
Farel melihat pertumbuhan anaknya yang sangat tampan dan dia merasa sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk melihat kelahirannya.
" Sayang. Siapa nama yang akan kita berikan kepadanya?" tanya Farel ketika dia bermain dengan bayinya yang sangat tampan yang mulai senang bercanda dan bermain dengannya.
Mata bayinya sudah mulai terbuka dan mata beningnya sungguh telah mempesona hati Farel dalam dunianya.
" Terserah padamu mau memberikan nama dia apa. Bagiku yang penting bukan nama buruk dalam Islam, itu sudah cukup!" ucap Siska yang membaringkan tubuhnya di sebelah Farel yang masih asyik bermain dengan Putra mereka.
Tampak Farel melirik sekilas kepada Siska dan tersenyum kepada istrinya yang sudah memberikan putra setampan itu untuk dirinya.
" Bagaimana kalau Aaron Handoyo?" tanya Farel tampak berbinar matanya.
" Apakah kau penggemar Aaron Kwok?" tanya Siska tersenyum begitu renyah menggoda sang suami yang langsung tertawa terbahak.
" Apakah kau keberatan sayang? Kalau aku berikan dia nama Aaron Handoyo?" tanya Farel lagi sambil meremas telapak tangan Siska yang sangat dia cintai.
Farel sangat bahagia ketika melihat Siska yang mengangguk dengan begitu yakin.
" Kapan kita mau adakan akikah anak kita?" tanya Siska sambil menguap karena ngantuk sekali. Tadi malam putranya rewel karena siangnya telah dilakukan imunisasi kepada putranya sehingga membuat Siska menjadi kekurangan jam tidur.
Farel tersenyum melihat istrinya begitu kesusahan untuk membuka matanya.
" Tidurlah sayang kalau kau ngantuk. Aku akan mengurus Aaron jangan khawatir!" ucap Farel sambil mengelus pipi Siska dengan penuh kasih sayang.
Siska mencium telapak tangan suaminya yang ada di pipinya. Kemudian Siska pun mulai memejamkan matanya karena sudah tidak mampu lagi untuk berkompromi dengan rasa kantuknya yang sangat luar biasa.
Farel hanya tersenyum melihat istrinya yang telah mengabdikan dirinya kepada sang putra tercinta dengan begitu total.
__ADS_1
Siska bahkan rela mengajukan cuti satu semester untuk bisa fokus merawat putra mereka yang masih bayi.
Mulai nanti siang Farel sudah akan kembali bekerja di perusahaan miliknya yang telah dia bangun sendiri dengan kemampuannya sendiri selama beberapa minggu yang lalu dengan bekerja sama bersama Adrian dan Steven sebagai investor utamanya.
Siska sebenarnya sudah menawarkan diri untuk memberikan dana kepada Farel tetapi Farel menolaknya dengan halus. Karena dia ingin membuktikan kepada dunia bahwa dirinya bisa berdiri di atas kakinya sendiri walaupun tanpa dukungan materi dari ibunya maupun dari sang istri.
Kerjasama yang dibentuk antara Farel, Adrian dan Steven adalah berkongsi atau berbagi hasil yang nantinya akan dibentuk dalam sebuah saham yang dibagi sesuai dengan besaran investasi yang diberikan oleh ketiga orang tersebut di saat membangun perusahaan yang dibangun oleh Farel.
Setelah melihat Siska dan Aaron tidur lelap, Farel pun kemudian membaringkan tubuhnya di samping sang istri dan menaruh Aaron di dalam box bayi yang ada di dalam kamar mereka berdua.
Farel benar-benar merasa bersyukur karena Tuhan masih mempersatukan mereka bertiga dalam ikatan pernikahan.
Farel tidak bisa membayangkan kalau dulu dirinya menerima usulan sang ibu untuk bercerai ataupun membatalkan pernikahan mereka berdua. Pasti sekarang dirinya tidak akan berada diantara dua orang yang paling penting dalam hidupnya.
Farel memeluk Siska dengan erat dan tidak ingin berpisah lagi dengan sang istri.
Sementara itu ibunya farel yang berada indonesia merasa sedih sekali. Karena putranya benar-benar tidak mau lagi kembali ke indonesia dan sudah meninggalkan segalanya untuk berkumpul dengan keluarga kecilnya yang Farel cintai.
" Ternyata Farel benar-benar memilih untuk meninggalkanku dan memilih mereka!" ucap ibunya Farel merasa sedih sekali.
Karena Farel ternyata tidak menganggapnya penting setelah semua yang dia lakukan untuk putranya.
Dia tahu kalau dia sudah salah dan sudah membuat hati putranya menderita dengan memisahkan Farel dengan Siska wanita yang dicintai oleh putranya.
" Apakah sebaiknya aku datang ke sana saja? Sekalian aku bisa menjenguk cucuku. Entah mereka akan menerima kehadiranku atau tidak. Tapi aku benar-benar sangat penasaran dengan cucuku." ucap ibunya Farel sedih.
Ibunya Farel terus mondar-mandir berusaha untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang dia buat sendiri.
__ADS_1
" Biarlah tidak apa-apa. Kalau aku minta maaf kepada Siska, Farel pasti akan memaafkanku. Mungkin saja mereka mau kembali ke Indonesia dan Farel akan mau melanjutkan lagi perusahaan keluarga kami!" ucapnya.
Dengan penuh harapan dan wajah yang sumringah dan penuh kebahagiaan. Ibunya Farel kemudian bersiap untuk terbang ke Amerika menjenguk cucu, menantu dan juga putranya yang telah banyak dia sakiti.
Ibunya Farel percaya bahwa Siska adalah wanita yang baik dan pasti akan memaafkan semua kesalahannya selama ini yang terlalu percaya dengan semua omongan Amora.
Begitu sampai di alamat Siska dan Farel yang dikirimkan oleh detektif yang dia sewa untuk menyelidiki tentang kehidupan Farel di Amerika. Ibunya Farel tampak bergetar hatinya ketika dari kejauhan dia melihat Siska yang sedang bermain dengan cucunya.
Sementara Farel dengan begitu bahagia merangkul bahu Siska sambil mencium pipi istrinya. Sungguh sebuah gambaran keluarga bahagia yang sangat romantis dan harmonis.
Seketika hati ibunya Fael merasa berdosa karena telah memisahkan mereka dan membuat Farel hidup dalam kegelapan selama beberapa bulan terpisah dengan istrinya yang sangat di cintai oleh Farel.
Tampak bulir air mata mengalir di pipinya. Dengan ragu-ragu ibunya Farel mendekati pasangan tersebut yang saat ini sedang bermain di taman yang tidak terlalu jauh letaknya dari apartemen yang mereka tinggali saat ini. Hatinya mencelos ketika tanpa sengaja ibunya Farel mendengarkan semua percakapan kedua suami istri itu yang belum menyadari tentang kehadirannya di sana.
" Kamu jangan kayak gitu dong sayang. Bagaimanapun dia adalah ibumu. Kau tidak boleh membencinya begitu rupa. Tolonglah sayang. Sudahlah, lupakanlah semua masa lalu yang sudah lewat. Tidak baik menyimpan dendam di hati apalagi terhadap orang tua sendiri. Aku gak apa-apa kok. Aku sudah memaafkan Mama sejak lama. Bagiku yang penting sekarang kau ada di sini bersama dengan kami!" ucap Siska sambil mencium pipi Farel dengan penuh kasih sayang.
Farel menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menarik Siska untuk masuk ke dalam pelukannya terlihat Farel mencium ubun-ubun Siska dengan lembut.
" Aku berharap suatu saat mamaku bisa melihat ketulusanmu dalam mencintaiku. Aku sangat berharap Mamaku bisa melihat betapa kita saling mencintai satu sama lain!" Uca Farel dengan suara gemetar membuat Siska dan juga ibunya Farel menjadi terharu.
Ibunya Farel benar-benar tidak bisa lagi menahan gejolak di hatinya yang benar-benar sedih sekali. Dengan air mata yang mengalir di pipinya dia pun kemudian mendekati mereka bertiga yang tampak sangat terkejut melihat kehadiran ibunya Farel yang ada di hadapan mereka.
" Maafkan Mama Nak yang sudah menyakiti hati kalian! Maafkan Mama!" ucap ibunya Farel sambil mendekati Siska dan Farel yang masih terkejut dengan kehadirannya.
Ketika ibunya Farel hendak bersimpuh di hadapan Siska. Siska langsung menarik Ibu mertuanya agar duduk di sampingnya.
" Jangan begitu Mah. Ayo duduklah!" ucap Siska berusaha untuk tersenyum kepada Ibu mertuanya yang selama ini selalu berusaha untuk menyakitinya dengan mengirimkan foto-foto serta video mesra antara Farel dan Amora saat dia berpisah dengan Farel.
__ADS_1