
" Tunggu, aku akan menyiapkan barang-barangku. Kita akan pindah bersama. Aku juga takut kalau Farel juga datang kemari dan mengenali aku." Amora rupanya lupa kalau saat ini wajahnya sudah berbeda karena dia sudah melakukan operasi plastik.
" Baiklah! Lakukan saja yang menurut kamu baik!" Indrana hanya pasrah saja dengan apapun yang akan dilakukan oleh Amora.
Amora terdiam sejenak. Seakan sedang memikirkan sesuatu yang penting. " Aku lupa!! Sebaiknya Kau pindah dulu saja ke kontrakanku dan bersembunyi di sana. Jadi kau tidak usah repot-repot untuk berpergian ke sana kemari. Jangan khawatir. Nanti aku yang akan bilang sama mereka kalau kamu sudah pindah ke luar kota. Ayo sekarang pindahkan barang-barangmu ke rumahku. Supaya mereka percaya ketika masuk ke dalam rumah ini, sudah tidak ada apapun lagi di sini." Ucap Amora bahagia.
Indrana mengerutkan keningnya tidak setuju dengan apa yang dilakukan karena dia sangat takut kalau sampai jatuh ke perangkap orang jahat.
" Bukankah Farel pasti mengenalmu? Bagaimana kamu akan bicara dengan Farel?" tanya Indrana yang tidak percaya kepada Amora.
Apalagi Indrana sudah mendengar semua cerita dari Amora yang mengatakan bahwa dia telah melakukan banyak kejahatan di luar sana hanya untuk mendapatkan cinta Farel.
' Aku harus waspada kepada wanita ini. Bisa saja kan? Kalau dia akan menyerahkanku ke polisi hanya untuk menarik simpati Farel?' batin Indrana merasa tidak nyaman dengan ide dari Amora.
Amora bisa merasakan ketidakpercayaan di mata Indana terhadap dirinya.
" Haruskah kamu tidak percaya sama aku?? Aku hanya sedang berusaha untuk membantumu. Kalau kau tidak percaya denganku, silahkan saja sih. Tidak masalah kok. Gak rugi apa-apa diriku ini." Amora cukup tersinggung dengan ketidakpercayaan yang ditunjukkan oleh Indrana terhadap dirinya.
Indrana terkesiap mendengar ucapan Amora yang dia tahu kalau Amora merasa tersinggung dengan dirinya. " Maafkan aku. Aku hanya tidak merasa aman. Bukankah sejak tadi kita belum berkenalan satu sama lain? Walaupun kita bertetangga sudah beberapa hari ini. Tapi kita tidak saling sapa sebelumnya, bukan?" tanya Indrana pada Amora.
Amora terlihat berpikir sejenak untuk mencerna ucapan Indrana." Kau benar juga! Ya ampun!! Kita sudah bercerita panjang kali lebar kali tinggi sejak tadi tapi kita berdua belum berkenalan saja tadi. Perkenalan namaku Amora. Siapa nama kamu?" Amora kemudian menggulurkan telapak tangannya untuk berjabat tangan dengan Indrana.
Indrana kemudian menyalami Amora dan menyebut namanya, " Indrana Kameswari. Senang berkenalan denganmu!" Amora kemudian menjelaskan semuanya kepada Indrana bahwa dia tidak usah merasa takut ataupun khawatir kalau Farel akan mengenalinya sekarang.
__ADS_1
" Kenapa?"
" Karena aku sudah mengoperasi total wajahku. Jadi dia tidak akan mengenaliku sekarang. Yang aku takutkan hanyalah suamiku dan pada detektifnya yang dia sewa untuk mencariku dan mungkin saja akan mencariku sampai ke tempat ini." Indrana cukup terkejut mendapatkan pengakuan seperti itu dari Amora.
Mungkin karena mereka merasa berada di perahu yang sama dan mengalami nasib yang sama. Sama-sama di sakiti oleh keluarga Prayoga. Sehingga mereka berdua tidak mengalami kecanggungan ketika bercerita tentang rahasia mereka masing-masing.
" Kamu hebat sekali! Kelihatannya aku juga perlu mencoba cara yang kau lakukan. Sehingga aku bisa terbebas dari kejaran polisi. Aku juga tidak mau kalau sampai aku tertangkap dan harus mendekam di penjara." Terlihat Indrana memancarkan api kemarahan melalui sorot matanya.
Amora bisa merasakan semua yang saat ini dirasakan oleh Indrana. Karena dirinya sudah mengalaminya duluan.
" Ayo cepat pindahkan barang-barangmu ke ke rumahku. Jangan buang-buang waktu lagi. Karena sebentar lagi akan terbit matahari. Takutnya mereka sudah dalam perjalanan kemari!" Amora kemudian membantu Indrana untuk memindahkan semua barang-barangnya melalui pintu belakang agar tidak terlalu mencolok kepada tetangga mereka yang lain.
Untung saja barang-barang milik Indrana tidak terlalu banyak. Sehingga mereka tidak terlalu kesulitan dan tidak memakan banyak waktu untuk melakukan itu semua secara bersama-sama.
Indrana cukup terkesiap ketika masuk ke dalam rumah yang ditempati oleh Amora. Di dinding kamarnya terlihat begitu banyak foto farel yang dalam segala posisi.
" Rupanya kau adalah pengagum rahasia Farel Handoyo?" tanya Indrana ketika dia menatap semua foto-foto yang ditempelkan di dinding oleh Amora.
" Aku bukan pengagum rahasianya! Tetapi aku adalah mantan kekasihnya yang dulu sangat dia cintai. Aku juga sangat mencintainya tetapi Farel tidak pernah menggubris perasaanku sejak dia menikah dengan Siska. Menyebalkan!" Indrana bisa melihat kemarahan di mata Amora yang berkobar.
Kelihatannya pengasingan diri yang dilakukan oleh Amora telah gagal total. Karena pertemuannya dengan Indrana yang telah membangkitkan kembali perasaan cinta di hatinya kepada Farel.
Indrana bisa melihat sakit hati dan juga penderitaan yang dialami oleh Amora selama ini. Ternyata dirinya tidak sendiri. Karena masih ada wanita lain yang jauh lebih menderita dari dirinya karena cintanya di masa lalu yang telah pergi.
__ADS_1
Mereka berdua pun kemudian bercerita tentang kisah cinta mereka yang kandas bersama pria yang mereka cintai dengan sepenuh hati sampai subuh menjelang. Hingga akhirnya mereka terlelap di atas ranjang yang sama.
Mereka berdua merasakan keterikatan batin karena mengalami nasib yang sama dan perasaan yang sama. Perasaan di sakiti oleh pria yang mereka cintai karena pria itu lebih memilih menikahi orang lain daripada mereka.
****
Irdina sampai saat ini masih terikat tangan dan kakinya dan dijaga oleh anak buah Adrian yang berjumlah sekitar lima orang. Anak buah lainnya mengikuti Adrian pergi ke Surabaya untuk menangkap Indrana sesuai alamat yang diberikan oleh Indrana melalui chatting dengan menggunakan ponsel milik Irdina.
Mereka tidak tahu kalau sekarang Indrana sudah mencurigai gaya chatting yang dilakukan oleh Siska terhadap dirinya sehingga Indrana sudah keluar dari kontrakan lamanya.
Selain itu, Indrana juga sudah memerintahkan kepada David untuk keluar dari kontrakannya sekarang. Akan tetapi terlambat di baca oleh David. Karena Polisi datang duluan ke rumahnya dan menangkapnya tanpa banyak kesusahan.
Pada saat Polisi datang ke rumah itu, terlihat David yang sedang mabuk setelah semalaman menenggak alkohol. Polisi langsung mengamankan David ke kantor polisi untuk di introgasi mengenai kasus pembunuhan Andini dengan ponsel yang sudah disita oleh pihak polisi untuk dijadikan barang bukti.
David yang masih mabuk karena pengaruh alkohol tidak bisa berbuat banyak. Dia dengan pasrah menyerahkan diri ke kantor polisi. David hanya menunduk saja karena tidak berani memperlihatkan wajahnya kepada siapapun.
David yang berhasil kabur dari penjara Amerika pada saat dirinya hendak dipindahkan ke sel baru. David sengaja merusak wajahnya agar tidak dikenali orang.
David sekarang memiliki wajah yang buruk rupa dengan begitu banyak sayatan pisau di sana sini. Bahkan Farel dan Siska tidak akan terlalu mengenalnya kalau tidak dilihat secara seksama.
David adalah mantan asisten Farel yang dulu pernah menculik Aaron. Pemuda itu di penjara di Amerika karena dulu dia melakukan kejahatan di sana.
David kembali ke Indonesia dengan ikut kapal laut secara ilegal. Karena dia takut kalau sampai identitasnya ketahuan oleh Polisi. Sekarang dirinya berada di kantor polisi adalah sebuah kesialan yang bersifat ganda.
__ADS_1
David terlihat begitu pasrah dengan nasibnya sendiri karena dia tahu tidak akan ada yang bisa menyelamatkannya saat ini.
Apalagi kalau Farel dan Siska berhasil mengkonfirmasi identitasnya, maka tamat sudah riwayatnya saat ini.