Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
205. Ucapan Selamat


__ADS_3

Rosa terbelalak kaget saat dia melihat Abian bersama seorang wanita cantik yang mendekat ke arahnya.


' Mau apa Abian datang ke mari?' tanya Rosa di dalam hatinya.


Rosa tidak menyangka setelah pergi begitu lama, Abian masih ingat tentang dirinya. Bahkan sekarang datang ke acara pernikahan nya bersama Steven.


' Dari mana bajingan itu tahu tentang pernikahan aku dan Steven?' bathin Rosa yang mulai merasa tidak nyaman dengan kedatangan Abian di acara pernikahannya.


' Siapa wanita yang datang bersamanya? Sepertinya aku tidak terlalu asing.' Rosa memicingkan matanya ketika Mery dan Abian yang mendekat ke arahnya.


Mery terlihat senang. Ada raut wajah kemenangan dan kebanggaan ketika dia melangkahkan kakinya menuju ke area pelaminan sambil menggenggam telapak tangan Abian.


' Aku akan lihat! Bagaimana wajahmu ketika melihat aku bersama Abian? Rosa, Apa kau masih mengingat tentang aku?' bathin Mery yang terlihat sangat puas Saat berjalan bersama Abian menuju ke pelaminan.


Suasana terlihat begitu tegang seperti sebuah slow motion yang terjadi.


Rosa kesulitan menelan salivanya sendiri begitu mengenal siapa wanita yang bersama dengan Abian yang begitu bangga bersama mantan kekasihnya.


' Cih! Ternyata dia adalah Merry. Wanita gatel yang walaupun sudah mempunyai suami masih mengejar-ngejar kekasih orang lain!' Rosa terlihat kesal wajahnya.


Begitu Mery dan Abian mendekat ke arah pelaminan, ketiga manusia yang pernah terlibat di masa lalu terlihat begitu canggung dan gugup.


Rosa takut kalau sampai Steven mengetahui masa lalunya bersama Abian.


' Kenapa dia begitu nekat untuk datang kemari? Siapa yang sudah begitu gagabah memberikan undangan untuk mereka?' bathin Rosa yang terus matanya melirik ke sana kemari mencari ibunya.


Sementara itu Farel dan Siska yang berada tidak jauh dari pelaminan juga terkejut sekali, sama seperti Rosa.


" Abian? Bagaimana bisa laki-laki itu bisa bebas dari penjara?" tanya Farel yang benar-benar tidak mengerti dengan situasi sekarang.


Farel hendak mendekati Abian, akan tetapi tangannya langsung ditarik oleh Siska.


" Sayang aku mohon! Kau jangan mengacau di acara pernikahan kedua pamanku!" ucap Siska sambil berbisik di telinga Farel.

__ADS_1


" Tapi, aku harus bertanya kepada Abian! Bagaimana caranya dia bisa bebas dari penjara?" tanya Farel yang terlihat begitu penasaran dengan kehadiran sepupunya yang telah membuat Handoyo group berada pada titik terendahnya selama berada di bawah kepemimpinannya.


Siska mengerti bagaimana perasaan suaminya akan tetapi dia tidak mau kalau sampai pernikahan kedua pamannya hancur karena kecerobohan sang suami.


" Aku mohon sayang! Tolong sabarlah untuk menunggu sampai pernikahan ini selesai. Aku benar-benar tidak mau mengganggu pernikahan kedua Pamanku yang sudah sangat sulit untuk dipersiapkan. Aku mohon sayang!" Siska memohon kepada Farel.


Farel melirik ke arah Siska dan menghela nafas berat. Karena dia benar-benar tidak sanggup untuk menghancurkan pernikahan kedua pamannya Siska yang selama ini selalu membantunya dalam menghadapi semua hal.


" Kita awasi saja apa yang akan dilakukan oleh Abian. Setelah acara selesai, kau bisa mendekatinya dan berbicara dengannya. Aku janji padamu sayang! Aku akan menolongmu untuk menyelesaikan rasa penasaran di hatimu." janji Siska kepada Farel.


Farel hanya bisa mengangguk menyanggupi apa yang dikatakan oleh istrinya. Karena bagaimanapun juga, semua yang dikatakan Siska memang ada benarnya. Farel juga tidak mau menjadi orang berdosa karena sudah menghancurkan pernikahan kedua paman Siska yang selama ini sudah banyak membantu dirinya.


" Tenanglah aku juga tidak akan mau menghancurkan kebahagiaan kedua pamanmu." Farel kemudian berbaur dengan teman-teman bisnisnya yang lain akan tetapi matanya terus memperhatikan Abian.


' Kenapa Abian bisa bersama dengan Merry Prakosa? Apa hubungannya dengan wanita itu?' Farel layak tidak mengetahui tentang hubungan mereka karena ketika mereka berdua menikah mereka melangsungkannya di Amerika. Tepat saat Mery berhasil menolong Abian untuk keluar dari penjara.


Rosa dan Steven bahagia sekali dengan pernikahan mereka berdua yang sudah berhasil dan sukses.


Andini dan Adrian pun terlihat begitu bahagia dengan acara pernikahan yang begitu meriah dan lancar jaya tanpa halangan apapun.


Bagaimanapun sekarang dirinya telah menjadi istri Adrian dan Rossa menjadi istri dari Steven. ' Aku juga harus merahasiakan ini semua. Kalau tidak, pernikahan Stevan dan Rosa akan terancam juga. Kalau sampai masalah ini terbongkar. Karena dulu Steven lah yang telah memerintahkanku untuk menghancurkan perusahaan Mandalika Group dengan menghacker sarver mereka sehingga lumpuh total.' bathin Andini.


Baru kali ini Andini merasa benar-benar bersalah dalam pekerjaannya meng-hacker sebuah perusahaan yang menjadi target pekerjaannya.


' Aku harus hati-hati sekali mulai sekarang. Tidak boleh gegabah sedikitpun. Atau kebahagiaan seluruh keluarga ini dipertaruhkan dari rahasia itu!' Andini terus melamun sepanjang acara dan Adrian memperhatikannya.


" Sayang! Apa yang kau pikirkan? Kenapa dari tadi aku melihatmu melamun terus?" tanya Adrian sambil mengelus lembut telapak tangan Andini yang terasa begitu dingin.


Andini terlihat gugup mendapatkan pertanyaan dari sang suami.


" Tidak apa-apa Mas. Aku hanya sedang merasa ketakutan dan juga cemas dengan sesuatu." Bisik Andini di telinga Adrian.


Adrian mengerutkan keningnya merasa bingung dengan apa yang dikatakan istrinya. " Kau takut kenapa, sayang?" tanya Adrian sambil menarik tangan istrinya agar menghadap kepadanya.

__ADS_1


Adrian perlu melihat wajah istrinya yang terlihat pucat." Katakan padaku! Apakah kekhawatiran di hatimu?" Adrian berusaha memberikan dukungan dan support untuk Andini agar istrinya menjadi tenang kembali.


" Aku takut kalau sampai keluarga Mandalika akan mengetahui kalau Kitalah yang dulu telah merencanakan untuk meng-hacker perusahaan mereka dan melumpuhkan server perusahaan mereka." Andini mengatakan hal itu pelan sekali karena bagaimanapun dia takut kalau ada yang mendengarkan apa yang dia katakan.


Adrian terkejut mendengar ucapan istrinya. Hal yang sama yang saat ini dia rasakan juga melihat ayahnya Rosa tampak begitu akrab berbicara dengan ibunya dan Siska.


" Tenanglah itu bukan masalah besar kita akan menjelaskan semuanya kepada Rossa pada waktu yang tepat. Aku yakin Steven pun masih akan berusaha untuk menjelaskannya kepada Rosa. Kamu tidak usah terpengaruh dengan hal ini karena ini semua bukan kesalahanmu. Kami semua yang sudah memintamu untuk menolong kami menghancurkan Mandalika group yang juga telah berusaha menghancurkan Prayoga Group. Aku rasa semua itu adalah setimpal. Kami tidak bersalah. Karena kami hanya mengembalikan apa yang mereka lakukan kepada perusahaan kami." ucap Adrian sambil melirik ke arah ibu dan ayahnya Rosa.


Adrian sangat senang melihat Silvia yang bisa berbaur dengan kedua orang tua Rosa.


Adrian melihat ke arah Anto dan Andi yang terlihat begitu sedih. Adrian bisa mengerti perasaan Kedua saudaranya Andini yang pasti merasa kehilangan kakaknya setelah pernikahannya bersama Andini.


' Aku berjanji aku tidak akan pernah mengantarkan mereka berdua setelah pernikahan kami aku akan mengajak mereka ke kediaman Prayoga dan menyekolahkan mereka hingga lulus kuliah. Aku yakin mereka adalah anak-anak yang pintar sama seperti Andini yang juga pintar dan cerdas!' Adrian sangat bahagia dengan pernikahannya.


Dari kejauhan terlihat Indrana dan Irdina terlihat meneteskan air mata karena merasa sedih melihat laki-laki yang mereka cintai kini telah bersanding dengan wanita lain yang tidak mereka kenal sama sekali.


" Tidak kusangka perjuangan kita selama bertahun-tahun untuk menaklukkan Kedua saudara itu gagal total. Mereka malah menikahi wanita yang tidak pernah kita tahu. Kakak apa kau tahu siapa wanita yang menikah dengan Steven?" tanya Irdina kepada kakaknya yang juga sama-sama menangisi Adrian yang telah menikah dengan Andini.


Indrana terlihat bersedih dan tidak sanggup berkata-kata. selama bertahun-tahun dirinya telah berjuang untuk bisa menaklukkan seorang Adrian dan terus bersabar. sekarang mereka dihadapkan dengan sebuah kenyataan yang sangat pahit untuk mereka telan.


" Aku tidak rela melihat laki-laki yang kucintai menikahi wanita itu. Aku pasti akan merebut Adrian darinya." terlihat Indrana yang begitu marah dan kesal sekali melihat Adrian yang tersenyum begitu bahagia di atas kursi pelaminan bersama dengan Andini.


Sebelum acara itu selesai Indrana dan irdina sudah meninggalkan ballroom pernikahan. Mereka berdua di tak sanggup untuk naik ke atas pelaminan hanya sekedar untuk memberikan selamat kepada Steven dan Adriana.


" Kenapa kita harus pulang Kak kita kan belum naik atas pelaminan dan bertemu dengan mereka!" Irdina terlihat protes kepada kakaknya yang tadi memaksa untuk pulang dari resepsi pernikahan Adrian dan Steven.


Indrana terus melangkahkan kakinya dengan penuh amarah di hatinya. " Aku tanya padamu Apakah kau sanggup memberikan ucapan selamat kepada mereka yang sudah menyakiti hati kita berdua?" tanya Indrana kepada adiknya yang baru saja pulang dari luar negeri setelah menyelesaikan kuliahnya di sana.


Akan tetapi ketika dia pulang ke Indonesia, dia mendapatkan kenyataan bahwa Steven akan menikahi orang lain.


Irdina dan Indrana yang benar-benar merasa penasaran tanpa berpikir panjang langsung terbang ke Jakarta untuk menemui Steven.


" Aku datang jauh-jauh ke Jakarta memang ingin bertemu dengan Steven. Aku ingin bertanya Kenapa dia begitu tega melakukan ini padaku. Dulu ketika aku berangkat kuliah, dia bilang padaku akan menunggu kepulangan aku. Tapi apa semua ini? Dia malah menikah dengan wanita lain! Dasar laki-laki bajingan!" Irdina terlihat begitu marah kepada Steven yang sudah memberikan janji palsu kepadanya.

__ADS_1


Indrana tidak kalah marah seperti adiknya. Dia juga tidak mengerti kenapa Adrian tiba-tiba saja meminta putus kepadanya tanpa memberikan kejelasan yang bisa dia mengerti.


" Kakak dan adik itu benar-benar laki-laki b******* yang tidak mempedulikan Perasaan wanita! Aku benci mereka! Tapi aku tidak rela melihat mereka bahagia!" ucap Indrana terlihat begitu marah dan kesal.


__ADS_2