
Jasmine yang saat ini bersama dengan Adrian. Mereka berdua pergi ke Bandung untuk menemui ibunya. Setelah mendapatkan kabar dari anak buah Adrian yang telah diperintahkan untuk menyelidiki tentang ibunya Jasmine yang berada di Bandung.
" Sabarlah aku yakin, pasti semuanya akan baik-baik saja! Tenanglah Jasmine! Aku akan terus menemanimu!" Adrian terus menghibur Jasmine yang saat ini perasaannya sedang kacau memikirkan ibunya yang saat ini masih berada di rumah sakit.
Berdasarkan laporan dari anak buah Adrian yang diperintahkan untuk mengecek keadaan ibunya Jasmine. Ibunya Jasmine melakukan tindakan bunuh diri. Setelah meminta gugatan cerai kepada suaminya. Akan tetapi tidak dikabulkan. Suaminya itu malahan meminta kepada ibunya Jasmine untuk kembali ke rumah utama dan melakukan perannya sebagai Nyonya Abraham.
Tentu saja itu adalah bujukan dari istri mudanya yang sedang menunjukkan diri bahwa dia adalah wanita yang baik kepada suaminya.
Padahal yang sesungguhnya dia hanya sedang memberikan tekanan batin kepada ibunya Jasmine dan menunjukkan kekuasaannya bahwa dia bisa mengendalikan suami mereka sesuai dengan keinginannya.
Sungguh sebuah tindakan yang benar-benar sangat tidak terpuji. Wanita itu sedang melakukan sebuah permainan melempar satu batu. Tetapi dia bisa mendapatkan tiga burung sekaligus. Benar-benar sangat cerdik sekali bukan??
Terlihat Abraham yang saat ini masih saja sibuk mondar-mandir di depan ruangan ICU. Di mana saat ini ibunya Jasmine masih tengah ditangani oleh dokter.
" Tenanglah Pah. Kalau kau begini terus, Mama jadi pusing melihatnya!" ucap Abigail, istri muda Abraham yang saat ini sedang kesal karena melihat suaminya yang begitu mempedulikan Mesya yang menjadi madunya, Ibunya Jasmine.
Abraham pun kemudian duduk di samping Abigail dan berdetak kesal karena melihat istrinya yang masih sibuk dengan ponselnya.
" Sayang, di saat seperti ini kau masih bisa memegang ponselmu?" tanya Abraham sambil menetap kepada Abigail yang hanya mesem-mesem sendiri sambil menatap ponselnya.
Abraham menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Abigail yang seperti tidak mendengarkan ucapannya.
" Sayang! Apa Kau tidak mendengarkan apa yang aku katakan padamu?" tanya Abraham merasa tersinggung dengan perlakuan Abigail yang seperti menyepelekannya.
__ADS_1
" Ayolah Pah! Lagi pula Mbak Mesya sudah ditangani oleh dokter. Sebentar lagi juga pasti sembuh. Kenapa sih Papa harus begitu khawatir sama dia?? Jangan katakan sama Mama kalau Papa masih mencintai istri pertama papa!" Abigail menatap tajam kepada Abraham yang langsung gelagapan.
" Mama bicara apa sih? Bagaimanapun juga dia itu istriku. Aku punya kewajiban untuk mengurus dan mempedulikan Dia!" Abraham menatap kepada Abigail yang hanya memutar bola matanya dengan malas. Kemudian lebih memilih untuk pergi dari rumah sakit.
Abigail mengurungkan niatnya ketika dia melihat dari kejauhan Jasmine berlari menuju ke tempat mereka berada.
' Mau apa gadis benggal itu datang-datang ke sini? Apa dia mau mencari ribut denganku lagi? Eh tunggu dulu! Dari mana gadis bengal itu tahu kalau ibunya saat ini berada di Rumah Sakit? Apa jangan-jangan Mas Abraham yang sudah menghubungi dia untuk bisa datang kemari? Kurang ajar sekali!! Pria bangkotan itu bilang, kalau dia tidak akan pernah sudi menghubungi Jasmine lagi. Eh, ternyata dia membohongiku!' batin Abigail merasa kesal luar biasa ketika dia melihat Jasmine yang semakin mendekat ke arahnya dengan tatapan penuh amarah.
" Perempuan sundal!!! Apa yang kau lakukan pada Ibuku huh? Sehingga membuat Ibuku sampai bunuh diri seperti itu?" tanya Jasmine yang langsung menjambak rambut Abigail begitu dia melihat wanita yang telah menghancurkan kebahagiaan keluarga kecil mereka yang saat ini sedang menatapnya dengan begitu sinis.
Abigail bahkan sampai menjerit kesakitan dengan kelakuan Jasmine yang begitu barbar dan tidak menghargainya sebagai ibu tirinya.
" Pah!! Tolonglah aku! Lihatlah perempuan kurang ajar ini sudah menyiksaku!" umpat Abigail sambil terus menjerit kesakitan memanggil Abraham.
" Ada apa ini? Kenapa kalian di rumah sakit malah membuat keributan?" tanya Abraham sambil menatap tajam kepada Abigail dan juga Jasmine yang tampak begitu seru saling menyerang satu sama lain.
" Cepat katakan! Apakah karena wanita ini yang membuat Ibuku sampai berani bunuh diri??" tanya Jasmine sambil melirik kepada ayahnya yang saat ini sedang berusaha untuk melerai pertengkaran mereka berdua.
Abraham memegang tubuh Abigail dan Adrian saat ini sedang berusaha untuk mengendalikan Jasmine yang sedang tersulut emosi karena melihat kelakuan Abigail yang seperti tidak merasa bersalah sama sekali dengan apa yang sudah dia lakukan kepada ibunya.
" Eh kau jangan sembarangan menuduh ya! Aku tidak ada urusan dengan ibumu! Ibumu saja yang baper disuruh kembali tinggal ke kediaman utama sebagai Nyonya Abraham, dia malah memilih untuk bunuh diri dari pada menurut sama suaminya. Benar-benar perempuan yang tidak tahu diuntung!" sengit Abigail sambil menatap sinis ke arah Jasmine yang benar-benar sudah kehilangan kesabaran dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Abigail tentang ibunya.
Jasmine langsung menatap ke pintu IGD yang saat ini ibunya masih berada di sana.
__ADS_1
" Sudahlah Jasmine! Tolonglah jangan menambah kepusingan kepala papa lagi. Sebentar lagi Ibumu juga akan keluar dari sana. Lebih baik kita berdoa untuk kesehatan ibumu. Daripada kau membuat keributan di rumah sakit!" Abraham yang benar-benar sudah lelah lahir batin dengan semua keributan yang ada di dalam keluarganya akhirnya hanya bisa mendudukkan dirinya di bangku yang ada di depan ruangan IGD.
Abraham tahu bahwa kebahagiaan keluarganya yang dulu pernah dimiliki sekarang telah benar-benar hancur dan dialah yang menjadi penyebabnya. Karena dia yang telah membawa Abigail ke dalam kediaman utama bersama dengan anak mereka yang laki-laki.
Abraham berdalih bahwa dia menginginkan keturunan untuk keluarganya. Oleh karena itu dia memperistri Abigail agar mendapatkan seorang anak laki-laki yang kelak akan meneruskan perusahaan keluarga besarnya.
Mesya yang saat itu merasakan kehancuran hatinya. Setelah mengetahui bahwa ternyata suaminya berkhianat di belakangnya. Akhirnya memilih untuk hengkang dari kediaman Abraham dan tinggal bersama dengan Jasmine di sebuah kontrakan kecil.
Mulai saat itu mereka berdua bahu membahu untuk mencari kehidupan mereka bahkan Mesya pun kembali bekerja seperti dulu dengan membuka butik yang dia miliki.
" Kalau terjadi apa-apa dengan ibuku. Maka percayalah! Aku pasti akan mengadukanmu ke kantor polisi dan aku akan memenjarakan kamu karena sudah menjadi penyebab dari kenekatan ibuku melakukan bunuh diri!" ancaman Jasmine benar-benar mengenal di hati Abigail yang sontak langsung terkesiap dan berdiri di belakang suaminya yang hanya bisa mendesah frustasi melihat mereka berdua yang selalu saja ribut seperti kucing dan anjing setiap kali bertemu.
Bagaimana mungkin Jasmine tidak marah terhadap Abigail yang telah menghianatinya?
Abigail sebenarnya adalah sahabat Jasmine ketika mereka berkuliah di Australia. Akan tetapi ketika mereka lulus dan Abigail pulang ke Indonesia. Ternyata kedua orang tua Abigail sudah berpisah dan mereka berdua juga telah mempunyai kehidupan mereka masing-masing. Akhirnya Abigail di tampung di rumah Jasmine.Keluarga mereja menumpang Abigail di kediaman Abraham.
Hampir selama 1 tahun Abigail menempati kediaman Abraham dengan begitu damai sentosa tanpa pernah merasa canggung ataupun malu sebagai orang asing yang menumpang di kediaman sahabat nya.
Akan tetapi di tahun kedua, Abigail mulai menunjukkan gelagat anehnya. Dia meminta izin kepada Jasmine untuk keluar dari kediaman mereka dengan alasan bahwa dia telah mendapatkan pekerjaan dan sanggup untuk membayar kontrakan sendiri.
Sejak saat itu, ayahnya Jasmine sering sekali pulang malam bahkan sering tidak pulang. Hingga akhirnya Jasmine yang merasa curiga memilih untuk menyelidiki tentang ayahnya yang dirasa begitu sangat mencurigakan.
Alhasil, Jasmine menemukan fakta kalau ternyata ayahnya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri bahkan sekarang Abigail sedang hamil muda. Alasan Abigail keluar dari rumah mereka karena dia tidak mau semua keluarga Jasmine tahu soal kehamilannya.
__ADS_1