
Amora berusaha melepaskan diri dari David tetapi kuasa seorang David lebih besar daripada dirinya. Sehingga dengan terpaksa dia pun akhirnya melayani hasrat David ke atas tubuhnya yang telah menjadi candu bagi David tanpa dia sadari.
" Kau harus membantuku untuk terlepas dari kasus ini. Kalau benar Farel sudah mengetahui tentang kasus pembunuhan ibunya di lakukan oleh aku!" ucap Amora setelah David selesai dengan keinginannya ke atas tubuhnya yang sekarang menjadi langganan David ketika dia butuh.
" Tenanglah sayang. Aku pasti akan berusaha untuk mencari cara agar Farel bisa segera melupakan kejadian itu dan melepaskanmu dari jeratan hukum atas meninggal nya ibunya yang jahat itu!" ucap David sambil mencium bibir Amora yang selalu membuat dirinya mabuk kepayang.
Amora yang saat ini nasibnya sedang berada di ujung tanduk dan benar-benar sangat membutuhkan David. Dia hanya membalas saja semua yang David lakukan kepadanya dan tidak memberontak apalagi menolak.
David merasa bahagia sekali melihat Amora yang sekarang sudah mulai jinak di hadapannya. Tidak seperti kemarin-kemarin, yang selalu saja mengamuk kalau dia sedang membutuhkannya.
" Sayang kau pindahlah kemari. Aku yakin sekarang pasti Farel akan selalu mengawasi apartemenmu untuk menyelidiki tentang kegiatan harianmu. Kau akan lebih aman tinggal di sini!" ucap David sambil terus membuat Amora mengalami kesulitan untuk bernafas dengan tingkah lakunya yang absurd dan membuat dirinya kalang kabut.
David memang bajingan yang tidak mau memperdulikan kondisi dirinya yang sedang sangat lelah gara-gara perbuatannya.
Jantung Amora sejak tadi berdebar sangat kencang. Saat tubuhnya menerima semua perlakuan David ke atas tubuhnya yang begitu lembut dan memabukkan.
" Sayang bagaimana kalau kau menikah saja denganku? Kenapa kau begitu berjuang untuk bersama dengan b******* seperti Farel yang tidak pernah menerimamu untuk menjadi bagian dari hidupnya? Percayalah padaku aku pasti akan menjadikanmu sebagai wanita yang paling bahagia di dalam hidupmu!" ucap David ketika dia bangun dari ranjang setelah selesai dengan Amora yang telah membuat dia melayang ke langit ke tujuh.
David sudah menemukan belahan jiwanya terhadap seorang Amora yang tidak pernah gagal untuk membuat dirinya melayang terbang menuju kebahagian tertinggi.
" Kau lakukan saja tugasmu untuk segera membebaskanku dari tuntutan penjara kalau Farel ternyata berhasil menemukan petunjuk di ponsel Tante Meiliana. Kau tidak usah banyak menuntut terhadapku!" ucap Amora merasa kesal pada David. Dia sudah bersiap untuk turun dari ranjang dan hendak meninggalkan apartemen David.
" Bukankah tadi aku sudah bilang padamu? Tinggallah di sini supaya nanti aku bisa menjagamu dari orang-orang Farel yang pasti sekarang sudah mulai menyelidikimu!" ucap David sambil menatap lekat kepada Amora yang malah cemberut kepadanya.
" Ya aku mungkin aman dari orang-orangnya Farel yang sedang menyelidiki aku. Tapi aku tidak akan aman dari b******* sepertimu yang pasti akan selalu meminta jatah padaku! Aku akan tinggal di hotel, selama belum ada kejelasan tentang Farel yang akan melaporkan aku ke kantor polisi atau tidak!" ucap Amora yang kemudian mengambil dompet dan juga ponselnya yang tadi dilemparkan oleh David ke sembarang arah.
David hanya tersenyum mendengarkan perkataan Amora yang mengatakan tentang tendensi dirinya terhadap seorang Amora yang tanpa disadarinya telah menjadi candu untuk dirinya sendiri.
Begitu keluar dari apartemen David tampak Amora memijat pelipisnya yang terasa begitu berat dan sakit.
__ADS_1
Berkali-kali Amora memukul setir mobilnya. Merasa kesal dan marah karena dia selalu jatuh ke dalam lubang yang sama. Setiap kali dia mendatangi David untuk meminta bantuan laki-laki itu.
" Dasar Amora bodoh! Kau sudah tahu kalau laki-laki bajingan itu tidak akan pernah membantumu. Tetapi kau selalu saja datang padanya dan memohon pada dia. Benar-benar menyebalkan sekali!" rute Amora sambil terus memukul setir mobilnya dan mengacak rambutnya yang selalu di cium oleh David.
Ya, David selalu memuji keindahan rambutnya yang telah dia asuransikan karena merupakan aset berharga milyaran. Mengingat dirinya adalah brand Ambassador sebuah iklan shampo untuk wanita yang terkenal di ibukota negara Indonesia.
Biasanya Amora sangat sayang dengan rambut indahnya itu. Tetapi sekarang dia merasa kesal dan sebal dengan rambut yang terlihat begitu lembut dan sangat hitam mengkilat. Rambut yang sangat digemari oleh David. Akab tetapi sekarang Amora menjadi sangat membencinya karena rambut itulah yang selalu membuat David kehabisan akal ketika bersama dengannya.
" Besok aku akan memotong rambutku ini dan aku tidak akan membiarkan David terus saja menjajah diriku!" ucap Amora dengan penuh kemantapan hati.
Akan tetapi ketika dia mengingat tentang asuransi yang bernilai milyaran, seketika membuat tubuh Amora lemas dibuatnya.
" ****!" berkali-kali Amora terus memukul setir mobil untuk melampiaskan emosi yang ada di hatinya. Kesal bukan kepalang.
Bagaimana mungkin dirinya seorang artis terkenal harus rela dijadikan pelampiasan nafsu seorang b******* seperti David. Pria yang selama ini selalu bersembunyi di balik pakaian asisten Farel yang ternyata menyimpan ribuan dendam kepada keluarga Farel yang telah menelantarkan David.
Tetapi tetap saja Amora merasa dirinya sangat kotor. Karena telah menghianati cintanya terhadap Farel dengan selalu mengikuti keinginan David ke atas tubuhnya.
" Ya Tuhan Apa yang harus kulakukan sekarang tidak mungkin aku selamanya mengikuti keinginan dia!" ucap Amora dengan air mata yang meleleh begitu saja di kelopak matanya yang cantik.
Amora berniat untuk segera meninggalkan Amerika dan pergi ke Swiss agar dia bisa terbebas dari tuduhan Farel. Kalau sampai Farel bisa menemukan bukti-bukti di dalam dompet maupun ponsel ibunya Farel yang kemarin ditemukan di dalam apartemennya.
Amora kemudian pergi menuju sebuah hotel bintang 5 yang akan dia jadikan sebagai tempat dirinya bersembunyi dari Farel untuk sementara. Setidaknya sampai dia bisa mendapatkan info yang sebenarnya tentang statusnya saat ini di kepolisian.
Akan tetapi Anora kemudian mengurungkan niatnya untuk menuju hotel bintang 5. Karena hal itu pasti akan sangat mencolok untuk publik maupun wartawan yang selalu mengikuti dia kemanapun.
" Sebaiknya aku pergi ke hotel biasa saja dan menggunakan penyamaran. Aehingga tidak ada orang yang akan mengenaliku. Mungkin hotel di pinggiran kota akan jauh lebih aman untukku saat ini!" ucap Amora galau sekali.
Amora kemudian langsung menancap gasnya menuju pinggiran kota California untuk mencari tempat aman bagi dirinya bisa bersembunyi dari Farel yang pasti mulai hari ini akan terus menyelidiki tentang dirinya yang terkait tentang pembunuhan Meiliana ibu kandung Farel.
__ADS_1
Hati Amora menjerit dan meringis saat dia memikirkan tentang nasibnya saat ini yang harus melarikan diri dari orang yang sangat dia cintai. Hanya karena keteledoran sesaat ketika dirinya naik emosi saat Ibunya Farel yang terus menghina dan mencaci maki dirinya yang selalu menghalalkan berbagai cara untuk bisa bersama dengan Farel.
Flashback on
Sore itu ketika Meiliana datang ke apartemen yang sudah dipersiapkan oleh Amora untuk bertemu dengan ibunya Farel. Dia senang sekali ketika melihat ibunya Farel datang untuk bertemu dengannya.
Akan tetapi siapa yang menyangka kalau ternyata Meliana datang menemui dia hanya untuk memarahi dan juga memakinya.
" Hentikan semua perbuatan busukmu yang selalu berusaha untuk memisahkan Farel dan menantuku! atau aku akan membocorkan ke media tentang kebusukan mentalmu yang telah tidur bersama dengan asisten Farel!" ancam Meliana sambil menunjuk hidung Amora yang sontak membuat perempuan itu naik darah dan akhirnya meraih botol Whisky yang tidak jauh berada di dekatnya.
Terjadilah sesuatu yang sebenarnya tidak ada di dalam rencana Amora ketika dia bertemu dengan Meilana Akan tetapi karena emosi yang benar-benar sudah di atas ubun-ubun membuat Amora hilang akal dan akhirnya melakukan perbuatan terkutuk itu yaitu membunuh Meiliana.
Ketika dirinya sudah berhasil membunuh Meliana. Dia kemudian ingat bahwa dia juga sedang berjanji untuk bertemu dengan Siska di apartemen yang sama.
Niat awalnya mengundang Siska, Amora hanya ingin menunjukkan kepada Siska bahwa dirinya dan Meiliana adalah sekutu yang selalu bekerja sama untuk memisahkan Siska dan Farel. Akan tetapi Siapa yang menyangka kalau akan terjadi kecelakaan drama pembunuhan itu. Sehingga akhirnya untuk melepaskan diri dari segala tuntutan. Amora pun kemudian bekerja sama dengan David untuk mengatur sebuah rencana fitnah tentang Siska yang membunuh Meiliana.
Setelah membereskan semua jejak dirinya di apartemen itu, Amora kemudian keluar dari apartemen itu dan menunggu kedatangan Siska. Akhirnya Amora berpura-pura baru datang ke tempat itu dan merekam dan memfoto saat Siska sedang memegang pisau yang masih terhunus di jantung Meiliana yang sedang meregang nyawa ketika itu.
Dengan bukti itulah Amora berhasil menuduh dan memfitnah Siska untuk menjadi pembunuh Meliana.
Flashback off
Tampak jantung Amora yang berdebar sangat kencang. Ketika dia mengingat mata Meiliana yang sedang menatapnya. Ketika wanita paruh baya itu hendak meregang nyawa dan menghembuskan nafasnya yang terakhir.
" Tante. Itu semua adalah salahnya tante sendiri. Kenapa Tante harus menghinaku atas cintaku untuk Farel? Seharusnya Tante tidak merubah haluan untuk membela Siska. Seharusnya Tante tetap membela dan juga mendukungku untuk menjadi istri Farel, sehingga tidak perlu ada drama pembunuhan itu! Hiks hiks!" monolog Amora yang saat ini sedang dilanda rasa bersalah karena perbuatan jahatnya telah membunuh ibunya Farel dengan sangat kejam dan keji.
Karena Amora sangat marah dengan semua penghinaan dan juga pembelaan Meiliana terhadap Siska. Membuat Amora gelap mata dan terus menikam jantung dan tubuh Meiliana tanpa perasaan sama sekali berkali-kali. Bahkan Dia tidak mendengarkan jeritan dan permintaan ampun dari Meiliana ketika dia melakukan aksinya saat Amora membunuh wanita yang selama ini selalu membela dia di hadapan Farel.
" Maafkan aku Tante. Semua itu adalah kesalahanmu sendiri yang sudah membuat aku marah dan kesal!" monolog Amora dengan tangan dan suara yang bergetar karena rasa bersalah dan juga rasa takut yang mulai menghantui di dalam hatinya.
__ADS_1