
Amora yang saat ini mengetahui Abian masuk ke dalam penjara setelah menculik dan menganiaya Farel hatinya menjadi kesal terhadap Abian yang telah resmi menjadi suaminya karena keterpaksaan.
Abian mengancam Amora. Kalau sampai tidak mau menikah dengannya maka dia akan memasukkan kembali Amora ke dalam penjara. Karena waktu itu Abianlah yang telah membebaskan Amora dengan mengatasnamakan Farel saat dia mencabut gugatannya atas kasus pembunuhan ibunya.
" Jangan harap aku akan mau membantu kamu untuk melepaskanmu. Berani-beraninya kau menganiaya Farel. Bahkan sampai sekarang dia berada di rumah sakit dan belum sadarkan diri!" ucap Amora merasa kesal sekali kepada Abian.
Amora bahkan tidak mau menjenguk Abian yang ada di penjara apalagi membantunya mencarikan pengacara. Amora malah menjual perusahaan Abian dan kemudian dia kabur ke Australia membawa semua harta kekayaan milik Abian untuk dirinya sendiri.
" Selamat tinggal pria bodoh!" ucap Amora sambil tersenyum penuh kemenangan.
Setelah berada di Australia Amora langsung mengganti namanya dengan identitas baru. Operasi plastik dengan wajah baru sehingga tidak ada yang mengenalinya.
Amora benar-benar menjalani kehidupan yang bahagia dengan uang yang dia curi dari Abian yang saat ini sedang mendekam di dalam penjara tanpa pertolongan siapapun.
" Pak polisi!! Apakah istriku belum datang kemari?" tanya Abian kepada petugas polisi yang saat ini sedang berjaga.
" Sejak Kau masuk kemarin. Tidak ada satu orang pun yang datang menjenguk kamu! m
Mangkanya jadi orang itu jangan jadi orang jahat. Jadinya tidak ada yang peduli dengan kamu kan?" tanya petugas polisi yang gemes pada Abian yang tega sekali menghajar sepupunya sendiri hanya karena harta dunia.
Abian hanya melotot mendengarkan ucapan petugas itu tetapi dia pun tidak sanggup untuk melakukan hal yang lebih dari itu.
Bagaimanapun saat ini dirinya berada dalam kondisi yang tak berdaya. Tanpa ada siapa pun yang mau menolongnya.
" Apakah saya boleh menggunakan ponsel saya? Saya harus menghubungi istri saya, pengacara saya dan beberapa kenalan saya. Agar ada yang mau menolong saya di sini!" ucap Abian sekali lagi.
Petugas polisi yang sedang kesal hanya mendengus mendengarkan perkataan Abian.
" Tolonglah saya Pak. Saya harus berbicara dengan istri saya! Saya juga harus berbicara dengan pengacara saya!" ucap Abian.
Terlihat petugas polisi tertawa terbahak saat mendengarkan ucapan Abian.
" Eh, memangnya kau mau bayar pakai apa pengacara yang akan menolong kamu itu??Sementara perusahaanmu saja sudah dijual oleh istri kamu dan sekarang tidak tahu istrimu ada di mana!" ucap petugas sambil terus menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Abian sampai melotot sempurna ketika mendengarkan ucapan dari petugas itu yang benar-benar sangat mengejutkannya.
" Apa yang Bapak katakan?" tanya Abian kesal.
" Apa yang kau katakan itu kenyataan. Istrimu sudah menjual perusahaanmu dan sekarang dia sudah pergi dari Amerika. Entah pergi ke mana!" ucapannya terdengar sarkas bagi Abian.
" Dari mana kau tahu kalau istriku sudah menjual perusahaanku?" tanya abiansa kan tidak percaya dengan pernyataan itu.
" Kemarin komandan ku datang ke perusahaanmu. Akan tetapi sekarang perusahaan itu sudah berganti kepemilikan! Bahkan kami mendatangi apartemen kalian pun, istrimu sudah tidak ada di sana. Semua sudah berganti nama dan kepemilikan!" ucapnya merasa prihatin kepada Abian yang tampak begitu shock dan tidak percaya.
" Bagaimana mungkin istriku tega melakukan itu padaku?" tanya Abian seperti tidak percaya dengan kenyataan yang ada di hadapannya.
Petugas polisi kemudian langsung meninggalkan Abian yang saat ini masih terpaku di tempat.
" Kenapa kamu tega melakukan ini padaku Amora? Padahal aku mencintaimu dengan tulus selama ini aku melakukan semua ini demi kamu! Demi membalaskan Sakit hatimu yang selalu disakiti oleh Farel. Akan tetapi begini pembalasanmu terhadapku?" tanya Abian benar-benar tidak percaya kalau Amora tega melakukan itu padanya.
Tampak Abian yang berlinang air mata kesedihan. Abian menyesali semua yang sudah terjadi dalam hidupnya.
" Aku gak nyangka, kalau ternyata aku tidak ada harganya sama sekali di matamu!" tidak ada hentinya biar menyesali diri semua yang sudah terjadi seakan menjadi abu.
Dengan langkah gontai Abian pun kemudian meninggalkan tempat menjenguk. Abian kembali masuk ke dalam selnya setelah tadi dia meminta izin kepada petugas untuk berbicara dengannya.
Di dalam selnya terlihat Abian yang terus merenungkan jalan hidup yang telah salah dia jalani selama ini.
Terbayang semua hal yang sudah dia lakukan demi membahagiakan Amora yang sangat dia cintai. Bagaimana dirinya membenci Farel sedemikian rupa. Hanya karena Amora yang selalu tergila-gila kepada sepupunya.
Abian membaringkan tubuhnya di lantai penjara yang begitu dingin banyak penyesalan yang dia rasakan saat ini.
" Ya Tuhan! Maafkanlah aku yang sudah mengorbankan segalanya untuk wanita Durjana itu! Ternyata dia sama sekali tidak pernah mencintaiku!" sesal Abian yang saat ini tengah meringkuk di sel penjara.
Sementara itu Farel yang saat ini sudah sadarkan diri. Dia terkejut melihat Siska yang berada di sampingnya.
" Sayang?? Bagaimana kau bisa ada di sini? Gimana dengan Aaron?" tanya Farel tampak sangat kesulitan berbicara.
__ADS_1
Bibir Farel sampai pecah dan terlihat lebam karena terus ditampar oleh Abian dengan brutal tanpa perasaan.
" Aaron bersama dengan Om Adrian. Aku datang ke Amerika ditemani oleh Om Steven!" ucap Siska menjelaskan semuanya kepada Farel yang terlihat lega setelah mengetahui Aron bersama dengan Adrian.
Bagaimanapun Farel sangat tahu kalau keluarga Siska sangat menyayangi putranya.
" Jangan khawatir aku baik-baik saja!" ucap Farel berusaha menenangkan Siska yang sejak tadi terus menangis sedih karena melihat keadaan Farel yang begitu menyedihkan sekali.
Kemungkinan Farel dan Alex akan sangat membutuhkan operasi plastik untuk dapat memulihkan wajahnya yang babak belur gara-gara Abian yang sudah sangat keterlaluan kepada mereka berdua yang tidak berdaya pada saat itu.
Kalau misalkan Abian tidak mengikat tangan dan kaki mereka, bukan hal yang sulit untuk Alex bisa menjatuhkan Abian mengingat Alex adalah pemegang sabuk hitam taekwondo.
" Untung saja kau meninggalkan pesan kepada Andrew sayang. Kalau tidak, mungkin Kami tidak akan pernah mengetahui Keberadaanmu," ucap Siska yang terlihat begitu sedih dengan keadaan Farel.
" Nyonya apakah aku boleh minta tolong padamu?" tiba-tiba saja Alex menyela pembicaraan mereka.
" Pertolongan Apakah?" tanya Siska yang kemudian mendekat ke arah Alex yang sama-sama kondisinya seperti Farel.
" Tolong hubungilah Kekasihku yang ada di Indonesia. Apa khawatir kalau dia saat ini sedang mengkhawatirkanku!" ucap Alex berbicara kepada Siska.
Siska kemudian langsung mengangguk dan mencari ponselnya.
Setelah mendapatkan nomor telepon milik kekasihnya Alex. Siska pun kemudian menelponnya dan menjelaskan semua keadaan Alex kepadanya.
Melinda tampak begitu terkejut mendengarkan perkataan dari Siska yang mengatakan bahwa saat ini kekasihnya sedang dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis dan membutuhkan perawatan intensif dari tim medis.
" Aku akan segera ke sana. Tolong katakan pada Alex untuk menjaga dirinya baik-baik!" setelah mengatakan itu Siska kemudian menutup telepon untuk Melinda.
Alex yang sudah mendengarkan ucapan kekasihnya karena Siska yang melalui speaker panggilan tersebut tampak menganggukkan kepala kepada Siska.
" Terima kasih atas bantuanmu!" ucap Alex sambil tersenyum kepada Siska.
" Tidak apa-apa. Kau seperti ini juga kan karena membela suamiku. Jadi Sudah Selayaknya aku membantumu bukan?" tanya Siska sambil tersenyum kepada Alex.
__ADS_1