
Adrian menarik nafasnya dalam-dalam. Tampak pria tampan itu benar-benar pusing kepalanya. Memikirkan semua yang terjadi kepada keluarga Farel yang menghadapi masalah bertubi-tubi.
" Gara-gara Anda yang datang terlambat ke rumah ini tanpa pemberitahuan dulu. Ada orang lain yang datang mengaku sebagai diri Anda dan sekarang orang itu telah menculik Aaron kami. Kami sekarang tidak tahu di mana keberadaan Aaron!" ucap Adrian memberitahukan semuanya.
Demi mendengarkan perkataan Adrian. Wanita paruh baya itu sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia sangat terkejut sekali.
" Ya ampun tuan. Maafkan keteledoran saya. Ini pasti karena kesalahan saya yang tidak mengabarkan dulu kemari atas keterlambatan saya." ucap wanita paruh baya yang akan bekerja sebagai baby sitter yang baru untuk Aaron. Dia benar-benar merasa bersalah dan merasa sedih sekali atas hilangnya Aaron dari kediaman orang tuanya.
" Tuan. Apakah anda sudah memeriksa CCTV yang ada di dalam gedung ini? Dengan kita mendapatkan wajah pencuri itu kita bisa mempunyai arah untuk menemukan keberadaan Tuhan muda!" Farel seketika bangkit ketika mendengarkan perkataan wanita paruh baya itu.
" Ahhhh benar juga! Aku belum memeriksa CCTV di gedung ini. Paman tolong bantu aku untuk mengecek CCTV di gedung ini. Karena aku harus segera pergi ke rumah sakit untuk memeriksa jenazah Ibuku dan bersiap untuk pemakamannya dulu!" Ucap Farel berusaha untuk bangkit dan berusaha untuk kuat menegarkan jiwa dan raganya menghadapi permasalahan yang bertubi-tubi datang hari ini ke dalam hidupnya.
" Farel saat ini tubuhmu tidak kuat untuk melakukan hal-hal yang berat seperti itu. Lebih baik kau dengan Steven pergilah menemui operator CCTV yang ada di gedung ini dan memastikan wanita yang telah membawa pergi Aaron. Segera bawa rekaman itu ke kantor polisi agar berita kehilangan Aaron segera bisa diproses oleh kantor polisi." ucap Adrian kepada Farel yang masih terlihat begitu lemas dan pucat wajahnya.
" Saya akan bersama dengan anda Tuan untuk mencari tuan muda Aaron. Bagaimana pun juga, kasus menghilangnya tuan muda Aaron pasti ada hubungannya juga dengan saya. Karena saya yang terlambat datang sehingga orang jahat memanfaatkan momen itu untuk menyamar menjadi saya!" ucap wanita paruh baya itu benar-benar merasa bersalah kepada Farel yang sejak tadi terus mengepalkan kedua tangannya dan menatapnya dengan tajam.
Mungkin kalau wanita itu bukan seorang perempuan yang terlihat sudah tua atau mungkin kalau perempuan itu adalah seorang laki-laki. Farel pasti sudah menghajarnya sejak tadi. Karena gara-gara keteledoran wanita itulah, dirinya sampai jatuh ke dalam perangkap orang jahat yang sekarang telah menculik putranya.
" Tenanglah Farel. Aku akan mengurus tentang jenazah Ibumu dan memakamkannya dengan baik. Nanti kalau kau ingin datang, setelah kau mengurus masalah CCTV dan laporan tentang Aaron kalau bisa datang ke rumah kami untuk mengurus pemakaman ibumu." ucap Adrian.
Akan tetapi Farel langsung menggelengkan kepalanya dia tidak menerima pengaturan yang dibuat oleh Adrian.
__ADS_1
" Tidak Paman. Akan lebih baik paman yang berada di sini dan mengatur tentang laporan kehilangan Aaron. Aku yang akan mengurus jenazah Ibuku sendiri. Aku akan segera mengirimkan jenazah beliau ke Indonesia untuk melakukan pemakaman di sana. Dulu Ibuku pernah berwasiat kalau dia meninggal dia ingin dimakamkan di samping ayahku!" ucap Farel sambil menatap Adrian yang mengerti dengan perasaan Farel saat ini.
Akhirnya Adrian dan Steven serta Baby Sister itu pun mendatangi operator gedung dan melihat rekaman CCTV di mana seorang perempuan membawa keluar Aaron dari gedung itu lalu menyerahkan baby Aaron ke dalam sebuah mobil hitam tanpa flat number.
" Tolong kirimkan salinan rekaman itu kepadaku. Akan kami jadikan sebagai bukti penculikan ke kantor polisi!" perintah Adrian kepada operator yang langsung menuruti permintaannya.
Operator itu tidak banyak protes. Karena dia pun merasa kasihan sekali atas masalah yang datang dan bertubi-tubi yang terjadi kepada Farel dan Siska.
" Semoga rekaman CCTV Ini bisa segera menemukan Aaron dan pelaku kejahatannya akan ditangkap segera." doa operator itu sambil menyerahkan salinan rekaman CCTV ke tangan Adrian.
Doa dari operator itu pun diaminkan oleh mereka bertiga. Kemudian mereka bertiga pun berpamitan untuk pergi ke kantor polisi dan melaporkan tentang hilangnya Aaron.
Setelah mencatat semua laporan tersebut, polisi pun berjanji kepada mereka bertiga akan segera mengusut kasus tersebut sehingga tuntas dan bisa menemukan bayi tampan bernama Aaron Handoyo yang tidak tahu siapa yang sudah menculiknya.
Steven dan Adrian lalu kembali ke Mansion Prayogo setelah semua urusan selesai. Sementara wanita paruh baya itu pun pergi ke kontrakan dulu untuk sementara yang telah dibantu dicarikan oleh Adrian dan Steven. Setidaknya sambil menunggu Aaron bisa ditemukan kembali. Karena dia tidak mungkin tinggal di kediaman Farel yang saat ini kosong dan tidak ada siapapun.
Karena Farel hari itu juga langsung terbang ke Indonesia untuk mempersiapkan pemakaman ibunya. Sesuai dengan wasiat terakhir sang ibu yang ingin dimakamkan di samping ayahnya yang sudah meninggal duluan sekitar satu tahun yang lalu.
Setelah acara pemakaman selesai. Farel sekarang berada di dalam kamarnya yang ada di Indonesia matanya nyalang menatap setiap detail yang ada di hadapannya.
Farel seketika mengingat tentang pengacara istrinya yang telah dia tunjuk untuk membantu Siska terbebas dari kasus yang bagi Farel menyimpan begitu banyak misteri.
__ADS_1
Sejak kemarin Farel belum menghubungi pengacara tersebut untuk menanyakan tengang perkembangan kasus istrinya.
Terlihat Farel mencari ponselnya dan berusaha untuk menghubungi pengacaranya yang sekarang masih ada di Amerika.
" Bagaimana? Apakah anda sudah berhasil mendapatkan pengakuan dari Siska tentang kasus ibuku?" tanya Farel sambil memijat pelipisnya yang terasa begitu berdenyut dan sangat pusing.
Masalah yang datang bertubi-tubi di dalam hidupnya benar-benar telah membuat Farel kesulitan untuk bernafas. Bahkan sejak kemarin dia belum mandi dan mengganti pakaiannya.
Untuk sekedar makan dan minum saja Farel harus dipaksa oleh pembantunya yang tidak tega melihat tuannya begitu tertekan hatinya.
pengacara itu pun kemudian menceritakan semua kronologis yang diceritakan oleh Siska kepadanya saat dia datang ke penjara tadi siang bersama Adrian dan Steven.
Farel terus mendengarkan dengan seksama penjelasan pengacara itu. Sehingga membuat Farel mengerti bahwa memang ada tangan usil yang sedang bekerja dengan sangat rapi dan lihai dalam mengatur semua kejadian yang terjadi di dalam keluarganya.
" Pastikan kalian menemukan penjahat yang sesungguhnya. Aku akan memberikan bonus yang sangat besar untuk kalian kalau sampai kalian bisa menemukan pelaku yang telah membunuh ibu kandungku dengan sangat keji dan kejam. aku melihat ada sekitar 20 tusukan di tubuh ibuku dan tusukan yang fatal terjadi pada tusukan yang di tikamkan ke jantungnya!" ucap Farel merasa sedih sekali. Ketika dia menceritakan kembali tentang pembunuh itu yang sudah begitu kejam dan tidak berperasaan ketika menghabisi nyawa ibunya.
Melihat luka tusukan yang ada di tubuh ibunya. Farel sangat yakin kalau bukan Siska pelakunya. Karena dia sangat mengenal istrinya yang berhati lembut dan sangat baik.
Walaupun semua bukti sudah tertuju kepada Siska. Akan tetapi hati nurani Farel menolak semua itu dan dia tidak percaya. Oleh karena itu, Farel secara khusus telah membentuk detektif rahasia, yang dia tugaskan untuk menyelidiki tentang kasus pembunuhan ibunya guna mendapatkan pelaku yang sesungguhnya serta membebaskan istrinya dari segala tuduhan pembunuhan sang ibu.
Farel berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia akan menghukum pelaku yang sudah menghabisi nyawa ibunya.
__ADS_1