Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
155. Gilakah?


__ADS_3

Jasmine akhirnya menampar Adrian karena sejak tadi tidak mau juga melepaskan dirinya dari cengkraman bibir Adrian yang tampak sangat merindukan Jasmine.


" Gilakah?"


" Yah aku gila! Aku hampir gila ketika memikirkanmu mungkin saja memiliki hubungan dengan sahabatku. Apa kau tahu? Berapa lama aku tersiksa dan berusaha untuk bangkit dari rasa sakit itu?" tanya Adrian berusaha untuk menatap Jasmine yang terus mengerjakan matanya seakan tidak percaya mendengarkan semua perkataan Adrian.


Jasmine akan turun dari atas mobil Adrian. Tetapi Adrian tidak mengizinkannya. Adrian mengunci semua pintu mobil dan sukses mendapatkan hadiah plototan dari Jasmine.


" Dengar ya! Aku tadi sudah memutuskan dan itu artinya hubungan kita sudah berakhir! Bukankah kau dulu meninggalkanku begitu saja tanpa sebuah kejelasan? Dan aku sudah memberikan kejelasan dalam hubungan kita!" Adrian cukup terpesona melihat apa yang dilakukan oleh Jasmine.


" Tetapi aku tidak setuju untuk memutuskan hubungan kita. Bagaimana dong?" tanya Adrian yang mendekatkan wajahnya kepada Jasmine dan berniat untuk menciumnya lagi.


Jasmine langsung mendorong tubuh Adrian agar menjauh darinya.


" Aih, kau ini! Nyosor terus!" ucap Jasmine sampai memerah wajahnya karena kembali membayangkan Adrian yang terus saja menyerangnya sejak kemarin.


' Ada apa sih dengan Adrian? Ya ampun! Dari kemarin dia terus saja melakukan hal-hal aneh yang membuatku jadi kesulitan untuk menghindari dia!' ucap Jasmine salah tingkah sendiri melihat Adrian yang bahkan sekarang terus menatapnya dengan terpesona.


" Cepatlah nyalakan mobilmu! Apa kau pikir kita akan terus berada di jalan seperti ini?" tanya Jasmine yang mulai merasa tidak nyaman dengan tatapan Adrian yang terasa membuat jantung nya berdebar sangat cepat.


Adrian mulai tersenyum. Karena sekarang semua kesalahpahamannya bersama Jasmine sudah terselesaikan.


" Bagaimana kalau kita ke hotel untuk merayakan ini semua?" tanya Adrian dengan senyumnya yang membuat Jasmine benar-benar kesulitan untuk bernafas.


Jasmine benar-benar tidak percaya dengan pendengarannya sendiri saat mendengarkan kata-kata itu dari Adrian. Entah sejak kapan Adrian memiliki tendensi seperti itu di dalam sebuah hubungan dengan seorang wanita.


Walaupun tidak dipungkiri oleh Jasmine. Dulu mereka pun sering melakukannya. Akan tetapi sekarang Jasmine sudah bertobat dan berusaha untuk menghindari hal itu.


" Kenapa dari kemarin otak kamu mesum terus sih?" tanya Jasmine merasa salah tingkah sendiri.


Adrian tertawa mendengarkan pertanyaan dari Jasmine.


" Kau tahu? Selama beberapa hari kita bertemu lagi. Telah membuatku kembali mengingat masa-masa kita dulu sering menghabiskan waktu di hotel sepulang sekolah. Ya ampun! Aku tidak pernah membayangkan kalau kita senakal itu. Kita sering membohongi kedua orang tua kita, hanya untuk bertemu dan melampiaskan kerinduan kita dengan satu sama lain....." Jasmine langsung menutup mulut Adrian karena dia benar-benar merasa malu dengan masa lalunya yang sangat kelam.

__ADS_1


" Tolong jangan lanjutkan lagi! Allah sudah menutup aib itu dari orang lain. Jadi, aku mohon kau jangan mengumbarnya lagi! Adrian! Biarkanlah itu menjadi rahasia kita berdua. Aku berharap kau pun bertobat dari perbuatan dosa semacam itu!" ucap Jasmine berusaha meminta pengertian Adrian untuk tidak mengungkitnya lagi karena dia benar-benar sangat malu ketika mengingat kejadian di masa lalunya bersama Adrian.


Jasmine mengakui bahwa hubungan mereka dahulu sudah kelewat batas Untung saja Allah masih melindungi Jasmin dengan tidak membuatnya hamil di luar nikah. Sehingga dia masih bisa memiliki kesempatan untuk melanjutkan masa depannya bahkan sampai bisa kuliah ke luar negeri.


Adrian menatap kepada Jasmine. Adrian tahu bahwa sekarang Jasmine sudah banyak berubah menjadi jauh lebih baik. Adrian bisa merasakan Aura yang dimiliki oleh Jasmine sekarang sangat nyaman dan juga sangat menenangkan jiwa raganya.


" Oke sekarang kita kembali ke Jakarta saja. Oh ya. Mulai besok, kau akan kembali menjadi sekretarisku. Akan tetapi ketika kita selesai melakukan pekerjaan kau akan menjadi kekasihku! Aku tidak menerima penolakan dirimu!" Adrian langsung memotong apa yang akan dikatakan oleh Jasmine ketika dia hendak mengatakan sesuatu.


" Ckckckc! Kau sekarang sudah kumat lagi dengan penyakitmu yang dulu. Penyakit suka memerintah dan suka berbuat seenaknya sendiri!" ucap Jasmine berdecak lidah sambil mengalihkan pandangannya ke arah luar tanah sungguh dia tidak mampu untuk menetap kesilauan yang ada di hadapannya.


Ketampanan Adrian yang hakiki benar-benar membuat Jasmine kalang kabut di buatnya.


" Bukankah kau sangat menyukai aku yang dulu? Hmm? Lihatlah! Buktinya kau sampai mendatangiku ke Jakarta! Semua itu hanya untuk kembali bersamaku, bukan?" tanya Adrian yang sukses membuat Jasmine gugup bukan kepalang.


" Kau jangan GR ya!! Aku tidak sengaja mengklik pendaftaran untuk menjadi sekretarismu. Bukan berarti aku benar-benar datang ke perusahaan Prayoga group demi kamu ya! Jangan GR!" ucap Jasmine menahan senyum yang sejak tadi sejujurnya terus membuat dirinya kesulitan.


Adrian sampai terkikik melihat ekspresi Jasmine yang sangat lucu.


" Apa kau tahu? Kau sejak dulu sampai sekarang tidak pernah berubah. Setiap kali kau berbohong. Kau pasti akan selalu menggigit kuku-kuku kamu! Benarkan?" tanya Adrian yang sukses membuat Jasmine tidak bisa berkata apa-apa.


Adrian dan Jasmine kemudian berangkat ke Jakarta dengan perasaan penuh bahagia. Sesekali mereka berhenti di restoran hanya untuk mengisi perut yang lapar dan mereka pun sesekali mampir ke sebuah hotel. Hanya untuk sekedar istirahat melepaskan kelelahan karena mengendarai mobil dengan waktu yang cukup lama.


" Hubungi Steven! Apakah mereka sudah sampai ke Jakarta atau belum?" perintah Adrian kepada Jasmine.


" Bagaimana aku bisa menelpon orang coba? Sementara sejak tadi kau tidak mau melepaskan telapak tanganku!" protes Jasmine kepada Adrian yang auto tertawa melihat kekonyolannya sendiri.


Adrian pun kemudian melepaskan genggaman tangannya sehingga membuat Jasmine jadi mudah untuk mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya.


" Amel sekarang kalian sudah di mana?" tanya Jasmine to the point.


" Kami sudah di Jakarta! Bagaimana dengan kalian?" tanya Amel yang saat ini sudah berada di apartemen miliknya.


Terlihat Steven yang saat ini sedang tertidur di sofa yang ada di ruang tamunya.

__ADS_1


" Kami masih berada di Bandung!" Amel terkejut mendengarkan ucapan Jasmine.


" Ya ampun kalian menggunakan mobil pribadi. Bagaimana mungkin malah lebih lambat daripada kami?" tanya Amel yang merasa terheran dengan kenyataan itu.


Akhirnya Jasmine pun menceritakan semua yang mereka lalui hingga sampai saat ini sudah berada di Bandung. Adrian pun bahkan berniat untuk mampir lagi ke sebuah restoran.


Kalau bukan karena Jasmine yang melotot ke arahnya pasti Adrian sudah memarkirkan kembali mobil mereka di salah satu restoran yang mereka lewati.


" Hahaha! Pasti itu cuma modus Tuan Adrian karena ingin berdekatan denganmu!"


Amel terkikik sendiri di seberang sana karena merasa lucu dengan tingkah laku Adrian yang kemarin benar-benar seperti antipati kepada Jasmine. Sekarang malah bersikap layaknya raja bucin yang tidak mau berpisah dengan Jasmine barang sekejap saja.


Adrian mendengarkan semua yang dikatakan oleh Amel. Hanya bisa berdehem untuk menghentikan Amel yang terus mengoceh tentang dirinya.


" Kalau kau ingin gajimu aku turunkan dan tahun ini kau juga tidak menginginkan bonus tahunan kamu. Maka teruslah kau ngoceh!" ancam Adrian yang sukses membuat Amel menjadi gemetar dan meminta maaf kepada Adrian.


" Maafkan saya tuan Adrian Baiklah saya tutup panggilannya!" Amel langsung menutup panggilan telepon dari Jasmine.


Steven yang saat ini sedang mabuk kendaraan terlihat memegang kepalanya.


Steven ingin bangun tetapi badannya terasa begitu pegal dan juga sakit-sakit.


" Siapa yang menelponmu Mel?" tanya Steven sambil terus memegang kepalanya yang terasa begitu berat.


" Jasmine! Dia menanyakan kita sudah ada di mana!" Amel pun kemudian memberikan obat Paracetamol untuk Steven.


" Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja? Aku benar-benar tidak tahu bagaimana caranya merawat orang yang mabuk kendaraan!" namun Steven langsung menggelengkan kepalanya.


" Apa kau mau aku jadi bahan tertawaan orang-orang yang masuk rumah sakit hanya karena mabuk kendaraan? Ayolah Amel! Mau di kemanakan mukaku ini?" tanya Steven tampak begitu frustasi.


Amel hanya tertawa mendengarkan ucapan dari Steven yang tampak sangat menderita.


" Ya sudah aku buatkan bubur dulu mungkin karena waktu pagi kita belum sarapan dan kau juga masuk angin! Apa kau ingin aku mengerok tubuhmu? Orang bilang kalau masuk angin dikerok akan sembuh!" ucap Amel sambil menatap kepada Steven.

__ADS_1


Steven menggelengkan kepalanya dan tidak mau untuk dikerok. Karena dia tidak mau akan mengundang fitnah di antara mereka berdua.


__ADS_2