
" Katakan padaku sayang! Dari mana kau kenal tentang Abian?" tanya Steven ketika melihat Rossa yang terus terdiam dan tidak juga mengatakan apapun setelah sekian lama dia menunggu.
" Eh?" Rosa gugup seketika.
" Kenapa dari tadi kau seperti ragu untuk bercerita kepadaku. Apakah ada masalah dengan Abian?" tanya Steven yang seperti benar-benar tidak percaya kalau Rossa benar-benar mempunyai masalah dengan Abian walaupun hatinya sedikit ragu.
" Eh, tidak kok. Aku tidak mempunyai masalah apapun dengan Abian. Dia hanyalah mantan kekasih yang jahat yang sudah tidak layak untuk aku mengingat tentang Dia lagi." ucap Rosa dengan suara agak gemetar karena sejujurnya dia takut kalau sampai Steven marah padanya.
Steven cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Rossa yang mengakui Abian sebagai mantan kekasihnya.
" Bagaimana bisa kamu menjadi mantan kekasih Abian?" tanya Steven yang masih belum mempercayai keterangan itu.
Rossa menghela nafas dengan berat. Rosa akhirnya menceritakan semua masa lalunya bersama dengan Abian. Karena dia tidak mau kalau sampai suaminya nanti mengalami kesalahpahaman dengan masa lalunya bersama Abian.
" Jadi, Abian Brengsek itu berselingkuh dengan sahabatmu sendiri hanya karena kamu tidak mau melayaninya di atas ranjang? Kamu hebat sayang! Pantas saja aku masih menemukan kamu yang masih virgin. Jadi karena hal itu membuat Abian akhirnya berselingkuh dengan sahabatmu yang mau bersedekah kepadanya?" tanya Steven yang tersenyum kepada Rosa.
Rossa malah kebingungan melihat suaminya tersenyum kepadanya." Sayang, kau tidak marah? Aku bercerita tentang Abian sebagai mantan kekasihku?" tanya Rosa yang terlihat bingung dengan ekspresi dan juga respon suaminya.
Apalagi ketika melihat Steven yang pertama dan menarik dirinya ke dalam pelukan sang suami. Rosa sudah pening rasanya.
" Kenapa aku harus marah dengan mantan Kekasihmu yang penghianat itu? Pria yang tidak bisa menghargaimu sebagai kekasihnya dengan meminta sesuatu yang bukan haknya? Bagiku dia hanyalah laki-laki menyedihkan yang tidak beruntung untuk menjadi suamimu. Seharusnya aku berterima kasih pada kebodohannya karena dia sudah berselingkuh dan melepaskanmu. Sehingga akhirnya sekarang kau berada di dalam pelukanku dan menjadi istriku. Terimakasih sayang! Karena kamu telah rela untuk ditinggalkan oleh mantan kekasih bejatmu dan menjaga segala kesucianmu hanya untuk suamimu sekarang." Steven terlihat begitu bangga kepada Rossa yang hanya bisa meneteskan air mata kebahagiaan dengan semua ucapan Steven yang tidak terduga sama sekali.
Steven mencium kening istrinya dengan lembut." Jangan mengkhawatirkan lagi tentang Abian. Aku lihat dia juga sudah mempunyai istri baru. Mery Prakoso adalah seorang wanita yang sangat hebat di dunia bisnis. Beberapa saat lalu aku mendengar kalau dia menikahi mantan kekasihnya. Aku tidak tahu kalau itu adalah Abian. Mereka menikah di luar negeri jadi tidak ada yang mengetahui tentang status pernikahan mereka." Steven kemudian mencium bibir Rosa dan kembali mengulang percintaan mereka berdua hingga subuh menjelang.
Mereka tertidur dengan saling berpelukan setelah banjir keringat karena olah raga yang luar biasa indah bagi pasangan pengantin baru seperti mereka berdua yang sedang dimabuk asmara.
***
__ADS_1
Irdina yang hatinya sedang sangat hancur, bahkan sampai tertidur di mobil hanya untuk melihat semua yang terjadi di dalam kamar penggantin Steven dan Rosa yang telah sukses menyakiti hatinya teramat dalam.
Indrana sudah membujuk beberapa kali adiknya untuk meninggalkan tempat itu tetapi tidak didengar sama sekali.
Indrana lebih beruntung karena Adrian dan Andini tidak keluar dari kamar mereka seperti Steven dan Rossa yang bercumbu mesra di balkon kamar hotel mereka. Sehingga Irdina bisa melihat semua kemesraan mereka berdua di sana.
Hati gadis itu saat ini benar-benar sedang hancur lebur karena patah hati dan rasa cemburu yang begitu besar di hatinya atas pernikahan Steven dan Rossa.
Apalagi gadis malang itu melihat semua prosesi malam pernikahan Steven dan Rosa dengan matanya sendiri.
" Irdina! Ayo kita pulang sudah semalaman kita berada di sini orang tua kita pasti mencari kita berdua." Indrana berusaha membujuk adiknya untuk segera pulang karena bagaimanapun juga mereka sudah semalaman berada di parkiran hotel tempat kekasih mereka sedang melaksanakan malam pertama mereka bersama istrinya.
Mereka berdua sejujurnya merasa dan sadar sedang melakukan sesuatu hal yang sangat konyol di dalam hidup mereka.
" Tidak Kak aku akan melihat mereka besok pergi ke bandara. Aku akan menyusul mereka ke tempat mereka melakukan bulan madu. Aku harus meminta penjelasan dari Steven untuk semua yang dia lakukan hari ini kepadaku. Aku tidak rela Kalau dia sampai menyakitiku seperti ini." Irdina tetap bersikeras ingin mengawasi pengantin baru yang saat ini masih sibuk di balik selimut mereka bersama istri tercinta mereka.
Saat ini keduanya sedang meratapi nasib mereka yang telah ditinggalkan oleh Steven dan Adrian yang kemarin telah resmi menikahi kekasih mereka berdua.
" Kenapa sih Kak? Kenapa kita terlambat untuk menghalangi pernikahan mereka? Aku yakin sekali kak! Kalau aku datang lebih cepat dan menemui Steven, dan meminta dia untuk tidak menikahi Gadis itu dia pasti menuruti apa yang aku katakan." Irdina terlihat begitu percaya diri dengan apa yang dia katakan.
Akan tetapi Indrana langsung menggelengkan kepalanya karena tidak setuju dengan ucapan adiknya.
" Kalau memang benar Stevan masih mencintaimu, dia pasti akan mencari keberadaanmu di manapun kau berada. Tapi selama hampir 7 tahun, dia tidak pernah mencarimu kan?" tanya Indrana kepada adiknya yang langsung menangis tersedu mendengar ucapan sang kakak.
Irdina sangat ingat bahwa kepergiannya adalah paksaan dari kedua orang tuanya. " Steven pasti marah sekali kepadaku karena aku pergi tanpa berpamitan kepadanya. Oleh karena itu Dia merasa bahwa kami sudah putus dan tidak memiliki hubungan apapun lagi." Indrana menepuk bahu adiknya.
" Nah, itu kamu sudah tahu. Jadi, sadarlah adikku! Lupakan saja Steven dan kita memulai kehidupan baru kita. Aku yakin di luar sana pasti banyak laki-laki yang tertarik kepada kita berdua. Apalagi latar belakang keluarga kita tidaklah sederhana." Indrana berusaha sebisa mungkin untuk memberikan sugesti positif kepada dirinya sendiri dan juga kepada adiknya yang sama-sama sedang patah hati seperti dirinya.
__ADS_1
Hanya saja bedanya, Indrana sudah legowo dan berusaha untuk melepaskan Adrian yang bukanlah jodohnya.
" Lupakanlah Steven dan Ayo kita sekarang pulang. Kedua orang tua kita pasti sedang menunggu kita karena semalaman kita berdua tidak pulang. Irdina, aku mohon! Dengarkanlah kata-kataku! Adikku!!" Indrana menggenggam telapak tangan adiknya yang saat ini sedang menangis sedih.
Indrana memeluk tubuh adiknya yang bergetar karena menangis. " Papa dan Mama telah menghancurkan kebahagiaanku dengan memisahkanku bersama Steven. Kalau dulu aku tidak pergi ke Inggris kami pasti sekarang sudah bersama dan Steven tidak mungkin meninggalkanku dengan wanita itu!" Irdina menunjuk kembali ke arah barcon di mana Rossa saat ini sedang menikmati mentari pagi dengan lingerie tipis dan menerawang.
Irdina dari kejauhan bisa melihat wajah bahagia dan bersinar di wajah Rosa. Seketika perasaan cemburu masuk ke dalam hatinya.
" Aku pasti akan merebut Steven dari wanita itu! Aku tidak rela berpisah begitu saja dengan Steven tanpa penjelasan apapun!" Irdina terlihat begitu marah ketika melihat Steven yang keluar hanya dengan celana pendeknya dan bertelanjang dada lalu memeluk Rosa dengan lembut dari belakang.
Darah irdina mendidih luar biasa melihat adegan semacam itu yang begitu romantis di matanya. Hatinya marah saat membayangkan malam panas di antara keduanya untuk merayakan malam pernikahan mereka berdua yang terlihat sukses.
Terlihat dari wajah mereka berdua yang bercahaya dan penuh kebahagiaan.
Dari balkon sebelahnya terlihat Adrian dan Andini juga basah rambutnya dan sedang menikmati kopi pagi di balkon kamar hotel mereka.
Indrana membeku di tempat ketika melihat Adrian dan Andini yang begitu mesra. Irdina melirik sekilas kepada kakaknya yang juga tidak sanggup berkata-kata saat melihat Adrian yang sedang mencium Andini sambil memangku istrinya di pangkuannya.
Hati kakak beradik itu benar-benar sudah tidak bisa diselamatkan lagi dari kecemburuan yang sangat besar karena melihat mantan kekasih mereka yang sedang menikmati bulan madu bersama istri mereka.
" Mereka berdua tuh kenapa sih? Bermesraab di balkon kayak gitu. Mereka benar-benar tidak punya rasa malu sama sekali dan tidak menghormati publik!" Indrana terlihat begitu kesal dan marah.
Irdina tersenyum kecut mendengar ucapan kakaknya yang sedang marah besar. Akan tetapi tidak mau mengakui bahwa hatinya saat ini sedang cemburu kepada Adrian dan istrinya yang begitu mesra.
" Sepertinya kita berdua yang tidak punya pekerjaan bahkan sampai rela duduk di mobil ini hanya untuk mengawasi mereka semua." Irdina terlihat tersenyum kecut ketika dia kembali mengingat kelakuan bodoh mereka berdua saat ini.
Indrana tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh adiknya. " Kau benar adikku. Kita berdua yang bodoh. Oleh karena itu, ayo kita pulang dan hentikan semua kebodohan ini. Jangan sampai mereka berdua melihat keberadaan kita di sini seperti orang bodoh yang mengawasi mantan kekasih kita yang sedang malam pertama. Kita akan malu nantinya saat berhadapan dengan mereka." Indrana berusaha keras untuk membujuk adiknya agar mau pulang bersamanya dan kembali ke rumah mereka.
__ADS_1