Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
87. Persidangan


__ADS_3

Siska saat ini sedang duduk di pengadilan untuk persidangan kasus pembunuhan Ibu mertuanya yang dituduhkan kepada dirinya. Sebagai pelaku dari pembunuhan. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh Amora sebagai saksi utama yang melihat Siska sedang memegang pisau di saat ibu mertuanya sekarat dan meregang nyawa.


" Apakah kamu percaya kalau aku yang sudah membunuh ibumu?" tanya Siska setelah pengadilan selesai ketika dia bertemu dengan Farel yang terlihat diam saja sepanjang pengadilan dilaksanakan.


" Jalani saja prosesnya. Aku percaya kalau kamu tidak akan mungkin membunuh Ibuku. Tetapi semua bukti-bukti semuanya mengarah hanya kepadamu. Aku juga bingung saat ini." Ucap Farel berusaha untuk bersikap biasa saja walaupun sebenarnya hatinya sedang kebab-kebit.


Setelah mendengarkan perkataan Farel, Siska kemudian mengikuti polisi untuk kembali ke penjara karena belum di putuskan hukuman apa yang akan diberikan pengadilan kepada Siska karena pengacara masih meminta banding untuk kasus tersebut.


Bagaimanapun Farel tidak rela kalau istrinya harus dipenjara. Keyakinan Farel mengatakan bahwa Siska hanyalah menjadi korbanbatau telah di jebak oleh pembunuh ibunya yang sesungguhnya yang saat ini masih berada di luar sana.


' Aku berjanji Siska. Aku pasti akan menolong kamu untuk segera keluar dari penjara dan menyeret pembunuhnya ke penjara!' monolog Farel ketika dia melihat Siska yang dibawa oleh Polisi menuju penjara.


Adrian dan Steven mendekati Farel yang tampak meneteskan air matanya karena tidak sanggup untuk membawa pergi sang istri dari penjara tanpa tuduhan sebagai pembunuh ibunya sendiri.


" Saya yakin pembunuh aslinya pasti masih ada di sekitar kita kita harus ekstra untuk menyelidikinya!" ucap Steven sambil menepuk bahu Farel yang terlihat begitu sedih dan lesu.


Siapakah yang tidak akan sedih melihat istrinya menjadi kesakitan apalagi dituduh menjadi pembunuh ibu kandungnya sendiri.


Bahkan sampai saat ini Aaron belum diketemukan oleh team kepolisian maupun oleh detektif yang disewa Farel.


Beban mental Farel saat ini benar-benar sangat berat. Oleh karena itu terlihat Dia sangat sedih.


Hingga saat ini Farel bahkan belum memberitahukan Siska bahwa anak mereka sedang hilang karena dia takut kalau sampai Siska nanti menjadi kepikiran tentang Putra mereka.


" Tolong Paman jangan sekali-kali kau memberitahukan kepada Siska tentang Aaron yang menghilang. Aku akan tetap berusaha untuk mencari Putra kami tanpa harus membebani pikiran istriku!" ucap Farel berusaha untuk meminta tolong kepada Adrian maupun Steven untuk merahasiakan tentang anaknya yang diculik.

__ADS_1


" Baiklah kau jangan khawatir karena kami pun tidak ingin kalau sampai Siska bersedih hatinya karena harus memikirkan begitu banyak masalah yang terjadi dalam hidupnya. saat ini kami berdua pun terus berjuang untuk mencari keberadaan Aaron!" terlihat Adrian begitu sedih Bahkan dia matanya terlihat cekung dan menghitam.


Adrian dan Steven sangat menyayangi Siska berhari-hari mereka berusaha untuk mencari bukti-bukti lain yang akan membantu Siska di pengadilan.


Akan tetapi semuanya nihil karena semua bukti-bukti hanya tertuju kepada Siska sebagai pelaku pembunuhan sang mertua.


Siska pun bingung sekali kenapa bisa hal itu terjadi?


Farel setelah bertemu dengan Siska di pengadilan dan mengantarkan istrinya sampai ke penjara terlihat Farel yang menemui Amora.


Farel ingat kalau wanita yang mengundang Siska apartemen itu adalah Amora jadi dia harus menggali informasi dari wanita itu.


' Aku sangat yakin kalau Amora pasti terlibat di dalam kasus ini. Hingga saat ini ponsel Mamaku belum diketemukan juga. Mungkin setelah aku bisa menemukan ponsel Mamaku semuanya bisa menemukan titik temu." monolog Farel ketika dia sedang berjualan menuju apartemen Amora.


Amora yang bahagia sekali melihat kedatangan Farel terlihat begitu sumrinya menyambut kedatangan laki-laki yang dia cintai.


Farel merasa heran kenapa Amora begitu gugup melihat kehadirannya Tetapi dia berusaha untuk bersikap biasa saja dan wajar sehingga Amora tidak curiga dengan dirinya.


Ketika Amora masuk ke dalam kamarnya. Farel mencoba untuk menelpon ponsel ibunya dan dia sangat terkejut karena mendapatkan ponsel itu ada di dalam apartemen Amora.


" Aneh sekali kenapa ponsel Ibuku bunyinya ada di sini?" tanya Farel benar-benar merasa penasaran dengan apa yang saat ini sedang terjadi.


Ketika Farel sibuk mencari keberadaan ponsel ibunya, tiba-tiba saja Amora sudah ada di sampingnya, sehingga membuat Farel menjadi bingung. Karena Farel takut kalau sampai Amora curiga bahwa dia sedang menyelidiki tentang kematian ibunya.


Farel memutar otaknya untuk membuat Amora sibuk dan tidak memperhatikan kegiatannya di dalam apartemen itu.

__ADS_1


" Amora sejak tadi siang aku belum makan apa kau bisa memasakkan makanan untukku?" tanya Farel sambil tersenyum ke arah Amora yang merasa begitu bahagia karena laki-laki yang dia cintai memintanya untuk memasak untuk dirinya.


" Benarkah Farel kau ingin masakanku?" Amora benar-benar sangat bahagia akhirnya Farel mau kembali bersikap baik kepada dirinya seperti dulu.


" Yah aku ingat kalau kau sangat pintar memasak Bisakah kau membuatkanku beberapa makanan yang selalu menjadi andalanmu? Sungguh sekarang Aku benar-benar merindukan masakanmu!" ucap Farel berusaha untuk tersenyum senormal mungkin sehingga Amora tidak curiga kepadanya.


" Baiklah aku akan membuatkan makanan kesukaanmu. Tunggulah sebentar ya? Kau tunggulah di sini. Kau bisa menonton televisi sambil menunggu aku!" begitu bahagianya Amor ah melihat Farel yang meminta makanan kepadanya.


Kalau diingat-ingat lagi, sudah hampir sekitar 2 atau 3 tahun lebih Farel tidak pernah meminta dibuatkan makanan kepadanya.


Selama ini Farel selalu menampakan permusuhan kepadanya. Oleh karena itu tampak Amora merasa sangat bahagia sekali memaksakan makanan untuk Farel.


Sementara itu Farel kembali menelpon ponsel ibunya karena dia sangat penasaran sekali.


Farel semakin dekat dengan ponsel sang Ibu dan dia pun sudah menemukannya.


Farel langsung menyembunyikan ponsel Ibunya di dalam jasnya. Sebelum itu Farel telah mematikan powernya agar lebih aman.


Bagaimanapun Farel tidak mau mengundang masalah untuk dirinya sendiri.


' Kalau ponsel Ibuku berada di sini. Itu berarti barang-barang ibuku yang lain pun pasti ada di sini. Sedikit demi sedikit aku akan menemukan tabir misteri dibalik kematian ibuku!' batin Farel sambil matanya terus menelisik seluruh isi apartemen Amora.


Mata Farel melotot sempurna ketika dia melihat dompet sang ibu yang tengah disembunyikan di bawah sofa yang biasa ditempati oleh Amora untuk menonton televisi di ruang tengahnya.


Ketika melihat Amora yang begitu sibuk di dapur. Sehingga tidak memperhatikan dirinya Farel pun kemudian mengambil dompet itu dan segera keluar dari apartemen Amora.

__ADS_1


Dengan jantung yang berdebar sangat kencang para langsung masuk ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan gedung itu.


__ADS_2