Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
30. Masakan Farel


__ADS_3

Farel kemudian pergi ke dapur dan memasak untuk Siska lebih tepatnya untuk mereka berdua. Karena Farel pun belum makan malam sama seperti Siska..


" Wah kau sangat hebat! Mungkin aku bisa belajar memasak darimu suatu saat nanti. Aku tidak menyangka kalau kau adalah paket sempurna yang dikirimkan Tuhan untukku. Aku tidak tahu, punya karma baik apa di masa lalu sehingga Tuhan mengirimkanmu sebagai calon suamiku!" ucap Siska sambil tersenyum kepada Farel.


Pesona seorang Farel memang sangat sulit untuk bisa ditolak. Walaupun berkali-kali Siska berusaha untuk menghindari Farel tetap saja usaha laki-laki itu untuk meluluhkan hatinya memang layak untuk diacungi jempol.


" Ketika kita menikah kau tidak usah masak. Aku akan mencarikan seorang juru masak terbaik yang akan memberikan makanan enak setiap hari untuk kita dan juga anak-anak kita!" Ucap Farel mengulas senyum kepada Siska yang langsung tersipu malu.


" Aku akan mandi dulu. Kau teruskan saja masaknya!" ucap Siska meninggalkan Farel yang masih fokus dengan masakannya.


Siska yang benar-benar merasa malu ketika mendengarkan Farel membicarakan tentang anak dan sebagainya. Tentang masa depan mereka suatu saat nanti. Ketika mereka telah resmi menjadi suami istri.


" Ya ampun bisa-bisanya dia dengan santai berbicara tentang anak. Bagaimana mungkin aku yang masih 17 tahun ini harus sudah memikirkan tentang anak segala?" monolog Siska sambil terus mengipasi wajahnya yang terasa begitu panas dengan kedua tangannya.


Siska pun kemudian bergegas untuk mandi dan salat Isya.


Setelah selesai dia pun mendatangi Farel yang sudah siap dengan makan malam di atas meja.


" Kau mandilah dulu sana. Badanmu bau masakan! Kau bisa menggunakan pakaian ayahku!" ucap Siska saat dia bertemu dengan Farel di meja makan.


" Apakah kau sedang mengundangku untuk menginap di rumah ini, hmmm?" tanya Farel sambil tersenyum usil kepada Siska.


Siska menjadi gugup dibuatnya gara-gara Farel yang terus saja menggodanya sejak tadi.


" Ayolah jangan mulai lagi. Sebentar lagi Paman Steven dan Paman Adrian akan datang kemari kalau melihatmu bau dan jelek begitu, mereka pasti akan memikirkan ulang untuk menjadikanmu sebagai suamiku!" ucap Siska sambil duduk di depan televisi.


" Untuk apa kedua pamanmu itu datang kemarin malam-malam begini?" tanya Farel tampak tidak senang.


" Untuk memberikan private kepadaku tentang pengelolaan perusahaan. Selain itu mereka juga akan menginap di sini. Karena aku tidak berani kalau harus tidur sendirian di rumah sebesar ini. Hanya dengan ditemani oleh pembantu!" ucap Siska.

__ADS_1


Farel terkejut bahwa kedua paman Siska yang super tampan itu ternyata selalu tidur di kediaman wanitanya.


" Kalau kedua pamanmu itu boleh menginap di sini. Bukankah itu artinya aku pun boleh?" tanya Farel dengan senyum menggoda iman para kaum hawa yang melihatnya, termasuk siska tentu saja.


" Mereka itu Pamanku. Sedangkan kau ada orang lain! Tidak bisa dipukul rata seperti itu!" ucap Siska kembali fokus menonton televisi.


" Cepatlah kau mandi nanti makanannya jadi dingin!" ucap Siska kepada Farel.


" Mandilah di kamar utama dan gunakan saja pakaian ayahku yang ada di lemarinya! Pilih saja yang cocok menurut kamu!" ucap Siska tanpa melihat ke arah Farel.


Tanpa menunggu perintah lagi dari Siska, Farel kemudian langsung masuk ke dalam kamar yang ditunjukkan oleh Siska.


Kamar itu adalah kamar utama di rumah kedua orang tua Siska yang sudah meninggal.


Farel memasuki kamar itu dengan hati-hati dan memperhatikan semua yang ada di sana.


" Kedua orang tua Siska ternyata saling mencintai. Terlihat dari foto-foto yang dipajang di kamar ini!" Ucap Farel sambil terus memperhatikan apapun yang ada di dalam kamar itu.


" Kenapa benda ini ada di kamar ini?" tanya Farel merasa bingung ketika dia melihat sebuah kotak musik kuno yang dia kenal adalah peninggalan kakeknya untuk calon istrinya di masa kecil.


Farel kemudian memasukkan kotak musik itu ke dalam jas miliknya. Farel kemudian langsung keluar dari kamar kedua orang tua Siska dengan buru-buru.


" Cepat sekali kau mandinya?!" tanya Siska merasa heran dengan Farel.


Farel terlihat buru-buru dan langsung pergi ke depan pintu untuk menggunakan sepatunya kemudian dia pun berpamitan kepada Siska.


" Maafkan aku tadi ada telepon mendadak dari sekretarisku dan memintaku untuk segera kembali ke kantor! Habiskan makanan itu ya sayang? Supaya kau menjadi sehat dan kuat!" ucap Farel sambil meninggalkan rumah Siska yang masih Bengong di tempat.


" Ya ampun! Ada apa dengan orang itu? Kenapa sikapnya dengan cuaca itu tidak ada bedanya?" ucap Siska yang kemudian menuju meja makan dan menyantap makanan yang tadi dimasak oleh Farel.

__ADS_1


" Wah luar biasa sekali. Makanan ini sangat enak! Tangannya benar-benar diberkati!" ucap Siska merasa sangat kagum dengan Farel yang sangat mahir memasak.


Tidak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi. Tampak pembantu Siska tergopoh dan membuka pintu.


" Apakah keponakanku ada di rumah?" tanya Steven ketika dia masuk ke dalam rumah.


" Ada Tuan Steven. Non Siska saat ini sedang makan di ruang makan!" ucap pembantu Siska yang kemudian langsung pergi ke dapur untuk membereskan alat-alat masak yang tadi digunakan oleh Farel untuk memasak makan malam.


" Wah tampaknya enak nih!" ucap Adrian dengan mata berbinar melihat makanan enak dan lezat yang yang begitu banyak di atas meja.


" Kemarilah paman kita makan bersama!" ucap Siska sambil tersenyum kepada kedua paman tampannya.


" Wahh ada kemajuan rupanya! Keponakan kita sudah pandai memasak!" Puji Steven ketika dia mencicipi masakan yang ada di atas meja.


" Apakah masakannya enak?" tanya Siska dengan wajah berbinar.


" Enak sekali dan sangat luar biasa! Ini adalah makanan kualitas bintang 5!" ucap Adrian sambil memberikan dua jempolnya kepada Siska.


" Kamu hebat sekali karena bisa memasak makanan seenak ini!" Puji Steven tidak kalah dengan Adrian, sang kakak.


Siska tersenyum bahagia sekali melihat pamannya semuanya menikmati makanan yang dimasak oleh Farel.


" Ini masakan Farel bukan masakanku!" ucap Siska mengatakan yang sebenarnya.


" Benarkah? Wah, kau dijamin akan gendut kalau menjadi istri Farel! Lihatlah dia begitu mahir dalam memasak. Dia pasti akan memanjakanmu dengan makanan enak setiap hari!" ucap Adrian sangat bahagia bahwa keponakannya memiliki seorang calon suami yang sangat pintar memanjakan sang keponakan tercinta.


" Entahlah Paman, Siska sampai saat ini masih maju mundur untuk menerima rencana pertunangan itu." ucap Siska yang meletakkan sendoknya dan mulai kehilangan selera makan.


" Kenapa?" tanya Adrian dan Steven dengan kompak.

__ADS_1


" Karena masih ada nama mantan kekasihnya di hati Farel! Aku tidak mau kalau suatu saat Farel kembali kepadanya ketika dia merasa bosan denganku!" ucap Siska merasa sedih.


__ADS_2