Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
38. Keadaan Farel


__ADS_3

Farel yang saat itu dikejar-kejar oleh mobil yang tidak dia ketahui siapa. Dengan sangat panik Farel kemudian membelokkan mobilnya menuju area pemukiman warga. Sehingga membuat mobil yang sejak tadi mengikutinya akhirnya secara perlahan mundur dan meninggalkan Farel.


Ketika Farel hendak menghubungi Siska, tiba-tiba saja ponselnya langsung mati karena kehabisan daya.


ketika dia hendak mencari charger untuk ngecas ponselnya dia mendapatkan kenyataan bahwa chargernya ternyata tidak ada di dalam mobilnya.


Setelah dirasa aman bahwa tidak ada lagi mobil yang mengikutinya Farel pun kemudian berhenti di sebuah counter dan membeli carger untuk ponselnya.


Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan Farel pun kemudian langsung menuju Jakarta melalui jalan alternatif agar tidak bertemu lagi dengan mobil yang sejak tadi dia hindari.


" Syukurlah mobil-mobil Itu sekarang sudah pergi!" Farel merasa sangat lega setelah mengetahui bahwa mobil yang sejak dia meninggalkan Bandung terus mengikutinya dan terus mengawasi semua gerak-geriknya.


" Siapakah mereka dan apa keinginan mereka mengikutiku?" tiba-tiba saja Farel melirik ke arah dashboard di mana dia menyimpan kotak musik dan liontin milik sang kakek yang menjadi tanda Perjodohan antara dirinya dengan Siska.


Hati Farel benar-benar sedang kalut saat ini dan merasa khawatir dengan keselamatan Siska dan dirinya sendiri.


Setelah masuk area Jakarta, Farel langsung menuju ke kediaman utama keluarga Handoyo. Dia mencari ibu dan ayahnya untuk mendiskusikan tentang pernikahannya dengan Siska.


" Ya ampun Farel Kau di mana saja? Sejak kemarin kami sangat khawatir dengan keadaanmu!" ucap Ibunya Farel yang langsung menyambut putranya dengan sukacita.


Farel langsung memeluk ibunya dengan bahagia. Sungguh! Setelah mengalami kejadian hampir meninggal gara-gara terus didesak oleh dua mobil asing yang sepertinya menginginkan nyawanya. Hal itu benar-benar membuat Farel sadar bahwa dirinya telah banyak bersalah terhadap ibunya.


" Maafkan Farel ya Mah. Yang selama ini selalu membuat Mama dan Papa selalu khawatir dan cemas dengan keadaanku!" ucap Farel sambil memeluk ibunya dengan erat dan penuh haru.


Ibunya Farel merasa heran dengan kelakuan putranya yang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


" Kamu kenapa sih Nak? Pulang-pulang kok seperti ini justru membuat mama jadi takut!" ucap ibunya sambil mengelus rambut Farel dengan lembut.


Farel kemudian menggenggam tangan Ibunya dan mengajaknya untuk duduk di ruang keluarga di mana saat ini Ayahnya sedang sibuk menonton televisi.


" Kasihan sekali ada mobil yang masuk ke dalam jurang dan pengendaranya langsung mati di tempat!" ucap ayahnya Farel sambil menatap televisi yang masih memberitakan kejadian tadi siang tentang sebuah mobil yang masuk ke dalam jurang.


Mata Farel melotot sempurna ketika dia melihat bangkai mobil yang sedang diangkat oleh excavator dari dalam jurang.


" Ya ampun itu adalah mobil yang tadi tanpa sengaja telah menyalipku ketika aku berada di jalan tol. Sehingga membuat aku akhirnya bisa lepas dari mobil yang mengejarku!" Ucap Farel merasa sangat kaget melihat kondisi mobil yang hancur berantakan dan nyaris tak berbentuk.


Mendengar apa yang dikatakan oleh putranya ayah dan ibu Farel langsung memandang putranya yang masih tampak gemetar.


Farel Kemudian menceritakan semua yang terjadi pada hari ini di mana dirinya dikejar-kejar oleh dua buah mobil asing yang tidak dia kenal sejak dia meninggalkan kediaman kakeknya Siska di Bandung.


" Apakah kau bisa menebak siapa kira-kira orang yang sudah mengejar-ngejar mu itu dan berniat untuk membunuhmu?" tanya Pak Handoyo sambil menatap Farel.


" Oh ya Pah. Farel membawa kabar dari Bandung. Kakek Andi ingin agar kami segera menikah secepatnya!" Ucap Farel.


Handoyo tampak mengerutkan keningnya mendengarkan penuturan dari putranya mengenai pernikahannya dengan Siska.


" Kenapa harus terburu-buru Bukankah calon istrimu juga belum lulus SMA? Kalau kau menikah sekarang. Maka pasti akan ada banyak orang yang menghujatmu, bahwa kau seorang pedofil yang menikahi anak kecil!" ucap Handoyo mengingatkan Farel tentang konsekuensi yang harus dihadapi oleh Farel ketika dia menikahi Siska saat ini.


Farel menatap ayahnya dengan wajah serius. Walaupun dia setuju dengan apa yang dikatakan olehnya. Tetapi dia tetap bersikeras ingin pernikahannya segera dilaksanakan sesuai yang diamanahkan oleh kakeknya di dalam surat wasiat yang terakhir yang ada di dalam kotak musik kuno buatan kakek Andi.


' Apakah Mungkin dua mobil yang terus mengikutiku itu ada hubungannya dengan kotak musik yang aku miliki? Mungkinkah mereka juga tertarik dengan harta karun yang tersembunyi di bengalon yang telah diberikan oleh kakekku untuk hadiah pernikahan kami?' begitu banyak pertanyaan di dalam kepala Farel saat ini.

__ADS_1


" Bagaimana ini?" tanya Farel bingung.


" Ada apa?" tanya kedua orang tuanya dengan kompak.


" Kalau Papa dan Mama tidak mau untuk segera menyiapkan pernikahanku dengan Siska, maka terpaksa Aku akan pergi ke Bandung dan meminta Kakek Andi untuk mempersiapkan pernikahan kami di sana!" ibunya Farel langsung mentoyor kepala putranya sangking jengkelnya mendengarkan perkataan Farel yang benar-benar terkesan asal bicara dan tidak di pikirkan dulu.


Farel sampai meringis gara-gara kelakuan ibunya yang main keplak-kepalanya tanpa memberikan peringatan dulu.


" Mama nih apa-apaan sih? Aku ini sudah dewasa lho Mah. Masa mama masih memperlakukanku seperti itu?" protes Farel sambil menyentuh kepalanya yang terasa sakit gara-gara dipukul ibunya tadi.


Terlihat ibunya Farel yang sedang kesal dengan kelakuan putranya yang terkesan begitu ambigu.


" Kalau kau memang benar-benar ingin menikah dengan Siska. Maka yang pertama harus kau lakukan adalah segera melamar gadis itu untuk menjadi istrimu. Setelah itu kita bisa membicarakan waktu pernikahan yang tepat untuk kalian berdua dengan seluruh keluarga besar kita!" ucap Handoyo dengan wajah serius.


Ibunya Farel mendekati suaminya dan tampaknya Dia memberikan kode kepada sang suami untuk mengikutinya ke dalam kamar mereka yang ada di lantai dua.


Farel yang merasa curiga dengan gelagat aneh kedua orang tuanya. Dia pura-pura tidak mengetahui dan hanya pergi ke arah dapur untuk mencari makanan.


Sejak tadi siang perutnya benar-benar lapar tetapi dia tidak punya kesempatan untuk mencari restoran ataupun makanan karena dia sangat ketakutan dikejar oleh dua mobil yang sepertinya menginginkan kematiannya.


Kalau saja tadi siang tidak ada mobil yang tanpa sengaja menyalipnya tentu saat ini dirinya sudah ada di kuburan menggantikan orang yang saat ini sudah meninggal karena jatuh ke dalam jurang.


Farel benar-benar merinding memikirkan kejadian tadi siang yang sangat menakutkan dan mendebarkan baginya.


" Ya Allah terima kasih banyak karena kau masih menyelamatkan nyawaku dan masih memberikan kehidupan untukku!" Ucap Farel sambil berdoa dan mengucapkan syukur karena telah diberikan umur panjang dan keselamatan oleh Allah yang menguasai seluruh kehidupan di atas dunia ini.

__ADS_1


Farel melihat kedua orang tuanya masuk ke dalam kamar mereka dengan tergesa.


__ADS_2