Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
149. Deketin aja!!


__ADS_3

Jasmine merasa senang dengan tugas barunya menjadi seorang detektif untuk membantu Adrian dan Steven mengetahui ada masalah apa dengan perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan Prayoga Group.


Setelah kepergian Jasmine untuk menyusul Amel. Steven langsung mendatangi kakaknya yang masih asyik berendam di bathtub.


Tanpa merasa canggung ataupun malu sama sekali. Steven langsung duduk di bathtub di samping Adrian.


" Jasmine menawarkan diri untuk menjadi detektif kita. Besok dia akan melamar pekerjaan di perusahaan itu dan menyelidiki tentang perusahaan itu dari dalam!" ucap Steven kepada Adrian.


Adrian tampak menghela nafas dengan dalam. " Itulah yang saat ini sedang aku takutkan dari diri seorang Jasmine. Aku hanya takut, kalau dia datang ke perusahaan kita hanya untuk menjadi detektif untuk perusahaan ayahnya yang ada di Bandung! Kau tahu bukan? Perusahaan Abraham sejak dulu menjadi saingan perusahaan Papa yang ada di Bandung. Walaupun di permukaan dia selalu bekerja sama dengan perusahaan kita. Tapi aku tahu, di balik layar perusahaan Abraham selalu membuat masalah dan mencari celah untuk dapat menjatuhkan Perusahaan kita!" ucap Adrian pada Steven.


Steven terkesiap mendengarkan perkataan kakaknya. " Jadi itu alasanmu. Kenapa kau menolak dia untuk menjadi sekretarismu?" tanya Steven dengan wajah kaget luar biasa.


" Kau tahu kan? Di kantor wakil CEO banyak sekali file-file rahasia yang hanya bisa diakses oleh sekretaris dan juga diriku sebagai pejabat yang berwenang. Akan sangat berbahaya kalau sampai Jasmine di sini ternyata hanya sebagai mata-mata untuk ayahnya!" ucap Adrian pada Steven.


Steven tampak menganggukkan kepalanya dan dia mengerti dengan kekhawatiran kakaknya yang sangat masuk logika.


" Lalu bagaimana sekarang?" tanya Steven merasa frustasi.


" Biarkanlah untuk sementara waktu. Karena dia sudah terlanjur masuk ke perusahaan kita. Kau bisa memanfaatkan dia sebaik mungkin. Terserah kau mau melakukan apa terhadap dia. Tapi kita harus memberikan dia pelajaran bahwa Prayoga group tidak bisa semudah itu dia tembus." ucap Adrian yang kemudian menyuruh Steven untuk keluar dari kamar mandi karena dia akan menyelesaikan ritual mandinya.


" Keluarlah dan lihat apakah sekretarisku sudah membawa pakaian ganti untukku!" ucap Adrian kepada Steven.


Steven yang selama ini memang selalu menurut keadaan diam langsung keluar tanpa banyak protes.


' Seandainya aku tahu kalau kakakku menolak Jasmine dengan alasan itu. Aku pasti akan langsung memecatnya dan tidak perlu menjadikan dia sebagai sekretarisku. Aih!! Sekarang aku harus pusing dan waspada dengan kehadirannya di perusahaan kami!' monolog Steven yang sudah mulai merasakan kepentingan dari Apa yang dipikirkan oleh Adrian tentang Jasmine.


" Aku akan meminta seorang detektife yang ada di Bandung untuk menyelidiki kehidupan Jasmine! Ya benar! Aku harus menyelidiki hubungan dia bersama dengan ayahnya sebelum menarik kesimpulan yang salah!" Steven pun kemudian menghubungi temannya yang seorang detektife swasta yang ada di Bandung.


" Tolong kau selidiki orang yang akan kau kirimkan datanya padamu segera laporkan hasilnya kepadaku secepatnya!" perintah Steven kepada orang tersebut yang langsung menyanggupinya.


" Baiklah! Kirimkan saja data-datanya dan aku akan langsung mengerjakannya!" ucapnya dengan yakin.


" Ok, aku kirim sekarang juga!" ucap Steven.

__ADS_1


" Pastikan kau untuk mendapatkan data yang akurat dan jangan sampai salah! Ingatlah! Aku juga ingin bukti yang konkret dan real! Karena aku tidak mau ada fitnah di dalam penyelidikanmu!" ucap Steven dengan tegas.


" Tenanglah Steven! Bukankah selama ini, aku tidak pernah mengecewakanmu dengan tugas-tugas yang kau berikan padaku?" ucap detektif itu untuk meyakinkan Steven.


" Baiklah aku akan mengirimkan datanya. Segera kau selidiki tentang dia!" Steven pun kemudian mematikan ponselnya dan langsung mengirimkan semua data-data tentang Jasmine Abraham yang dia minta dari bagian HRD.


Setelah memberikan perintah kepada detektif itu. Steven pun kemudian menunggu kepulangan Jasmine dan Amel dari mall. Karena saat ini kakaknya membutuhkan pakaian ganti. Begitu pula dirinya yang ingin mandi juga. Gerah juga ternyata seharian tidak mandi.


Semuanya gara-gara pertemuan yang mendesak yang di ajukan oleh perusahaan itu. Sehingga membuat mereka berdua kekurangan waktu untuk menyiapkan perjalanan mereka.


Apalagi ditambah dengan insiden Adrian yang menolak Jasmine untuk menjadi sekretaris nya. Lengkap sudah!!


Ketika melihat Amel dan Jasmine sudah kembali dari mall Steven pun kemudian memperhatikan keduanya.


Steven bisa melihat kebahagiaan di wajah Jasmine walaupun selama seharian ini mereka berada di luar. Akan tetapi Steven tidak melihat keluhan di wajah cantiknya.



visualisasi Jasmine Abraham



" Jasmine sekarang sebaiknya kau segera pergi ke hotel yang akan menjadi tempat tinggalmu sementara waktu kita berada di Purwokerto. Kau gunakanlah kartu ini untuk menunjang pengeluaranmu selama berada di sini!" ucap Steven sambil menyerahkan kartu miliknya kepada Jasmine.


Adrian hanya menatap interaksi Jasmine dan Steven dengan sudut matanya yang sedang tadi tidak mau melihat ke arah Jasmine.


" Tidak usah saya bisa menanggulangi pengeluaran saya sendiri!" ucap Jasmine menolak pemberian dari Steven.


" Sudahlah Steven! Kau tidak usah mencoba untuk merendahkan seorang tuan putri dari perusahaan Abraham dengan kartumu itu!" ucap Adrian ketus.


Mendengarkan ucapan Adrian Jasmine langsung menyambar kartu yang dia di diserahkan oleh Steven kepadanya.


" Terima kasih aku akan menggunakan kartu ini dengan bijak!" setelah mengatakan itu Jasmine pun kemudian meninggalkan kamar hotel yang ditempati oleh Adrian.

__ADS_1


Stefan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Jasmine yang tampaknya tersinggung dengan ucapan Adrian.


" Baiklah Tuan saya juga akan keluar dan kembali ke kamar saya!" ucap Amel yang memilih untuk mengikuti Jasmine daripada mengikuti mereka berdua.


Amel langsung menghubungi Jasmine untuk bertemu dengannya.


" Jasmine memangnya aku akan tinggal di mana?" tanya Amel ketika mereka bertemu di lobby hotel.


" Aku akan bertugas untuk menjadi detektif sementara di perusahaan yang nanti malam akan kita temui. Tuan Adrian menangkap ada sesuatu yang tidak beres dengan perusahaan itu. Oleh karena itu kita akan menyelidikinya dulu sebelum melakukan tandatangan tender itu. Jadi aku tidak boleh terlihat dekat bersama dengan kalian. Hal itu untuk tidak memicu kecurigaan mereka terhadapku!" ucap Jasmine berbisik di telinga Amel.


" Ingat rahasiakanlah misiku ini!" ucap Jasmine yang sudah bertingkah layaknya agen profesional.


" Asiap! Kau jangan khawatir aku pasti akan membantumu juga!" ucap Amel yang tampaknya juga bersemangat seperti Jasmine.


Akan tetapi Jasmine menolak ketika Amel menawarkan diri untuk membantu dirinya.


" Bergerak sendiri itu jauh lebih leluasa. Amel, kau sebaiknya melayani dua tuan muda itu. Yang pastinya sangat sulit untuk dipuaskan!" ucap Jasmine yang merasa prihatin dengan nasib Amel.


Terlihat Amel yang menarik nafasnya dengan dalam. " Kau benar! Tuan Adrian memang sangat sulit untuk dipuaskan! Kau tahu? Dari tadi dia terus saja mengomel tentang pakaian yang kubelikan untuknya! Menyebalkan!" ucap Amel benar-benar sangat kesal terhadap Adrian.


" Jasmine Bagaimana kalau kau saja yang menjadi sekretaris Tuan Adrian? Aku lihat kau cukup sabar dalam menghadapi laki-laki perfeksionis itu!" ucap Amel pada Jasmine.


' Aku juga maunya begitu! Aku jauh jauh datang dari Bandung. Hanya untuk dekat dengan dia. Tapi sayang sekali! Dia langsung menolak ku dan tidak menginginkan aku untuk dekat di sampingnya!' bathin Jasmine merasa pilu dengan nasibnya sendiri.


" Sudahlah aku yakin kok kamu juga pasti bisa menaklukkan Tuan Adrian sedikit demi sedikit. Aku pergi dulu ya? Karena aku sudah sangat mengantuk dan ingin tidur!" ucap Jasmine yang kemudian berpamitan kepada Amel.


Setelah kepergian Jasmine Amel pun langsung masuk ke dalam kamar yang sudah dipesan untuk dirinya.


Sementara itu Adrian dan Steven masih sibuk di kamar Adrian untuk membicarakan tentang pertemuan mereka dengan klien yang akan berlangsung sekitar beberapa jam lagi.


" Aku sudah meminta kepada detektif yang ada di Bandung untuk menyelidiki Jasmine!" ucap Steven kepada Adrian.


Akan tetapi ada yang tampak begitu Acuh dengan apa yang dikatakannya.

__ADS_1


" Lakukan saja apa yang menurutmu benar. Karena aku sudah tidak mau peduli dengan dia lagi!" ucap Adrian yang lebih memilih untuk fokus dengan file-filenya daripada harus berbicara tentang Jasmine Abraham.


__ADS_2