
Mereka pun kemudian berangkat ke Belanda untuk melakukan bulan madu sesuai dengan keinginan Edward yang memberikan hadiah pernikahan untuk putranya dan juga menantunya.
Edward yang baru tahu kalau mantan istrinya ternyata masih hidup dan saat itu sedang berada di rumah sakit miliknya dan hendak di operasi olehnya pula. Tetapi sekarang Edward dengan mata kepalanya sendiri sudah melihat kematian mantan istrinya telah menjalani operasi di tangan nya. Walaupun terasa berat tetapi Edward tetap berusaha mengikhlaskan dan memaafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh ibunya Andrew.
" Selamat jalan dan selamat menikmati bulan madu kalian berdua. Hubungilah papa kalau kalian sudah sampai di Belanda!" ucap Edward ketika mengantarkan mereka berdua ke bandara untuk terbang ke Belanda.
Terlihat Cakra yang masuk ke bandara juga. Edward hanya menatap laki-laki yang ternyata sekarang berstatus suami dari mantan istri yang selama ini dia anggap sudah meninggal tapi ternyata masih hidup.
Edward sudah tidak mau mengingat tentang masa lalunya bersama sang mantan istri. Walaupun beberapa kali Andrew bertanya tentang hal itu. Tetapi Edward memutuskan untuk menutupnya di dalam hati dan tidak akan pernah membukanya lagi. Karena dia tidak mau mengganggu ketenangan mantan istrinya yang sekarang sudah meninggal dengan mengingat-ingat kejadian masa lalu yang sudah tidak penting baginya.
" Selamat dokter Andrew atas pernikahan kalian. Mohon maafkan ketika pernikahan kalian Saya tidak datang. Karena saya harus mengurus banyak sekali hal tentang istri saya yang baru meninggal beberapa waktu yang lalu!" ucap Cakra sambil bersalaman dengan Andrew yang tersenyum kepadanya.
Ya! Andrew benar-benar merasa berterima kasih kepada Cakra yang selama ini telah mendampingi dan menemani ibunya dalam menghadapi penyakit yang begitu mematikan dan sampai akhirnya ibunya menghembuskan nafas yang terakhir dalam senyum bahagia.
Andrew dan Edwart waktu itu datang ke pemakaman Melisa yang di lakukan di Amerika. Sebenarnya Cakra berniat untuk membawa jenazah Melisa ke Indonesia. Agar bisa dimakamkan di dekat keluarganya. Akan tetapi Andrew meminta kepada Cakra agar jenazah ibunya dimakamkan di Amerika saja. Supaya dia dan ayahnya bisa berkunjung ke makam sang Ibu tercinta yang baru dia tahu setelah sekian lama.
" Sama-sama Dokter. Melisa adalah istri saya dan saya sangat mencintai dia. Jadi soal menemani dia adalah tanggung jawab saya sebagai seorang suami. Saya rasa tidak perlu ada terima kasih diantara kita berdua untuk masalah itu!" ucap Cakra sambil tersenyum kepada Edward dan juga Andrew yang merasa bersyukur sekali di dalam sisa usia Melisa, orang yang pernah dan mereka cintai hidup bersama dengan pria sebaik Cakra.
" Kalau laki-laki lain berada di posisi anda saat ini, pasti sudah meninggalkan Melisa begitu saja. Akan tetapi anda begitu gagah perkasa, tetap mendampinginya hingga titik terakhir. Saya sebagai mantan suaminya benar-benar sangat salut dengan kehebatan anda!" ucap Edward sambil tersenyum kepada Cakra yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Kami berdua menghadapi waktu yang sulit bersama-sama. Saya rasa kebersamaan saya dengan Melisa adalah takdir yang memang ditentukan oleh maha kuasa. Baiklah dokter saya harus segera mengejar penerbangan saya ke Indonesia dan selamat sekali lagi untuk pernikahan anda bersama dengan istri Anda! Semoga kalian berdua akan selalu bahagia dan mempunyai keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah!" setelah berpamitan kepada Edward Andrew dan juga Dokter Karina Cakra kemudian masuk ke dalam ruang tunggu di mana pesawat yang dia tumpangi akan membawanya terbang ke Indonesia untuk bertemu dengan keluarganya yang saat ini sedang berkumpul di sana.
__ADS_1
Dokter Andrew dan dokter Karina kemudian masuk ke dalam pesawat. Setelah panggilan penerbangan akan segera dilaksanakan.
" Apakah kau selama ini tidak pernah bertemu dengan ibumu?" tanya Karina ketika mereka sudah berada di dalam pesawat dan siap untuk terbang ke Belanda.
" Aku baru bertemu dengan beliau. Belum lama ini kok. Kejadiannya ketika ibuku hendak menjalani operasi di rumah sakit ayahku. Sebelumnya hampir lebih dari puluhan tahun aku tidak pernah bertemu dengan ibuku yang awalnya aku kira sudah meninggal!" ucapkan bro menjelaskan segala hal tentang ibunya kepada istrinya yang sekarang telah resmi.
" Pasti sangat sulit untukmu dan juga ibumu. Setelah lama sekali kalian tidak bertemu dan tiba-tiba harus berpisah lagi dalam keadaan yang sangat menyedihkan seperti itu. Ibumu juga pasti kesulitan untuk bisa berdamai dengan masa lalu di antara dia dan ayahmu!" ucap Karina sambil mengelus telapak tangan Andrew yang saat ini ada dalam genggaman tangannya.
Sejak pernikahannya bersama dengan Karina, Andrew sudah berjanji bahwa dia akan menyerahkan hatinya secara utuh kepada istrinya dan akan melupakan benar-benar kisah cintanya bersama dengan Siska yang kandas dan karam karena keadaan.
" Entahlah sayang. Aku juga tidak tahu tentang masa lalu mereka. Aku sampai saat ini tidak mengingat sama sekali, apa yang terjadi dan kenapa mereka sampai berpisah. Ah, entahlah! Sudahlah lupakan saja!" tampak dokter Andrew yang matanya berkaca-kaca.
Bagaimana tidak? Dia merasa sedih karena ketika dia ingin mengingat tentang ibunya, tidak ada yang bisa dia ingat. Karena dia memang benar-benar sudah lupa segala hal tentang ibunya.
Pada saat pemakaman Ibunya dan melihat sang ayah yang menangis di samping jenazah ibunya. Seketika hal itu menyadarkan Andrew bahwa wanita itu ternyata memang benar-benar ibu kandungnya yang selama bertahun-tahun selalu dia tangisi dan dia doakan karena dia anggap sudah meninggal.
Begitu mereka sampai di Belanda. Mereka langsung menuju hotel yang sudah dipesan oleh Edward untuk menyempurnakan bulan madu mereka berdua.
Andrew benar-benar sangat berterima kasih kepada ayahnya yang telah begitu sempurna mempersiapkan semua hal untuk dirinya.
" Papah benar-benar memberikan yang terbaik untuk kita berdua. Lihatlah view dan juga kamar hotel ini yang benar-benar sangat luar biasa!" ucap Dokter Karina yang tampak begitu excited dengan kamar yang ditempati oleh mereka berdua.
__ADS_1
Andrew hanya bisa melihat kebahagiaan di wajah Karina. Wanita baik, bersahaja dan juga sederhana. Wanita yang selama ini selalu mencintainya dalam diam dan menjaga hatinya dari laki-laki lain karena telah memutuskan untuk jatuh cinta kepada dirinya yang saat itu sedang merasa mencintai Siska.
Andrew memeluk Karina yang saat ini sedang mempersiapkan dan juga membereskan pakaian mereka di lemari yang disediakan oleh pihak hotel.
" Kita akan berada di kamar ini atau akan berjalan-jalan untuk mengelilingi negara cantik ini?" tanya Andrew sambil menyesap aroma tubuh istrinya yang telah menjadi kesukaannya dan juga favoritnya sejak pernikahannya dengan Karina.
" Tampaknya untuk sementara kita harus beristirahat dulu sayang dan tentu saja, kita membereskan hal yang belum dibereskan." ucap Karina tersenyum nakal kepada Andrew yang merasa bingung dengan perkataannya.
" Maksudnya?" tanya Andrew begitu polos.
Melihat ekspresi dan raut wajah Answer, seketika membuat Karina menjadi gemes di buatnya. Bagaimana mungkin ada seorang pria dewasa seperti Andrew yang tidak mengerti apa yang dia maksudkan pada saat mereka berdua berbulan madu?
" Hmmm apa ya?" tanya Karina dengan tatapan nakalnya mencoba untuk memancing suaminya. Apakah mengerti dengan yang dia maksudkan sejak tadi.
Andrew yang sebenarnya sedang menggoda sang istri tercinta. Dia hanya bisa tertawa melihat kelakuan istrinya yang begitu menggemaskan dan membuat dia jadi ingin menenggelamkan Karina ke lautan cintanya yang saat ini sedang bersemi dengan begitu indah dan sedang mekar-mekarnya.
Andrew sekarang bahkan merasa konyol ketika dia mengingat kembali tentang semua perasaannya terhadap Siska yang selama ini dia pelihara selama bertahun-tahun lamanya.
" Kamu nakal ya, dari tadi godain terus! Awas saja aku pasti kasih hukuman yang berat buat kamu!" ucap Andrew gemas yang langsung menggelitiki pinggang Karina dan kemudian membawa istrinya ke ranjang.
Akhirnya mereka berdua menikmati malam pertama mereka sebagai suami istri yang harus tertunda selama tiga hari lamanya. Karena kelelahan pasca mengadakan pernikahan yang begitu mewah, membuat mereka pada akhirnya selalu lupa dan menunda acara untuk menyempurnakan pernikahan mereka berdua.
__ADS_1
Andrew mencium kening Karina. Karena dia merasa bangga dengan istrinya yang ternyata masih bersegel. Tidak di sangka, wanita seperti Karina yang hidup bertahun-tahun di Amerika sendirian. Ternyata masih bisa menjaga hal yang paling berharga sebagai seorang wanita dan kini dipersembahkan kepada suaminya yang tercinta.