Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
144. Usaha Jasmine


__ADS_3

Jasmine pulang ke rumahnya dan berusaha untuk menenangkan dirinya yang saat ini benar-benar sangat marah karena ibunya Adrian mulai berusaha untuk menjauhinya setelah Adrian yang tidak menginginkannya lagi untuk berhubungan dengannya.


" Aku akan buktikan Tante! Kalau aku bisa merebut dan menjadikan Adrian sebagai suamiku!" monolog Jasmine dengan mata berapi-api.


Jasmine benar-benar sudah bertekad akan membuat Adrian menjadikan dirinya sebagai istrinya. Bahkan saat ini Jasmine tengah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Jakarta dan akan bekerja itu perusahaan Prayoga group yang dipimpin oleh Siska. Jasmine akan berusaha untuk semakin mendekatkan dirinya bersama dengan keluarga Prayoga.


" Aku mencintaimu Andrian! Oleh karena itu aku tidak akan membiarkanmu lepas dari tanganku!" tekadnya bulat dan tidak bisa di ganggu gugat lagi.


Terlihat seorang wanita paruh baya masuk ke dalam kamar Jasmine dan merasa keheranan melihat putrinya saat ini sedang sibuk dengan memasukkan pakaian dan beberapa barang nya ke dalam koper.


" Sayang! Apa yang sedang kau lakukan? Dari tadi Mama memanggilmu dan kau tidak menyahut sama sekali!" ucap Salsa merasa heran kepada Jasmine yang terlihat begitu serius wajahnya.


" Malam ini juga Jasmine akan segera berangkat ke Jakarta dan akan menetap di sana!" Salsa segera mendekati Jasmine kemudian menggenggam telapak tangan putrinya.


Tampak Jasmine yang langsung menepis tangan Ibunya dan melanjutkan pekerjaannya membereskan semua barang-barangnya.


" Kamu tega meninggalkan mama sendirian di Bandung?" tanya Salsa terlihat Jasmine memutar bola matanya dengan malas karena merasa kesal dengan ibunya yang saat ini sedang mengganggunya.


" Ayolah mah tidak usah lebay di sini kan ada Papa bersama mama!" ucap Jasmine mendengus kesal luar biasa.


Siapa yang menyangka kalau Salsa malah menangis tersedu dan membuat Jasmine menjadi bingung. Apakah dia sudah membuat ibunya sesedih itu?


" Mama kenapa sih pakai acara menangis segala? Aku kan cuma ke Jakarta doang Mah! Bisa seminggu sekali atau satu bulan sekali aku kembali ke Bandung!" ucap Jasmine berusaha untuk meyakinkan ibunya bahwa dia pasti akan sering mengunjungi sang Ibu tercinta.

__ADS_1


" Kan kamu tahu kalau papamu lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah istri mudanya daripada di sini. Kalau kamu pergi Mama akan kesepian sayang! Bagaimana sayang? Kalau mama ikut kamu saja ke Jakarta? Nanti mama bisa membantumu mengurus semua kebutuhanmu!" ucap Salsa dengan wajah memelas dan berharap putrinya menuruti keinginannya.


Jasmine duduk dan menggenggam telapak tangan ibunya.


" Mama kenapa nggak menggugat perceraian saja sih sama papa? Papa kan sudah tidak adil dengan kita mah!" ucap Jasmine merasa benar-benar tidak percaya dengan ibunya yang mau bertahun-tahun dianiaya dan disakiti hatinya oleh sang ayah yang jahat.


Akan tetapi Salsa malah menangis semakin pilu. " Mama sangat mencintai papamu suatu saat mama masih menunggu kalau Papa mau akan sadar dan kembali kepada kita!" ucap Salsa dengan sesegukan dan suara yang gemetar karena kesedihan yang luar biasa.


" Itu tidak akan mungkin Mah! Karena Papa mungkin sudah tidak mencintai kita lagi. Papa sudah bahagia hidup dengan keluarga barunya dan sebaiknya kita pun memulai kehidupan baru. Mama urus dulu perceraian Mama dengan Papa di sini. Setelah itu selesai Jasmine akan menjemput Mama untuk tinggal bersamaku di Jakarta!" ucap Jasmine menjanjikan hal itu kepada ibunya.


" Kau ingin Mamah bercerai dengan Papamu?" Tanya Salsa seakan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


Bagaimana mungkin ada seorang putri yang menyuruh ibunya untuk bercerai dengan ayahnya?


" Yah karena Jasmine sudah tidak tahan lagi melihat mama yang selalu menangis laki-laki b******* seperti papa! Mah Dia tidak layak sama sekali untuk mama menangisinya. Lepaskan papa dan hiduplah dengan kehidupan baru yang akan membuat Mama lebih bahagia!" ucap Jasmine terus membujuk ibunya agar segera mengurus perceraiannya dengan sang ayah dan sudah tidak adil sama sekali kepada mereka.


" Mama sekarang urus perceraian mama dan Papa. Setelah itu kita akan hidup bersama di Jakarta. Jasmine janji! Jasmine akan membuat Mama bahagia dan tidak akan aku biarkan Mama menangis lagi seperti sekarang!" Jasmine kemudian memeluk Salsa dan memberikan kekuatan kepada ibunya agar mampu melakukan apa yang dia pinta.


Selama ini Jasmine sudah cukup melihat kelaliman yang dilakukan oleh sang ayah yang tidak pernah adil kepada ibunya.


" Percayalah Mah! Masih ada langit yang lain di atas dunia ini. Yang akan menaungi kehidupan kita berdua selain di bawah langit Papa yang tidak mencintai Mama!" Jasmine terus memberikan kekuatan kepada ibunya agar bisa bertahan dan juga terus bersemangat untuk menjalani kehidupan baru tanpa sang ayah.


Salsa berusaha sekuat tenaga untuk terus bertahan dan selama ini dia sudah berhasil.

__ADS_1


" Iya sayang! Besok Mama akan menemui ayahmu dan akan membicarakan tentang perceraian kami!" janji Salsa kepada Jasmine.


Setelah mendapat janji dari ibunya Jasmine pun kemudian melanjutkan acara membereskan barang-barangnya. Karena besok dia harus segera ke Jakarta panggilan kerja dari perusahaan Prayoga group sudah datang sejak kemarin masuk melalui email.


Jasmine melakukan semua proses lamaran kerja melalui virtual karena jarak Jakarta dan Bandung yang terlalu jauh dan sekarang dia sudah berhasil mendapatkan posisi yang ada di perusahaan Prayoga Group yang dia incar.


" Mulai besok aku akan menjadi sekretaris Adrian. Aku akan lihat bagaimana wajahnya terkejut ketika melihat aku ada di sana!" ucap Jasmine yang tampak sangat bahagia saat bermonolog dengan dirinya sendiri.


Salsa sudah kembali ke kamarnya sejak tadi. Karena dia ingin mempersiapkan semua berkas-berkas perceraiannya agar segera bisa diajukan ke pihak pengadilan.


" Baiklah sekarang juga aku mandi dan setelah itu menunggu mobil travel untuk menjemputku. Aku akan meninggal kan semua yang di miliki oleh Papaku. Dan memulai kehidupanku yang baru tanpa dia!" Jasmine rupanya benar-benar sudah bertekad untuk hidup dari kemampuannya sendiri dan tidak ingin lagi menggantungkan hidupnya kepada sang ayah yang selalu menyakiti hati ibunya yang berhati mulia.


Sudah cukup untuk Jasmine melihat air mata sang ibu yang bisa dikatakan hampir setiap malam selalu tertumpah di atas sajadahnya.


Jasmine selalu melihat sang ibu yang selalu menangis dikalah selesai salat tahajud.


Jasmine merasakan bagaimana perasaan ibunya yang selalu sedih karena sang ayah yang sekarang bahkan hampir tidak pernah lagi menghubungi ibunya. Karena ayahnya dan keluarga besarnya terlalu euforia dengan kelahiran anak laki-laki yang ada di keluarga barunya. Bahkan sekarang keluarga besar sang ayah pun sudah tidak memandang mereka berdua sebagai bagian dari keluarga mereka. " Tidak apa-apa kalian tidak pernah menganggap kami berdua lagi. Kami akan buktikan bahwa kami bisa hidup tanpa kalian!" tekad Jasmine sekuat baja dan tidak mudah dipatahkan oleh apapun.


" Sayang kamu sudah siap belum? Itu mobil travelnya sudah datang!" ucap Salsa dari arah pintu kamar ketika melihat Jasmine yang tampak sedang melamun di depan cermin.


" Sayang, kamu sedang melamun apa? cepat bergegas Itu mobil travelnya sudah datang! Kamu ingat ya? Nanti harus menelpon Mama kalau sudah sampai di sana!" ucap Salsa kembali mengingatkan putrinya.


Jasmine kemudian memeluk sang Ibu dan mencium keningnya dengan begitu lekat.

__ADS_1


" Jasmine sayang dengan Mama. Percayalah Jasmine pasti akan menjemput mama. Setelah proses perceraian mama dan papa selesai. Sehingga kita bisa melanjutkan hidup kita di sana dengan lebih baik!" janji Jasmine kepada ibunya yang langsung mengangguk dan mencium kening putrinya.


" Ayo berangkatlah! Jangan sampai mobil travel menunggumu telah lama!" ucap Salsa yang kemudian membantu Jasmine untuk membereskan dan mengangkat barang-barang miliknya ke dalam mobil.


__ADS_2