
Sementara itu di rumah kediaman Prayoga yang ada di Bandung terlihat seseorang yang menghadap kepada Silvia.
" Nyonya gawat! Saat ini para penyelidik yang dulu pernah menyelidiki tentang kasus kematian kedua orang tuanya Siska, mereka mulai kembali bergerak. Kemarin mereka mendatangi saya dan bertanya tentang kasus itu." asisten Silvia terlihat gemetar ketakutan saat melaporkan hal itu kepada Silvia.
Silvia yang mendapatkan kabar itu terkejut bukan kepalang. Dia pikir kasus kecelakaan itu sudah ditutup 100% oleh tim penyelidik karena tidak menemukan barang bukti apapun di tempat kejadian tentang pelaku pembunuhan.
" Kurang ajar! Siapa yang sudah berani kembali mengungkap tentang kasus itu?" tanya Silvia dengan mata yang memerah.
" Mertua Tuan Steven yang memerintahkan kepada para penyelidik itu untuk segera membuka kasusnya kembali. Kebetulan Tuan Dedi adalah sahabat dari tim investigasi." sang asisten terlihat ketakutan saat menatap kepada Silvia yang melotot ke arahnya.
Silvia tidak terkejut ketika mendengar hal tersebut karena dia cukup tahu bahwa Dedi Mandalika bukanlah orang sembarangan di dunia bisnis dan pasti memiliki banyak kolega yang mengenalnya.
" Kurang ajar! Seharusnya aku tidak pernah merestui pernikahan Stevan dengan Rossa. Kalau tidak kasus pembunuhan itu pasti akan terkubur selamanya. Aku sudah merasa tenang karena kasus itu sudah ditutup secara otomatis oleh pihak penyelidik. Karena kurangnya bukti yang mereka dapatkan dalam penyelidikan. Berani-beraninya tua bangka itu sekarang mulai kembali membuka kasusnya." Silvia kemudian memerintahkan kepada asistennya untuk memastikan bahwa tim peneliti tidak akan menemukan apapun yang berhubungan dengan dirinya yang telah merencanakan pembunuhan itu.
Silvia yang tidak terima perusahaan anak tirinya yang jauh lebih besar daripada perusahaan milik suaminya dan berharap akan menjadikan Adrian sebagai pewaris dari perusahaan milik ayahnya Siska yang tidak mempunyai anak lelaki.
Akan tetapi semua rencana Silvia tidak sesuai dengan ekspektasinya. Karena ternyata sang suami malah memerintahkan Siska untuk menjadi pewaris dari perusahaan tersebut alih-alih menyuruh Adrian untuk menjadi pengganti sang kakak yang sudah meninggal.
Silvia kecewa berat dengan keputusan suaminya apalagi melihat kedua anaknya yang terlihat begitu senang membantu Siska yang hanyalah gadis urakan yang manja dan tidak mengerti apapun tentang perusahaan Prayoga group yang dikembangkan oleh ayahnya sewaktu masih muda.
Silvia juga yang telah membunuh suaminya karena telah memergoki dirinya yang sedang bermain api dengan bodyguard-nya sendiri.
Silvia memerintahkan kepada kekasih gelapnya untuk membunuh suaminya dengan menyamarkan sebagai serangan jantung.
__ADS_1
" Pastikan para penyelidik itu tidak menemukan bukti apapun soal kasus pembunuhan itu. Kalau sampai mereka menemukan kalau Akulah pelaku sebenarnya dari pembunuhan itu, akan kupastikan seluruh keluargamu akan binasa ke tanganku!" ancam Silvia dengan mata berapi-api.
Sang asisten yang sudah berusia paruh baya tampak gemetar ketakutan karena selama ini dia memang sangat tahu karakter dan tabiat Silvia yang kejam dan jahat kepada siapapun yang menghalangi rencana besoknya untuk bisa menguasai seluruh Prayoga Group agar berada di bawah kuasanya.
Dulu mobil yang mengejar Farel setelah pulang dari Bandung ketika bertanya tentang kotak musik milik kakeknya kepada suaminya adalah anak buah Silvia yang diperintahkan untuk membunuh dan merebut kotak musik yang dimiliki oleh Farel yang merupakan kunci menuju harta karun yang selama ini diincar oleh Silvia.
Selama bertahun-tahun Silvia berusaha untuk mencari kotak musik itu tetapi tidak pernah dia temukan karena Farel yang menyimpannya di kotak brankas yang ada di bank sehingga tidak bisa dicuri oleh siapapun.
Karena masalah yang terus datang bertubi-tubi ke dalam hidupnya membuat Farel melupakan tentang kotak musik itu. Kotak musik yang dihadiahkan oleh kakeknya kepada Siska sebagai tanda pertunangannya dengan Farel di waktu kecil.
" Apakah kamu masih belum mendapatkan kabar tentang kotak musik dan juga kalung yang merupakan kunci dari harta karun yang disembunyikan oleh kakeknya Farel?" tanya Silvia yang tampaknya sudah kehilangan kesabaran untuk menunggu hasil pekerjaan sang asisten yang begitu lelet dan tidak becus dalam bekerja.
Sudah 10 tahun lebih sejak meninggalnya kedua orang tua Siska tetapi sampai saat ini mereka masih belum bisa memecahkan misteri tentang kotak musik yang sampai saat ini belum juga mereka temukan.
Pada saat Farel menemui suaminya dan bertanya tentang kotak musik itu, kebetulan Silvia juga berada di sana dan mendengarkan semua penjelasan sang suami. Oleh karena itu, Silvia yang merupakan orang yang sangat serakah berniat untuk merebut kotak musik itu dari Farel dengan mengirimkan anak buahnya untuk membunuh Farel.
Tapi siapa yang menyangka kalau di tengah perjalanan, ternyata ada mobil orang lain yang menyalip mobil Farel sehingga mengakibatkan Farel berhasil kabur dan selamat dari kejaran anak buahnya yang dia perintahkan untuk mengambil kotak musik dan kalung dari tangan Farel yang merupakan kunci dari harta karun milih kakeknya Farel yang sudah dipersiapkan untuk hadiah pernikahan Farel dan Siska.
" Seandainya saja dulu kau melaksanakan tugasmu dengan benar dengan merebut kotak musik itu dari Farel serta membunuhnya, pasti sekarang kita sudah berhasil menguasai seluruh harta Handoyo group dan Prayoga Group. Gara-gara kebodohanmu sudah menghancurkan rencana besarku selama ini!" terlihat Silvia yang begitu murka dan hampir saja memukul asistennya yang selalu membuat dia kesal dengan kebodohannya.
" Maafkan saya Nyonya. Seandainya saja waktu itu tidak ada mobil yang menyalip. Tuan Farel pasti sudah meninggal sejak dulu. Nyonya Siska pasti tidak akan memiliki kemampuan untuk bisa mengurus Prayoga group sendirian tanpa bantuan suaminya yang hebat itu," telinga Silvia mendadak panas mendengar asistennya memuji Farel di hadapannya.
Silvia sampai saat ini masih merasa gendut hatinya kepada Farel yang selalu menghalangi dirinya untuk mengakuisisi Prayoga Group dengan perusahaan miliknya yang ada di Bandung.
__ADS_1
Farellah yang selama ini selalu mencegah Siska untuk menggabungkan perusahaan yang dia pimpin di bawah kekuasaan Silvia yang ada di Bandung.
Farel tahu kalau sama ini Silvia tidak pernah menyukai Siska oleh karena itu menjaga benar-benar warisan yang diberikan oleh ayah mertuanya untuk sang istri tercinta.
Farel tidak mau kalau suatu saat Siska menyesali apa yang dia putuskan Oleh karena itu dia selalu menasehati istrinya untuk berhati-hati kepada nenek tirinya yang selama ini selalu memusuhi dirinya tanpa alasan sama sekali.
Untungnya Siska selalu mendengarkan semua yang dikatakan oleh Farel dan tidak pernah membantah suaminya. Siska percaya dengan penilaian bisnis sang suami yang mahir dan terkenal sebagai seorang bisnisman yang handal.
Kalau bukan karena kecurangan Abian yang sudah korupsi di perusahaan Handoyo group tidak akan mungkin perusahaan yang dipimpin Farel mengalami kolaps dan hampir saja bangkrut.
Untung saja perusahaan Siska dan Handoyo group berhasil kembali bangkit dan kembali berjaya. Karena menghadapi kesulitan itu bersama yang membuat cinta mereka semakin besar. Farel semakin menghargai Siska sebagai istrinya yang selalu berada di sampingnya di dalam suka dan duka.
Farel tidak tahu apa yang harus dia lakukan kalau seandainya Siska saat itu meninggalkannya sendiri dalam keterpurukan dan ketidakberdayaannya untuk menghadapi kesulitan yang di alami oleh Handoyo group.
Tidak pernah satu kalipun Siska mencemooh ataupun menghina Farel yang sedang terpuruk dan mengalami kemerosotan di dalam bisnisnya.
Akan tetapi Siska bersama kedua pamannya bahu-membahu berusaha menolong perusahaan Farel sehingga bisa bangkit kembali.
" sudah pergi sana kerjakan tugasmu dan jangan sampai membuat para penyelidik bodoh itu bisa menemukan tentang keterlibatanku di dalam pembunuhan itu! Paham kamu?" tanya Silvia yang benar-benar merasa murka.
Dengan tubuh gemetar dan ketakutan sang asisten pun kemudian mengundurkan diri dari hadapan Silvia yang masih marah. Silvia kemudian memanggil bodyguard-nya yang selama ini selalu dia gunakan untuk melampiaskan hasrat liar di dalam dirinya setelah sang suami meninggal karena dia bunuh untuk menutupi perselingkuhannya bersama-sama bodyguardnya sendiri.
" Ada apa sayang?? Kenapa wajahmu begitu kusut? Apa perlu aku membuat wajah kamu bahagia kembali?" tanya pemuda berusia 25 tahun itu yang memiliki body gold yang sungguh membuat Silvia menggila ketika bersama pemuda tampan yang selalu sukses membuat dirinya terbang ke awan.
__ADS_1