Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
69. Kesedihan yang tak berujung


__ADS_3

Farel benar-benar merasa tidak enak ketika dia melihat Amora yang terus menangis terisak di dalam pelukannya.


" Maafkan aku Amora kalau kata-kataku terlalu menyakitkan untukmu. Aku mohon keluar dari kamarku sekarang karena aku harus bersiap-siap untuk pergi ke kantor!" Ucap Farel sambil bangun dan menuju ke wall in closed miliknya.


Amora bangkit dan kemudian mengikuti Farel bertingkah layaknya seorang istri yang mempersiapkan semua kebutuhan Farel.


" Aku akan membantumu memilihkan pakaian dan juga dasimu!" dengan tanpa merasa malu maupun canggung Amora memilihkan pakaian dan juga celana serta dasi yang kemudian diberikan kepada Farel.


Semua yang terjadi di dalam kamar itu, yang terlihat mesra dan intim, direkam dan difoto oleh ibunya Farel dan langsung dikirimkan kepada Siska saat itu juga.


Ibunya Farel benar-benar telah bertekad untuk memisahkan pernikahan putranya dengan Siska. wanita yang dianggap sebagai pembawa sial setelah suaminya meninggal karena kecelakaan.


" Aku mohon Amora. Cepat kau keluar dari kamarku. Tolong kau hentikan semua sikapmu yang kekanakan ini!" ucap Farel yang sudah kehilangan kesabaran untuk menghadapi Amora yang terlihat begitu tidak tahu malu di mata Farel saat ini.


Amora tetap bersikeras ingin membantu Farel dalam bersiap ke kantor.


Seandainya Farel mengetahui kalau semua itu adalah rencana dari ibunya dan juga Amora untuk menyakiti hati Siska. Farel pasti akan langsung mengusir Amora dari kamarnya dan tidak memberikan kesempatan kepada wanita ular itu untuk menyentuh tubuhnya yang saat ini hanya menggunakan handuk saja.


Tetapi Farel memiliki hati yang terlalu baik dan tidak pernah berburuk sangka kepada siapapun. Sehingga dia tidak pernah mengira kalau ternyata Ibunya dan Amora telah merencanakan semua itu.


Saat ini Siska sedang menatap foto-foto dan video yang dikirimkan oleh ibunya Farel ke dalam ponselnya.


" Apakah kau begitu membenciku Mah? Kau bahkan sampai melakukan hal tercela seperti ini, hanya untuk membuatku merasa sakit hati dan menderita! Sebenarnya apa kesalahanku padamu Mah? Sehingga kau begitu membenci aku?" Siska berusaha untuk tegar dan berusaha untuk tidak menangis lagi. Walaupun air matanya sejak tadi terus meronta-ronta.


Sampai saat ini Siska masih belum bisa memahami apa yang terjadi di dalam rumah tangganya bersama dengan Farel.


" Semoga Tuhan memberikan kekuatan untukku dan memberikan jalan keluar untuk kami berdua. Sehingga bisa melewati semua ini dengan baik!" doa Siska sambil terus menatap wajah Farel yang ada di walpaper ponselnya.


Siska berharap bahwa semuanya hanya sebuah mimpi dan ketika dia bangun semuanya sudah berakhir dan kembali seperti semula.

__ADS_1


" Kenapa sampai saat ini Farel belum juga menghubungiku dan menjelaskan semua yang sedang terjadi? Apakah benar yang telah dikatakan oleh ibunya? Bahwa dia memang menginginkan pembatalan pernikahan kami?" Siska yang semula hendak beristirahat, setelah dia pulang dari kampusnya, seketika kehilangan rasakan kantuknya.


Entah kenapa sekarang pikirannya berkelana kembali mengingat tentang masa lalu di saat pertama kali dia berkenalan dengan Farel hingga saat terakhir mereka menjalani pernikahan yang begitu indah.


" Aku akan menunggu kamu Farel. Apapun keputusanmu aku pasti akan menerimanya asalkan itu berasal dari mulut kamu dan merupakan keinginanmu!" seketika Siska merasa takut kalau Farel memang benar-benar menginginkan untuk membatalkan pernikahan mereka yang baru seumur jagung.


Siska yang lelah dengan pikirannya sendiri akhirnya terlelap tanpa dia sadari.


Siska tidak mengetahui ketika Farel menghubunginya beberapa kali.


Ketika Siska bangun dan melihat ponselnya. Siska menerima kenyataan bahwa ternyata nomornya sekarang sudah diblokir oleh Farel.


Siska berusaha untuk menguatkan hatinya dan berusaha untuk pasrah menghadapi cobaan di dalam pernikahannya.


" Biarlah dia melakukan semuanya sesuai dengan keinginannya. Aku tidak peduli sama sekali. Toh aku masih muda. Aku akan fokus dengan kuliahku dan aku tidak akan pernah memikirkan tentang pernikahan itu lagi!" Siska sudah bertekad bahwa dia akan memulai hidup yang baru dan berusaha untuk melupakan Farel.


Hari-hari itu dilalui oleh Siska dengan sangat berat, menahan rasa rindu dan juga perasaan tersakiti karena hampir setiap hari ibunya Farel selalu mengirimkan foto-foto Amora dan Farel yang selalu bersama kemanapun.


" Hah! Syukurlah kalau Farel baik-baik saja aku pun bisa menjalani kehidupanku dengan baik tanpa dia!" ujar Siska dengan senyum yang mengembang.


Siska kemudian berniat untuk memasak sarapan untuk dirinya. Tetapi tiba-tiba saja perutnya serasa mual dan mau muntah ketika mencium bau bawang putih yang sedang dia iris untuk memasak.


Siska langsung berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan semua yang ada dalam perutnya yang masih kosong karena dia belum makan apa-apa pagi ini.


Tubuh Siska sampai lemes dan tidak bisa bergerak bebas.


Siska kemudian menghubungi dokter Andrew untuk meminta vitamin dari dokter yang belum dia ketahui bahwa dokter itu adalah dokter yang semasa kecilnya pernah dia gilak dan sangat ingin dia jadikan suami.


" Dokter Apakah kau bisa datang kemari? Aku sedang membutuhkan bantuanmu!" ucap Siska dengan suara yang begitu lemah saat dia menghubungi Andrew.

__ADS_1


Dokter Endro benar-benar terkejut ketika dia mendapatkan panggilan telepon dari Siska.


" Apa kau baik-baik saja?" tanyanya khawatir.


Siska kemudian menyebutkan alamatnya dan meminta dokter Andrewa untuk datang dan memeriksa dirinya. Dia mengatakan semua hal tentang kesehatannya kepada dokter muda itu yang sampai saat ini masih menyimpan perasaan cinta untuk Siska.


Karena merasa khawatir Andrew langsung berlari ke apartemen yang ditempati oleh Siska.


Siska menempati apartemen miliknya sendiri dan dia sudah memindahkan semua barang-barangnya dari apartemen yang telah dibeli oleh Farel pada saat hari pernikahan mereka dulu.


Dokter Andrew merasa sangat cemas ketika dia melihat Siska yang terbaring tak berdaya di atas sofa dengan wajah putih dan pucat.


" Siska apa yang terjadi denganmu? Are you ok?" Andrew kemudian membopong Siska menuju kamarnya. Karena tadi Siska hampir pingsan di dapur ketika dia mempersiapkan sarapan untuk dirinya sendiri.


Andrewa yang merasa khawatir dengan keadaan Siska dia langsung memeriksa kesehatan Siska yang masih tidak sadarkan diri dalam pengaruh obat bius.


Apa yang terjadi kepada Siska sampai saat ini masih menjadi misterius karena Andrew masih memeriksakan hasil pemeriksaan darahnya di lab rumah sakit.


" Apa yang terjadi padaku, Andrew? Kenapa badanku semuanya terasa sakit! Katakan padaku dokter! Kenapa rasanya badanku semuanya seperti habis dipukuli?" tanya Siska ketika dia melihat dokter Andrew pulang kembali dan masuk ke dalam ruangannya.


"Selamat ya atas kehamilannya. Aku berharap semoga anakmu akan sehat-sehat saja dan menjadi pelindungmu untuk mamanya di suasana nanti!" ucap Andrew dengan suara yang tersekat di tenggorokan.


Sesungguhnya saat ini Andrew benar-benar kacau, selama ini dia tidak menikah karena dia masih sangat mencintai Siska dan berharap bahwa mereka akan memiliki masa depan bersama.


Andrew akan berusaha untuk membuat Siska jatuh cinta kepadanya walau apapun yang terjadi.


" Dokter ngomong apa sih? Apa yang sedang kau katakan? Maafkan aku belum pernah tidur bersama suamiku. Sejak hari pernikahan kami hingga saat ini!" Andrew benar-benar terkejut mendengarkan kenyataan itu bahwa ternyata Siska tidak tidur dengan Farel setelah resepsi pernikahan mereka kemarin selesai. Tampaknya Siska melupakan fakta bahwa dia pernah diperkosa oleh Farel karena kecemburuannya terhadap Mateo.


Andrew terlalu bahagia mendapatkan berita tersebut sehingga tanpa dia sadari dia malah memeluk Siska.

__ADS_1


" Tidak apa-apa. Kalau Dia tidak memiliki seorang ayah maka aku tidak keberatan untuk menjadi ayahnya. Tenanglah Siska aku akan selalu mendampingimu dan selalu berada di sisimu!' ucap dokter Andrew sambil mengulas senyum kepada Siska yang tampak terkejut mendengarkan.


__ADS_2