
Jasmine merasa bahagia sekali setelah melihat ibunya yang mulai membuka matanya setelah tertidur hampir 5 jam lamanya.
" Mama!! Kenapa Mama harus melakukan hal bodoh seperti ini? Apa Mama tahu Mama hampir saja membunuhku?" tanya Jasmine sambil memeluk ibunya yang saat ini masih begitu terlihat lemas.
Mesya terus melihat ke arah putrinya dan juga suaminya yang sejak tadi terus memperhatikan dirinya dengan seksama.
Abraham benar-benar tidak berani untuk mendekati istrinya sendiri apalagi di situ terdapat Adrian dan Yasmin yang tidak juga mau lepaskan tatapan mereka darinya.
" Baiklah Jasmine papa akan pulang dulu untuk mengambil semua keperluan ibumu selama berada di rumah sakit." Abraham kemudian berpamitan kepada Adrian dan meninggalkan mereka di rumah sakit.
Abigail yang tadi diusir oleh Jasmine dari ruangan ibunya terlihat sangat marah.
" Sayang kamu juga diusir oleh anak durhaka itu?" tanya Abigail yang merasa sangat tidak senang melihat suaminya begitu Murung dan tidak bahagia.
" Sudahlah kamu tidak usah selalu memprovokasi aku untuk bertarung dan berantem dengan anakku sendiri! Apa kamu lupa bahwa dialah yang sudah membuatmu bisa masuk ke dalam keluarga Abraham?" tanya Abraham yang benar-benar merasa tidak nyaman dengan kelakuan istri mudanya yang selalu saja mengadukan dirinya bersama dengan istri pertamanya dan juga anaknya yang saat ini sangat membenci dirinya.
" Aku tahu sebagai seorang suami maupun ayah bagi Jasmine, aku sangat buruk dan tidak layak untuk dicintai mereka berdua. Tetapi aku tetap menginginkan dia hidup bahagia dan juga menemukan suami yang baik di masa depannya!" dengan lemas dan tanpa semangat Abraham pun kemudian meninggalkan rumah sakit dan pergi menuju kediamannya untuk mengambil keperluan Mesya seperti yang dia katakan kepada Jasmine saat dia keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Abigail terus saja ngoceh dan meminta kepada suaminya untuk menghapus Jasmine dari daftar ahli waris keluarga Abraham.
" Aku rasa anak durhaka itu tidak mempunyai hak apapun atas harta yang kau miliki! Bahkan ketika kau sakit pun dia tidak pernah mau mengunjungimu apakah dia berhak untuk menikmati hasil kerja kerasmu?" tanya Abigail sambil menatap sinis kepada suaminya.
" Jadi maksudmu yang boleh menikmati harta kekayaanku hanyalah kamu dan Dion?" tanya Abraham sambil menatap tajam ke arah Abigail yang langsung salah tingkah.
" Ya jelas dong sayang! Sekarang kan yang hidup selalu bersamamu adalah aku dan juga Dion. Kami yang selalu mendampingimu setiap hari. Mereka itu siapa? Mereka selalu membencimu dan tidak pernah mau peduli denganmu!" Abraham menetap Abigail dengan tatapan penuh penyelidikan.
" Apa kau tahu? Kau benar-benar membuatku berpikir bahwa kau hanya mencintaiku karena uang!" ucapan Abraham benar-benar membuat Abigail gugup dan tidak bisa ber kata-kata. Abigail tidak bisa melakukan apapun lagi untuk mempengaruhi suaminya agar membenci istri maupun anaknya.
' Sialan banget! Bisa-bisanya mereka masih juga dibela oleh Abraham si tua bangka ini!" kesal sekali rasa hati Abigail.
" Kalau kau mau aku tidak pernah berpikir bahwa kau memang hanya menginginkan hartaku maka Berhentilah untuk selalu membuatku membenci anak dan istriku! Mereka juga keluargaku dan merekalah yang pertama berada disampingku ketika aku bukan siapa-siapa! Kamu masuk ke dalam hidupku ketika aku sudah memiliki segalanya dan kau membuat keluargaku membenciku dengan semua perilakumu yang sok merasa jadi orang penting dalam hidupku!" Abigail benar-benar merasa tersinggung dengan ucapan suaminya.
Akhirnya dia pun memilih untuk diam daripada terus dituduh sebagai wanita yang ingin menguasai harta kekayaan keluarga Abraham oleh suaminya.
' Baiklah Lebih baik aku diam saja daripada aku kehilangan segalanya hanya karena keserakahanku. Biarlah pasti aku bisa membuat laki-laki ini segera mati dan segera menguasai semua kekayaannya. Sebelum Jasmine dan ibunya merebut semuanya dari aku dan Dion!' bathin Abigail yang akhirnya memilih untuk diam dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
__ADS_1
" Sebaiknya nanti Kau pindah ke apartemen yang sudah aku berikan untuk kamu. Ketika Mesya pulang dari rumah sakit. Karena aku yakin Jasmine pasti tidak akan membiarkan ibunya hidup bersama denganmu dan juga Dion! Turuti apa kataku Abigail karena aku sudah lelah dengan semua kisruh di dalam rumah tanggaku!" Abigail yang tadi hendak protes akhirnya memilih untuk diam Karena bagaimanapun dia tidak mau membuat suaminya semakin marah kepada dirinya.
" Baiklah aku akan mengikuti semua kemauanmu asal kau menjadikan Dion sebagai pewaris utamamu! Aku tidak akan membiarkan Putraku hanya mendapatkan remahan dari Jasmine si anak durhaka itu!" Abigail memberikan syarat kepada suaminya ketika dia akan mengikuti keinginannya.
" Aku tidak akan mengalah kalau kau tidak mau mengikuti keinginanku!" Abraham bahkan sampai mencekal bahu Abigail dengan sangat kuat.
" Dengarkan aku Abigail! Kau Jangan bertindak terlalu berlebihan dan melampaui batasan kamu! Aku bisa saja membuangmu hari ini juga dari keluarga Abraham! Kau harus ingat bahwa pernikahan kita itu hanyalah Siri! anak di dalam keluarga Abraham yang sah adalah Jasmine dan dialah yang akan menjadi pewaris utama dari keluargaku! Dion akan membantu Jasmine untuk mengelola perusahaan Abraham setelah aku meninggal!" Abigail benar-benar terkejut mendengarkan perkataan yang dikatakan oleh suaminya yang dia nilai tidak adil terhadap dirinya dan juga putranya.
" Kau benar-benar keterlaluan sekali Sayang! Bagaimana mungkin Putraku harus hidup di bawah Jasmine yang selama ini tidak pernah mencintai dan menerima dia sebagai adiknya huh?" Abigail benar-benar mengamuk kepada Abraham karena dia tidak terima putranya hanya dijadakan sebagai pembantu oleh Jasmine di perusahaan keluarga Abraham.
" Aku tidak akan terima Putraku hanya Kau jadikan sebagai pembantunya! Kau jangan kelewatan Abraham!! Aku selama ini sudah cukup bersabar untuk menerima semua perlakuan tidak adilmu terhadap kami! Semua rahasia perusahaanmu ada di tanganku dan aku bisa saja menghancurkanmu hanya dalam hitungan detik!" Abraham benar-benar marah luar biasa mendengarkan ancaman dari Abigail yang sepertinya tidak merasakan takut sama sekali kepada dirinya.
" Dengar ya Abigail! Kok bisa melakukan semua yang kau inginkan itu. Aku tidak peduli sama sekali. Begitu kau mengeluarkan semua yang kau miliki ke publik. Maka yakinlah aku pasti akan membuangmu dan juga anakmu ke jalanan!" tubuh Abigail sampai gemetar ketakutan setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Abraham dengan mata yang begitu merah penuh amarah yang sangat menakutkan bagi Abigail.
Sepanjang hidupnya mengenal Abraham Baru kali ini Abigail melihat suaminya begitu marah ketika berbicara dengannya.
" Kalau kau selalu banyak tingkah Aku tidak akan segan-segan untuk menceraikanmu! Aku hanya ingin hidup tenang dan menjalani masa tuaku tanpa banyak drama! Kok bisa melihat bahwa Jasmine begitu membenciku bahkan ibunya lebih rela bunuh diri daripada menjalani hidup bersamaku sebagai istriku. semua itu karena mereka yang merasa sakit hati karena aku telah menghianati mereka dengan menikahimu! Pagar makan tanaman! Itulah definisi untuk dirimu yang telah menggodaku dan merayuku!" Abigail bahkan sampai tidak bisa berkata-kata mendengarkan apa yang diucapkan oleh Abraham tentang dirinya.
__ADS_1
Ketika Abigail hendak mendebat apa yang dikatakan oleh Abraham Abraham sudah menghentikan mobil dan menyuruh Abigail untuk turun di apartemen miliknya.
" Turunlah dan tinggallah di sini dulu. Barang-barangmu akan kami kirimkan kemari oleh supirku! Tadinya aku akan memberikan kamu kesempatan tinggal di mansionku setidaknya sampai Mesya pulang dari rumah sakit. Tetapi melihat kelakuanmu tadi, sudah benar-benar membuatku marah!" Abraham langsung menyuruh sopirnya untuk segera meninggalkan Abigail yang misuh-misuh dan juga marah luar biasa. Karena ditinggalkan begitu saja di apartemen yang dulu dihadiahkan oleh Abraham untuk dirinya.