
Dengan emosi yang membuncah di dadanya. Meiliana kemudian menghubungi Amora. Dia berniat untuk membalaskan apa yang sudah dilakukan oleh Amora terhadap rumah tangga putranya dengan menggelontorkan fitnah yang sangat keji ke media.
Hal yang menjadi kemarahan ibunya Farel semakin menjadi adalah karena Amora telah mengirimkan foto-foto yang selama ini dia ambil untuk menyakiti hati Siska kepada pihak media dan wartawan. Amora bahkan memposting semua foto-foto itu di media sosialnya sehingga opini publik terbentuk kalau Siska telah merebut kekasih Amora.
Kini media membicarakan seakan-akan Siska adalah wanita jahat yang telah begitu tega merebut seorang Farel Handoyo yang sudah terkenal sebagai kekasih Amora sejak dulu.
Setelah berbicara dengan Amora ditelepon dan mengajak janjian untuk bertemu dengannya. Meliana langsung menuju ke lokasi pertemuan antara dirinya dan Amora.
Sementara itu Amora langsung menghubungi Siska dia berniat untuk memecah belah hubungan antara Siska dan mertuanya. Dengan memperlihatkan kedekatannya bersama dengan Meliana sehingga membuat Siska menjadi marah dan tersinggung.
" Kalau kau ingin tahu ibu mertuamu seperti apa. Datanglah ke apartemen yang akan aku berikan alamatnya melalui SMS kepadamu!" ucap Amora pelan saat Siska mengangkat panggilannya.
Siska kesal dengan Amora yang terdengar seperti menyepelekan yang dianggap sebagai orang yang tidak level untuk bersaing dengan Amora.
Awalnya Siska tidak berniat untuk menerima undangan amarah tetapi harga diri Siska benar-benar sedang dipertaruhkan saat ini.
Siska juga merasa penasaran ingin melihat kira-kira apa yang akan dilakukan lagi oleh ibu mertuanya untuk membuat dirinya berpisah dengan Farel suami yang mencintainya.
" Aku pergi dulu sebentar ya Mas. Tolong titip Aaron dulu. Oh ya, nanti akan datang pengasuhnya Aaron yang baru. Tadi sudah aku minta ke pihak agency yang biasa menyalurkan tenaga kerja di gedung ini!" ucap Siska berpamitan kepada Farel yang tampak penasaran dan ingin bertanya ke mana gerangan sang istri hendak pergi.
Tetapi Siska sudah pergi meninggalkan apartemennya sehingga membuat para Hana bisa menggelengkan kepalanya.
" Mau ke mana sih? Kok buru-buru sekali sih? Bahkan tidak mengatakan kepada suaminya mau pergi ke mana!" Ucap Farel Merasa tidak senang melihat istrinya pergi begitu saja tanpa mengatakan tujuan kepergiannya.
Farel pun akhirnya bermain bersama dengan Aaron yang semakin pintar berceloteh dengannya. Farel benar-benar sangat bahagia karena akhirnya hidupnya begitu sempurna memiliki seorang istri dan juga seorang Putra yang setampan Aaron.
__ADS_1
Tidak ada yang lebih membahagiakan hati Farah kecuali saat momen-momen ini di mana dirinya dan Siska setiap hari selalu dipenuhi dengan perasaan cinta dan saling memiliki.
Saat Farel sedang menonton televisi tiba-tiba saja matanya dikejutkan oleh berita tentang pembunuhan seorang wanita paruh baya asal Indonesia yang di lakukan oleh menantunya.
" Diberitakan bahwa pelaku adalah menantu dari korban yang ternyata memang sejak lama, sang korban tidak pernah merestui pernikahan sang menantu dengan putranya. Akhirnya sang menantu merasa marah dan jengkel pada mertuanya yang selalu menyuruh putranya untuk menceraikan pelaku. Shingga akhirnya terjadi perbatasan sengit antara keduanya dan akhirnya sang menantu membunuh mertuanya dengan begitu kejam. Mayat korban ditusuk berkali-kali dengan menggunakan sebuah pisau dapur yang tergeletak di samping jenazah ditemukan banyak sidik jari pelaku. Sehingga mengakibatkan pelaku sekarang sudah dijadikan sebagai tersangka. Pelaku sekarang sudah mendekam di dalam penjara. Saksi yang bernama Amora yang langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian melihat sendiri kejadian pembunuhan itu. Demikian laporan yang bisa kami sampaikan saat ini dari lokasi kejadian!" seorang reporter sedang melaporkan kejadian pembunuhan dan diperlihatkan wajah pelaku dan juga korban di dalam televisi.
Mata Farel melotot sempurna ketika melihat Siska digelandang oleh Polisi dan mayat ibunya Farel yang terbujur kaku dan terlihat telah bersimbah darah di lantai sebuah apartemen. Sementara itu sekujur tubuh Siska tampak bersimbah darah.
Farel seketika lemas melihat kejadian yang diberitakan oleh banyak stasiun televisi itu. Hal itu viral karena menyeret nama Amora sebagai seorang artis terkenal sebagai saksi.
Nama Amora sebagai seorang artis telah benar-benar menjadi magnet tersendiri untuk perkembangan berita pembunuhan itu. Apalagi sehari sebelumnya telah dikabarkan tentang perselisihan antara Farel, Amora dan Siska. Kisah cinta segi tiga yang sangat rumit di antara mereka sehingga berita pembunuhan kali ini benar-benar menjadi booming dan viral hanya dalam waktu kurang dari satu jam.
Setelah pengasuh yang dikatakan oleh Siska datang. Farel pun langsung berpamitan kepada pengasuh Aaron untuk mengurus masalah Siska yang sekarang berada di kantor polisi.
Farel menghubungi Adrian dan Steven untuk mengabarkan perihal yang sedang menimpa diri istrinya.
Farel benar-benar tidak percaya. Kalau Siska telah melakukan pembunuhan terhadap ibunya. Itu benar-benar di masuk ke logikanya karena Farel sangat mengenal pribadi seorang Siska yang baik dan juga sabar.
" Paman saat ini saya sudah menuju ke kantor polisi. Tolong sekarang Paman carikan pengacara yang bagus untuk membantu Siska keluar dari kasus ini!" ucap Farel kepada Steven yang kebetulan saat ini sedang menerima teleponnya.
" Baiklah aku akan segera mencari pengacara handal yang pasti bisa menolong Siska keluar dari masalah ini!" ucap Steven yang langsung menyetujui permintaan Farel.
" Baiklah Paman saya tutup dulu panggilannya karena saya harus fokus ke jalanan dulu agar segera sampai ke kantor polisi dan bisa bertemu dengan Siska." ucap Farel segera menutup panggilan itu.
" Farel! Terima kasih karena kau memilih untuk percaya kepada Siska dan berada di pihaknya!" ucap Steven serak suaranya.
__ADS_1
Steven benar-benar merasa terharu dengan cinta Farel yang bahkan sampai sekarang masih mendukung Siska.
Walaupun sekarang Siska menjadi tersangka kasus pembunuhan ibu kandung Farel. Tapi Farel malah meminta kepada Steven untuk mencarikan pengacara yang akan membela istrinya di pengadilan.
" Saya percaya kalau Siska tidak akan mungkin membunuh ibu saya. Tenanglah Paman. Saya pasti akan selalu berada di samping Siska dan mendukungnya. Sekarang segera Paman mencarikan dua atau tiga pengacara yang handal, agar kita bisa segera mencari kebenaran dari kasus ini!" Ucap Farel yang kemudian menutup panggilan telepon setelah Steven juga menutupnya.
Setelah memastikan semuanya sudah siap Farel pun kemudian mendatangi Siska yang tampak begitu ketakutan di dalam penjara.
Tampaknya Siska baru saja di introgasi oleh pihak kepolisian terlihat dari pakaiannya saja yang masih belum diganti. Bahkan telapak tangan Siska masih bersimpah darah yang sudah mulai mengering.
Farel benar-benar syok melihat keadaan istrinya saat ini yang benar-benar kacau balau dan terlihat sangat menyedihkan.
" Sayang kau tidak apa-apa kan?" tanya Farel ketika dia melihat istrinya yang tampak begitu ketakutan ketika melihatnya.
Siska benar benar-benar ketakutan. Dia takut kalau sampai suaminya mengira bahwa dirinyalah yang telah membunuh Meiliana ibu kandung dari Farel.
" Aku tidak membunuh ibumu Farel. Aku bersumpah. Aku tidak membunuhnya. Ketika aku datang, dia sudah tergeletak di lantai. Aku berusaha untuk menolongnya dengan mencabut pisau yang tertancap di jantungnya kala itu. Oleh karena itu mereka menemukan Sidik jariku di pisau yang menjadi alat pembunuhan ibumu. Di saat itulah, tiba-tiba saja Amora masuk ke apartemen dan langsung menghubungi polisi ketika itu juga. Farel cobalah kau bawa ibumu ke rumah sakit siapa tahu beliau masih bisa diselamatkan. Tadi ketika aku memeriksa tubuhnya, aku masih bisa merasakan detak jantung dia. Aku mohon Farel. Selamatkanlah ibumu karena hanya dia saksi kunci dari kasus ini. Dan akan memberikan keterangan siapa pelaku yang sebenarnya!" ucap Siska berusaha untuk meminta pertolongan kepada Farel yang sejak tadi terus menatap istrinya dengan lekat.
Farel benar-benar syok dan juga bingung harus melakukan apa. Di satu sisi dia tidak percaya bahwa istrinya benar-benar membunuh ibunya. Tapi di satu sisi polisi sudah menjelaskan semua kepada dirinya. Bahwa bukti-bukti semuanya mengarah pada Siska sebagai pelaku pembunuhan tersebut.
" Tenanglah sayang. Aku pasti akan berusaha untuk membantumu. Aku akan melakukan yang terbaik untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Aku tidak akan membiarkan keadilan tidak berpihak padamu!" bocah Farel dengan suara gemetar dan sangat bingung harus berbuat apa.
Terlihat Siska begitu lesu dan kecewa. Karena dia melihat ada keraguan di mata suaminya.
" Apakah kau percaya dengan bukti-bukti yang ditunjukkan oleh kepolisian? Bahwa aku benar-benar membunuh ibumu? Aku bersumpah Farel. Demi Aaron anak kita berdua. Bukan aku yang membunuh ibumu! Percaya padaku Farel! Aku mohon!" Siska terus berusaha untuk memohon kepada Farel agar mempercayainya.
__ADS_1