itu sambil mengulurkan tangannya kepada Andrew yang sebenarnya sedang malas untuk berbicara dengan siapapun.


Akan tetapi demi kesopanan santunan Andrew pun dengan terpaksa kemudian menerima uluran tangan dari Madeline dan menyebutkan siapa namanya.


" Andrew Jhanson!" ucap Andrew singkat dan padat yang membuat Madeline tidak nyaman.


" Apakah aku mengganggu ketentramanmu? Tampaknya kau tidak suka, untuk menerima perkenalan dariku!" ucap Madeline merasa sedih ketika dia menatap Andrew.


Mendengar pertanyaan dari Madeline seketika Andrew merasa tidak enak hatinya. Karena sudah membuat orang berpikir bahwa dia adalah laki-laki yang tidak sopan.


" Bukan begitu Made! Maafkan aku atas ketidaksopananku. Aku hanya sedang malas untuk berbicara saja saat ini. Bisakah kau memberikan aku waktu untuk istirahat dulu? Karena saat ini kepalaku benar-benar sedang pusing dan penat!" ucap Andrew menjelaskan semuanya kepada Madeline secara jujur.

__ADS_1


Madeline terus memperhatikan wajah Andrew yang tampak begitu kusut masai. Terlihat bahwa dia adalah seorang laki-laki yang sedang memiliki banyak masalah.


" Baiklah kau tidurlah dan istirahat saja. Marena aku juga akan tidur seperti kamu. Mungkin sepanjang perjalanan ini kita bisa melewatkannya dengan tidur beberapa jam dan setelah itu pikiran kita akan kembali tenang!" ucap Madeline dengan wajah sumringahnya yang membuat Andrew merasa nyaman sekali.


" Terima kasih atas pengertianmu dan mohon maafkan lagi atas ketidaksopananku!" ucap Andrew sambil tersenyum kepada Madeline.


Akhirnya Madeline dan Andrew pun terlihat tidur dengan nyenyak. Karena sejujurnya Madeline pun sedang membutuhkan istirahat. Setelah dia kabur dari kedua orang tuanya yang hendak menjodohkan dia dengan anak dari sahabat ayahnya.


***


Sementara itu Karina yang saat ini sedang sibuk dengan pasien yang dia terima di klinik pribadi miliknya. Dia begitu bahagia dengan kehidupan barunya di tempat terpencil itu.


Karina sudah melupakan tentang pernikahan dirinya dengan Andrew yang selama ini telah banyak memberikan air mata untuknya.


Karina sudah memutuskan untuk hidup tanpa cinta. Karena dia tidak mau harus menderita lagi karena memikirkan tentang anak yang pasti akan dituntut oleh pasangannya.


" Dokter Anda begini cantik dan begini baik hati saya tidak percaya kalau anda tidak memiliki seorang suami di suatu tempat!" ucap salah Seorang warga sambil tersenyum kepada Karina.


Mendengar perkataan itu, sontak membuat Karina menjadi ingat tentang statusnya yang masih menjadi istri seorang Andrew Jhanson yang saat ini berada di Amerika bersama dengan ayahnya.


Mendengarkan perkataan itu karena hanya tersenyum karena dia tidak mau mengumbar kehidupan pribadinya kepada siapapun yang dia temui di Pulau itu.


Sekarang hidup Karina hanya ingin untuk mengabadikan dirinya kepada masyarakat yang membutuhkannya. Dia ingin fokus untuk menolong warga di tempat itu yang buta huruf dan juga tidak mengerti tentang ilmu pengetahuan modern.


Kadang untuk mendapatkan akses kesehatan warga harus berjuang setengah mati untuk bisa mencapainya.


Karina dengan dibantu oleh ibunya yang juga menginginkan untuk menanamkan amal kebaikan sebelum dia meninggal setiap bulan selalu mengirimkan banyak sekali obat-obatan untuk Klinik yang dikelola oleh Karina. Bahkan alat-alat kesehatan sederhana pun sekarang sudah lengkap ada di klinik milik Karina yang di kirimkan oleh Ibunya.


Karina benar-benar sangat bahagia sekali dengan semua pencapaian yang telah dia dapatkan selama berada di tempat itu.


Akses jalan sudah mulai diperbaiki karena selain Karina memberikan layanan kesehatan dan juga pendidikan gratis untuk warga di sana. Karina juga meminta kepada beberapa temannya yang ada di Jakarta dan luar negeri untuk menyuarakan tentang keadaan tempat itu yang begitu terisolir kepada pemerintah pusat sehingga mendapatkan bantuan jalan dan juga penerangan.


Semua warga yang ada di tempat itu merasa sangat berterima kasih kepada Karina atas usaha kerasnya yang luar biasa sekali. Berkat bantuan Karina banyak warga yang kesehatannya semakin membaik dan juga mulai tertolong.


Karina sangat bahagia sekali karena kehadirannya di tempat itu begitu dihargai dan begitu diterima oleh semua orang. Sehingga membuat dia lupa dengan masalah dirinya sendiri. Tentang kehidupannya sendiri yang penuh dengan onak duri dan juga penuh dengan penderitaan.


Sore itu setelah semua tugas-tugasnya di klinik selesai, Karina pun bersiap untuk kembali ke rumahnya yang sederhana yang dibangun dengan bantuan warga.


" Ah senangnya berbaring di atas ranjang! Memang kenikmatan yang terbesar adalah ketika kita betul-betul membutuhkannya dan kita mendapatkan nya dengan mudah!" ucap Karina sambil membaringkan tubuhnya di ranjang sederhana yang sudah menemani dia hampir beberapa bulan lamanya selama dia menetap di tempat itu.

__ADS_1


Di saat Karina sudah mulai hampir terlelap tiba-tiba saja pintu rumahnya diketuk oleh seseorang.


" Dokter Karina! Dokter, tolonglah! Istriku mau melahirkan dokter!" ucap seseorang di balik pintu lama-lama terdengar oleh Karina yang saat ini sedang menapaki alam mimpi.


" Dokter tolonglah dokter! Tolong selamatkan istriku! Kalau tidak dia bisa mati!" ucap pria itu lagi tanpa lelah dan masih berusaha untuk membangunkan Karina yang masih begitu kelelahan. Karena baru saja dia sampai di rumahnya dan baru saja dia hendak memejamkan matanya.


" Dokter Tolonglah Dokter! Aku mohon padamu! Tolong selamatkan anak dan istriku dokter!" ucap laki-laki itu mulai putus asa.


Sontak Karina pun terbangun dari tidurnya dan kemudian dia mengambil jaket dan juga peralatan medisnya untuk kemudian pergi bersama laki-laki itu yang merasa bahagia melihat Karina yang bersedia membantunya.


" Maafkan saya dokter karena sudah mengganggu anda malam-malam begini!" ucap laki-laki itu dengan wajah pucat dan merasa bersalah karena sudah mengganggu Karina.


Karina yang saat itu masih mengantuk dan kelelahan, dia tampak terus menguap dan berkali-kali tersandung batu karena matanya yang sebentar-sebentar terpejam karena kantuk yang luar biasa.


Begitu sampai di rumah laki-laki itu, Karina meminta izin kepadanya untuk membasuh mukanya terlebih dahulu. Hanya sekedar untuk mengusir rasa kantuk yang begitu menyerang matanya.


Laki-laki itu pun dengan begitu pengertian membuatkan kopi dan juga menghidangkan beberapa makanan sederhana untuk Karina agar dokter itu bisa kembali fresh untuk bisa menolong istri dan anaknya yang saat ini sedang butuh pertolongannya.


Karina yang saat itu memang membutuhkan kopi dia langsung menyambar Kopi tanpa berpikir panjang agar bisa kembali membuat matanya melek sehingga dia bisa menolong Ibu dan anak itu dengan lebih maksimal.


Karina dengan dibantu oleh mertua dari wanita yang saat ini sedang berjuang untuk melahirkan anaknya. Dia pun kemudian berhasil menolong Ibu muda itu yang tampak begitu bahagia melihat kehadiran anaknya yang telah ditunggu-tunggu sekian lama.


Tampak bulir air mata mengalir di mata Karina ketika dia melihat kelahiran bayi yang begitu mungil dan sangat tampan.


" Ya Allah Alhamdulillah aku telah berhasil menolongnya semoga kau melimpahkan kebaikan untuk diriku dan juga untuk mereka!" doa Karina dengan begitu sendu ketika dia melihat bayi mungil itu yang sekarang sedang menyusu kepada ibunya.


Karina mengingat tentang nasibnya sendiri yang tidak bisa memiliki anak karena penyakit yang dia derita. Sehingga membuatnya harus rela terdampar di tempat yang begitu tegas oleh dari peradaban manusia.


Setelah merasakan bahwa semuanya sudah terkontrol dan dalam kondisi baik. Karina pun kemudian izin kepada keluarga itu untuk kembali ke rumahnya karena dia benar-benar sangat lelah dan ingin sekali beristirahat.


Suami perempuan itu benar-benar berterima kasih kepada Karina. Karena sudah mau untuk membantu istri dan anaknya melewati hari bersejarah dalam hidup mereka.


" Terima kasih banyak dokter! Terima kasih banyak! Atas kebaikan anda yang begitu mulia! Saya berdoa semoga Allah akan melimpahkan segala kebaikan kepada anda!" ucap pria tersebut dengan menitikan air mata keharuan karena akhirnya setelah menunggu bertahun-tahun lamanya Mereka melihat kelahiran Putra mereka yang begitu tampan.


" Iya Pak sama-sama semoga anak itu kelak akan menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa dan bisa membahagiakan kedua orang tuanya!" ucap Karina sambil tersenyum kepada laki-laki itu yang benar-benar merasa berterima kasih kepadanya.


Setelah berpamitan kepada keluarga itu, Karina pun kemudian kembali menuju ke rumahnya dengan mengendarai sepeda ontel miliknya yang dia dapatkan dari kepala desa yang merasa kasihan kepada Karina yang selalu berjalan kaki untuk menjalankan tugasnya mengabdi di tempat itu.


Karina benar-benar merasa bersyukur dengan pemberian itu walaupun hanya sepeda ontel biasa dan sederhana tetapi sepeda itu yang telah menemaninya dengan Setia untuk menjalankan tugasnya di tempat itu.

__ADS_1


Begitu sampai di rumah, Karina pun langsung membersihkan tubuhnya. Karena tadi dia telah menolong orang yang melahirkan. Jadi dia mandi dengan bersih dan mengganti pakaiannya yang terkena noda darah.


Karina merasa bahagia sekali karena kembali Dia telah menyelamatkan nyawa seseorang yang membutuhkannya. Sungguh! Karina bahagia sekali karena kehadirannya di tempat itu benar-benar seperti oase yang sangat dibutuhkan oleh warga dan Karina sangat bahagia dengan hal itu.


__ADS_2