Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
160. Curiga??


__ADS_3

Sampai tengah malam Siska terus menunggu kepulangan suaminya. Sejak tadi dia terus berusaha untuk menghubungi Farel tetapi teleponnya tidak diangkat sama sekali.


" Ya Allah! Apa yang sedang dilakukan oleh suamiku kenapa sampai jam segini dia belum juga datang?" tanya Siska yang benar-benar sedang merasa khawatir dengan keadaan Farel.


Padahal tadi siang ketika mereka bertemu di restoran. Jelas-jelas suaminya mengatakan bahwa dia akan pulang cepat. Tapi kenapa sampai sekarang sudah hampir jam 11.00 malam, sang suami belum juga pulang?


Siska benar-benar merasa terganggu dan tidak nyaman dengan fenomena yang tidak biasa seperti ini.


" Aku akan menelpon Melinda. Siapa tahu, Melinda faham kabar Alex dan suamiku!" monolog Siska yang akhirnya memutuskan untuk menghubungi Melinda.


Setelah mendapatkan nomor telepon kekasihnya Alex.Siska pun langsung menghubunginya.


" Ya?" tanya Melinda to the point.


" Maafkan aku Melinda. Karena meneleponmu malam-malam!" Siska merasa bersalah karena sudah mengganggu waktu istirahat Melinda pada tengah malam seperti itu.


" Tidak apa-apa. Karena kebetulan aku juga belum tidur. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Melinda sambil terus memperhatikan berkas yang ada di tangannya yang tadi telah dikirimkan oleh Alex sebagai bahan pertimbangan untuk diserahkan kepada ayahnya Melinda untuk pengajuan investasi.


" Melinda. Apakah kau tahu tentang kabar Alex maupun suamiku? Aku dari tadi mencoba untuk menghubungi mereka. Tetapi tidak pernah tersambung karena jaringan telepon mereka terus sibuk!" ucap Siska yang tampak sekali bahwa dia sangat mengkhawatirkan kondisi Farel.


" Iya tadi Mereka sibuk untuk menelponku. Karena kami sedang melakukan rapat virtual untuk membahas tentang investasi yang akan diajukan oleh Handoyo group ke perusahaan Kusuma group milik ayahku!" Siska benar-benar terkejut mendapatkan pengakuan dari Melinda.


" Apakah perusahaan Handoyo sedang ada dalam masalah? Kenapa mengajukan investasi ke perusahaan ayahmu?" tanya Siska yang saat ini dalam keadaan bingung dan juga tidak mengerti dengan situasi suaminya saat ini.


" Saat ini Farel sedang ingin mengembalikan investasi yang diberikan oleh Mandalika group lada Handoyo Group. Karena dia merasa terganggu dengan putri dari pemilik grup itu yang selalu menteror Farel dengan hal-hal absurd yang mengganggunya.


" Putri pemilik Mandalika Group? Siapa yang kau maksud?" tanya Siska benar-benar merasa bingung.


Akhir-akhir ini Farel memang selalu menghabiskan waktunya di kantor dan mereka jarang berkomunikasi secara langsung. Karena mereka sibuk dengan urusan masing-masing.

__ADS_1


" Kau kenal Rosa Mandalika?" tanya Melinda pada Siska.


" Rosa Mandalika? Siapa dia?"


" Rosa Mandalika adalah wanita yang sekarang sering sekali mengikuti Farel kemanapun dia pergi. Wanita itu telah membuat Farel benar-benar terganggu. Oleh karena itu Farel dan Alex saat ini sedang menghitung berapa kemampuan mereka untuk mengembalikan investasi dari Mandalika Group. Alex yang meminta kepada Farel untuk mengajukan investasi ke perusahaan Ayahku. Oleh karena itu tadi mereka melakukan rapat virtual denganku dan juga mengirimkan berkas-berkas yang akan disampaikan kepada ayahku. Mereka meminta saran padaku tentang proyek dan juga proposal yang akan mereka ajukan kepada Kusuma Group!" Siska merasa lemas tubuhnya. Seakan tak bertenaga. Karena dia sama sekali tidak mengetahui tentang masalah suaminya sendiri.


' Ya Tuhan! Aku adalah seorang istri yang sangat buruk! Bagaimana mungkin aku tidak mengetahui tentang kesulitan suamiku sendiri?' bathin Siska benar-benar merasa bersalah terhadap suaminya yang saat ini sedang berjuang sendirian untuk mengembalikan kejayaan Handoyo Group.


" Baiklah Melinda Terima kasih banyak atas keterangan darimu. Oh ya. Apakah aku bisa minta tolong padamu?" tanya Siska yang saat ini hatinya benar-benar sangat hancur berantakan setelah mengetahui suaminya yang ternyata tidak mau terbuka kepada dirinya tentang masalah yang saat ini sedang dihadapi oleh sang suami.


" Bantuan macam apa?" tanya Melinda pada siska.


Siska langsung menutup teleponnya Setelah dia memberitahukan kepada Melinda bantuan yang dia maksud untuk membantu suaminya yang saat ini sedang kesulitan.


" Tolong jangan katakan kalau bantuan itu berasal dariku. Katakan saja kalau itu adalah uang pribadimu. Kalau aku yang memberikan nya, suamiku pasti akan menolak. Karena dia memiliki harga diri yang sangat tinggi sebagai seorang laki-laki!" Belinda pun kemudian menyetujui apa yang dikatakan oleh Siska dan akhirnya mereka pun mengakhiri panggilan telepon hari ini.


Siska yang sudah merasakan kelelahan luar biasa. Dia pun akhirnya tertidur di sofa ruang tamu. Sambil menunggu Farel yang saat ini masih juga belum pulang karena masih bekerja lembur bersama dengan Alex.


" Sayang? Kok kamu tidur di sini sih? Bukannya tidur di kamar?" tanya Farel kepada Siska yang langsung mengerjakan kepalanya karena kaget melihat suaminya yang baru saja pulang.


" Maafkan aku sayang! Aku tertidur karena aku sedang menunggumu pulang!" ucap Siska yang menguap karena rasa kantuk yang luar biasa.


Farel benar-benar merasa tidak enak kepada Siska yang terlihat begitu kelelahan.


" Mari aku gendong sayang. Biar kau tidak merasa lelah!" akan tetapi Siska menggelengkan kepalanya karena Siska tahu bahwa suaminya pun sedang lelah luar biasa setelah bekerja lembur bersama dengan Alex.


" Apakah kau sudah makan sayang?" tanya Siska kepada Farel yang terlihat berpikir dua kali untuk menjawab pertanyaan istrinya.


" Kenapa?"

__ADS_1


" Tidak apa-apa sayang. Sebaiknya kita tidur saja. Urusan makan bisa besok diselesaikan!" akan tetapi Siska langsung menarik Farel ke ruang makan dan meminta suaminya untuk menunggu sementara dirinya memasak untuk sang suami yang pasti sangat kelaparan.


" Tunggulah dulu aku akan menghangatkan makan malam yang tadi di siapkan Bibi," dengan cekatan Siska pun kemudian menyiapkan makanan untuk Farel yang merasa terharu dengan apa yang dilakukan Siska untuk dirinya.


Farel saat ini memang dalam keadaan lapar karena sejak tadi siang dirinya dan Alex benar-benar disibukkan dengan pekerjaan yang seakan tidak ada habisnya.


Tanpa terasa Farel meneteskan air matanya karena merasa terharu dengan cinta sang istri untuk dirinya.


Gadis urakan yang mempesona itu sekarang telah berubah menjadi seorang wanita dewasa yang sangat bisa diandalkan oleh Farel sebagai suaminya.


" Makanlah sayang. Aku akan menemanimu makan sebentar kemudian menyiapkan air mandi untukmu!" mendengar ucapan Siska membuat Farel benar-benar tidak mampu untuk berkata-kata. Hatinya saat ini benar-benar sangat terharu dan juga tersentuh dengan perhatian sang istri yang luar biasa.


Siska tahu bahwa saat ini Farel sedang menahan kesedihan di hatinya. Karena masalah di kantor yang terus datang bertubi-tubi sejak kejadian Abian yang mencuri uang milik perusahaan Handoyo Group.


" Sayang kau makanlah dulu ya? Aku akan menyiapkan air mandi untukmu!" Siska pun kemudian langsung berlari masuk ke dalam kamar mereka dan menyiapkan air mandi untuk Farel.


Di dalam kamar mandi. Terlihat Siska yang menangis tersedu. Karena merasa sebagai seorang istri dia tidak berguna sama sekali. Suaminya lebih baik menahan semua kesedihannya sendiri daripada berbagi kesusahan dengannya. Hal itulah yang membuat Siska benar-benar merasa terluka hatinya saat ini.


" Ya Allah tolonglah hamba untuk bisa membantu suamiku agar dia bisa melewati krisis dalam hidupnya saat ini!" doa suci meluncur bersamaan dengan air mata Siska yang tak juga mau berhenti karena kesedihan di hatinya yang terlalu dalam.


Sementara itu Farel yang saat ini berada di meja makan Dia terlihat menangis sambil menghabiskan makanan yang tadi disiapkan oleh Siska untuk dirinya.


Pada malam itu sepasang suami istri yang saling mencintai sama-sama menangis di tempat yang berbeda untuk alasan yang berbeda.


Ya!! Farel menangis karena sebagai seorang suami dia sampai saat ini masih memberikan kekhawatiran untuk istrinya dan dia merasa gagal sebagai seorang suami.


Sementara Siska menangis karena merasa sedih sang suami tidak mau berbagi kesulitannya dengan dirinya sebagai istrinya.


Mereka saling mencintai satu sama lain dengan cara mereka masing-masing. Mereka membuktikan bahwa cinta mereka tidak lekang oleh situasi buruk yang terjadi dalam hidup mereka masing-masing. Karena mereka akan selalu saling mendukung satu sama lain dengan cara mereka sendiri.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Farel pun langsung membersihkan meja makan dan langsung mencuci piring yang tadi dia gunakan untuk makan. Setelah itu Farel langsung masuk ke dalam kamar dan menemui Siska yang sampai saat ini masih menangis di dalam kamar mandi.


Hati Farel mencelos seketika, saat Farel mendengar suara isak tangis Siska yang ada di dalam kamar mandi.


__ADS_2