
Keesokan paginya Andreas kemudian langsung berangkat ke apartemen Alexis. Untuk mengantarkan wanita itu yang akan melakukan syuting di luar kota.
Saat dia sampai di apartemen milik Alexis. Andreas masih melihat Alexis yang masih terlelap di atas ranjangnya.
" Bagaimana ini? Apakah aku harus bersikap pura-pura dan tidak mengetahui tentang kejadian tadi malam? Atau ini akan menjadi kesempatan untuk aku bisa mengakui apa yang sudah terjadi tadi malam di antara kami?" tanya Andreas benar-benar merasa sangat frustasi dengan apa yang terjadi.
Akan tetapi Andreas kemudian memutuskan untuk melupakan hal itu. Dan berharap semoga hal itu tidak akan mempengaruhi pekerjaannya dengan Alexis.
" Nona, ayo cepat bangunlah! Kita harus segera berangkat ke luar kota untuk pekerjaanmu di sana!" ucap Andreas yang tampak begitu kesulitan untuk bernafas saat dia melihat gaun Alexis yang tadi malam dia pakaian kepadanya sekarang malah tersingkap ke atas dan menampilkan paha mulus milik Alexis yang membuat Andreas seketika mengingat tentang kejadian tadi malam antara dirinya bersama Alexis.
" Oh God! Sadarlah Andreas! Bahwa semua ini tidak benar!" ucap Andreas yang mulai merasa frustasi dan juga canggung ketika melihat Alexis yang mulai membukakan matanya sambil memicing.
Melihat Alexis yang merasa silau dengan matahari yang masuk melalui jendela kamar nya. Andreas pun kemudian menghalangi sinar itu dengan tubuhnya agar sinar matahari itu idak mengganggu pandangan Alexis yang masih berusaha menyesuaikan matanya dengan sinar yang masuk ke dalam ruangan nya.
" Apa sudah siang? Aih, Kepalaku pusing sekali Andreas. Apa kau bisa membuatkanku sup anti pengar?" tanya Alexis yang benar-benar merasa pening kepalanya.
Alexis sekilas mengingat tentang kejadian tadi malam di saat dirinya dan sedih karena Farel yang selalu menolak dan juga menghina dirinya. Sekilas Alexis mengingat saat dirinya bersama dengan seorang laki-laki.
Dia pun merasakan ada sesuatu yang ganjil dengan area sensitifnya. Akan tetapi dia tidak ingat dengan siapa dia melakukan hal tersebut. Karena ingatannya sama seperti puzzle yang sangat sulit untuk disatukan.
Alexis kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan melihat sekujur tubuhnya yang penuh dengan kiss mark akibat perbuatan Andreas tadi malam.
" Aih, ternyata benar Ingatanku bahwa aku tadi malam bercinta dengan seorang laki-laki. Tapi, Siapa laki-laki yang bersamaku? Kenapa aku tidak mengingat wajahnya?" monolog Alexis benar-benar merasa frustasi dengan apa yang terjadi padanya tadi malam.
Dwngan perasaan kesal Alexis pun akhirnya memutuskan untuk segera membersihkan tubuhnya dan akan bertanya kepada Andreas apa yang terjadi kepada dia tadi malam.
Setelah selesai mandi alexisme kemudian mengganti pakaian dan dia terkejut ketika melihat Andreas berada di kamarnya.
__ADS_1
" Ya ampun! Andreas! Kenapa kau begitu senyap ketika berada di dalam kamarku? Aku jadi tidak tahu dengan keberadaanmu di sini!" ucap Alexis merasa benar-benar sangat kaget ketika melihat Andreas yang begitu terkesiap melihatnya yang hanya menggunakan handuk.
" Maafkan aku nona mungkin karena Nona sedang fokus dengan mandi maka tidak mendengarkan ucapanku dari tadi!" siap Andreas yang benar-benar sangat canggung ketika berhadapan dengan Alexis yang saat ini hanya menggunakan handuk saja.
Alexis kemudian pergi menuju walk in closed miliknya. " Andreas! Di mana gaunku yang berwarna merah yang kemarin aku beli?" tanya Alexis sambil menolehkan wajahnya ke arah Andreas yang sejak tadi tanpa kesulitan bernafas karena melihat Alexis seperti itu.
Andreas pun kemudian langsung mendekati Alexis dan memberikan gaun yang diinginkan oleh wanita itu.
" Ini nona! Pakaian anda!" Andreas pun kemudian menyerahkan gaun tersebut kepada Alexis.
" Terima kasih kau boleh keluar dari kamarku sekarang juga!" ucap Andreas yang masih tampak begitu pesona melihat lekuk tubuh Alexis yang luar biasa molek dan seksi hanya dalam balutan handuk saja.
Seketika membuat kepala Andreas mengingat kejadian tadi malam di mana dirinya telah mencicipi tubuh Alexis yang telah membuat dirinya menggila karena wanita itu.
Karena pikiran yang tidak fokus dan juga perasaan yang begitu canggung saat berhadapan dengan Alexis. Akhirnya membuat Andreas pun kesandung dan menimpa tubuh Alexis yang merasa terkejut dengan hal itu.
Andreas benar-benar frustasi dengan kejadian itu kepala atas dan bawah sama-sama pusing di buatnya.
Setelah mereka selesai melakukannya, Alexis pun kemudian menatap Andreas dengan lekat.
" Laki-laki yang tadi malam bercinta denganku adalah kamu kan?" tanya Alexis kepada Andreas yang sontak merasa terkejut karena sudah tertangkap basah.
Andreas tanpa kesulitan untuk menjawab pertanyaan itu, " Maafkan saya Nona. Saya tidak bermaksud untuk memanfaatkan anda. Tadi malam Anda mabuk berat ketika Saya hendak keluar dari kamar ini, anda malah menarik saya dan memaksa saya untuk melakukan hal seperti ini! Saya juga tidak kuasa untuk menolak keinginan anda. Saya mohon maaf Nona! Tolong jangan jadikan ini alasan untuk memecat saya. Karena saya benar-benar sangat membutuhkan pekerjaan ini!" ucap Andreas dengan wajah memelas.
Alexis menatap Andreas dengan begitu loh kak dari ujung rambut hingga ujung kakinya.
" Ayo bersiap-siaplah kita segera berangkat ke luar kota. Mulai sekarang kau akan menjadi kekasihku dan juga Manager ku!" ucap Alexis yang kemudian kembali masuk ke kamar mandi untuk membersihkan sisa percintaan mereka berdua.
__ADS_1
Andreas sangat terkejut mendengarkan ucapan dari Alexis tentang menjadikan dirinya sebagai kekasihnya.
" Anda serius nona?" tanya Andreas seperti tidak percaya dengan pendengarannya.
Alexis hanya menanggapi ucapan Andreas dengan menganggukkan kepalanya dan melanggar begitu saja ke dalam kamar mandi dengan tubuh polosnya.
Andreas kemudian mengikuti Alexis ke dalam kamar mandi dan kembali mengulang percintaan mereka berdua. Akhirnya hari itu mereka tidak jadi pergi ke luar kota karena mereka lebih sibuk untuk bercinta di atas ranjang. Seakan mereka pengantin baru yang sedang honey moon.
" Telepon lah pihak production house di luar kota bahwa kita akan datang besok," ucap Alexis yang saat ini berada dalam pelukan Andreas yang tampan dan tidak kalah keren dari Farel. 'Farel?' mengingat nama Farel seketika membuat Alexis menjadi sedih kembali hatinya.
Andreas yang sedang sibuk menelpon pihak production house yang berada di luar kota pun tampak mengurutkan pentingnya melihat Alexis yang tampak tidak seneng wajahnya.
Setelah selesai dengan teleponnya Andreas kemudian mendekati Alexis dan bertanya tentang perasaan wanita itu.
" Kenapa sayang?" tanyanya merasa penasaran.
" Tidak apa-apa! Oh ya ingatlah ketika kita berada di depan publik jangan coba-coba kau mengklaim dirimu sebagai kekasihku!" ucap Alexis pada Andreas yang merasa bingung dengan apa yang dia katakan.
" Kenapa?" tanyanya bingung.
" Kalau kau mengaku sebagai kekasihku. Maka otomatis popularitasku akan turun di dunia hiburan. Bisa-bisa film-film ku tidak akan laku lagi pasaran! Masa kau tidak paham? Aku dan kamu sepasang kekasih. Ketika kita berdua berada di kamar ini. Apa kau mengerti?" tanya Alexis sambil menatap tajam ke arah Andreas yang masih belum mengerti dengan keinginan kekasihnya.
Setelah selesai mandi Alexis kemudian kembali menggunakan pakaian yang tadi dilepaskan oleh Andreas untuk mereka bercinta di walk in closed. Ah, Alexis merasa bahwa dirinya benar-benar telah gila bahkan sampai bercinta dengan manajernya sendiri.
Karena kesibukanya selama ini. Sehingga membuatnya kesulitan untuk menemukan laki-laki yang bisa membuatnya melupakan Farel. Alexia pikir, Andreas pun cukup lumayan, tidak terlalu jelek dan dia tidak bermasalah untuk menjadikan laki-laki itu sebagai pelampiasan hasratnya akan belaian seorang lelaki tampan.
' Sudahlah tidak masalah dengan hal itu. Toh dia juga wanita yang cantik dan juga kaya raya. Siapa tahu suatu saat dia akan luluh hatinya dan benar-benar mencintaiku dan akhirnya kami bisa menikah.' batin Andreas memberikan sugesti positif ke dalam dirinya sendiri agar bisa memahami apa yang diinginkan oleh Alexis terhadap hubungan mereka berdua.
__ADS_1
Bagaimanapun Andreas juga mengerti dan sadar tentang pekerjaannya sebagai manajer Alexis dan dia tidak mau kalau sampai pekerjaan itu hilang dari tangannya.
' Zaman sekarang sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Apalagi pekerjaan yang menghasilkan gaji yang begitu besar. Selain itu Nona Alexis juga tidak sulit untuk ditangani. Tidak seperti artis-artis lainnya yang terlalu banyak rewel dan terlalu banyak mau. Anggap saja tubuhnya dan hubungan kami sebagai bonus dari pekerjaanku yang baik!' batin Andreas untuk membuat hatinya senang.