Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
56. Pulang ke indonesia


__ADS_3

Keesokan paginya setelah Farel dan Siska bangun tidur. Farel pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mempersiapkan pernikahan mereka berdua di sana.


" Baiklah aku akan bersiap untuk segera kembali ke Indonesia dan mempersiapkan pernikahan kita di sana! Ingat kau harus kembali satu minggu lagi untuk menjadi pengantinku!" ucap Farel memberikan ultimatum kepada Siska yang seketika membeku di tempat.


Siska benar-benar Kehilangan kata-kata. Siska tidak tahu harus bicara apa lagi kepada Farel yang masih juga belum bisa memahami bahwa dia tidak ingin menikah muda dan dia masih ingin meraih mimpinya dulu sebelum mewujudkan keinginan kakeknya untuk menikah dengan Farel.


" Farel! Tolonglah aku! Bisakah kau mengerti bahwa aku tidak ingin menikah muda saat ini? Aku benar-benar ingin meraih mimpiku dulu untuk menjadi seorang seniman!" ucap Siska pelan, dia merasa benar-benar frustasi menghadapi sikap Farel yang selalu saja egois dan terus saja memaksakan semua kehendaknya kepada dirinya.


Farel melambaikan tangannya kepada Siska dan meminta kepada Gadis yang sudah tidak perawan itu, gara-gara Farel tentu saja yang gelap mata karena kecemburuan yang membabi buta. Farel meminta Siska untuk mendekat ke arahnya.


" Apalagi yang ingin kau katakan?" tanya Siska merasa sangat tertekan.


Pagi-pagi sudah harus berdebat lagi dengan Farel untuk hal yang sama dan momen yang sama. Benar-benar sebuah hidup yang sangat membosankan sekali bagi Siska.


" Aku mencintaimu sayang dan aku tidak mau kehilanganmu. Oleh karena itu aku ingin sekali mengikatmu dalam pernikahan kita berdua. Apalagi kita memang mempunyai perjanjian pernikahan bukan? Apa bedanya sekarang ataupun nanti? Toh Kita sama-sama akan menikah juga pada akhirnya!" Ucap Farel sambil mencoba untuk menggenggam telapak tangan Siska. Walaupun telapak tangannya masih terasa sakit.


Siska merasa ngeri sendiri ketika melihat Farel yang meringis karena menahan sakit.


Dari kejadian kemarin, sudah benar-benar membuat mata Siska terbuka. Bahwa Farel memiliki kecenderungan untuk melukai dirinya sendiri ketika dia sedang gugup.


" Kalau kau memaksa untuk kita berdua segera melangsungkan pernikahan. Silahkan saja kau lakukan itu. Tapi aku tidak akan datang pada pernikahan itu Farel!" ucap Siska dengan tegas dan tidak mau dibantah sama sekali.

__ADS_1


" Kenapa?" tanya Farel putus asa.


" Aku sudah menjelaskan kepadamu puluhan kali alasannya. Karena aku masih ragu dengan perasaan lita berdua dan aku juga masih ingin meraih mimpiku!" ucap Siska sambil menundukkan kepalanya.


Farel langsung mencabut selang infus yang tersambung ke tubuhnya. Tampak darah segar mengalir dari telapak tangan Farel bekas selang inpus tadi yang di tarik paksa oleh Farel. Hal itu membuat Siska menjadi hilang akal. Ketika dia melihat Farel yang selalu berbuat sekehendak hatinya dan seperti tidak peduli dengan dirinya sendiri.


Karena panik Siska langsung keluar mencari suster untuk bisa menolong Farel.


Sementara Farel masih mengamuk di dalam kamar perawatannya. Farel membanting semua barang-barang yang ada di dalam ruangannya untuk melampiaskan emosinya di hatinya saat ini.


Sungguh bestie, tidak ada hal yang lebih menyedihkan dan menyakitkan daripada ditolak oleh orang yang kita cintai dengan tulus. Perjuangan untuk mempertahankan cinta terasa begitu sia-sia saat mendengar kalau dia merasa ragu dan ternyata tidak menginginkan kita untuk menjadi bagian dalam hidupnya.


Saat ini pikiran dan hati Farel benar-benar sangat terluka. Karena Siska yang sudah sangat ceroboh dan gegabah menolak keinginannya untuk mereka segera menikah secepatnya.


Pikiran Farel benar-benar berkecamuk saat ini tetapi Siska tidak memahami jalan pikiran Farel yang mengkhawatirkan tentang dirinya.


Suster dan dokter Andrew langsung masuk ke dalam ruangan dan mereka terkejut melihat kondisi Farel yang benar-benar sangat mengkhawatirkan mereka.


" Ya ampun Tuan Farel apa yang telah anda lakukan?" Tanya Dokter Andrew yang langsung menangani tangan Farel yang terus mengucurkan darah segar dari selang infus yang tadi dia copot dengan paksa.


Siska sampai kesulitan bernafas. Ketika dia melihat ruangan perawatan Farel yang hancur lebur. Semua barang-barang telah berserakan di lantai. Sementara keadaan Farel saat ini benar-benar sangat mengkhawatirkan. Darah segar terus mengalir dari telapak tangannya dan pakaiannya sudah bersimbah darah.

__ADS_1


Hati Siska benar-benar merasa terhiris oleh sembilu. Melihat keadaan Farel yang benar-benar sangat menyedihkan.


" Ya Tuhan Farel! Kegilaan apalagi yang kau lakukan ini?" tanya Siska benar-benar sangat frustasi dengan kelakuan Farel yang benar-benar sudah tidak memperdulikan keselamatan dirinya sendiri.


Rasa trauma seorang Farel yang telah ditolak lamarannya kepada Amora di jaman dahulu, telah membangun pertahanan di dalam diri Farel untuk memberontak tanpa dia sadari.


Suster kemudian membereskan semua barang-barang yang dihancurkan oleh Farel.


Dia merasa prihatin melihat kondisi Farel yang terus drop. Karena dia yang terus saja mengamuk. Sehingga darah yang baru saja masuk ke dalam tubuhnya sepertinya telah keluar lagi dari dalam tubuh Farel.


Dokter Andrew kemudian meminta kepada Siska untuk menemuinya di ruangannya.


Siska hanya mengikuti kemanapun dokter Andrew melangkah. Karena dia sendiri tidak mengetahui ruangan dokter Andrew di mana.


" Silakan duduk!" dokter Andrew kemudian duduk di hadapan Siska yang tampak masih lesu terlihat dari wajahnya yang tidak bersemangat.


Siska menatap sekilas kepada dokter Endro yang dari tadi terus memperhatikannya.


" Bisa tolong jelaskan kepada saya? Apa sebenarnya yang terjadi terhadap Tuan Farel? Kenapa dia bisa memiliki luka yang sama dalam dua kali waktu yang hampir berdekatan dan sepagi ini dia sudah mengamuk seperti itu!" ucap dokter Andrew sambil menatap tajam kepada Siska yang sekarang menundukkan kepalanya.


Siska berusaha untuk menguatkan hatinya agar dia bisa bercerita kepada dokter Andrew tentang semua masalah yang saat ini sedang dia hadapi sejak kedatangan dia hingga saat ini berada di rumah sakit bersama Farel.

__ADS_1


Setelah mendengarkan semua cerita dari Siska terlihat dokter and Andrew yang terus memperhatikan gadis itu dengan seksama.


" Saya sarankan untuk anda mengikuti saja keinginan dia untuk menikah dengan Anda. Karena saya sangat khawatir dia akan melakukan hal yang lebih nekat lagi daripada sekedar memukulkan kedua telapak tangannya ke tembok seperti kemarin! Saya bisa melihat bahwa Tuan Farel memang benar-benar sangat mencintai anda. Dia pasti sangat ketakutan untuk kehilangan Anda dalam menghadapi hubungan LDR seperti ini! Waktu 4 tahun dalam perpisahan itu tidaklah sedikit. Dia pasti ingin melindungi dirinya dari segala kemungkinan untuk kehilangan Anda saat perpisahan kalian yang begitu panjang!" mendengar perkataan dokter Andrew yang begitu rinci menjelaskan semjanya pada Siska, seketika Siska terbuka mata hatinya.


__ADS_2