
Farel merasa sangat sedih mendengarkan esak tangis Siska yang saat ini berada di dalam kamar mandi.
" Aku benar-benar seorang laki-laki yang sudah gagal. Karena aku sudah membuat istriku begitu sedih karena apa yang telah aku lakukan. Ya Tuhan!! tolong bantu aku untuk lepas dari Rosa Mandalika. Wanita itu, Sepertinya dia sedang berusaha untuk menghancurkan rumah tanggaku!" Farel menangis dalam kehancuran hatinya.
Karena Farel merasa bahwa Siska sudah terlalu lama di kamar mandi. Dia pun kemudian mengetuk pintu kamar mandi. Sebelumnya dia sudah menghapus air matanya agar Siska tidak tahu bahwa dirinya telah menangis.
" Sayang!! Apakah sudah selesai? Aku ingin mandi dulu!" ucap Farel dengan suara yang agak serak karena dia menangis sejak tadi.
Siska yang mengetahui bahwa saat ini Farel sedang berada di kamar segera menghapus air matanya agar Farel tidak melihat kesedihan yang sedang dia rasakan.
" Ya, tunggulah sebentar sedikit lagi!" ucap Siska yang kemudian menghapus air matanya.
Siska tidak menginginkan kalau sampai Farel melihat bahwa dirinya sedang menangis.
Siska pun kemudian keluar dengan senyum yang dia paksakan.
" Sudah, mandilah! Aku akan mencarikan pakaianmu dulu!" ucap Siska yang berusaha untuk menghindari Farel karena dia tidak mau kalau sampai Farel melihat matanya yang sembab karena terlalu banyak menangis.
Akan tetapi tiba-tiba saja Farel memeluk Siska dari belakang. Siska hanya bisa memejamkan matanya meresapi cinta yang diberikan sang suami.
" Maafkan Aku karena aku sudah membuat kamu harus mengalami kesedihan semacam ini. Aku suami yang gagal! Tapi percayalah padaku! Aku akan berusaha terus untuk membahagiakanmu!" ucapan Farel sukses membuat hati Siska menjadi sedih dan terharu setengah mati.
" Kau bicara apa? Aku bahagia bersama kamu. Kamu adalah suami terbaik yang pernah aku tahu. Aku yang telah gagal menjadi istri kamu. Di saat kamu sedang kesulitan, kau bahkan tidak mencariku. Itu artinya bahwa kau tidak percaya denganku bukan?" tanya Siska dengan suara yang gemetar karena sedih yang luar biasa.
Farel menggelengkan kepalanya sekuat mungkin, " Bukan!! Aku hanya tidak mau menjadi bebanmu. Aku tidak mau kamu berpikir bahwa aku laki-laki yang tidak kompeten. Aku tidak mau kamu melihat kelemahanku! Aku mau selamanya Kau ingat bahwa suamimu adalah laki-laki yang hebat dan tak terkalahkan!" ucapan Farel benar-benar membuat hati Siska sangat terenyuh dan sedih luar biasa.
__ADS_1
" Apa kau tahu?? Aku sangat beruntung menjadi istrimu karena hingga saat ini kau tidak pernah menyusahkanku!" ucap Siska sambil membalikkan tubuhnya akan tetapi para tidak mengizinkan Siska untuk melihat wajahnya saat ini.
" Tetaplah seperti ini sayang! Karena aku tidak mau kau melihatku dalam keadaan lemah!" ucapan Farel benar-benar membuat hati Siska terenyuh dan merasakan kepedihan yang saat ini sedang dirasakan oleh Farel.
" Aku ingin kita melewati semua kesulitan bersama-sama. Tolong! Jangan perlakukan aku seperti orang asing dengan kau selalu menyembunyikan kesulitanmu dariku! Aku ingin Akulah orang pertama yang mengetahui penderitaan maupun kesakitan kamu. Aku juga ingin menjadi orang pertama yang mengetahui kebahagiaanmu!" ucapan Siska benar-benar sukses membuat Farel meleleh dalam cinta Siska yang amat dalam serta tulus untuknya.
Farel tahu bahwa dirinya telah beruntung karena mendapatkan Seorang Istri sebaik Siska yang rela melakukan apapun untuk membantunya lepas dari krisis.
Akan tetapi Farel pun tidak mampu kalau harus selalu menyusahkan Siska untuk masalah yang selalu membuat kepalanya pening dan sakit.
" Tolong percaya sama aku! Aku akan segera menyelesaikan masalah Mandalika group dan kita akan kembali hidup normal seperti sedia kala!" ucapan Farel benar-benar membuat Siska merasa bahwa suaminya memang tidak mempercayainya.
" Aku hanya ingin menjadi bagian dari kesulitanmu. Apakah itu sangat susah?" tanya Siska sambil menatap wajah Farel yang saat ini sedang menangis sedih.
Siska selama ini selalu melihat Farel sebagai sosok yang tegar dan kuat melihat air mata mengalir di pipi sang suami membuatnya merasa terhiris.
Suami istri yang saling mencintai itu pun akhirnya larut dalam kasih dan sayang yang selama ini selalu mereka curahkan. Bibir mereka bertaut satu sama lain, cukup lama.
" Mandilah!! Aku yakin airnya pasti sekarang sudah kembali dingin!" ucap Siska dengan tawanya yang kembali pecah.
Farel pun tertawa dengan kelakuan mereka yang saat ini sedang sama-sama meneteskan air mata dan menumpahkan rasa cinta mereka.
" Sayang! Bagaimana kalau kita mandi sama-sama saja??" tanya Farel dengan senyum tanggalnya yang dulu selalu diberikan oleh Farel untuk Siska.
" Sebentar lagi Subuh sepertinya kalau kita tidur pun pasti akan sulit untuk bangun nanti di pagi hari. Alangkah baiknya kita ibadah sama-sama saja! Biar nanti bisa mandi bersama sebelum sholat shubuh." Farel terbelalak mendengarkan ucapan sang istri yang terkesan nakal karena menggodanya.
__ADS_1
" Ya ampun!! Kau semakin nakal sayang!" Farel tertawa dengan apa yang di lakukan Siska.
Siska berjanji bahwa dia akan selalu mendamping Farel dalam situasi apapun juga. Gak perduli apapun yang akan terjadi.
" Baiklah Nyonya Handoyo!! Mari kita beribadah yang paling nikmat di dunia ini!" setelah mengatakan hal itu, Farel langsung mengangkat tubuh Siska ke atas ranjang.
Dini hari itu, saat udara semakin dingin. Mereka berdua bergelut dalam cinta kasih yang amat besar di antara keduanya.
Farel merasa bahagia sekali karena akhirnya masalah antara dirinya dengan istri selesai dan tidak ada lagi kesalahpahaman di antara keduanya.
" Aku berjanji mulai sekarang setiap masalah aku pasti akan meminta pendapat kamu!" janni Farel yang langsung dianggap oleh Siska yang merasa bahagia akhirnya suami yang mengerti bahwa dia hanya ingin dihargai sebagai istrinya.
" Aku sedih sekali ketika memikirkan bahwa kau tidak peduli denganku dan tidak menginginkan aku lagi!" ucap Siska sambil memainkan dada Farel yang selalu menjadi kesukaannya.
" Geli sayang!" protes Farel yang hanya bisa pasrah dengan apapun yang dilakukan istrinya kepada dirinya.
Setelah puas bercinta di pagi buta, keduanya kemudian mandi bersama di kamar mandi dan setelah itu sholat shubuh bersama.
Setelah selesai salat subuh Mereka pun memutuskan untuk tidur sejenak. Setidaknya selama beberapa jam cukup untuk mereka bisa mengembalikan stamina setelah bercinta tadi.
Kebahagiaan akan selalu diperjuangkan oleh keduanya dan selama masih ada cinta di hati keduanya. Maka semua masalah pasti akan bisa diselesaikan dengan kepala dingin.
" Jangan pernah meragukan cintaku untukmu karena selamanya Kau akan menjadi mersesuar di dalam hidupku!" ucap Siska sambil menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan sang suami yang selalu menjadi tempat ternyaman di dalam hidupnya.
Farel bisa merasakan betapa besarnya cinta Siska untuknya dan dia benar-benar beruntung mendapatkan cinta seperti itu dari gadis urakan yang mempesona seperti Siska.
__ADS_1
" Gadis urakan yang mempesona yang telah menaklukkan Farel Handoyo. Apa kau tahu?? aku waktu pertama kali melihat profilmu di media sosial benar-benar langsung jatuh cinta!" Akhirnya Farel mengakui bahwa dirinya memang telah terpesona kepada Siska dari pandangan pertama.