
Steven dan Rosa kemudian menemui kedua orang tua rossa untuk membicarakan tentang hari pernikahan mereka berdua.
" Aku harap kedua orang tuamu merestui pernikahan kita!" Steven menggenggam telapak tangan rossa dengan penuh keyakinan bahwa rossa adalah wanita yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya dalam pencarian cinta yang selama bertahun-tahun dia lakukan.
" Ayahku pasti bisa melihat ketulusan cintamu untukku," Rosa begitu bahagia karena Steven yang benar-benar berniat untuk menikahinya dan serius memulai kehidupan baru bersamanya.
Steven menghubungi Adrian agar datang ke kediaman Mandalika sebagai perwakilan dari keluarga besar mereka.
" Kamu datang sendiri dulu untuk menegaskan keseriusanmu kepada Rossa. Sekalian melihat gelagat keluarga mereka, apakah akan menerima pernikahan kalian atau tidak. Keluarga besar kita akan datang setelah kalian mantap untuk menikah. Sekalian kita tunggu Siska dan Farel untuk pulang dari rumah sakit." Stevan kemudian menutup panggilan telepon dari Adrian setelah mendengar jawaban dari kakaknya.
" Kenapa kau terlihat lesu?" tanya Rosa kepada kekasihnya.
Adrian menggelengkan kepala kemudian turun dari mobil dan menggandeng tangan Rosa untuk masuk ke dalam kediaman keluarga Mandalika.
Sebenarnya Rossa benar-benar penasaran dan ingin bertanya alasan kekasihnya yang sepertinya sedih setelah menelpon Adrian.
" Ada apa?" tanya Rosa heran.
" Tidak apa, ayo temui kedua orang tua kamu!" Steven kemudian menggenggam telapak tangan Rossa dan masuk ke dalam rumah keluarga Mandalika.
Karena sebelumnya sudah dihubungi oleh Rossa, kedua orang tuanya pun sudah menunggu di sana dan menyambut Steven.
Ini adalah pertama kalinya Steven berhubungan dengan seorang wanita dan benar-benar serius sampai datang ke rumah kekasihnya. Oleh karena itu Seven terlihat begitu canggung.
Akan tetapi Stevan percaya bahwa apa yang dia lakukan adalah kebenaran. Oleh karena itu dia memberanikan dirinya untuk tetap melangkahkan kaki dan menghadapi kedua orang tua Rosa yang sebelumnya merupakan musuh dari Prayoga Group.
Steven bisa melihat bahwa ayahnya Rossa tidak terlalu bersahabat terhadap dirinya.
" Ada apa kau datang menemui kami?" tanya ayahnya Rosa terlihat kaku dan dingin sehingga membuat Steven jadi grogi dan salting berada di hadapannya.
__ADS_1
Rossa menggenggam telapak tangan Steven dan memberikan kekuatan kepadanya untuk berani berhadapan dengan ayahnya.
" Papa kami berdua sudah sepakat untuk menikah. Tolong berikanlah Restu kalian kepada kami berdoa." ucap Rosa dengan suara yang mantap tanpa rasa takut sama sekali kepada ayahnya yang saat ini sedang berwajah garang sekali.
Kedua orang tua Rossa cukup terkejut melihat keberanian putrinya saat berhadapan dengan mereka berdua sambil tetap menggenggam telapak tangan Steven.
" Apa kalian yakin kalau kalian saling mencintai satu sama lain?" tanya ayahnya Rosa seperti yang tidak mempercayai perasaan mereka berdua.
Steven menganggukan kepalanya. " Kami saling mencintai dan Kami yakin kalau kami akan menikah tolong restui kami berdua." ucap Steven dengan mantap walaupun telapak tangannya berkeringat dingin.
Rosa mengeratkan genggaman tangannya dan Memberikan motivasi kepada kekasihnya agar tetap tegar dalam menghadapi ujian itu.
Ya! Bertemu dengan kedua orang tuanya adalah ujian besar mengingat permusuhan antara grup Mandalika dan Prayoga yang cukup riskan selama ini.
" Lalu bagaimana dengan permusuhan dua keluarga yang selama ini selalu terjadi?" tanya ayahnya lagi.
" Kami tidak pernah menganggapmu sebagai musuh. Kita selama ini bersaing dalam dunia bisnis secara sehat. Saya rasa itu adalah sesuatu hal yang wajar. Kami berdua saling mencintai dan tidak akan melepaskan cinta kami hanya karena masalah sepele seperti itu yang bagi kami tidak penting sama sekali!" Steven menguatkan hatinya untuk tetap tegar dan pantang menyerah.
" Saya sangat senang sekali kalau kamu memang benar-benar berniat untuk menikahi putri saya. Saya perhatikan selama ini putriku memiliki begitu banyak kemajuan dalam pribadi maupun sikapnya. Itu pasti adalah karenamu yang sudah memberikan dampak positif kepadanya!" Steven tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya Rosa yang ternyata secara terang-terangan mendukung hubungan mereka berdua.
" Saya yakin bahwa itu memang adalah benar-benar sifat Rosa yang sesungguhnya. Rosa adalah gadis yang baik. Selama saya sakit dialah yang terus mendukung dan juga menjaga saya. Sehingga membuat saya akhirnya yakin bahwa memang dia lah orang yang akan mendampingi hidup saya sampai akhir. Sejujurnya, dialah wanita pertama yang sudah membuat saya berani untuk berhadapan dengan kalian dan memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan." Steven melirik kepada Rosa.
Ucapan Steven benar-benar sudah membuat Rossa meleleh dia bahkan sampai memeluk kekasihnya di hadapan kedua orang tuanya dengan air mata mengalir dari pipinya.
Ehm ehm ehm
Ayahnya Rosa berdehem berkali-kali untuk menarik perhatian mereka berdua yang sedang meluahkan rasa cinta keduanya yang terasa begitu manis.
" Maaf," Steven tersenyum sambil melihat ke arah kedua orang tuanya Rosa.
__ADS_1
Rossa pun tidak kalah canggung dan malu di hadapan kedua orang tuanya.
" Kalau melihat tingkah kalian berdua. Saya yakin kalau kalian memang saling mencintai dan saya Merestui Pernikahan kalian!" Rosa langsung berlari ke arah Ibunya dan memeluk sang ibu dengan begitu bahagia.
Steven pun tidak kalah Bahagia seperti Rossa saat ini. " Apa kau pikir semudah itu untuk menjadi suami dari putriku yang berharga?!" tanya ayahnya Rosa yang terdengar dingin.
Ibunya Rosa menatap tajam kepada suaminya sambil mencubit pinggangnya.
" Sudah jangan bercanda dan melakut-nakuti mereka lagi!" Ayahnya Rosa hanya berdecak lidah melihat istrinya yang begitu bahagia akhirnya Putri nakalnya mempunyai calon suami setampan dan sekaya Steven Prayoga.
Dunia bisnis pasti mengenal sosok Steven dan juga Adrian yang menjadi pionir bagi Prayoga group setelah ayah mereka meninggal.
" Apakah keluargamu merestui untuk pernikahan kalian?" tanyanya.
Steven menganggukan kepalanya. Namun kedua orang tua Rosa membutuhkan sebuah bukti kalau memang benar mereka Merestui Pernikahan itu.
" Suruhlah keluarga besarmu datang kemari untuk melamar putriku. Baru aku akan percaya bahwa mereka betul-betul Merestui Pernikahan kalian." Rossa dan Steven terkejut mendengar perkataannya tetapi mereka tidak takut sama sekali karena mereka sudah mengantongi restu dari keluarga Steven.
Akan tetapi terlihat Stevan yang murung.
" Kenapa apa kau tidak yakin kalau kedua orang tuamu akan Merestui Pernikahan ini?"
Steven tiba-tiba teringat tentang ibunya yang sudah lama tidak pernah berkomunikasi dengan mereka.
" Aku sudah lama tidak berbicara dengan ibuku. Karena aku kecewa kepadanya yang tidak memperdulikan kakakku yang waktu itu kecelakaan dan koma. Nanti aku akan mencoba untuk menghubungi kembali dan membicarakan tentang niat pernikahanku ini," Rosa terkejut mendengarnya karena dia baru mengetahui tentang hal tersebut dari Steven.
" Apa kau yakin kalau ibumu akan merestui kita berdua?" tanya Rosa yang mulai panik ketika memikirkan tentang itu.
" Aku tidak tahu apakah dia akan merestui kita atau tidak karena aku juga belum pernah membicarakannya. Tapi aku janji sama kamu. Aku akan segera mengajakmu untuk menghadapnya." Steven menatap Rossa dan menggenggam telapak tangannya.
__ADS_1
" Aku yakin kalau ibumu pasti akan merestui hubungan kita. Aku akan ikut denganmu untuk menemuinya!" ucap Rosa tersenyum.