Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
203. Bagaimana?


__ADS_3

Rossa saat ini sedang berada di rumahnya bersama dengan kedua orang tuanya.


" Kamu sudah yakin dan mantap akan memilih Steven untuk menjadi suamimu?" tanya ayahnya Rosa ketika mereka berhadapan satu sama lain di kamar Rosa.


" Pah aku benar-benar mencintai Steven. Aku tidak peduli masa lalu apapun yang pernah terjadi diantara kami. Aku berharap pernikahan ini adalah pernikahan yang pertama dan juga terakhir di dalam hidupku!" ucap Rosa sambil menatap kedua orang tuanya yang tampak terharu mendengar ucapan Rosa.


" Percayalah sama Rossa dan Steven. Kami berdua tidak akan mengecewakan Papa dan Mama. Kami berdua pasti akan berbahagia." Rosa memeluk ibunya yang selama ini selalu mendukung apapun yang ia lakukan.


" Mama berharap semuanya baik-baik saja dan tidak akan ada halangan di depan sana yang akan merusak kebahagiaan kalian." Rossa memeluk ibunya dan berterima kasih karena sudah mendukungnya untuk memilih Stevan sebagai suaminya.


Kedua orang tua Rossa kemudian meninggalkan Rosa di dalam kamarnya agar bisa beristirahat.


" Istirahatlah karena besok kau harus tambah cantik pada acara pernikahanmu. Mama dan Papa akan menemani saudara-saudara kita yang datang dari luar kota untuk menghadiri pesta pernikahanmu bersama Steven." Rosa menganggukkan kepala.


" Mah, bukannya mereka tinggal di hotel?" tanya Rosa sambil mengerutkan keningnya.


Rosa selama ini tahu kalau ayahnya paling tidak suka kalau ada orang yang menginap di rumahnya. Tidak perduli itu saudara ataupun temannya. Ayahnya lebih baik menyewakan hotel untuk mereka daripada harus tidur di rumahnya yang tidak suka begitu keramian.


Oleh karena itu Rossa sudah memutuskan akan tinggal bersama dengan Steven setelah mereka menikah nanti.


Rossa tidak mau kalau Steven dan ayahnya terlihat bentrok atau tidak cocok satu sama lain. Hanya sekedar mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan oleh mereka.


" Mana mungkin papamu berani mengusir kakek dan nenekmu dari rumah ini? Dan juga kedua paman kamu yang dari Surabaya itu bersikeras ingin menginap di sini karena merindukan ayahmu." terlihat ayahnya Rossa berwajah masam karena melihat sang istri yang sedang meledeknya.


Rosa hanya tersenyum melihat ayahnya yang tidak bisa berkutik terhadap keluarga inti dari keluarga besarnya.


" Ya sudah kalau begitu papa dan mama temuilah Kakek dan Nenek. Rosa mau istirahat dulu." setelah mengatakan itu kedua orang tua Rosa pun kemudian keluar dan membiarkan putrinya untuk tidur.


Setelah meninggalkan dosa di kamarnya terlihat ayahnya Rossa merasa malas untuk menemui kedua orang tuanya yang datang dari Surabaya.


" Kau itu bagaimana sih Pah? Mereka itu datang kemari adalah untuk menghormati pernikahan anak kita. Masa Papa berwajah masam seperti itu?" tanya istrinya sambil merangkul tangan suaminya.


" Mama saja yang menemani mereka. Papa lelah. Mau istirahat dulu. Karena besok kita harus stand by menyambut para tamu di hotel. Jangan sampai nanti kita mengantuk, malah bikin malu keluarga kita." ucap suaminya yang kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya.


" Susan dan Dedi, kalian berdua tidurlah sana. Kami juga ngantuk mau tidur. rasanya lelah sekali setelah perjalanan dari Surabaya." Dedi tersenyum kepada ayahnya jangan lupanya mengerti kesusahan putranya.

__ADS_1


" Ya Pah, selamat malam dan selamat beristirahat untuk semuanya." Mereka pun kemudian meninggalkan kedua orang tuanya dan juga kedua adiknya yang tadi asyik mengobrol di ruang keluarga.


Mereka semua pun terlihat bangkit dan bersiap untuk masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan oleh pembantu mereka.


Mereka adalah keluarga Dedi jadi sangat mengerti. Bagaimana sifat dan juga kelakuan Dedi yang tidak suka dengan keributan.


Setelah mereka semua tidur terlihat Rosa yang saat ini sedang berada di balkon kamarnya. Dia sedang memandang langit yang malam ini begitu gemerlap dengan bintang-bintang yang bersinar cerah.


Tiba-tiba saja ponsel Rosa berdering. "Siapa sih, tengah malam begini menelpon?" Rosa terlihat malas untuk mengangkat telepon tersebut.


Rossa terlihat tidak senang melihat nama yang tertera di layar ponsel miliknya.


" Abian? Mau apa lagi dia menghubungi aku?" terlihat Rossa yang hendak menonaktifkan ponselnya karena merasa marah kepada orang yang menghubunginya.


Ketika Rossa hendak mematikan ponselnya ada pesan yang masuk di aplikasi hijau miliknya.


" Angkatlah teleponmu Rossa kan aku sangat merindukanmu!" Rosa berdecak kesal membaca pesan itu.


" Memangnya dia pikir siapa berani-beraninya dia datang dan pergi sesuka hatinya!" Kesal Rosa yang kemudian langsung mematikan ponselnya tanpa perduli lagi soal Abian.


Ternyata Abian adalah mantan kekasih Rossa yang sudah berpisah lebih dari lima tahun yang lalu. Entah bagaimana caranya Abian bisa bebas dari penjara setelah dia menganiaya Farel dan asistennya sewaktu di Amerika dulu.


Rossa kemudian tidur dan berusaha untuk melupakan Abian yang telah memberikan begitu banyak luka untuk dirinya.


Abianlah yang telah merubah Rosa menjadi wanita yang dingin dan juga menjengkelkan.


Abian telah menyakiti hati Rossa dengan berkhianat sehingga Rosa tidak percaya lagi dengan namanya cinta di dalam hidupnya.


Kebersamaannya dengan Farel selama beberapa saat lamanya, ketika Handoyo group dalam masalah dan membutuhkan bantuan dari Mandalika Group. Telah menggelitik hati Rossa untuk mulai percaya tentang cinta.


Apalagi melihat cinta Farel yang begitu besar untuk Siska membuat dia benar-benar menginginkan untuk memilikinya. Akan tetapi setelah perseteruan dan juga pertengkaran dirinya dengan Stevan ternyata telah membuat hatinya tergerak dan akhirnya jatuh cinta kepada pemuda itu.


***


Abian sedang memandang sebuah berita yang ada di dalam ponselnya.

__ADS_1


" Apa benar kalau Rosa akan menikah dengan Steven? Ya Ampun! ini benar-benar sesuatu yang sangat ajaib! Bagaimana mungkin Steven yang selama ini selalu menjadi musuhku malah akan menikahi mantan kekasihku? Ya Tuhan! Tidak ada sesuatu yang lebih mengagumkan dari semua ini. Besok aku harus hadir di pernikahan mereka dan memberikan banyak kejutan pada mereka." Abian terlihat tersenyum licik.


Abian sekarang sudah semakin percaya diri untuk berhadapan di depan publik. dia sudah tidak merasa malu ataupun takut untuk berhadapan dengan Farel ataupun keluarga besarnya.


" Farel aku akan lihat. Bagaimana raut wajahmu setelah melihatku? Apakah kau akan bahagia ataukah akan marah kepadaku? Tentu kau sudah merindukankukan Farel? Orang yang sudah berhasil dan sukses memporak-porandakan Handoyo Group." Abian terlihat begitu marah ketika mengingat tentang Farel dan juga Handoyo group yang telah membuatnya hidup menderita di penjara selama beberapa tahun di Amerika.


" Aku pasti akan membalas dendam kepada kalian yang sudah membuat hidupku menderita dan sangat kesulitan selama berada di penjara! Aku tidak akan pernah membiarkan kalian bahagia di atas deritaku selama ini!" Abian mengepalkan kedua tangannya dengan sorot mata yang penuh dendam dan kebencian.


" Aku tidak akan melepaskan siapapun yang sudah menghancurkan hidupku. Amora!! Sampai ke ujung dunia aku akan mencarimu. Percaya padaku! Wanita keji yang sudah menghancurkan segalanya. Penghianat yang layak untuk mati berkali-kali!" terlihat Abian begitu membenci Amora, mantan istrinya yang telah menipu dirinya mentah-mentah.


Abian harus merelakan semua hartanya yang telah dia curi dari keluarga Handoyo. Di ambil dan dinikmati oleh Amora. Sejak Abian keluar dari penjara. Dia sudah berusaha untuk mencari keberadaan Amora, tetapi hingga saat ini, masih belum juga ketemu.


" Di mana sebenarnya wanita siluman itu bersembunyi?? Kenapa aku sampai saat ini belum bisa menemukan dia? Padahal aku sudah mengerahkan semua sumber daya yang aku miliki untuk melacak wanita itu." Abian mengepalkan kedua tangannya.


Sangking marahnya Abian bahkan sampai melemparkan gelas wine yang ada di tangannya. Ketika dia membayangkan tentang segala sesuatu tentang Amora yang sudah membuat dia harus kehilangan segalanya.


Abian harus memulai semuanya dari nol untuk kembali memiliki apa yang saat ini dia nikmati. Abian menikahi seorang wanita yang tergila-gila kepadanya dan rela hidup bersama wanita itu. Walaupun dia tidak mencintainya sama sekali.


Akan tetapi demi kekayaan yang ingin dia nikmati saat ini, Abian rela melakukan segalanya. Menjual cinta kepada wanita itu yang sewaktu Abian masih berjaya begitu Mencintainya dan selalu mengejar dirinya.


" Sayang, Apa yang sedang kau lakukan?" tiba-tiba seorang wanita dalam berpakaian seksi keluar dari kamar mandi dan menyapa Abian yang tampak begitu marah ketika mengingat tentang masa lalunya yang begitu kelam dan sangat menyakitkan.


Abian terkesiap melihat wanita yang telah resmi menjadi istrinya selama satu bulan belakang ini.Wanita baik hati yang telah rela menerima segala masa lalu yang dia miliki.


" Aku baik-baik saja. Oh ya sayang. Apakah kau mendapatkan undangan untuk pernikahan Steven Prayoga dan Adrian Prayoga?" tanya Abian kepada Mely yang sekarang mulai mendekatinya dengan begitu paras yang begitu menggoda.


Melly adalah seorang janda yang telah ditinggalkan oleh suaminya dengan harta yang melimpah. Akan tetapi Kecantikan wajahnya telah menutupi usianya yang sesungguhnya. Walaupun sudah usia paruh baya, kecantikan Mely tetap terpancar dari wajahnya. Karena perawatan super mahal yang selalu dia jalani.


" Ya sayang. Mereka memberikan undangan untukku. Apakah engkau juga mau ikut denganku untuk menghadiri pernikahan mereka?" tanya Mely sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


Abian merasa bahagia sekali mendengarnya.


' Ini adalah kesempatanku untuk memberikan kejutan kepada orang-orang yang sudah membuat hidupku menderita selama ini. Mereka pasti terkejut melihat kebebasan dan menikahi wanita sekaya Mely dan menjadi CEO dari Alaska grup. Hahaha! Aku merasa penasaran bagaimana wajah Farel ketika mengetahui kenyataan itu!' bathin Abian yang seperti sudah berada di atas angin dengan nasibnya yang begitu baik.


Abian memang layak bersyukur dengan kehidupannya sekarang. Mely dengan begitu baik hati telah menjadikan suami barunya yaitu Abian, sebagai CEO dari perusahaan almarhum suaminya yang sudah lama meninggal.

__ADS_1


__ADS_2