
" Mas Andrew?? Apa yang kau lakukan di sini Mas?" tanya Karina bingung.
Andrew langsung mendekati Karina yang masih membeku di tempatnya.
Ibu paruh baya yang tadi mengantarkan Andrew, sekarang sudah berpamitan kepada Karina kembali ke rumahnya sendiri. Karena dia tidak mau mengganggu pertemuan suami istri yang sudah lama berpisah.
" Terima kasih Bu sudah mengantarkan suami saya kemari!" Andrew merasa hangat hatinya mendengarkan Karina menyebutnya sebagai suami.
" Apa kabar sayang?" tanya Andrew sambil memeluk Karina yang tersenyum kepadanya.
Karina menyambut pelukan Andrew dengan hangat. Sejujurnya dia pun merindukan suaminya yang setiap malam dia pikirkan.
" Kok nggak dijawab sih pertanyaanku?" tanya Andrew sambil menatap Karina.
" Pertanyaan yang mana?" tanya Karina gugup.
Jujur saja lama tidak bertemu dengan Andrew. Serasa membuat Karina menjadi berdebar kembali. Perasaan itu seperti pertama kali bertemu dengan Andrew se waktu di rumah sakit dulu.
" Apa kabarmu dokter Karina?" tanya Andrew sambil menatap istrinya yang tampak tersipu malu.
" Kabarku baik dokter Andrew. Bagaimana dengan dokter apakah baik juga?" tanya Karina yang seakan sedang bernostalgia kembali dengan pertemuannya pertama kali ketika dulu pertama kalu bertemu dengan Andrew di rumah sakit.
" Ya begitulah dokter. Saat ini aku sedang merindukan Istriku yang pergi meninggalkan aku tanpa alasan. Dia juga tidak memberikan aku sebuah penjelasan alasan dia pergi dan meninggalkanku!" ucapkan Andrew dengan wajah sedih membuat Karina menjadi tidak enak di buatnya.
" Dan yang lebih sedihnya lagi, istriku sangat kejam sekali dokter.Masa dia bertemu dengan suaminya, setelah lama tak bertemu, dia tidak menawarkan minum, dia juga tidak menawarkan masuk ke dalam rumahnya dan juga tidak menciumku!" Karina terlongong mendengarkan perkataan Andrew barusan.
" Menciummu?" tanya Karina sampai bengong di tempat.
" Apa kau tidak merindukanku sayang? Aku sangat merindukanmu! Bahkan aku sampai berlari untuk datang kemari karena sangat merindukanmu!" ucap Andrew yang semakin mendekat kepada Karina.
Secara pelan tapi pasti Andrew semakin mendekatkan dirinya dengan Karina dan mulai meraih tengkuk sang istri dan kemudian memberikan ciuman hangat untuk wanita yang sangat dia rindukan.
Karina yang merasa malu karena saat ini berada di pinggir jalan. Dia pun langsung menarik Andrew untuk masuk ke dalam rumah agar tidak menjadi tontonan warga yang bertanya-tanya tentang Andrew yang datang ke rumahnya.
Wanita yang tadi mengantarkan Andrew pun akhirnya bercerita kepada para tetangganya bahwa Andrew adalah suami dokter Karina. Sehingga mereka pun akhirnya heboh karena ternyata sang dokter pujaan mereka memiliki suami yang begitu tampan dan mempesona.
Mereka berdua yang saat ini sedang diamuk oleh kerinduan akhirnya tidak bisa menahan diri. Mereka pun terus berciuman dengan semakin intens dan semakin menuntut.
Segala rindu dendam yang ada di hati mereka, akhirnya dilampiaskan pada hari itu juga tanpa menunggu lama-lama.
" Aku sangat merindukanmu Karina. Jangan pernah kau meninggalkan aku lagi. Kau hampir membuatku gila!" ucapkan terus sambil mencium kening Karina yang saat ini berada di dalam pelukannya.
Karina hanya bisa meneteskan air matanya mendengarkan semua perkataan Andrew tentang Kerinduan dan juga cintanya untuk dirinya.
__ADS_1
" Aku memberikan kesempatan untuk kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dari Aku. Wanita yang bisa memberikan keturunan untukmu!" ucap Karina dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Andrew bisa mengerti penderitaan yang saat ini sedang dirasakan oleh istrinya.
" Bagiku memiliki anak atau tidak itu tidak masalah. Bagiku yang penting ada kau di sisiku Karina aku tidak butuh yang lainnya!" ucap Andrew terus berusaha meyakinkan istrinya yang saat ini sedang merasa insecure dengan penyakit yang dideritanya.
" Kita akan berusaha bersama sayang. Percayalah! Penyakitmu itu bukanlah penyakit yang terlalu berbahaya. Aku yakin selama kita mau berusaha pasti Tuhan akan mendengarkan doa kita. Percayalah Sayang kita pasti bisa melewati semua ini!" Andrew benar-benar tidak patah semangat untuk terus meyakinkan karena agar percaya dengannya sebagai suaminya.
Karina hanya bisa menganggukkan kepalanya menyetujui apapun yang dikatakan oleh Andrew saat ini.
" Apakah kau sudah makan?" tanya Karina.
Andrew langsung menggelengkan kepalanya. Karena memang sejak dari bandara dia memang belum makan apapun. Andrew tidak ada selera makan dalam pikirannya saat itu hanyalah ingin segala bertemu dengan Karina yang sudah sangat dia rindukan.
Karina kemudian bangkit dari atas ranjang dan mengenakan pakaiannya kembali. Setelah itu dia pergi ke dapur sederhana yang ada di dalam rumahnya.
" Apakah kau akan memasak untukku?" tanya Andrew ketika dia melihat Karina yang mulai sibuk di dapur mengolah bahan makanan yang ada di sana.
" Di sini tidak ada hotel, restoran ataupun warung makan. Kalau tidak memasak maka tidak akan bisa makan kecuali ada orang baik yang mau mengantarkan makanan kemari!" ucap Karina sambil melirik kepada Andrew yang hanya menggunakan celana pendek saja dan duduk di kursi yang ada di dekat Karina yang saat ini sedang meracik makanan sederhana untuk mereka berdua.
Entah kenapa di pandangan Andrew saat ini, Karina begitu cantik berkali lipat rasanya. Aura kecantikannya memancar begitu besar. Dan membuat Andrew semakin mencintai wanita yang telah menawan hatinya dengan begitu dalam.
Apalagi setelah Andrew mengetahui perjuangan Karina di desa itu untuk membantu para warga sekitar rasa cinta untuk Karina semakin menumpuk dan semakin besar.
" Cepatlah mandi sayang. Karena aku harus segera kembali ke klinik. Biasanya sudah banyak pasien yang mengantri di sana!" ucap Karina kepada Amdrew yang langsung menuruti semua perkataannya.
Untuk menyingkat waktu mereka pun akhirnya mandi bersama dan setelah itu makan bersama dalam kesederhanaan yang begitu membahagiakan hati keduanya.
Untuk mengetahui kegiatan Karina, Andrew pun kemudian mengikuti istrinya pergi ke klinik. Ya siapa tahu, Andrew bisa membantu kesibukan istrinya di sana.
Benar saja apa yang dikatakan oleh Karina. Begitu mereka sampai di klinik, para pasien yang menunggu Karina sudah banyak. Sehingga akhirnya Andrew pun turun tangan untuk membantu kesibukan sang istri.
Andrew bisa melihat kebahagiaan di mata Karina ketika mereka mengucapkan terima kasih atas bantuan medis yang diberikan oleh istrinya.
" Wah siapa yang bersama dengan bu dokter? Tampan sekali!" tanya seorang pasien yang sudah menunggu Karina sejak tadi.
" Dia suami saya Bu. Namanya dokter Andrew Jhanson dia berkewargaan Amerika!" ucap Karina sambil tersenyum saat memperkenalkan suaminya kepada para pasiennya.
" Wah suami dokter Karina juga seorang dokter ya? Ih hebatnya!" ucapnya takjub.
Di antara para Pasien itu ada seorang wanita yang tampak terus memperhatikan Andrew dengan begitu terpesona. Dia langsung mendekat ke arah Andrew dan meminta untuk diperiksa olehnya.
" Dokter saya juga sakit! Apa bisa periksa saya juga dokter?" tanya wanita itu dengan tatapan maut yang mengundang syahwat.
__ADS_1
Aiya! Baru datang satu hari Andrew datang ke desa itu untuk bertemu dengan Karina. Mereka harus dihadapkan dengan sebuah cobaan berat berhadapan dengan ulat keket yang sedang berusaha mencengkramkan kegatelan dia pada Andrew yang langsung paham dengan modus sang wanita.
" Sayang tolong periksalah dia. Tampaknya Dia memiliki penyakit yang cukup serius!" ucap Andrew yang langsung mencium bibir Karina di hadapan wanita itu yang langsung memerah wajahnya.
Karina yang merasa terkejut dengan kelakuan suaminya hanya menatap tajam dan mendorongnya untuk menjauh darinya.
Andrew hanya tersenyum kepada Karina dan kemudian meminta maaf kepada istrinya.
" Maaf sayang. Aku hanya merindukan kamu!" ucapnya asal saja.
Perempuan tadi yang berusaha untuk menggoda Andrew. Dia pun langsung keluar dari ruangan pemeriksaan Karina dengan misuh-misuh tanpa mengatakan apapun. Dia merasa sangat kesal melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Andrew kepada Karina di hadapannya secara terbuka.
Apa yang dilakukan oleh perempuan tadi yang mencoba menggoda Andrew diperhatikan oleh beberapa pasien yang lain.
Sontak berbagai pembicaraan pun mulai menyebar di kalangan para pasien yang akhirnya menjadi buah bibir di desa itu.
" Ada apa sayang? Kenapa kau tiba-tiba berbuat aneh seperti itu?" tanya Karina heran.
" Tidak apa-apa sayang. Kau lanjutkan saja pekerjaanmu!" ucap Andrew yang kemudian mulai fokus untuk membantu istrinya mengobati beberapa pasien yang datang ke klinik Karina.
Karina pun kemudian kembali fokus dengan pekerjaannya dan tidak memperdulikan apapun yang dilakukan oleh Andrew terhadap dirinya. Dia hanya sesekali tersenyum kepada suaminya yang begitu menikmati perannya yang baru di klinik itu.
' Sungguh mulia hati istriku dia meninggalkan kemuliaan dan juga kemewahan di Amerika untuk hidup sederhana di desa terpencil ini. Untuk mengabdikan ilmunya kepada masyarakat bawah yang membutuhkan dirinya yang bersahaja!' batin Andrew sambil terus memperhatikan semua yang dilakukan oleh istrinya di klinik sederhana yang dibangun oleh warga untuk Karina.
Walaupun Karina hidup di desa yang begitu terpencil. Tetapi Andrew tidak melihat sedikitpun keluhan ataupun ketidakpuasan di wajah sang istri tercinta. Sungguh! Rasa bangga dan rasa cinta Andrew terhadap Karina semakin menggunung saja rasanya.
Setelah semua pasien pulang dari klinik. Karina dan Andrew kemudian kembali mengontel sepeda yang dimiliki oleh Karina dengan berboncengan menuju kediaman Karina yang lumayan jauh dari klinik.
Andrew benar-benar merasa sangat bahagia seakan kembali ke masa lalu di masa dirinya masih kecil bersama dengan sang ayah yang selalu berolahraga dengan menggunakan sepeda berkeliling kompleks perumahan mereka yang mewah.
" Apa kau lelah?" tanya Karina kepada Andrew ketika mereka sudah sampai di rumah.
" Tidak sayang. Aku tidak lelah sama sekali. Selama bersamamu aku akan selalu bahagia!" ucap Andrew merasa bahagia sekali.
" Ceritakan padaku tentang wanita tadi yang tiba-tiba saja pulang dengan marah-marah!" ucap Karina sambil menatap Andrew yang tersenyum kepadanya.
" Dia hanya merasa kalau dia lebih cantik darimu sayang. Dan berusaha menggodaku!" ucap Andrew dengan senyum mengembang di bibirnya.
Karina hanya mengurutkan keningnya mendengarkan jawaban dari suaminya.
" Kau harus berhati-hati mulai sekarang. Perempuan di sini kalau sudah menyukai seorang laki-laki akan menggunakan segala cara untuk bisa mendapatkannya!" ucap Karina yang mulai khawatir dengan keselamatan Andrew.
" Bagaimana kalau kita pulang saja ke rumah kita? Papa sudah menunggumu lama sekali sayang. Papa benar-benar merasa bersalah karena sudah membuatmu merasa tertekan masalah keturunan!" ucap Andrew kepada Karina yang langsung menundukkan kepalanya karena kembali sedih ketika dia mengingat masalah mereka berdua yang tidak tahu bisa selesai atau tidak.
__ADS_1