Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
99. Ketemu mantan


__ADS_3

Keesokan harinya setelah Karina dan Andrew beristirahat. Mereka pun berencana untuk jalan-jalan ke mall, hanya sekedar untuk menghabiskan waktu selama berada di Jakarta. Bosan juga kalau hanya di rumah.


" Ke mall? Tampaknya kalau kita jalan-jalan ke sebuah wana wisata, itu akan jauh lebih baik bisa sekalian refreshing!" ucap Andrew memberikan ide kepada Karina.


" Wana Wisata?"


" Ya, mungkin kita bisa ke taman mini indonesia indah? Kau tahu aku sangat ingin sekali mengunjungi tempat-tempat seperti itu yang bisa menambah wawasanku agar negaramu!" ucap Andrew dengan mata birunya yang super keren.


" Hmmm, bukan untuk lirik-lirik cewe asia bukan??" belum apa-apa karena sudah menunjukkan sifat posesifnya terhadap Andrew yang membuat Andrew menjadi tertawa terbahak-bahak melihat ekspresif sang istri yang lucu.


Bibir manyun wajah cemberut benar-benar perpaduan yang sangat menggemaskan dari seorang Karina.



Visualisasi Dokter Karina



Visualisasi Dokter Andrew


" Lalu Kenapa kita harus ke sana? Di sana biasanya lebih banyak orang tua yang mengajak anak mereka untuk melihat keindahan Indonesia! Atau anak sekolah yang dapay tugas dari guru mereka!" ucap Karina dengan menatap tajam kepada suaminya yang sedang tersenyum melihat dia.


Yah Andrew sedang terpesona kepada Karina yang tidak seperti biasanya. Sekarang Karina lebih cerewet. Padahal sewaktu Karina tidak menjadi istrinya Dia adalah seorang gadis yang pendiam dan juga lebih banyak menurut kepada Andrew. Tapi sekarang berbeda. Kalau itu Andrew merasa terheran juga.


" Aku tidak tahu kalau kau ternyata bisa cemburu juga terhadapku. Dulu aku tidak pernah percaya ketika teman-temanku pada mengatakan kalau kau mencintaiku. Karena kau seorang gadis yang sangat cuek dan lebih banyak menghabiskan waktumu di rumah sakit dan juga seminar-seminar yang membosankan. Daripada menggodaku ataupun mencoba menarik perhatianku seperti dokter-dokter lainnya!" ucap Andrew sambil memeluk Karina.


" Aku suka menghabiskan waktuku di rumah sakit dan juga seminar-seminar yang terasa membosankan itu. Karena memang di situlah orang yang aku cintai sedang berada!" Andrew mengerutkan kening.


" Bukankah dokter Andrew Jhanson ada di sana? Lalu kenapa aku harus berada di tempat lain kalau orang yang kau cintai ada depan mataku?" Tanya Dokter Karina sambil menatap Andrew dengan mata bintangnya yang sangat menawan.


" Ohhhho, gaya menggoda type baru kah??? kau tidak pernah mencoba untuk mendownloadku seperti garis-garis lain tetapi kau selalu beredar di dalam lingkunganku selalu berada di depan mataku dan selalu memberikan hal positif dalam hidupku. Keren! Sepertinya pada gadis lain juga layak untuk mencoba apa yang kau lakukan kepadaku!" dokter Karina langsung melotot dan bertolak pinggang di hadapan Andrew.


Andrew tertawa melihat istrinya yang sedang melakukan sesuatu yang membuat dia merasa bahagia. Ya dicintai dan dicemburui oleh pasangan kita adalah dua hal yang sama-sama menyenangkan dan Andrew mendapatkan itu semua dari istrinya.

__ADS_1


" Yang boleh melakukan hal seperti itu kepadamu. Hanya aku saja dan kau jangan coba-coba untuk tebar-tebar pesona kepada wanita lain, karena kau sekarang adalah milikku! Ingat itu Andrew Jhanson!" ucap Karina langsung mem fitting leher Andrew yang seketika tertawa terbahak-bahak melihat tingkah istrinya yang sangat konyol.


" Ampun!! Istriku, suamimu minta ampun!" ucapkan terus dengan nada mengolok-olok sehingga membuat Karina Malah semakin mengeratkan fittingan tangannya terhadap leher Andrew yang akhirnya mengeluarkan jurus taekwondonya untuk bisa melepaskan diri dari amarah sang istri yang sedang cemburu dan takut kehilangan dia.


" Tenanglah sayang. Aku pasti akan menjadi milikmu selamanya. Karena kau adalah istriku dan aku adalah suamimu!" ucap Andrew ketika dia sudah berhasil melepaskan diri dari tangan Karina dan sekarang dia berada di atas tubuh Karina.


Andrew kemudian mencium bibir istrinya yang sontak menghindar dan kemudian bangkit dari kuasa suaminya.


" Why?"


" Bukankah tadi kau mengatakan ingin pergi berjalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah. Ayo nanti kalau sudah siang pasti akan terlalu ramai. Nanti kita pasti akan merasa sesak kalau anak-anak sekolah pada datang juga!" ucap Karina yang kemudian bangkit dari atas ranjang dan berusaha menghindar dari tatapan Andrew yang siap menyihirnya.


" Ayolah cepat bersiap-siap. Katanya kamu mau berangkat ke sana. Apa Aku akan pergi ke mall saja tanpa kamu?" tanya Karina.


" Kenapa menolak ciuman aku?" tanya Andrew dengan cemberut


" Kalau aku menerima maka pasti akan panjang ceritanya." ucap Karina tersenyum.


" And...." ucap Karina dengan wajah mesum nya langsung menubruk tubuh suaminya yang belum siap sehingga pada akhirnya mereka terjerembab di ranjang bersama dan mulai lagi aktifitas yang menguras tenaga.


Sekitar dua jam akhirnya baru selesai dan baru keluar dari kamar mandi dan berangkat ke Taman Mini Indonesia Indah, tempat yang sangat ingin dikunjungi oleh Andrew selama dia berkunjung di Indonesia.


" Wah sungguh luar biasa dan sangat indah sekali." Andrew begitu takjub melihat begitu banyak bangunan dan tempat indah di hadapannya.






Pada saat mereka berdua sedang menikmati kebersamaan di taman sambil menikmati makan siang mereka di sebuah cafe, tiba-tiba saja ada satu keluarga yang mendekati mereka berdua dengan wajah sumringah.

__ADS_1


" Halo, Karina! Apa kabarmu? Lama sekali kita tidak bertemu!" ucap seorang pria tampan yang seketika langsung duduk di hadapan Karina dengan senyum merekah di bibirnya.


Wanita yang berdiri di samping laki-laki itu pun ikut duduk di hadapan Andrew dan menatap suami Karina dengan tatapan dalam dan penuh kekaguman.


" Maaf kalian siapa ya? Kenapa lancang sekali duduk di meja bersama dengan kami? Kami perasaan tidak memberikan izin kepada kalian untuk bergabung dengan kami, deh!" ucap Karina dengan nada sinis dan menoleh kan wajahnya ke arah lain.


Tampak laki-laki yang saat ini sedang duduk di hadapan Karina tertawa tergelak melihat ekspresinya yang dia nilai lucu.


" Ayo sayang kita tinggalkan saja mereka di sini. Dasar ga ada akhlak! Kalau mau makanan gratis, bilang saja sama kami. Tidak usah mengganggu orang lain yang sedang menikmati quality time mereka!" ucap Karina yang kemudian menarik tangan Andrew untuk meninggalkan pasangan itu.


" Papa aku mau kita jalan-jalan ke sana!" ucap seorang anak yang berusia sekitar 8 tahun yang terus menarik-narik tangan wanita yang tadi duduk di hadapan Andrew.


Wajah Karina memerah karena melihat wajah anak itu. Anak itulah yang dulu membuat rencana pernikahan Karina dan laki-laki yang dipanggil Ayah oleh anak itu akhirnya harus dibatalkan karena sang ibu yang sedang mengandung anak itu.


" Iya Sayang sebentar ya? Papa ingin bicara dulu dengan Tante Karina. Sekarang kau mainlah dulu dengan mamamu." ucap Heru yang tersenyum begitu lembut kepada anak kecil itu.


Mata Karina kemudian mengikuti wanita yang sekarang pergi bersama dengan anak tersebut menuju sebuah wahana permainan.


" Karina masalah kita sudah lewat begitu lama apa kau masih belum juga bisa memaafkan kesalahanku dan juga Amelia?" tanya Heru yang menahan kepergian Karina dari hadapannya.


Andrew yang tidak mengerti sedang ada apa diantara mereka berdua. Dia hanya melihat saja apa yang terjadi di hadapannya tanpa berkeinginan untuk menginterupsi mereka berdua. Andrew pikir kalau istrinya harus menyelesaikan masalah mereka berdua, tanpa harus mendapatkan gangguan darinya.


" Eh denger ya! Aku nggak tertarik lagi gitu loh untuk mengurusi hidupmu. Jadi nggak usah kau datang-datang atau memperlihatkan wajah kalian berdua di hadapanku! Faham? Menyingkir dari hadapanku dan urus saja Istri dan anakmu!" ucap Karina dengan tatapan penuh permusuhan yang membuat Heru merasa sedih dan merasa bersalah.


" Karina aku mendatangimu kemari hanya karena ingin meminta maaf padamu atas kesalahan masa lalu yang pernah aku dan Amelia lakukan. Aku tahu kalau kami berdua telah menorehkan luka di hatimu yang sangat dalam. Bahkan sekian lama, kau tidak pernah kembali ke Indonesia dan memilih bermigrasi ke luar negeri!" ucap Heru dengan wajah penuh penyesalan yang justru membuat Karina semakin marah kepadanya.


" Eh, Tuan Heru Kurniasan yang terhormat!! Kamu denger ya?!! Kau tidak usah terlalu menganggap tinggi dirimu sendiri. Aku pergi bermigrasi ke luar negeri. Karena di sana aku memiliki kesempatan yang jauh lebih besar dan jauh lebih menjanjikan ke mapanan. Aku di sana lebih bahagia daripada di sini dan itu tidak ada hubungannya dengan kau ataupun istrimu itu!" ucap Karina menatap tajam kepada Heru yang semakin mengerti bahwa hati karena memang telah disakiti olehnya dengan sangat dalam.


" Oke, oke! Aku hanya ingin kau memaafkanku dan istriku, agar kami bisa menjalani rumah tangga kami dengan tenang!" ucap Heru yang akhirnya bangkit dari kursi dan kemudian meninggalkan Karina bersama Andrew yang masih bingung dengan apa yang sedang terjadi di antara mereka.


" Oh ya apakah kau kekasihnya Karina ataukah suaminya?" tanya Heru yang berbalik dan menatap kepada Andrew yang sontak terkejut mendapatkan pertanyaan tersebut.


" Aku adalah suami dari dokter Karina. Oh ya, Namaku Andrew Jhanson. Aku berasal dari Amerika!" ucap Andrew sambil tersenyum kepada Heru yang juga tersenyum padanya.

__ADS_1


__ADS_2