
Setelah bertemu dengan ibu kandungnya, dan berdamai dengannya, Steven dan Adrian akhirnya memutuskan untuk mempercepat pernikahan mereka.
Sesuai instruksi dari ibu kandungnya, Mereka pun kemudian menyatukan pesta pernikahan di dalam satu ballroom hotel milik rekan bisnis mereka.
Siska dan Farel yang sudah keluar dari rumah sakit. Mereka tampak begitu antusias dalam mempersiapkan pernikahan kedua pamannya yang sudah lama sekali ditunggu-tunggu.
Ibunya Adrian sebenarnya tidak menyetujui pernikahan Adrian dan Andini yang dinilai tidak selevel dengan keluarga mereka.
Akan tetapi melihat usia Adrian yang sekarang sudah hampir mendekati angka 35 tahun. Akhirnya wanita paruh baya itu mengalah kepada putranya.
Setelah mendapatkan cerita dari Farel mengenai kehebatan Andini sebagai seorang hacker profesional yang telah menyelamatkan Prayoga Group. Ibunya Adrian mulai mau menerima Andini sebagai menantunya.
" Aku harap kedua Pamanku bisa saling menyayangi dan juga mencintai dengan istri mereka! Hingga akhir usia. Kekayaan di atas dunia ini memang penting tetapi akan jauh lebih baik kalau bisa menemukan pasangan yang bisa menerima kita apa adanya." Ucap Siska berusaha untuk berkomunikasi dengan nenek tirinya yang selama ini tidak pernah menerima dirinya.
" Jangan coba-coba kau menggurui aku!" nenek tirinya Siska melotot kepada Siska yang dia nilai telah lancang kepadanya.
" Sudah sayang, ga usah di layani. Ayo kita ke sana saja!" Farel berusaha untuk memisah perdebatan mereka yang dia anggap tidak penting sedikit pun menurut nya.
Silvia merasa kesal melihat Farel yang begitu melindungi Siska. " Menyebalkan!" ucapnya sambil meninggalkan Siska dan Farel.
Siska sendiri tidak terlalu mengerti kenapa Silvia tidak pernah bisa menerima dirinya sebagai bagian dari keluarga Prayoga.
Jelas-jelas kakeknya menjadikan dirinya sebagai pewaris dari Prayoga Group yang telah didirikan oleh ayahnya di masa sang ayah masih hidup dan berjaya.
" Tidak usah coba-coba kau menggurui aku! Segera urus pernikahan mereka. Karena aku akan segera kembali ke Bandung. Aku akan tinggal di mansion keluarga Prayoga. Lebih baik kalian berdua tidak usah datang ke sana karena aku tidak suka melihat kalian!" ucap Silvia ketika dia berbalik dan melihat Siska yang sedang menangis. Siska merasakan pilu hatinya melihat nenek tirinya yang begitu jahat padanya sampai sekarang.
Farel menatap kepada Siska dan tidak terlalu mengambil hati apa yang dikatakan oleh nenek tirinya Siska. Farel tahu bahwa Silvia memang tidak menyukai Siska sejak dulu.
Rasa cemburu dan juga tidak senang karena Siska telah dijadikan sebagai pewaris oleh suaminya. Alih-alih Adrian atau Steven yang merupakan anak laki-lakinya.
Perusahaan Prayoga group memang didirikan oleh ayahnya Siska sewaktu masih muda dulu. Jadi wajar kalau Siska dijadikan sebagai pewaris Prayoga Group setelah ayahnya meninggal.
Kakeknya meminta tolong kepada Adrian dan Steven untuk membantu keponakannya yang masih belum terlalu paham tentang managemen sebuah perusahaan. Karena mengingat Siska yang masih muda dan belum dewasa dalam segala hal.
Adrian dan Steven tidak senang tinggal di Bandung. Karena selalu ditekan oleh ibu kandungnya yang selalu banyak permintaan dan juga mengatur hidup mereka.
Sebenarnya kalau mereka berdua untuk mengatur perusahaan Prayoga group yang ada di Bandung yang merupakan milik ayah mereka. Mereka pun bisa menjadi pemilik di sana. Akan tetapi Stevan dan Adian sudah terlanjur merasa nyaman bersama dengan Siska di perusahaan Prayoga group pusat yang ada di Jakarta.
Hubungan mereka memang sangat rumit. Apalagi ibunya Adrian dan Steven sama sekali tidak mau mengalah dengan egonya.
Hingga akhirnya hubungan ibu dan anak itu pun menjadi renggang dan sangat sulit untuk berkomunikasi dengan ibunya.
Silvia sangat marah kepada Adrian yang tidak mau merebut status Siska sebagai CEO di perusahaan Prayoga Group.
__ADS_1
" Biarkan saja kalau nenekmu mau tinggal di sana. Kau tidak usah terlalu memikirkan dia." ucap Farel berusaha untuk membesarkan hati istrinya yang terlihat begitu sedih.
" Apakah ada hal yang lebih menyedihkan dari pada tidak diakui oleh keluarga terdekat?" Siska terlihat meneteskan air matanya.
" Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan sayang. Suatu saat nenekmu pasti akan faham bahwa semua itu hanya kesalahfahaman. Sama seperti salah faham nenekmu dengan paman Steven dan paman Adrian yang sekarang sudah selesai. Berikutnya nenekmu pasti juga akan memaafkan kamu juga." Farel benar-benar tidak mengerti kenapa Silvia. Sampai sekarang masih marah kepada istrinya untuk sesuatu yang tidak dimengerti olehnya.
" Ayo sayang, kita bantu mereka semua untuk mempersiapkan pernikahan mereka." Siska pun kemudian mengikuti Farel dan menemui Adrian dan Steven yang terlihat begitu sibuk.
Resepsi pernikahan mereka diserahkan kepada EO yang sudah mereka tunjuk, akan tetapi Adrian dan Steven tidak mau melepaskan semua persiapan pernikahan mereka begitu saja kepada pihak EO.
Mereka berdua tetap ikut andil dalam semua detail yang ada karena ingin sesuatu yang sempurna untuk hari pernikahan mereka yang sudah di tunggu lama oleh mereka.
***
Sementara itu, di apartemen Andini, terlihat begitu sibuk juga. Adik-adik Andini tengah mempersiapkan hadiah yang akan mereka berikan untuk kakak mereka yang akan menikah.
" Apa yang kalian lakukan?" tanya Andini saat melihat adiknya yang begitu sibuk mempersiapkan banyak hal di dalam kamar mereka sejak tadi malam.
" Eh," mereka sontak menyembunyikan apa-apa saja yang sedang mereka persiapkan untuk kakaknya.
" Apa yang kalian sembunyikan dari kakak?" tanya Andini merasa curiga pada kedua adiknya yang sejak semalam selalu bersikap aneh menurutnya.
" Tidak ada kak! Ayo kita makan malam saja!" keduanya kemudian mendorong tubuh Andini untuk keluar dari kamar mereka.
" Kalian benar-benar mencurigakan. Apa yang kalian lakukan sejak semalam?" tanya Andini lagi benar-benar merasa Curiga dengan mereka berdua.
Kedua Adik Andini terlihat gugup sekali mendapatkan pertanyaan dari kakaknya yang belum juga mau menyerah dengan rasa penasaran di hatinya.
" Kakak, besok kita jalan-jalan ya? Sebelum kakak menikah, Aku ingin kita bersama-sama menghabiskan seharian bersama. Kita selama ini sangat jarang bisa bersama-sama. Akan sangat menyenangkan kalau kita bisa pergi bersama!" ucap Andi tampak begitu antusias dengan rencana dan keinginannya untuk jalan-jalan bersama kakaknya yang akan menikah dua hari lagi.
Andini langsung menyetujui apa yang diinginkan oleh adiknya. Bagaimanapun juga Andini merasa bersalah karena sudah membiarkan adiknya selama ini hidup hanya dengan pembantu mereka.
" Baiklah. Kita besok akan jalan-jalan bersama. Kalian ga boleh nakal ya saat pergi ke luar. Ok?" tanya Andini kepada adiknya.
Andi dan Anto benar-benar merasa bahagia dengan apa yang dikatakan oleh Andini.
" Hore!! Akhirnya kita jalan-jalan bersama!" Andi dan Anto bersorak sangat bahagia karena permintaan mereka di kabulkan Andini.
" Ayo sekarang kita makan malam bersama. Setelah itu kalian beristirahat agar besok kalian tidak kelelahan saat kita jalan-jalan." Andi dan Anto langsung menuruti semua yang dikatakan oleh kakaknya.
" Baiklah Kak!" mereka bertiga pun lalu makan malam bersama dengan penuh kebahagiaan.
Setelah selesai makan malam. Mereka pun langsung tidur dan istirahat.
__ADS_1
sementara itu Andini di dalam kamarnya terlihat sedang mengotak-atik ponselnya.
Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dan ternyata Adrian yang menghubungi Andini.
" Ya?"
" Udah tidur?" tanya Adrian.
" Belum, baru selesai makan malam. Kamu?" tanya Andini yang mulai merasa canggung karena mengingat tentang rencana pernikahannya bersama Adrian.
" Aku sedang memikirkan kamu. Rasanya baru berpisah sebentar doang, tapi rasanya seperti setahun aja." Ucapan Adrian sukses membuat hati Andini meleleh dan tersipu.
Andini tidak pernah menyangka kalau ternyata Adrian bisa bersikap romantis padanya. Padahal saat mereka bersama Adrian selalu terlihat kaku dan tidak terlalu mesra semacam itu.
" Kita baru tiga hari gak ketemu. Kau sudah mengatakan hal seperti itu." Andini merasa malu kalau Adrian sudah mulai merayu dengan gombal recehnya.
" Kau tidak tahu?? Aku sudah terlalu terbiasa untuk hidup bersamamu. Selama ini kita sudah hidup 24 jam bersama. Apa kau tidak sadar hal itu?" tanya Adrian pada Andini yang telah sukses mencuri hati-nya dan membuat dirinya mantap untuk menikah.
" Ya, aku heran. Kenapa pria hebat seperti kamu, memutuskan untuk menikah denganku yang selama ini hanyalah wanita yang selalu membosankan dan tidak menyenangkan sama sekali!" Ucapan Andini benar-benar membuat Adrian merasa tidak nyaman.
" Bagaimana mungkin kau mengatakan hal seperti itu? Bagiku kau adalah duniaku. Separuh nafasku. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Aku mohon kamu Jangan pernah meninggalkan aku." Hati Andini merasa terharu dengan cinta yang diberikan oleh Adrian untuk dirinya.
" Apapun yang terjadi tolong jangan pernah kamu tinggalkan aku. Ok?" tanya Adrian pada Andini yang sudah mulai mengantuk.
" Aku tidak akan pengen meninggalkan kamu. Jangan khawatir. Kecuali Kamu yang akan meninggalkanku, maka kita akan sama-sama dalam menghadapi kehidupan ini." Ucapan Andini benar-benar membuat bahagia hati Adrian yang semakin mencintai Andini.
" Besok apa rencana kamu?"
" Rencananya besok aku akan berjalan-jalan bersama kedua adikku. Mereka Ingin untuk pergi bersamaku, menghabiskan waktu sebelum pernikahan kita berdua!"
Adrian terlihat berpikir," Besok aku akan menjemput kalian. Tunggulah, jangan pergi dulu sebelum aku datang." Andini terkesiap mendengar apa yang dikatakan Adrian.
" Kau mau pergi bersama kami? Kayaknya ga bagus deh, kita pergi bersama kayak gitu. Pernikahan kita dua hari lagi. Kita udah di larang untuk bertemu sampai hari pernikahan kita nanti." Adrian tetap keukeuh dan ingin mengantar kepergian mereka untuk berjalan-jalan bersama calon adik iparnya.
" Aku tutup dulu ya. Karena aku sudah mengantuk sekali!" ucap Andini sambil menguap.
" Kau tidurlah kalau ingin tidur. Aku akan melihat kamu di sini!" Andini yang benar-benar sudah mengantuk tidak sanggup lagi untuk terjaga lebih lama lagi
Adrian mendengar ketika Andini menguap dan tampak mengantuk di kameranya. Adrian begitu terpesona pada Andini yang cantik alami walaupun sedang mengantuk.
Adrian terus menghidupkan kameranya walaupun Andini sudah tertidur dan mengambil ss video call mereka pada malam itu sebagai kenang-kenangan untuk dirinya.
" Andini memang wanita yang sangat cantik. Tidak heran kalau Steven juga pernah begitu mencintai dia." Andini sudah terlelap tanpa dia sadari.
__ADS_1
Adrian pun kemudian tertidur dengan lelap sampai batre ponselnya mato baru panggilan telepon tersebut berakhir sendiri.