Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
Ending


__ADS_3

Silvia saat ini sudah ditangani oleh dokter sakit jiwa untuk menangani masalahnya. Silvia menjadi stress karena melihat kotak emas yang dia kira harta karun ternyata hanya berisi mainan dan foto-foto lama saja.


Padahal dirinya selama ini sudah berjuang dengan sangat keras untuk mendapatkan harta karun itu dan menghalalkan begitu banyak cara untuk bisa mendapatkannya. Tapi setelah mendapatkannya ternyata hanya mainan dan foto milik Farel di masa lalu. Saat Farel masih kecil dulu bersama dengan kakeknya dan juga kedua orang tuanya sewaktu masih hidup.


Silvia dinyatakan oleh dokter sebagai pasien rumah sakit jiwa sekarang. Karena mentalnya yang jatuh setelah Harapan dan impian yang dia bangun ternyata hanyalah pepesan kosong belaka.


" Bagaimana Siska? Apakah kau mau melanjutkan untuk menuntut nenekmu ke pengadilan atas kasus pembunuhan ayahmu." Tanya Farel ketika berhadapan dengan Siska dan juga yang lainnya.


Steven dan Adrian sudah melihat CCTV saat Ibunya mengakui bahwa dirinya yang telah membunuh kedua orang tua Siska karena harta karun yang dikatakan oleh kakeknya Farel berada di bengalow. Niat hati Silvia saat itu menginginkan untuk mengambil informasi tentang harta karun itu tetapi ternyata tidak di bawa oleh kedua orang tua Siska.


" Siska tolong kau maafkanlah ibuku. Aku tahu bahwa dia sudah berbuat sangat jahat dengan membunuh kedua orang tuamu. Tapi sekarang dia sudah mendapatkan karma yang begitu setimpal dari Tuhan dengan menjadi gila. Biarlah Ibuku mendapatkan hukumannya di rumah sakit jiwa. Paman mohon pandanglah kami berdua untuk bisa memaafkan ibu kami yang telah dibutakan oleh keserakahannya selama ini!" Adrian bahkan sampai menangis terisak di hadapan Siska.


Siska benar-benar tidak mengerti bagaimana harus menyikapi permohonan dari kedua pamannya.


"Sayang aku rasa apa yang dikatakan oleh Paman Adrian adalah benar. Biarlah nenekmu mendapatkan karmanya dengan berada di rumah sakit jiwa. Nanti kalau dia sudah sembuh baru kita akan memikirkan langkah kita selanjutnya." Farel memberikan nasehat kepada istrinya agar bersikap legowo menyikapi masalah tersebut yang memang sangat Riskan dan sangat menyayangkan sekali.


Siska terlihat terus merenung dan memikirkan semua yang dikatakan oleh mereka semua yang saat ini sedang menatapnya dan menunggu keputusan darinya.

__ADS_1


"Baiklah aku akan memaafkan nenek dan tidak akan melaporkan tentang kasus pembunuhan itu kepada yang berwajib untuk sementara ini. Biarlah nenek merenung di rumah sakit jiwa. Kalau dokter sudah menyatakan dia sehat, Aku akan melaporkannya ke kantor Polisi untuk mempertanggungjawabkan kejahatan dia selama ini. Aku yakin kejahatan nenek Silvia bukan hanya tentang membunuh kedua orang tuaku tetapi masih banyak lagi di belakang sana." Siska menatap pamannya yang saat ini sedang menangis tersedu mendengar apa yang diputuskan oleh Siska.


Steven yang sudah tahu lebih dulu bersama Farel, perihal bukti yang diberikan oleh anak buah Silvia kepada mereka melalui surat kaleng yang mana di sana terdapat USB yang berisi rekaman dan semua bukti kejahatan Silvia selama ini.


Steven hanya bisa meraup wajahnya dengan kasar. Karena bagaimanapun juga dia tidak mungkin menjatuhkan ibu kandungnya sendiri.


"Keserakahan yang dimiliki oleh ibu kami memang sangat tidak bisa untuk diampuni dia bahkan sampai rela menghilangkan nyawa orang lain hanya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Ibuku bahkan sampai membunuh Ayah kami hanya karena untuk menutupi kejahatannya. Kejahatan Ibuku memang sudah di luar takaran dan semoga setelah dia masuk ke dalam rumah sakit jiwa, dia akan semakin bisa introspeksi diri di sana." ucap Adrian sambil menatap semua orang yang ada di sana.


Mereka pun kemudian berlibur di bengalaw yang sangat indah itu selama satu minggu.


Apalagi istrinya Abian juga tahu kalau Abian selama ini tidak benar-benar mencintainya. Abian bersamanya hanya ingin harta yang dia miliki yang sedang diincar untuk dikuasai sepenuhnya.


Dia juga sudah tahu masalah Abian yang telah mencuri uang Handoyo group bahkan sampai bangkrut waktu itu. Abian digugat cerai oleh istrinya dan juga masuk penjara atas perbuatannya yang sudah menggelapkan dana perusahaan milik sang istri yang tidak terima harta kekayaan yang diwariskan oleh mantan suaminya hendak dicuri begitu saja oleh Abian.


"Semoga suatu saat nanti anak-anak kita akan hidup bahagia dan bisa terlepas dari kejahatan orang-orang jahat seperti mereka." Doa Siska Pada sore itu ketika mereka merayakan penemuan mereka di bangalaw itu.


Siska dan Farel sudah memutuskan akan menetap di bengalow dan memanage perusahaan mereka di sana. Adrian dan Steven hanya menyetujui apa yang sudah menjadi ketetapan hati Siska dan Farel.

__ADS_1


Adrian kembali ke Bandung dan mengurus perusahaan Prayoga Group yang ditinggalkan oleh Silvia untuk dirinya.


Steven tetap di Jakarta karena dialah yang menghandle perusahaan Prayoga Group mewakili Siska yang memilih untuk mengikuti suaminya dan mengelola bengalaw tersebut sesuai dengan wasiat kakeknya di dalam kotak musik.


Semua harta kekayaan yang ditemukan oleh mereka di dalam kotak emas telah disimpan di dalam brankas bank milik Farel dan diambil sedikit demi sedikit untuk keperluan yayasan yang dibangun oleh mereka atas nama sang kakek yang sudah meninggal. Yayasan itu bergerak di bidang pengobatan kanker dan penyakit-penyakit langka untuk orang-orang miskin dan juga anak-anak yatim piatu yang tidak mampu.


Hari itu mereka semua merayakan kebahagiaan atas berdirinya yayasan yang akan menolong banyak orang yang membutuhkan saat nanti.


"Semoga Yayasan itu akan menjadi amal kebaikan untuk seluruh keluarga kita yang sudah meninggal. Khususnya kakekku yang memiliki harta yang menjadi penyokong dana untuk Yayasan itu bisa beroperasi dengan baik!" pidato Farel pada saat pembukaan yayasan yang dihadiri oleh banyak sekali rekan-rekan bisnisnya.


Semua orang berbahagia atas keputusan Farel dan Siska membangun Yayasan itu. Semua merasa bersyukur ada orang kaya yang berbaik hati yang mau membagi hartanya untuk orang-orang yang tidak mampu dan menolong mereka yang sakit tetapi tidak memiliki dana untuk berobat.


" Terima kasih Tuan Farel atas bantuan anda dan istri Anda. Sekarang anak kami sudah bisa melakukan operasi," ucap seorang ibu sambil menangis terisak ketika dia menemui Farel yang kebetulan sedang menengok anaknya yang masih dalam tahap observasi setelah selesai dioperasi oleh dokter.


"Semoga anak ibu Cepat sembuh ya. Kalau butuh apapun jangan ragu untuk menghubungi Yayasan kami. Kami pasti akan selalu membantu setiap proses penyembuhan anak ibu!" ucapan Farel sungguh benar-benar sukses membuat ibu itu menangis terisak Karena rasa syukur yang tiada hentinya dia ucapkan atas kebaikan Farel dan Siska.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2