Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
45. Pasrah?


__ADS_3

Farel benar-benar bingung dengan apa yang sedang terjadi di rumahnya semua orang tampak diam tidak ada yang berani bicara.


Handoyo tampak sangat marah kepada Farel yang sudah menggagalkan rencana akuisisi perusahaan Handoyo group dan Prayoga Group.


" Kau adalah idiot yang sangat bodoh!" ucap Handoyo sambil meninggalkan Farel yang masih bingung dengan apa yang sedang terjadi.


Farel kemudian mendekati ibunya yang tampak kecewa sekali kepadanya.


" Mama kira kau adalah seorang laki-laki yang pintar tapi ternyata kau lebih bodoh daripada seekor kebo!" ibunya pun kemudian meninggalkan Farel dalam kebingungan yang luar biasa.


Semua orang tidak ada yang mau bicara dengan Farel sehingga membuat Farel menjadi sangat frustasi.


" Sebenarnya ada apa ini? Kenapa kalian bersikap seperti saya adalah seorang penjahat saja? Apa yang terjadi dengan pernikahanku dengan Siska? Kenapa tiba-tiba dia membatalkannya?" banyak sekali pertanyaan di dalam hati Farel yang membuat dia benar-benar bingung dan ingin mendapatkan penjelasan dari saudara-saudaranya yang sejak tadi terus menatapnya seakan jijik dan penuh emosi.


" Kau Lihatlah foto ini dan nilailah sendiri! Kenapa calon istrimu sampai membatalkan pernikahan kalian?" ucap Ami sepupu Farel.


Dengan sigap Farel langsung mengambil ponsel yang digenggam oleh Amy dan dia melihat apa yang ada di dalamnya.


Farel benar-benar terkejut melihat foto-foto tidak senonoh dirinya dengan Amora.


" Dari mana kalian mendapatkan foto ini?" tanya Farel dengan mata berapi-api.


Para sepupu Farel pun saling melihat satu sama lain.

__ADS_1


" Siska yang mengirimkannya kepada papamu dan dia meminta untuk membatalkan rencana pernikahan kalian berdua. Siska mendapatkan foto-foto ini dari Amora!" ucap Ami.


Farel langsung mengambil kembali kunci mobilnya yang tadi dia letakkan di atas meja dan segera berlari keluar rumah menuju apartemen Amora.


Farel berkali-kali mencoba untuk menelepon Siska. Tetapi nomor teleponnya tidak aktif sama sekali.


Farel pun kemudian mencoba menghubungi Adrian dan Steven. Mereka sama-sama tidak ada yang mengangkat teleponnya. Farel benar-benar sangat bingung dan tidak mengerti harus berbuat apa.


" ****! Brengsek! Awas kamu Amora! Dasar ular berbisa! Berani-beraninya kau telah menjebakku dan membuat masalah dengan rencana pernikahanku dengan Siska! Aku tidak akan pernah melepaskanmu!" Farel yang benar-benar marah dia pun langsung menggeber kendaraannya agar segera sampai di apartemen Amora.


Begitu sampai di apartemen pada langsung turun dan langsung berlari menuju unit apartemen milik Amora.


Amora yang masih belum sehat benar karena baru pulang dari rumah sakit, terlihat sangat senang sekali karena melihat Farel yang kembali lagi untuk mencari dirinya.


" Apakah kau sudah merindukanku lagi sayang? Sampai kau kembali lagi kemari!" ucap Amora dengan senyum sumringah dan berusaha untuk memeluk Farel yang langsung mendorong tubuhnya yang masih lemah karena belum terlalu sehat.


" Apa maksud kamu dengan menjebakku seperti ini? Apa kau sekarang puas karena rencana pernikahanku sudah dibatalkan oleh calon istriku? Kau benar-benar wanita ular yang sangat menakutkan! Aku sangat menyesal pernah berkenalan denganmu!" ucap Farel dengan mata berapi-api.


Bukannya merasa takut ataupun merasa bersalah Amora malah tersenyum dan berusaha untuk mendekati Farel.


" Bukankah itu sangat bagus sayang? Kita berdua bisa melanjutkan kembali rencana pernikahan yang dulu pernah kau rencanakan. Aku harap kau tidak lupa bahwa kau dulu pernah melamarku dan berniat untuk menikahiku!" ucap Amora dengan senyum yang begitu manis dan berusaha untuk menggoda Farel membuat Farel sangat marah kepadanya dan semakin ilfil pada Amora yang sudah mengacaukan hidupnya.


Farel langsung menepis tangan Amora dan menatapnya dengan begitu tajam berusaha untuk mengintimidasi wanita itu. Akan tetapi tampaknya Amora tidak takut sama sekali kepada Farel.

__ADS_1


" Ayolah Farel Aku masih sangat mencintaimu sayang. Tolong kau kembalilah padaku. Dan aku berjanji akan membahagiakanmu!" ucap Amora dengan wajah memelasnya yang semakin menambah emosi Farel.


" Dengar! Walaupun di dunia ini semua wanita telah mati! Aku tidak akan pernah mau untuk menikah denganmu! Sebaiknya kau segera hilangkan impianmu itu dari otak bodohmu itu!" ucap Farel yang langsung meninggalkan Amora di apartemennya dalam kesedihan dan juga rasa sakit hati yang luar biasa.


Setelah melampiaskan semua kemarahannya Farel pun kemudian pergi menuju ke mansion milik Siska. Akan tetapi Farel mendapatkan kenyataan bahwa ternyata Siska sudah meninggalkan Indonesia.


Hati Farel benar-benar sangat terluka karena dia tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan apapun kepada Siska.


" Ke mana Siska pergi? Katakan padaku! Aku akan menyusulnya sekarang juga!" Uca Farel sambil memohon kepada pembantu yang bekerja di kediaman Siska.


Tiba-tiba saja dari dalam mansion keluar Adrian dan Steven yang langsung menghajar Farel hingga babak belur.


" Dasar laki-laki brengsek berani-beraninya kau datang lagi kemari setelah menyakiti hati keponakan kami!" ucap Steven dengan mata memerah karena amarah yang sangat besar kepada Farel.


Farel berusaha untuk bangkit dan berusaha untuk bicara kepada Steven dan Adrian yang tampak begitu membencinya.


" Aku dijebak oleh Amora Aku sama sekali tidak pernah berniat untuk berkhianat dari Siska! Tolong dengarkan penjelasanku! Katakan di mana Siska sekarang? Aku harus bertemu dengan dia dan menjelaskan semuanya kepadanya!" Ucap Farel dengan wajah memelas Karena bagaimanapun dia tidak terima difitnah seperti itu oleh Amora.


Steven dan Adrian yang memang benar-benar marah kepada Farel, mereka hanya bisa menatap tajam kepada Farel yang sekarang benar-benar sudah menyedihkan keadaannya setelah di hajar oleh Adrian dan Steven.


Darah segar yang mengalir dari ujung bibir dan juga hidung Farel. Sama sekali tidak Farel perdulikan. Fatel terus memohon di bawah kaki Adrian dan Steven untuk agar mau segera memberitahukan keberadaan Siska saat ini kepadanya.


" Tolonglah aku Adrian. Aku benar-benar harus bertemu dengan Siska. Aku harus bicara dan menjelaskan semuanya. Itu semua hanyalah jebakan dari Amora yang ingin memisahkan kami berdua! Tolonglah percaya padaku. Aku sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan Amora. Kemarin dia yang meminta bertemu denganku. Katanya dia ingin meminta maaf kepadaku. Aku tidak menyangka kalau dia akan memberikan obat tidur ke dalam minumanku. Sehingga membuatku pingsan dan dia memanfaatkan keadaanku itu untuk membuat foto-foto palsu itu!" Ucap Farel yang berusaha menjelaskan semuanya kepada Steven dan Adrian yang sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasannya.

__ADS_1


" Pergi dari sini karena kami tidak pernah mau lagi bertemu denganmu. Sebaiknya lupakan saja rencana pernikahan kamu dengan Siska!" ucap Adrian sambil meninggalkan Farel sendiri yang langsung menangis sedih sekali.


Steven sebenarnya merasa iba ketika dia melihat keadaan Farel sekarang yang terlihat sangat menyedihkan.


__ADS_2