
Polisi menggunakan keterangan yang diberikan oleh pihak keluarga Prayoga dan kedua adik Andini yaitu Ando dan Anto tentang dugaan mereka bahwa Indranalah yang telah membunuh Andini.
Polisi kemudian mendalami video CCTV di saat Indrana mengamuk di restoran dan juga rumah sakit.
" Kalau dilihat dari mimik wajahnya dan juga bahasa yang dia gunakan saat mengamuk itu, memang ada kemungkinan kalau dialah yang menjadi pembunuh Nyonya Prayoga. Kami akan memanggil pihak keluarganya untuk mencari keberadaan dia sekarang sehingga kita bisa meminimalisir, kemungkinan dia akan kabur dari Jakarta." komandan polisi kemudian menyerahkan berkas-berkas yang sudah ditandatangani oleh pihak keluarga Prayoga Group ke petugas yang berwenang untuk menyelidiki kasus pembunuhan itu.
" Tolong temukan pembunuh kakakku secepat yang kalian bisa. Tolong berikan keadilan untuk kakaku! Aku tidak rela kalau pembunuh kakakku masih berkeliaran di luar sana!" Andi terlihat mengamuk dan marah sekali setiap kembali mengingat kematian kakaknya yang sangat tragis.
" Tenang, anak muda! Kami pihak kepolisian dan juga pihak penyelidik pasti akan memberikan penjelasan atas kasus ini dan segera menyelesaikan kasusnya tanpa membuat kalian penasaran!" Anto tidak kalah kesal seperti Andi yang selama ini dekat sekali dengan kakak mereka.
Pihak keluarga Andini kemudian meninggalkan kantor polisi. Selain mempercayakan kasus itu kepada polisi. Keluarga Prayoga dan keluarga Handoyo pun mengerahkan anak buah mereka untuk mencari keberadaan Indra yang dicurigai sebagai pembunuh Andini.
" Tenanglah kita pasti segera bisa menangkap pelaku pembunuhan itu. Pihak kita tidak akan pernah membiarkan Andini meninggal sia-sia." Farel berusaha untuk menenangkan kedua pemuda Tanggung yang saat ini sedang marah besar karena kematian kakaknya yang tragis.
Adrian sejak tadi hanya diam saja dan melamun. Mengingat segala sesuatu yang pernah dilewatinnya bersama Andini. Sejak pertama kali mereka berkenalan dan akhirnya menikah.
Air mata Adrian terlihat berjatuhan setetes demi setetes membasahi telapak tangannya. Siska dan Farel benar-benar tidak tega melihat Adrian yang seperti kehilangan semangat hidup.
" Biarkan Paman Adrian tenang dulu. Kita tidak usah mengganggunya dulu. Semua permasalahan biar kita semua yang mengurusnya." Bisik Farel di telinga Siska yang tadi hendak mengajak bicara Adrian.
Adrian sebenarnya mendengar semua pembicaraan mereka. Hanya saja dua malas untuk menanggapi semuanya. Saat ini hati Adrian sangat marah kepada semua orang. Ya!! Adrian marah juga kepada Siska dan Farel yang kemarin mengajaknya pergi ke cafe untuk berbicara di sana.
Dalam pikiran Adrian saat ini. Kalau seandainya dia tidak mengikuti Siska dan Farel ke cafe pasti saat ini Andini masih hidup dan tidak mengalami kemalangan apapun.
__ADS_1
Tapi semua penyesalan itu sekarang sudah berakhir. Karena sudah tidak ada gunanya. Sekarang istrinya sudah meninggal dan telah berada di kuburan bersama calon anak mereka yang baru berusia beberapa minggu saja di dalam kandungan Andini dan tidak akan pernah kembali kepadanya.
Adrian sejak meninggalnya Andini tidak pernah lagi masuk kerja di kantor Prayoga grup karena waktunya hanya dihabiskan dengan melamun dan setiap hari mengunjungi makam sang istri.
Adrian benar-benar terpukul dengan kejadian itu. sementara itu dari kejauhan terlihat irdina yang sedang merekam semua yang dilakukan oleh Adrian.
Setelah selesai melakukan tugas dari Indrana, Irdina kemudian mengirimkan semua yang dia rekam kepada kakaknya. Sesuai dengan instruksi dari Indrana yang selalu meminta kabar terbaru tentang Adrian dan juga keluarga Prayoga dari adiknya.
Adrian merasa bahwa saat ini dirinya sedang diawasi oleh seseorang. Akan tetapi Adrian berpura-pura tidak tahu. Dia tetap melakukan semua aktivitasnya dengan biasa saja tanpa beban sama sekali. Aktifitas yang biasa dilakukan Adrian di atas makam Andini yaitu menaburkan bunga, kirim doa dan tentu saja berbicara dengan Andini dan calon anak mereka yang meninggal bersama ibunya.
" Sayang, kenapa kamu tega sekali dengan pergi begitu saja meninggalkan aku?" air mata Adrian terus menetes.
Irdina yang juga merasakan sakit hati dan dendam kepada keluarga Prayoga, tampak terlihat tersenyum puas melihat penderitaan Adrian setelah kehilangan istrinya yang dia cintai.
" Kamu bisa lakukan itu. Kakak akan berikan nomor telpon pembunuh yang waktu itu Kakak perintahkan untuk mengeksekusi Andini hingga dia mati!" terlihat sekali bahwa Indrana sangat membenci Andini.
Sementara itu Adrian yang tadi berpura-pura tidak mengetahui kalau dirinya sedang diawasi mulai menghubungi anak buahnya untuk datang ke lokasi pemakaman.
" Tangkap orang yang saat ini sedang mengawasiku di area pemakaman dan bawalah dia ke gudang yang ada di pinggir kota. Aku akan ke sana nanti malam. Kau ingatlah!! Jangan lakukan sesuatu apapun selain mengurung dia. Tunggu aku di sana!" perintah Adrian kepada anak buahnya yang langsung bergerak mematuhi perintahnya.
Sementara itu Irdina masih asyik berkirim pesan dengan kakaknya yang sedang memberikan nomor telepon pembunuh yang sudah disewa oleh Indrana untuk mengeksekusi Andini.
Sebenci apapun Indrana dengan Adrian maupun Andini, tetap saja dia tidak berani untuk benar-benar membunuhnya dengan tangan sendiri. Dia merasa gemetar dan ketakutan. Oleh karena itu dia menghubungi orang yang biasa melakukan pekerjaan kotor seperti itu demi mendapatkan uang.
__ADS_1
Irdina masih belum menyadari bahwa saat ini beberapa orang anak buah Adrian sudah mengendap-ngendap dan bersiap untuk menangkapnya. Hingga akhirnya gadis itu berhasil ditangkap oleh mereka dan dibawa ke gudang milik keluarga Prayoga yang ada di pinggiran kota dan jauh dari pemukiman warga.
Irdina berusaha sekuat tenaga untuk bisa melepaskan dirinya dari kuasa anak buah Adrian yang seram dan kuat.
" Diamlah dan duduk yang anteng! Kalau kau banyak bertingkah kami pasti akan membuatmu menyesali semua yang kulakukan ini. Kami bisa saja memperkosa dan membuang kamu di hutan untuk bisa dimakan oleh harimau ataupun hewan buas lainnya yang ada di sana!" ancam pimpinan anak buah Adrian yang sudah mulai kesal kepada Irdina yang sangat merepotkan.
Mendengar ancaman dari anak buah Adrian, Irdina pun kemudian berusaha untuk bersikap tenang dan bekerja sama dengan baik daripada kehormatannya hilang dan nyawanya harus melayang di tangan para laki-laki kasar yang merupakan anak buah kepercayaan Adrian untuk menculiknya.
Melihat Irdina yang sudah mulai tenang dan tidak banyak bertingkah Mereka pun merasa lega karena tidak usah melakukan kekerasan kepadanya.
Bagaimanapun mereka juga tidak mau mengalami kesulitan kalau sampai terjadi apa-apa kepada Irdina yang sangat barbar itu. Karena sesuai pesan dari Adrian mereka semua dilarang melakukan sesuatu yang membahayakan nyawa irdina.
Ponsel Irdina sekarang sudah berpindah tangan kepada mereka. Hal itulah yang membuat dirinya tidak bisa menghubungi siapapun untuk bisa menyelamatkan dirinya dari cengkraman anak buah Adrian yang sekarang telah menggiring Irdina untuk masuk ke dalam gudang yang sangat gelap dan menakutkan karena sudah lama gudang itu tidak digunakan lagi oleh Prayoga Group karena melihat kondisi gudang yang sudah tidak layak huni dan layak pakai.
" diam di sini baik-baik! Sebentar lagi Tuan kami akan datang. Kalau kauenurut dan tidak berbuat macam-macam kami pasti akan segera membebaskan kamu. Kamu tenang saja!! Bos kami bukanlah orang jahat yang akan menyakitimu!" pimpinan anak buahnya Adrian untuk menenangkan Irdina yang terlihat begitu ketakutan pada mereka.
" Kalau Bosmu itu bukan orang yang jahat, lalu kenapa dia harus menculik aku, huh? Emangnya apa yang sudah kulakukan sehingga membuat kalian harus menyakitiku dan membawaku ke tempat yang menjijikan ini?" Irdina terlihat begitu geram dengan apa yang sudah dilakukan oleh mereka kepada dirinya yang masih belum bisa menebak. Siapa kira-kira yang sudah berbuat demikian kepadanya.
" Kau bertanyalah kepada dirimu sendiri. Kenapa kau terus mengawasi Bos kami selama beberapa hari ini? Apa yang sedang kau rencanakan? Apa kau berniat untuk mencelakai Bos kami?" Irdina cukup terkejut mendapatkan kenyataan itu.
Mendengar ucapan dari pimpinan itu, Irdina sedikit banyak bisa paham siapa bos yang mereka maksud.
" Apakah Bos kalian Adrian Prayoga?? Cih!! Istri bodohnya baru saja meninggal. Bahkan kuburannya saja belum kering dan dia sudah menculik adik dari mantan kekasihnya? Wah-wah!! Sungguh luar biasa sekali bos kalian itu! Hahaha!" Irdina terus tertawa untuk mengejek Adrian.
__ADS_1
Tidak tahunya Adrian ternyata sudah berada di ruangan itu juga dan langsung menampar mulut Irdina yang tadi tertawa begitu lepas untuk mengejeknya dan menghina istrinya yang sudah meninggal.