Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
153. Sadar?


__ADS_3

Hal itu terbukti dari Jasmine yang tidak pernah mencoba untuk merayu ataupun mendekatinya.


" Udah sekarang kita kembali ke hotel saja! Kalau kau sekarang menjadi karyawan perusahaan itu. Sebaiknya segera kau keluar dari sana. Karena itu sangat berbahaya untuk keselamatanmu! Aku yakin pihak mereka pasti tidak akan membiarkanmu melenggang begitu saja lepas dari masalah ini!" Adrian memberikan nasehat kepada Jasmine yang saat ini sedang melihat ke arahnya sambil menopang wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


" Baiklah! Ayo sekarang kita kembali ke hotel kamu!"


Adrian cukup terkesiap melihat apa yang dilakukan oleh Jasmine yang begitu saja langsung menyetujui apa yang dia katakan.


" Aku tidak percaya kalau kau benar-benar mengikuti aku katakan!" Adrian tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


Jasmine melihat sekilas kepada Adrian yang saat ini masih terlihat membeku di tempat. Sementara para pendemonstrasi sekarang sudah mulai meninggalkan kantor. Karena banyak pihak kepolisian yang sudah datang untuk mengamankan mereka.


Saat mereka berdua hendak meninggalkan perusahaan. Tiba-tiba saja seorang pendemo menabrak tubuh Jasmine dan hampir membuatnya terjatuh mencium aspal yang begitu panas di siang hari yang begitu terik.


" Hati-hati!" Adrian pun langsung menarik tangan Jasmine dan berusaha untuk melindunginya agar tidak terjatuh.


" Aih, kau selalu saja ceroboh!" Adrian kemudian menarik tangan Jasmine dan membawanya masuk ke dalam mobil.


Sementara itu Jasmine masih belum percaya dengan apa yang terjadi terhadap dirinya saat ini.Tadi, ketika Adrian menarik tangannya tidak sengaja bibir mereka bertaut. Aiya!! Hati Jasmine saat ini sedang mereog karena sangat bahagia sekali dengan apa yang terjadi kepada mereka berdua.


Tanpa disadari Jasmine sejak tadi terus melihat ke arah Adrian dengan senyumnya yang seperti orang bodoh.


" Eh, apa yang kau lakukan? Kenapa kau bertingkah seperti orang bodoh seperti itu?" Adrian kemudian menyentil dahi Jasmine sampai meringis kesakitan.


Jasmine menyentuh dahinya yang barusan saja disentil oleh jari Adrian.


" Kau selalu saja begitu! Nyebelin! Sakit tahu!" protes Jasmine sambil cemberut ke arah Adrian yang saat ini sedang menatapnya.


Adrian tampak fokus dengan mobil yang saat ini sedang dia kendarai. walaupun sebenarnya saat ini hati Adrian sedang kembang kempis karena mengingat kejadian tadi yang tanpa disengaja telah membuatnya kembali kepada masa silam.


Di mana Dirinya paling hobi menyentil dahi Jasmine ketika dia merasa gemas dengan tingkah laku gadis itu. Dan apa tadi? Mereka kembali berciuman setelah beberapa tahun tidak bertemu.


Pipi Adrian terlihat memanas karena tiba-tiba dia merasa malu kepada dirinya sendiri yang saat ini sedang kembali membayangkan apa yang telah terjadi di antara keduanya.


" Eh, sekarang apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau tertawa kayak gila begitu?" sekarang giliran Jasmine yang menegur Adrian.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Jasmine Adrian Auto gelagapan, " Apaan? Aku biasa aja kok!" Adrian terus mengelak dari tatapan tajam Jasmine kepadanya.


" Cih, kau selalu saja pintar mengelak begitu! Jelas-jelas dari tadi kau tersenyum-senyum seperti orang aneh!"


Jasmine kemudian memilih untuk mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela dan tidak memperdulikan lagi Adrian.


" Kau jangan suka berspekulasi! Aku tadi tersenyum karena aku sedang memikirkan sesuatu yang membuatku merasa bahagia!" akhirnya Adrian hanya bisa pasrah dengan keadaan mereka berdua saat ini.


Jasmine hanya berdecak lidah. Kesal kepada Adrian yang masih belum mau mengakui Apa yang sedang dia lakukan sekarang.


Begitu mereka sampai di hotel. Adrian langsung meninggalkan Jasmine begitu saja.


" Dasar laki-laki tidak ada akhlaknya! Masa dia yang mengajakku kemari, malah dia yang pergi begitu saja dan tidak mau membukakan pintu mobilnya. Kan keren kalau Adrian membukakan pintu mobil untukku!" Jasmine sontak tersenyum ketika membayangkan hal tersebut benar-benar terjadi dalam hidupnya pada hari ini.


Jasmine langsung menepuk pipinya untuk membangunkannya dari mimpi indah yang tidak akan pernah bisa dia dapatkan dari seorang Adrian laki-laki ke aku dan datar.


Ketika Jasmine hendak keluar dari mobil, tiba-tiba saja pintu mobilnya sudah terbuka dan menampakkan wajah Adrian yang sedingin es di hadapannya.


" Astaghfirullahaladzim kau mengagetkanku!" Jasmine sampai memegang dadanya yang berdetak begitu kencang melihat Adrian yang benar-benar membukakan pintu mobil untuknya.


Adrian hanya menetap kepada Jasmine dan tidak mengatakan apapun setelah melihat Jasmine keluar dari mobil Adrian pun kemudian langsung mengunci mobilnya.


" Steven sudah menghubungi dewan direksi yang ada di Jakarta. Mereka tidak menyetujui rencana kita. Untuk membeli perusahaan itu." Jasmine terkejut mendengarkan perkataan Adrian saat mereka sudah berada di dalam.


Untuk beberapa saat Jasmine kesulitan untuk menjawab ucapan dari Adrian. Sungguh apa yang terjadi padanya saat ini benar-benar di luar ekspektasi dirinya.


" Eh kenapa Kok diam saja? Seharusnya kau memberikan respon dengan apa yang aku katakan! Bukankah ide memberi perusahaan itu adalah darimu?" terlihat Adrian yang melotot ke arah Jasmine yang hanya menggelengkan kepalanya tampak tidak fokus dengan apa yang terjadi.


Jasmine tersadar dari lamunannya ketika menyadari dahinya terasa begitu sakit gara-gara disentil kembali oleh Adrian.


" Ih, nyebelin banget! Kamu sudah mulai kembali ke kebiasaan burukmu yang suka menyentil dariku! Apa mau kamu?" tanya Jasmine sambil berkacak pinggang di hadapan Adrian yang sekarang sedang menatapnya dengan tajam.


Untuk beberapa saat lamanya Jasmine dan Adrian tampak terdiam dan tidak mengatakan apapun. Saat ini mereka berdua di dalam lift menuju ke kamar hotel yang ditempati oleh Adrian hanya berdua saja.


Entah Adrian sedang kerasukan setan apa. Tiba-tiba saja Adrian menarik tengkuk Jasmine dan mendekati wajahnya. Untuk sepersekian detik, wajah mereka begitu dekat. Hanya sebatas hidung, wajah mereka bertemu.

__ADS_1


" Kau mau apa?" tanya Jasmine dengan nafas memburu karena merasa terkejut dengan kelakuan Adrian yang begitu tiba-tiba.


Adrian mengecup bibir Jasmine yang sejak tadi benar-benar telah mencemari otaknya.


Seketika suasana di dalam lift tiba-tiba terasa begitu panas. Hati kedua sejoli yang telah lama di pisah kan itu kini kembali di tautkan oleh ciuman panas antara keduanya.


" Kau sungguh gadis yang sangat sulit untuk ditangani! Kenapa kau harus hadir lagi dalam hidupku? Apa kau tahu? Kau benar-benar telah membuatku tidak bisa tidur dan tidak bisa makan dengan enak!" ucap Adrian saat mereka telah melepaskan bibir masing-masing.


Jasmine yang masih belum puas mencium bibir Adrian yang sudah sangat lama dia rindukan akhirnya menarik kembali wajah Adrian ke sisinya. Dengan keberanian yang luar biasa. Jasmine kembali menautkan bibir mereka dengan lebih dalam.


Saat pintu lift terbuka, Adrian langsung menggendong tubuh Jasmine dan masuk ke dalam kamar miliknya. Untung saja suasana di hotel saat ini sedang sepi. Karena para pemilik kamarnya masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


" Kau mau apa?" tanya Jasmine saat Adrian hendak membuka gaun yang dia kenakan.


" Kenapa memangnya? Bukankah ini bukan pertama kali ini kita melakukannya? Bukankah saat kita masih bersama, kita sering melakukan ini?" tanya Adrian dengan mata berkabut dan siap mengeksekusi Jasmine yang terlihat gugup saat ini.


Jasmine kemudian menarik diri dari Adrian. "Tolong maafkan aku! Aku pergi dulu!" Jasmine pun kemudian langsung berlari dan meninggalkan Adrian yang masih bengong dengan apa yang di katakan oleh Jasmine.


Ketika menyadari Jasmine yang pergi dan meninggalkannya. Adrian pun langsung mengejar Jasmine.


" Kenapa kamu pergi? Bukanya kamu kembali ke hadapanku untuk mendapat hal ini? Sekarang aku akan memberikannya kepada kamu. Kenapa Kau bertindak seperti gadis lugu yang suci?" tanya Adrian benar-benar tidak mengerti dengan apa yang saat ini sedang dilakukan oleh Jasmine.


Jasmine terkesiap mendengarkan apa yang dikatakan oleh Adrian yang seakan sedang menyentil hati nuraninya.


" Apa maksud kamu?" Jasmine tampak mengepalkan kedua tangannya merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Adrian kepada dirinya.


" Bukankah aku benar?"


Adrian berusaha untuk mendekati Jasmine tetapi Jasmine langsung menamparnya dan membuat Dia sangat terkejut.


Bagaimana mungkin ada adegan seperti itu setelah suasana romantis yang begitu tentara di antara keduanya tadi? Hal itu benar-benar sangat menjengkelkan untuk Adrian.


" Kau bajingan Adrian!" Jasmine kemudian berlari dan meninggalkan Adrian sendirian di sana dengan perasaan yang sangat bingung dengan kelakuan Jasmine yang aneh luar biasa baginya.


Akan tetapi Adrian pun mengurungkan niatnya untuk mengejar Jasmine. Karena sejujur saat ini hatinya sedang merasa tersinggung dengan hadiah tamparan yang diberikan oleh Jasmine kepadanya.

__ADS_1


" Kau benar-benar wanita yang sangat sulit untuk dimengerti!" setelah mengatakan itu. Adrian pun kemudian kembali ke kamarnya dan mulai membereskan barang-barangnya. Karena berdasarkan rencananya dengan Steven. Hari ini juga mereka akan kembali ke Jakarta.


Saat ini Steven dan Amel sedang menuju ke perusahaan yang mengajukan proposal kepada perusahaan mereka dan akan memberikan keputusan untuk menolak tawaran mereka.


__ADS_2