Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
72. Kurang ajar!!


__ADS_3

Farel yang saat ini sudah berada di Amerika. Dia langsung mendatangi apartemen Siska dengan jantung yang berdebar-debar. Karena dia takut sekali kalau sampai melihat sesuatu yang dia khawatirkan ketika dia berjalan untuk menyusul sang istri.


" Aku harap aku tidak perlu melihat yang tidak selayaknya kulihat!" doa Farel terus-menerus sepanjang perjalanan menuju apartemen Siska.


Farel sudah mendapatkan laporan dari detektif yang terus mengawasi Siska bahwa saat ini Siska sudah kembali ke apartemen bersama dengan Andrew yang tadi mengantarkan Siska pulang.


Tetapi Andrew sudah kembali ke kediamannya sejak tadi. Karena Andrew hanya mengantarkan Siska sampai ke apartemennya dengan selamat. Andrew khawatir dengan Siska yang sedang hamil besar dan tidak ada yang menjaganya. Siska sendiri saja di Amerika.


Sebulan sekali Adrian dan Steven datang menjenguk Siska untuk memastikan keadaan keponakan mereka.


Berdasarkan jadwal yang ada di buku kehamilan Siska, minggu depan adalah waktu dia untuk melahirkan putranya dan kedua paman tampannya akan segera datang ke Amerika untuk mendampingi Siska saat dia akan melahirkan nanti.


Farel sampai saat ini masih berdiri di depan pintu apartemen Siska. Dia benar-benar tidak berani untuk mengetuk pintu apartemen itu.


Hatinya sangat sakit menahan kerinduan yang sangat besar yang selama ini dia tahan demi menjaga perasaan ibunya yang tidak menerima Siska sebagai menantunya.


Ibunya benar-benar mempercayai ucapan Amora yang mengatakan kalau Siska adalah pembawa sial yang sudah membuat ayahnya meninggal karena kecelakaan. Setelah mereka semua kembali dari Amerika ketika menghadiri pernikahan Farel dan Siska.


Keluarga yang lain hanya mengalami cedera yang tidak terlalu fatal. Hanya ayahnya Farel yang kebetulan berada di samping sopirnya yang sama-sama terpental sampai jauh dari mobil mereka. Sehingga mengakibatkan ayahnya Farel dan supir mereka mati di tempat ketika kecelakaan itu terjadi.


Dada Farel tiba-tiba merasa sesak sekali ketika dia kembali mengingat semua kejadian yang terjadi ketika ayahnya meninggal dan melihat ibunya yang menangis histeris ketika melihat Siska datang untuk takziah bersama kedua paman tampannya.


Farel langsung membalikkan tubuhnya dan meninggalkan apartemen Siska. Farel pergi ke apartemen pribadinya yang telah dia siapkan untuk masa pernikahannya bersama Siska dulu. Ketika mereka berdua masih bersama dan penuh dengan cinta kasih.

__ADS_1


Farel terus menangis sepanjang malam. Ketika dia kembali mengingat semua yang sudah terjadi antara dirinya dengan Siska. Semua kenangan ketika mereka mendekor apartemen itu waktu mereka membelinya dulu, seakan berlarian di kepala Farel.


Layaknya kaset rusak yang tidak mau berhenti terus berputar dan membuat kepala Farel menjadi pusing dan dadanya begitu sesak. Karena kesedihan yang luar biasa yang saat ini dia rasakan.


Farel akhirnya tertidur. Setelah begitu lelah karena terlalu banyak menangis dan bersedih. Saat dia memikirkan nasib rumah tangganya yang tiada hilal menuju kebaikan dan penyatuan kembali.


Farel merasa lelah dengan dirinya sendiri yang begitu lemah dalam menghadapi sang ibu yang terlalu dikendalikan oleh Amora yang selalu berambisi untuk menjadi istrinya sejak bertahun-tahun lalu.


Sementara itu Siska yang sudah berada di apartemennya dia tampak terus termenung memikirkan dirinya dan juga anak yang ada di dalam kandungannya yang sebentar lagi akan dilahirkan. Hanya tinggal menunggu waktu saja. Siska tampak menangis sedih.


Setiap malam hanya dilewati dengan air mata dan penyesalan. Kenapa dirinya tidak berani untuk melawan keinginan ibunya Farel untuk memisahkan dirinya dengan sang suami.


Setiap melihat foto-foto Farel dengan Amora membuat hati Siska seakan mati. Tetapi dia merasa senang melihat suaminya masih sehat dan tampak menjalani hidupnya dengan baik. Tidak seperti dirinya yang terus terpuruk dan tidak bisa move on dari seorang Farel Handoyo yang telah mencuri cintanya secara diam-diam.


Siska sudah tahu kalau Andrew adalah laki-laki yang sewaktu kecil pernah dia impikan untuk menjadi suaminya. Siska pun tahu kalau laki-laki itu selalu menunggunya untuk memenuhi janjinya menjadikan dia sebagai suaminya.


Dokter tampan itu masih selalu setia dan menunggu Siska untuk menerima cintanya.


Ketika Farel berdiri di depan pintu apartemennya. Siska sebenarnya bisa merasakan bahwa ada seseorang yang sedang berdiri di sana. Ketika Siska keluar untuk mengecek, ternyata Farel sudah meninggalkan apartemen itu dan kembali ke apartemennya sendiri.


Sementara itu Amora dan David, yang saat ini masih terlelap dalam tidurnya. David mulai membuka mata karena silau matahari yang tembus melalui celah jendela kamar Amora.


" Ya ampun! Kepalaku sakit sekali!" ucap David yang terus memukul kepalanya.

__ADS_1


Saat David hendak keluar dari kamar Amora, tiba-tiba saja pintu kamar Amora dibuka oleh ibunya Farel yang langsung menarik selimut yang menutupi tubuh polos Amora di balik selimut tebalnya.


Amora yang terkejut karena selimut yang tiba-tiba ditarik oleh seseorang. Sontak dia pun membuka matanya yang masih ngantuk. Nyawanya belum kembali sepenuhnya. Amora tampak belum menyadari kehadiran ibunya Farel yang sedang menyaksikan dirinya yang sedang tidur bersama David.


" Kenapa sih pagi-pagi sudah mengganggu tidur orang lain?" protes Amora merasa kesal sekali kepada orang yang sudah menarik selimutnya sehingga membuat dia terbangun dari tidurnya karena merasa terganggu.


" Oh jadi begini kelakuanmu di belakangku? Kau bahkan meniduri asisten anakku huh? Dasar pelacur murahan!" ucap ibunya Farel sampai menampar pipi Amora dengan sangat keras. Amora yang masih terkejut dengan kehadiran ibunya Farel di apartemen miliknya se pagi itu.


Awalnya ibunya Farel datang ke apartemen Amora ingin mengecek. Apakah rencana yang mereka susun tadi malam sudah berhasil ataukah tidak. Karena dia melihat putranya tidak ada di apartemen miliknya.


Dengan perasaan gembira ibunya Farel masuk ke dalam kamar Amora. Niatnya untuk mengambil kamera yang telah di pasang Amora untuk kemudian hasilnya dikirimkan kepada Siska agar membuat hati Siska terluka ketika dia melihat suaminya yang berbuat mesum dengan Amora.


Tetapi ibunya Farel sangat terkejut ketika mendapatkan David yang bersiap untuk meninggalkan ranjang Amora untuk masuk ke kamar mandi.


" Mama apa-apaan sih? Kok datang-datang malah menamparku sih? Kurang ajar!" protes Amora tidak terima diperlakukan seperti itu oleh ibunya Farel yang memang selama ini tidak dia sukai.


Kalau bukan karena Amora yang sangat menginginkan untuk menjadi istrinya Farel. Tidak mungkin Amora bisa bertahan dengan kelakuan ibunya Farel yang selama ini selalu mengatur hidupnya.


Rasa cintanya kepada Farel membuat Amora selalu mentolerir semua yang dilakukan oleh ibunya Farel kepadanya. Walau hatinya kesal dan marah selalu dia tahan dengan senyum palsu yang dia pasang.


Amora yang melihat David sedang berada di sampingnya. Seketika matanya terbelalak dan kaget. Amora rupanya melupakan kejadian tadi malam bersama David yang terjadi begitu liar dan panas. Pengaruh obat perangsang membuat mereka benar-benar lupa akal sehat lagi. Ibunya Farel yang melihat adegan mereka berdua di kamera kecil milik Amora. Ibunya Farel saat ini sangat marah sampai memerah wajahnya karena malu dan marah.


Dia sontak langsung meninggalkan apartemen Amora dan tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh wanita itu lagi. Hatinya sudah benar-benar terbuka dan sakit sekali dengan penghianatan Amora.

__ADS_1


Dia sudah melihat wajah asli Amora yang ternyata hanya memanfaatkan dirinya untuk membuat Farel menjadi suaminya.


" Kurang ajar! Berani dia memanfaatkan aku!" ujar ibunya Farel emosi tingkat dewa ketika dia melihat semua rekaman yang ada di kamera kecil yang tadi dia ambil di apartemen Amora. Ini yang di sebut dengan senjata makan tuan. Kasihan Amora yang harus kehilangan dukungan terbesarnya untuk bisa mendapatkan Farel sebagai suaminya.


__ADS_2