Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
Bab 253


__ADS_3

"Ayo kita ke Bali dan melihat bengalow serta Villa yang dihadiahkan oleh kakekku untuk kita berdua. Aku sangat penasaran dengan harta karun yang dikatakan oleh kakekku di dalam surat wasiatnya yang dia taruh di dalam kotak musik kuno itu." Farel menceritakan semua yang dia ketahui kepada Siska.


Mereka pun kemudian pergi ke Bali untuk mengetahui bengalau yang dimaksud di dalam surat sang kakek yang disimpan di dalam kotak musik.


"Apakah benar ada harta karun di sana? Aku kok tidak percaya ya?" tanya Siska pada Farel.


"Kita lihat saja nanti. Semoga saja memang benar bahwa ada harta karun di sana. bisa digunakan untuk pengembangan perusahaan Handoyo dan Prayoga grup." Siska terlihat begitu bahagia.


Farel hanya menatap istrinya dengan lembut. Farel benar-benar ingin membuktikan apa yang ada di dalam kotak musik itu yang selama ini benar-benar membuat dirinya sangat penasaran.


Akan tetapi karena kesibukan dan masalah yang begitu besar di dalam kehidupan mereka membuat dia sampai melupakan tentang kotak musik.


Begitu sampai di Bali mereka begitu tercengang melihat Bengalow yang begitu indah yang telah dipersiapkan oleh kakeknya oleh orang kepercayaan sang kakek ketika masih hidup dulu.


"Akhirnya kalian berdua datang juga. Setelah sekian lama saya menunggu kedatangan kalian." Siska dan Farel terlihat senang melihat orang itu.


"Siapa Anda?" tanya Farel yang kemudian mendekati laki-laki paruh baya itu.


Laki-laki itu pun kemudian menjelaskan kepada Farel dan Siska bahwa dia adalah generasi kedua yang diperintah oleh Kakeknya Farel untuk menjaga bungalow itu hingga sampai ke tangan mereka berdua yang telah ditunjuk sebagai tuan dari bengalow tersebut.


" Jadi kalian sudah menunggu sejak lama untuk kedatangan kami?" Farel cukup terkejut mendengar cerita dari laki-laki itu.


"Kami selama ini selalu menjaga bengalaw ini. Hanya untuk hari ini, untuk menyerahkannya kepada kalian dan melepas tanggung jawab ini yang sudah terlalu lama kami emban," dia pun kemudian mempersilahkan Farel dan Siska untuk masuk ke dalam bengalow yang sangat indah.

__ADS_1


Siska dan Farel benar-benar takjub melihat segala sesuatu yang ada di dalam penggalang itu yang sangat menyenangkan dan menakjubkan.


"Kakek benar-benar sudah mempersiapkan semuanya yang tampak begitu sempurna dan sangat indah." Siska dan Farah benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari tempat seindah itu yang baru pertama kali mereka lihat.


Selama seharian mereka terus mengelilingi bungalow itu yang selama ini dijaga dengan begitu ketat oleh keluarga orang kepercayaan kakeknya Farel yang sudah mengabadikan hidupnya Untuk tetap menjaga bawah laut itu tetap indah dan cantik sampai ke tangan mereka.


Farel dan Siska kemudian melihat sebuah peti yang ditunjukkan oleh penjaga Bengalon kepada mereka berdua.


"Kakekku bilang peti emas ini hanya bisa dibuka oleh kalung yang dimiliki oleh kalian berdua yang disatukan menjadi sebuah kunci. Silakan kalian membukanya dengan berhati-hati." setelah mengatakan itu penjaga kemudian meninggalkan Farel dan Siska.


Farel dan Siska untuk sesaat saling menatap satu sama lain seperti tidak percaya benar-benar ada sebuah kotak emas yang begitu besar diadakan mereka saat ini.


Farel pun kemudian meletakkan kalung yang dimiliki oleh mereka berdua yang dulu digunakan sebagai tanda perjodohan antara dirinya dengan Siska.


"Dari manakah Kakek mendapatkan semua barang-barang ini yang begitu berharga?" Siska seperti tidak mempercayai apa yang mereka lihat saat ini.


Sementara itu penjaga Villa yang sejak tadi terus memperhatikan Farel dan Siska, terlihat mulai menghubungi seseorang.


"Tuan bener yang kau katakan bahwa mereka benar-benar memiliki kunci untuk membuka kotak emas itu dan sekarang mereka sudah membukanya. Tapi aku belum bisa melihat apa yang ada di sana. Karena jarakku terlalu jauh dengan mereka sehingga tidak bisa melihat apa saja yang mereka lakukan di sana." entah siapa yang dihubungi oleh penjaga bengalaw yang terlihat begitu mencurigakan.


Rupanya penjaga itu bekerja sama dengan orang yang berniat untuk merampas harta karun yang berada di sana dari tangan Farel dan Siska.


Penjaga itu pun kemudian mendapatkan tugas dari orang yang tadi dihubunginya untuk segera mencuri kotak emas yang tadi baru saja dibuka oleh Farel dengan menggunakan kalung yang mereka miliki.

__ADS_1


Setelah mendapatkan persetujuan orang yang menghubunginta, penjaga pun kemudian menutup panggilan telepon dan mulai mendekati Farel dan Siska yang kembali mengunci kotak tersebut.


Sesuai dengan perintah kakeknya bahwa kotak itu harus dijaga baik-baik dari orang-orang jahat yang ingin merampasnya dari mereka.


Farel saat ini sedang membaca surat yang ada di dalam kotak yang merupakan perintah dari sang kakek yang sudah meninggal lama sekali.


"Gunakanlah harta yang ada di dalam kotak ini untuk kebaikan. Kalian bisa mendirikan yayasan untuk menolong orang-orang yang tidak mampu dan membutuhkan. Semoga bisa menjadi amal kebaikan untuk kita semua!" Farel dan Siska saling menatap satu sama lain.


"Semua benda-benda berharga ini kalau dijual seumur hidup pun tidak akan pernah habis walaupun kita tidak bekerja sama sekali. Kita benar-benar harus menjaganya.


Penjaga yang mendengarkan pembicaraan Farel dan Siska terlihat begitu tertarik untuk mengetahui apa isi yang ada di kotak emas itu.


"Apakah kalian sudah berhasil membukanya? Apa yang ada di dalamnya?" penjaga itu terlihat begitu penasaran sambil menatap kepada Farel dan Siska silih berganti.


Farel maju dan menghadapinya. "Kotak ini hanya berisi mainan kami sewaktu masih kecil dulu dan juga beberapa foto kebersamaanku dengan kakekku." sang penjaga terlihat terkejut mendengar apa yang dikatakan Farel.


"Benarkah?? jadi harta karun itu hanya berisi mainan kalian di masa kecil?" terlihat raut kecewa di wajah penjaga yang seperti tidak percaya dengan semua keterangan itu.


"Kalian tidak berbohong kan? Apa boleh aku melihatnya secara langsung?" Farel dan Siska saling menatap satu sama lain cukup heran dengan semangat yang ditunjukkan oleh penjaga bengalaw yang menurut mereka sangat aneh dan menunjukkan gelagat yang tidak biasa.


Siska dan Farel kemudian menatap satu sama lain kemudian langsung mendekati penjaga itu.


"Maafkan aku berdasarkan instruksi dari kakekku, bahwa isi di dalam kotak emas ini tidak boleh diperlihatkan kepada siapapun karena hanya kami berdua yang diperbolehkan untuk melihatnya." Farel kemudian menyuruh penjaga itu untuk meninggalkan mereka berdua karena mereka ingin beristirahat.

__ADS_1


Penjaga yang terlihat kecewa kemudian segera meninggalkan mereka berdua. Karena dia pun tidak ingin menimbulkan kecurigaan dari pasangan suami istri itu yang ingin dia kelabui untuk mendapatkan kotak dan juga kuncinya yang dipegang oleh Farel.


__ADS_2