Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
228. Kenapa?"


__ADS_3

Steven terkejut ketika melihat Irdina yang tiba-tiba saja pingsan di hadapannya.


" Ya Tuhan! Ada apa dengan Irdina?" tanya Steven merasa khawatir kepadanya.


" Dia sakit. Apa kau tadi tidak dengar dia mengatakan apa?" tanya Indrana menatap SMS kepada Steven yang sudah membuat adiknya kembali kumat.


" Sakit apa? Cepat bawa dia ke ruang UGD!" Steven kemudian mendekati Rosa yang saat ini masih membeku di tempat melihat suaminya yang begitu peduli kepada irdina yang saat ini sedang pingsan diperlukan Inndrana. Rosa berusaha sekuat tenaga untuk tidak terpengaruh sama sekali tetapi tetap saja hati seorang wanita merasa sedih melihat suaminya yang masih memiliki perasaan kepada wanita lain yang pernah menjadi kekasihnya.


" Sayang, kau tunggulah dulu di sini. Aku mau bawa Irdina ke ruangan UGD dulu. Kasihan dia kalau terjadi apa-apa." Steven langsung mengangkat tubuh Irdina yang masih terkulai lemas di pangkuan Indrana.


Indrana melirik ke arah Rossa yang saat ini masih tidak mengatakan apapun.


" Kau lihat bukan?? Suamimu masih memiliki perasaan terhadap adikku. Oleh karena itu dia begitu peduli padanya." Ucapan Indrana terus terngiang di telinga Rosa.


" Tidak usah terlalu percaya diri! suamiku adalah seorang laki-laki sejati yang mempunyai hati yang begitu baik. Dia tidak akan tega melihat seorang wanita yang pingsan. Layak kalau dia menolong. Kau tidak usah menaburkan racun di dalam hubungan kami berdua. Hanya karena sifat baik dan rasa kemanusiaan yang ditunjukkan oleh suamiku kepada adikmu!" ucapan Rosa terdengar di telinga Steven yang saat ini sedang berjalan sambil menggendong tubuh Irdina yang masih pingsan.


Steven langsung memberikan Irdina kepada para medis yang kebetulan lewat di depannya sekarang," Tolong obati wanita ini dia tiba-tiba saja pingsan. Aku takut terjadi apa-apa dengannya. Oh ya, untuk urusan administrasi dan lain-lain kalian bisa bertanya kepada wanita itu yang merupakan kakaknya. Aku permisi dulu!" Steven kemudian meninggalkan Irdina di tangan suster dan perawat yang mulai mendorongnya menuju ruangan UGD.


Irdina yang masih dalam keadaan lemas, akan tetapi sudah mulai sadar hanya bisa meremas sprai kasurnya. Irdina hatinya merasa sangat sakit dan juga sedih dengan apa yang di lakukan oleh Steven kepadanya.


' Apakah benar-benar kau sudah tidak lagi mencintaiku? Kenapa kau begitu tega padaku, Stevan? Apa kau tidak khawatir sedikitpun tentang aku?' batin Irdina yang sekarang sedang merintih kesakitan.


Irdina sekarang mengerti bagaimana perasaan Kakaknya tadi malam yang bahkan sampai mengamuk di hadapan begitu banyak orang setelah melihat kebahagiaan Adrian dan Andini.

__ADS_1


Farel dan Steven yang baru saja datang dari arah luar terlihat mengerutkan keningnya melihat Rossa dan Stevan yang hanya berdiri di luar kamar Andini.


" Paman, bibi?? Kenapa kalian tidak masuk ke dalam?" tanya Siska merasa heran dengan situasi yang ada di sana.


" Pamanmu bilang, kalau Bibi kamu disuruh istirahat oleh dokter. Situasinya kritis. Jadi tidak boleh ada banyak orang yang di dalam ruangan perawatan. Takutnya mengganggu ketenangannya." ucap Steven pada Siska memberitahukan situasi yang ada di dalam ruangan yang terbaru.


Farel dan Siska terlihat mengangguk kemudian mereka melihat kepada Indrana yang di kenal oleh Siska sebagai mantan kekasih Adrian.


" Kau sedang apa disini? Apa kau puas sudah membuat Bibiku masuk rumah sakit? Kau adalah seorang wanita yang sangat keji! Bagaimana mungkin kau menyerang seorang wanita yang sedang hamil?" tanya Siska sambil menatap tajam kepada Indrana.


" Maaf keluarga nona Irdina?" tanya Suster yang tadi membawa masuk Irdina ke dalam ruangan UGD.


" Tuh di panggil suster! Apa kau sudah tidak peduli kepada adikku sendiri?" tanya Steven pada Indrana yang tadi berniat untuk masuk ke dalam kamar Andini.


Indrana mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan Steven padanya.


" Ckckck! Kenapa di dunia ini begitu banyak orang-orang yang tidak tahu malu? Sudah ditinggalkan begitu lama, tetapi masih ingin memiliki sesuatu yang sudah tidak dia miliki. Apa di dunia ini sudah tidak ada laki-laki lagi? Sehingga kalian berdua begitu gigih untuk mengungkit hubungan lama yang sudah berlalu?" tanya Rosa dengan mulut pedasnya menyinggung perasaan Indrana yang sontak terdiam dan menghentikan langkahnya.


" Hey, Apakah kau begitu bangga sudah merebut laki-laki adikku? Kau tahu?? Steven bisa begitu saja meninggalkan adikku tanpa berpikir demi wanita sepertimu. Suatu saat dia juga akan mudah meninggalkanmu ketika kau sudah tidak ada lagi di hatinya!" ucapan Indrana benar-benar sangat pedas dan menyakiti hati Rossa.


" Setidaknya saat ini aku dicintai oleh suamiku. Tidak seperti adikmu yang sudah ditinggalkan tapi masih mempermalukan dirinya sendiri dengan berkoar-koar di sini dan mengemis Cinta dari suamiku!" Rosa terus mengutarakan kekesalan hatinya kepada Indrana yang menurutnya sangat lancang dan kurang ajar sekali.


Steven berusaha menenangkan istrinya yang sejak tadi sepertinya marah terhadap dirinya.

__ADS_1


" Sayang, sebaiknya kita meninggalkan rumah sakit saja. Tidak usah di layani orang seperti itu. Tidak udah membalas gonggongan anjing yang sedang mangamuk. Dia tidak akan menggonggong kalau dia kenal kepadamu. Karena anjing hanya menurut kepada tuannya saja. Kau ingin kita ke mana? Aku akan membawa kamu ke sana." Stevan lalu menggenggam telapak tangan Rosa yang merasa senang karena Stevan membelanya.


Hati Indrana benar-benar panas. Karena untuk kedua kalinya dirinya disebut anjing oleh Prayoga bersaudara. Tadi malam, Adrian juga mengatakan bahwa dirinya seekor anjing yang sedang menggonggong.


" Cih!! Kalian berdua lihat saja nanti! Kami pasti akan membalas semua sakit hati yang sudah kalian berikan pada kami! Steven! Sebaiknya kau berdoa, supaya adikku tidak kenapa-napa. Kalau sampai dia mengalami hal buruk, aku pasti tidak akan melepaskan kamu Stevan! Pria keji!" Indrana kemudian meninggalkan mereka dengan amarah yang begitu besar di hatinya.


Apalagi Indranamelihat Adrian yang terlihat sedang keluar dari kamar Andini dan berjalan ke arahnya dengan tatapan mengintimidasi dirinya. Indrana yang sebenarnya ingin bertemu dengan Adrian tetapi belum berani. Karena melihat mata Adrian yang sangat tajam dan sangat menakutkan dirinya.


" Cih!! Lihatlah Anjing langsung melarikan diri setelah melihat manusia yang dia takuti!" Rosa tertawa sambil mengejek Indrana yang mendengus kesal melihat kelakuan Rosa yang sudah menghinanya mentah-mentah di hadapan semua.


Adrian yang sejak tadi sebenarnya sudah mendengarkan keributan yang ada di luar kamar istrinya hanya menatap kepergian Indrana dengan tatapan Sendu.


Adrian memang merasa bersalah kepada Indrana yang telah merasa terzalimi olehnya.


" Kenapa kedua Kakak Adik itu begitu marah dengan pernikahan kalian berdua, paman? Apakah sebelumnya kalian belum menyelesaikan masalah kalian dengan mereka?" tanya Siska sambil menatap kepada kedua pamannya yang hanya bisa saling menatap satu sama lain.


" Kita ke cafe saja. Kita bicarakan di sana. Oh ya, sebentar Paman panggil dulu suster agar menjaga Andini yang sedang tidur." setelah mengatakan itu Adrian pun kemudian mencari suster yang akan dia minta tolong untuk menjaga Andini sementara waktu dia pergi bersama dengan keluarganya yang lain.


Rossa yang sebenarnya merasa marah kepada Steven akhirnya mengikuti mereka menuju sebuah cafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah sakit.


Mereka berlima akhirnya duduk di satu meja. Terlihat Farel dan Siska yang begitu penasaran dan menuntut jawaban dari kedua pamannya atas sikap kedua adik kakak yang terlihat begitu terluka setelah mengetahui pernikahan mereka.


" Tolong jelaskan Paman supaya kami mengerti dengan situasi yang sedang terjadi!" pinta Farel kepada Adrian dan Stevan yang sekarang saling memandang satu sama lain.

__ADS_1


Rosa dari tadi hanya menundukkan kepalanya karena dia sebenarnya merasa takut ketika mendengarkan sesuatu yang tidak ingin dia dengan dari mulut suaminya tentang wanita yang bernama irdina yang tadi pingsan di depan mereka.


" Dulu Irdina pergi ke luar negeri tanpa mengatakan apapun kepadaku. Aku sudah berusaha meminta informasi kepada keluarganya tetapi tidak ada yang mau memberitahukanku tentang keberadaannya. Tiba-tiba saja hari ini dia datang dan meminta aku untuk meninggalkan istriku dan kembali kepadanya!" Steven menjelaskan semuanya kepada Siska dan Farel secara singkat saja.


__ADS_2