Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
78. Ingatan


__ADS_3

Andrew kemudian mengingat kembali hal-hal yang pernah dia lewati di masa kecilnya. Di mana dia sering melihat perempuan itu datang ke sekolahannya.


" Ternyata dia adalah ibu kandungku. Pantas saja wajah anda dengan wajahku terlihat begitu mirip." ucap Andrew sambil terus mengelus sketsa yang tadi dia buat berdasarkan ingatannya ketika dia terus memperhatikan wanita yang ada di restoran yang tanpa sengaja bertemu dengannya.


" Ternyata selama ini Mama tidak benar-benar meninggalkanku! Dia selalu berada di sekitarku. Selama ini aku yang tidak pernah menyadari bahwa dia adalah ibu kandungku sendiri! Bodohnya aku!" Andrew terus menyerahkan dirinya sendiri karena tidak bisa mengenali ibu kandungnya yang selalu mengawasinya dari kejauhan.


Sementara itu di apartemennya. Melisa sedang menangis tersedu. Setelah dia kembali melihat putranya yang sudah lama tidak dia lihat.


" Ya Tuhanku! Sekarang Putraku sudah semakin besar. Tampaknya dia sudah memiliki seorang kekasih. Aku harap putraku selalu bahagia dalam hidupnya. Walaupun aku sebagai ibunya tidak pernah berada di sisinya dan tidak pernah mendampingi dia dalam melewati segala hal dalam hidupnya!" Melisa tanpa menatap sebuah foto di ponselnya.


Itu adalah foto Andrew ketika dia masih kecil dulu. Ketika dirinya masih setiap hari bisa melihat Putra kesayangannya di sekolahan tempat dia bekerja sebagai seorang guru.


Melisa terpaksa meninggalkan Amerika atas permintaan dari Edward yang melarang putranya untuk bertemu dengan dirinya.


Dengan berat hati akhirnya Melisa kemudian meninggalkan Amerika dan kembali ke Indonesia. Negeri kelahiran dirinya.


Sekarang Melisa berada di Amerika dalam rangka untuk mencari pengobatan untuk dirinya sendiri yang saat ini sedang sakit parah dan membutuhkan seorang dokter ahli bedah terbaik untuk bisa mengoperasi dirinya yang sedang sakit kanker.


Niatnya Melisa ingin meminta kepada Edward untuk mengoperasi dirinya karena dia tahu kalau Edward adalah dokter bedah terbaik yang ada di Amerika.


Baru tadi siang Melisa datang kembali ke Amerika dengan didampingi oleh suaminya yang sangat mencintai dia.


" Bagaimana Apakah kau sudah siap untuk bertemu dengan dokter ahli bedah yang sudah direkomendasikan oleh dokter mu yang sebelumnya?" tanya suami Melisa.


Melisa hanya mengangguk saja melihat suaminya yang begitu Setia mendampingi dirinya melewati saat terberat dalam hidupnya saat ini.


" Terima kasih!" ucapnya dengan penuh rasa syukur.


" Sudahlah sayang. Jangan dipikirkan lagi. Sebaiknya sekarang kau beristirahat supaya tubuhmu besok tidak terlalu lelah. Ok?" tanya Cakra yang tersenyum kepada Melisa.


Melisa sangat bersyukur memiliki suami baik seperti Cakra laki-laki hebat yang selalu memaafkan dan selalu mendukung apapun yang dia lakukan.

__ADS_1


" Sayang, apa yang akan kau lakukan? Ketika dokter itu tidak berhasil untuk mengangkat penyakitku?" tanya Melisa sambil memeluk Cakra yang sedang mengelus kepalanya dengan penuh perasaan cinta.


Cakra mencium kening Melissa yang semakin hari semakin kurus bahkan rambutnya sudah banyak yang rontok.


" Jangan berpikir hal yang negatif pikirkanlah hal-hal yang positif yang akan membuatmu bersemangat. Tenanglah Sayang. Aku akan selalu mendampingimu hingga akhir!" ucap Cakra sambil mencium kening Melisa.


Melisa Kemudian menceritakan tentang Indro yang tadi siang baru dia lihat ketika mereka makan malam bersama di restoran.


" Kau bertemu dengan putramu sayang? Apakah dia bisa mengenalimu?" tanya Cakra begitu excited mendengarkan penuturan dari Melisa tentang putranya yang berada di Amerika dan bekerja sebagai seorang dokter.


" Dia tidak tahu bahwa aku adalah ibunya. Bahkan dia pun tidak pernah tahu kalau aku ini ada di dunia ini. Bagaimana dia bisa mengenaliku? Kau ada-ada saja sayang!" ucap Melisa tersenyum simpul merasa lucu dengan pertanyaan Cakra.


Cakra hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dia merasa malu karena mempertanyakan sesuatu yang sangat konyol kepada istrinya yang saat ini sedang menderita kepayahan dengan sakit yang tiada tara rasanya.


Cakra tahu bagaimana perjuangan Melisa selama beberapa tahun ini di mana dia selalu harus melakukan kemoterapi dan juga meminum obat-obatan yang banyak mempengaruhi fisiknya.


Bahkan Cakra sering melihat Melisa yang harus bolak-balik muntah Setelah dia menjalani kemoterapi.


Pernikahan pertama Cakra dengan sang istri tidak berjalan dengan mulus. Sehingga membuatnya mengalami banyak kesulitan dan kesedihan.


Di saat keadaan Cakra yang terpuruk itulah, dia bertemu dengan Melisa dan mereka berdua saling menyembuhkan satu sama lain hingga akhirnya rasa cinta semakin besar di hati mereka.


" Tidurlah sayang!" ucap Cakra sambil mencium kening Melisa.


Melisa kemudian memejamkan matanya dan mulai terlelap dalam tidurnya.


Setelah memastikan bahwa Melisa sudah terlelap, Cakra kemudian meninggalkan istrinya yang sampai saat ini masih berjuang demi kesembuhan penyakit kanker yang dia derita hampir tiga tahun lamanya.


Cakra selama ini selalu mendampingi Melisa untuk berobat kemanapun selama itu bisa memperpanjang nyawa sang istri tercinta.


Cakra kemudian membuka laptopnya Cakra kemudian mencari informasi tentang dokter yang besok akan mengoperasi Melisa.

__ADS_1


Cakra pernah mendengar cerita dari Melisa bahwa dokter yang besok akan mengoperasi dirinya adalah laki-laki yang telah memberikan seorang anak ke dalam hidupnya.


Cakra saat ini sedang membaca artikel tentang dokter yang akan mengoperasi istrinya besok.


" Ternyata dia adalah dokter yang sangat terkenal. Bahkan Rumah Sakit tempat istriku di operasi pun adalah miliknya. Aku penasaran. Apakah dokter Edward itu tahu bahwa besok pasien yang akan dia operasi adalah wanita yang telah memberikan Dia seorang anak dan pewaris keluarga dia?" tanya Cakra sambil terus memperhatikan foto Edward dan Andrew di dalam sebuah seminar yang mereka hadir di rumah sakit tempat mereka bekerja.


" Wah anak muda ini pasti adalah anak Melisa. Dia sangat tampan sekali!" ucap Cakra sambil tersenyum bahagia bahwa ternyata Melisa pernah memiliki seorang anak yang begitu tampan seperti Andrew.


Cakra yang saat ini menikah dengan Melisa lebih dari 10 tahun lamanya tetapi mereka tidak pernah memiliki anak bersama.


Putra Cakra tinggal bersama dengan istrinya di Perancis. Sementara Cakra tinggal bersama dengan Melisa di Indonesia.


" Sepertinya besok aku harus berbicara dengan anaknya Melisa. Agar dia mau memberikan kekuatan kepada ibunya untuk terus berjuang dan semangat melawan penyakitnya!" ucap Cakra bermonolog dengan dirinya sendiri.


Setelah Cakra mengetahui segala informasi tentang Andrew, dia pun kemudian segera membaringkan tubuhnya di samping Melisa.


Melisa yang menyadari kehadiran suaminya dia pun langsung memeluk Cakra dengan erat. Selama ini hanya Cakra yang selalu setia mendampinginya kemanapun dia pergi berobat.


Melisa benar-benar sangat bersyukur dengan kesetiaan Cakra untuk selalu berada di sampingnya dan tidak pernah mengeluh sedikit pun tentang dirinya.


Melisa benar-benar bersyukur karena telah diberikan suami seperti Cakra yang begitu mencintainya dengan tulus.


Bukan satu dua kali Melisa meminta kepada Cakra untuk menikah lagi tetapi pria tampan itu tidak pernah menggubris perkataannya.


Cakra yang selalu merasa bersyukur dengan kehadiran gelisah dalam hidupnya dia tidak pernah berniat untuk meninggalkan wanita itu dalam keadaan terpuruk dan sakit kanker yang terus menggerogoti hidupnya.


Cakra tahu bahwa Melisa hidup dalam penderitaan dan juga sakit yang tidak terperi. Cakra sangat ingin menjadi orang yang terakhir yang dilihat oleh Melisa ketika wanita itu menutup matanya untuk selamanya.


Bukannya pesimis. Tetapi Cakra sudah mendengar dari dokter yang menangani Melisa bahwa usia Melisa hanya tinggal beberapa bulan lagi.


Hanya tinggal menunggu keikhlasan dirinya untuk mau melepaskan Melisa dan rela untuk membiarkan Melisa hidup dalam menjemput takdir nya sendiri tentang kesehatan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2